Berita Terbaru

Pemkab Serang Matangkan Perbup PD3I Memperkuat Tata Kelola Kesehatan

By On September 16, 2026

Pemkab Serang matangkan Perbup PD3I. 

SERANG, KabarXXI.Com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mematangkan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penanggulangan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). 

Kebijakan ini dalam rangka memperkuat tata kelola kesehatan masyarakat yang terintegrasi di tingkat daerah. 

Penyusunan Rancangan Perbup dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, di Hotel Forbis Kecamatan Waringin kurung. 

Turut hadir Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhulhana yang secara resmi membuka acara. 

Sekda Zaldi Dhuhana mengatakan, kebijakan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepastian hukum serta tata kelola kesehatan masyarakat berbasis penyelenggaraan imunisasi dan sistem surveilans yang terintegrasi di tingkat daerah. 

Sekda juga mengatakan, pihaknya mengambil langkah ini agar memastikan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat, khususnya bayi dan anak-anak, dari risiko penularan penyakit berbahaya yang sejatinya dapat dicegah melalui cakupan imunisasi yang tinggi dan merata. 

"Saat ini kita sedang menyusun perbup terkait pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sehingga jika perbup ini selesai semua penyakit berbahaya baik untuk anak dan bayi dapat dicegah," kata Sekda Zaldi. 

Sekda juga menambahkan, saat ini pihaknya  tengah menyusun regulasi agar seluruh tahapan dapat dilaksakan dengan seksama. 

Zaldi juga mengatakan, Rancangan Perbup PD3I Kabupaten Serang disusun secara sistematis dengan mencakup beberapa poin krusial di antaranya memuat batasan pengertian operasional seperti PD3I, Imunisasi Rutin/Tambahan/Khusus, Surveilans Epidemiologi, Kejadian Luar Biasa (KLB), Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), hingga ketetapan peran dinamis Dinas Kesehatan dan Puskesmas. 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr Efrizal menambahkan, pelaksanaan program imunisasi yang mencakup imunisasi dasar, lanjutan, tambahan, hingga imunisasi pilihan atau khusus tetap dilaksanakan. 

Seluruh prosedur imunisasi yang selama ini dilakukan yaitu ketersediaan logistik yang aman, termasuk pengelolaan rantai dingin (cold chain), ketersediaan stok vaksin, dan alat suntik steril tetap menjadi prioritas. 

Sementara itu, untuk mendukung optimalisasi program ini seluruh pos pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit, Posyandu, hingga satuan pendidikan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) akan dselenggarakan di seluruh wilayah Kabupaten Serang. 

"Saat ini di Kabupaten Serang banyak temuan penyakit menular baik kasus aktif maupun pasif seperti Campak-Rubella, Polio (Acute Flaccid Paralysis/AFP), Difteri, Pertusis, Tetanus Neonatorum, dan Hepatitis B,dengan perbup hal itu tidak akan terjadi," katanya. 

Untuk menyusun Perbup ini, banyak tahapan di antaranya Pelaksanaan Penyelidikan Epidemiologi (PE), mekanisme pengambilan dan pengiriman spesimen laboratorium, serta digitalisasi sistem pencatatan dan pelaporan secara real-time. 

Pihaknya juga akan membentuk Komite Daerah/Tim Pengkajian dan Penanganan KIPI di tingkat Kabupaten. Kemudian Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat dan penanggulangan cepat saat terjadi status KLB PD3I. (*/red)

Anggota Polsek Kragilan Cek TKP Kebakaran Lahan di Belakang Kantor Desa Dukuh

By On September 16, 2026

Anggota Polsek Kragilan mendatangi lokasi kebakaran lahan, di belakang Kantor Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa, 15 September 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com – Anggota Polsek Kragilan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebakaran lahan yang terjadi di belakang Kantor Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 19.00 WIB. 

Mendapat laporan tersebut, anggota piket Polsek Kragilan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan. 

Bersama warga, petugas berupaya memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia. 

Kapolsek Kragilan, AKP Ilman Robiana mengatakan, setelah dilakukan upaya pemadaman bersama warga, api berhasil dipadamkan sehingga situasi di lokasi kembali aman dan kondusif. 

“Anggota langsung mengecek lokasi setelah menerima laporan masyarakat dan bersama warga melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas,” ujarnya. 

Polsek Kragilan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi lahan yang kering, serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian kebakaran kepada pihak kepolisian atau melalui layanan 110. (*/red)

Total Rp 106,3 Miliar Disita KPK dari OTT, Terbanyak dari Orang Kepercayaan Nusron

By On September 16, 2026

Penampakan uang senilai Rp 106 miliar yang disita KPK dalam kasus suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN, di Gedung Merah Putih KPK, Selasa, 15 September 2026. (Dok KPK) 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti kasus suap di lingkungan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupa uang tunai senilai Rp 106,3 miliar. 

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengatakan, jumlah tersebut adalah nilai barang bukti terbanyak yang disita oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). 

"Ini termasuk jumlah yang terbanyak operasi OTT KPK sebelumnya," kata Achmad saat Konferensi Pers, Selasa, 15 September 2026. 

Sejumlah barang bukti tersebut tersebar di beberapa tempat, di antaranya di rumah tersangka Arif Sugiyanto, Rizal Pahlevi, Sontang Coin Manurung, dan Arif Sugiyanto. 

Menurut Achmad, temuan terbanyak berada di rumah Arif Sugiyanto dengan koper berwarna merah dengan pecahan rupiah dan valuta asing. Uang yang ditemukan berupa pecahan rupiah sebanyak Rp 31,86 miliar. 

Kemudian ada juga pecahan dollar Amerika Serikat senilai 2.611.500 USD. pecahan dollar Singapura 1.974.500 SGD. 

Kemudian ada juga pecahan 910 Riyal Arab Saudi, dan 981 Ringgit Malaysia. 

Sedangkan di rumah Rizal Pahlevi, KPK menyita Rp 896 juta, dari rumah ZNM Rp 8 juta, dan rumah Sontang Coin Manurung senilai Rp 49,5 juta. 

Adapun kasus ini bermula dari pengajuan perpanjangan HGB yang dikelola Summarecon yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). 

Sebagian tanah disebut bermasalah dengan ahli waris sebelumnya yang memegang SHM atas tanah tersebut. 

Masalah ini kemudian dimanfaatkan oleh tersangka Erwin untuk memasang fee sejumlah Rp 2 miliar. Namun pihak Summarecon menyanggupi Rp 1,5 miliar. 

KPK juga mengungkap ada banyak penerimaan lainnya terkait gratifikasi dan mutasi promosi jabatan pelayanan pertanahan di ATR/BPN. 

Dalam kasus ini, KPK menetapkan delapan tersangka, empat di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. 

Mereka Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 Sontang Coin Manurung, Direktur Utama Summarecon Adrianto Pitojo Adi, Arif Sugiyanto selaku pihak swasta kepercayaan Nusron Wahid. 

Lalu ada Fahd El Fouz pihak swasta diduga kepercayaan Nusron Wahid, Rizal Pahlevi selaku pihak swasta, Erwin selaku pihak swasta orang kepercayaan Nusron Wahid, dan Muhammad Fakhry selaku pihak swasta kepercayaan Nusron Wahid. 

Pihak Adrianto dan Rizal Pahlevi dikenakan Pasal 605 ayat (1) huruf a atau huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo Pasal VII angka 48 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana atau Pasal 606 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo Pasal VII angka 49 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. 

Sementara sisanya disangkakan Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan/atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau pasal 606 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo Pasal VII angka 49 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (*/red)

Dirut Summarecon Diduga Suap Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN

By On September 16, 2026

Penampakan uang senilai Rp 106 miliar yang disita KPK dalam kasus suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN, di Gedung Merah Putih KPK, Selasa, 15 September 2026. (Dok KPK) 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Presiden Direktur PT Summarecon, Agung Adrianto Pitojo Adhi memberikan uang senilai Rp 1,5 miliar kepada orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Erwin untuk membuka blokir Hak Guna Bangunan (HGB) lahan di Kabupaten Bogor. Erwin awalnya meminta Rp 2 miliar. 

Hal itu dikatakan Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein saat Konferensi Pers KPK terkait OTT perkara suap HGB lahan Summarecon Bogor, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 15 September 2026. 

Taufik menjelaskan, mulanya Erwin bersama Sontang Coin Manurung (SON) selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, mematok nilai Rp 2 miliar untuk pembukaan blokir dan atau penerbitan sertifikat tanah Summarecon. 

"SON melalui ERW meminta fee dengan kode 'dua' yang diduga sejumlah Rp 2 miliar," ujar Taufik. 

Namun, pada saat itu pihak Andrianto hanya sanggup memberikan Rp 1,5 miliar. Sebab, Andrianto juga harus memberikan fee ke pihak broker lainnya. 

"Pihak Summarecon hanya menyanggupi sejumlah Rp1,5 miliar, karena diduga masih ada pihak-pihak lain yang akan mendapatkan 'fee broker' dari pengurusan tersebut," tutur Taufik. 

Taufik mengatakan, uang itu kemudian diserahkan oleh Adrianto kepada Erwin pada 27 Agustus 2026. Kemudian Erwin membagikan ke Sontang dari uang tersebut sebesar Rp 200 juta.

"Selanjutnya, ERW menyerahkan sebagian dari uang tersebut yaitu senilai Rp 200 juta kepada SON di sebuah kafe di Jakarta Selatan, untuk fee pembukaan blokir dan pemecahan HGB atas pihak Summarecon," ujarnya. 

Diketahui, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan pembukaan blokir hak HGB lahan Summarecon di Kabupaten Bogor, Jabar. 

Dari jumlah itu, empat orang di antaranya orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. 

Berikut daftar delapan tersangka dalam kasus ini: 

1. Lampri (LMP) selaku Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN. 

2. Sontang Coin Manurung (SON) selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I. 

3. Adrianto Pitojo Adi (ADR) selaku Direktur Utama (Dirut) Summarecon. 

4. Arif Sugiyanto (ARF) selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. 

5. Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq (FEZ) selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. 

6. Rizal Pahlevi (LEV) selaku pihak swasta. 

7. Erwin (ERW) selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. 

8. Muhammad Fakhry (MF) selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. 

(*/red)

Fahd A Rafiq Cetak Hattrick Jadi Tersangka KPK

By On September 16, 2026

Fahd A Rafiq ditahan KPK. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Nama Fahd El Fouz Arafiq kembali mencuat setelah lama tidak terdengar dari peristiwa terakhir: terlibat dalam kasus pengadaan Al-Qur'an. 

Fahd diketahui memiliki rekam jejak dalam dua kasus korupsi, yaitu korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) pada 2011, dan pengadaan Al-Qur'an pada 2017. 

Kini namanya mencuat lagi karena kasus yang sama, korupsi. 

Ia disebut-sebut dalam dugaan kasus pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). 

Diketahui, Fahd Arafiq merupakan tokoh organisasi yang cukup vokal.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum KNPI (2015-2018). Saat ini menjabat sebagai Ketua Umum DPP Bapera serta Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Ormas periode 2024-2029 di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia. 

Istri Fahd, Ranny Fahd Arafiq, saat ini juga menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. 

Melihat kadernya dicokok KPK untuk kali ketiga, Partai Golkar mengaku menghormati proses hukum yang berlaku. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji pun mempersilakan KPK untuk mengungkap kebenarannya dugaan tindak pidana yang dilakukan Fahd sesuai mekanisme hukum. 

“Kita menghormati proses hukum. Silakan aparat mengungkapkan kebenaran melalui proses hukum,” kata Sarmuji kepada wartawan, Selasa  15 September 2026. 

Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu mengatakan, partainya juga akan menentukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti proses hukum tersebut, setelahnya mengetahui duduk persoalannya. 

Tiga kasus korupsi jerat Fahd, dalam kasus DPID yang bergulir 2011-2012, Fahd terbukti menyuap mantan anggota DPR RI, Wa Ode Nurhayati, sebesar Rp 5,5 miliar. 

Suap itu digunakan untuk alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) di tiga kabupaten di Aceh. 

Tiga kabupaten yang dimaksud adalah kabupaten Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Bener Meriah. Saat itu, ia divonis dua tahun enam bulan penjara. 

Kasus Korupsi Pengadaan Al-Qur'an, kasus ini bergulir pada 2017, setelah Fahd bebas dari kurungan penjara dan merasakan udara bebas. 

Namun belum lama mendekam di penjara, Fahd kembali bermain suap, kali ini tidak main-main pengadaan kitab suci Al-Qur'an dikorupsi. 

Ia terseret kasus suap pengadaan Al-Qur'an dan laboratorium komputer di Kementerian Agama. 

Ia terbukti menerima suap Rp 3,411 miliar dan kembali dijebloskan ke penjara pada 2017. 

Terkini, setelah melenggang kembali dari jeruji besi, Fahd kembali berulah. 

Kali ini ia kembali terjerat korupsi dan ditetapkan sebagai tersangka dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) yang berada di Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). (*/red)

Pencarian Kapal Jurnalis Hilang Kontak Dilakukan hingga ke Bengkulu

By On September 16, 2026

Pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda diperluas hingga wilayah Bengkulu. 

PANDEGLANG, KabarXXI.Com - Proses pencarian terhadap lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah memasuki hari kedelapan. 

Tim SAR kini menyisir Pulau Enggano yang ada di Bengkulu. 

"Pada hari kedelapan ini, pencarian kembali kami perluas melalui beberapa sektor laut dengan melibatkan unsur SAR gabungan, baik dari Basarnas, TNI, Polri, maupun potensi SAR lainnya," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, Selasa  15 September 2026. 

"Kami juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini," sambungnya. 

Menurutnya, Tim SAR gabungan merencanakan penyisiran di lima sektor dengan total luas area sekitar 3.962 mil laut persegi. 

Dia mengatakan, tim SAR juga mengerahkan drone. 

"Selain pencarian di laut, tim SAR gabungan juga menyiapkan dua unit drone thermal Basarnas untuk mendukung pemantauan dari udara," kata Al Amrad. 

Sementara itu, Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan, pihaknya juga dibantu tim SAR Bengkulu. 

Menurutnya, tim dari kantor SAR Bengkulu melakukan pencarian di wilayah Bengkulu. 

"Kita sudah memetakan, dan kita dibantu oleh kantor SAR Bengkulu untuk meng-cover wilayah Kantor SAR Bengkulu," ujarnya. 

Ia berharap, ada petunjuk keberadaan rombongan jurnalis di area Bengkulu. 

Dia mengatakan, pencarian di perairan Bengkulu itu dilakukan berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan timnya. 

"Sehingga untuk SAR map yang kita prediksikan itu mengarah ke wilayah kantor SAR Bengkulu itu sudah di-cover dengan teman-teman kantor SAR Bengkulu," ujarnya. 

Rizky mengatakan, helikopter juga telah disiapkan untuk proses pencarian. 

Pencarian lewat helikopter telah dilakukan kemarin, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan itu. 

"Kemarin dengan HR-3604 kita sudah melaksanakan penyisiran di seluruh area dengan kurang lebih kemarin penerbangan selama dua jam. Dan untuk informasi dari kru heli, itu memang tidak ada tanda-tanda ditemukan," ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, mayat berjenis kelamin pria ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Mayat tersebut masih diautopsi oleh pihak Polda Bengkulu. 

"Dapat kami sampaikan bahwa mayat tersebut sudah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat ke Polda Bengkulu dan hari ini sudah dilaksanakan autopsi," ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea di Pandeglang, Senin, 14 September 2026. 

Maruli mengatakan, jenazah tersebut saat ini tengah dicocokkan dengan DNA rombongan lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar Anak Krakatau. Proses pencocokan masih berlangsung. 

"Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak. Kita akan melakukan pencocokan, kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar tes DNA dari Polda Bengkulu," ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang saat hendak mendekat ke Gunung Anak Krakatau pada Senin, 07 September 2026. 

Mereka hendak mendekat ke Anak Krakatau yang mengalami erupsi pada 4 September malam, hingga memicu hujan abu vulkanik di beberapa provinsi. (*/red)

Mendagri Buka Peluang Bikin Aturan soal Sound Horeg, Bakal Batasi Desibel

By On September 16, 2026

Mendagri Tito Karnavian. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian membuka peluang untuk menerbitkan aturan setingkat Menteri guna mengontrol penggunaan sound horeg. 

Aturan ini nantinya akan mengatur ambang batas desibel atau tingkat suara pengeras suara yang diperbolehkan bagi masyarakat. 

Menurutnya, regulasi tersebut perlu dikaji secara mendalam karena penggunaan sound horeg dengan tingkat intensitas suara tertentu dapat membahayakan kesehatan. 

"Kalau sound horeg ini, pendapat saya perlu dilakukan rapat ya, dengan lintas instansi, termasuk Kementerian Kesehatan, kemudian dari Komdigi misalnya, Polri," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026. 

Tito mengatakan, koordinasi antarinstansi sangat diperlukan untuk menentukan standar batasan penggunaan pengeras suara, terutama batas maksimal desibel yang aman. 

Ia menegaskan, penggunaan pengeras suara dengan tingkat desibel yang melampaui batas dan berisiko merusak kesehatan harus dilarang secara tegas. 

"Seperti apa bentuk batasan, misalnya desibel suara yang boleh ada ya untuk loudspeaker dan lain-lain. Kalau dia dianggap ada desibel tertentu yang bisa mengganggu kesehatan, ya harus dilarang, gitu," ujarnya. 

Adapun landasan hukum pengaturan tersebut dapat dibentuk melalui undang-undang maupun peraturan turunan di bawahnya. 

"Baik dengan undang-undang atau peraturan-peraturan di bawahnya. Kalau belum ada ya mungkin bisa setingkat menteri juga, saya bisa membuat suatu aturan gitu, ya," tuturnya. 

Namun demikian, Tito menekankan bahwa pihaknya masih akan mempelajari jenis regulasi yang paling tepat untuk mengatasi persoalan ini. 

Pasalnya, kata dia, belum ada aturan hukum yang secara spesifik menetapkan batas aman desibel terkait ancaman kesehatan. 

"Nah, saya akan pelajari kira-kira aturan mana yang spesifik. Saya lihat sepertinya belum ada yang mengatur secara spesifik mengenai desibel ini yang bisa mengganggu kesehatan, apalagi sudah ada korban gitu," pungkasnya. (*/red)

Reshuffle Kabinet: Antara Legalitas dan Kepatutan Bernegara

By On September 15, 2026

Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR dengan agenda membahas pengantar Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan tahun 2027, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 07 September 2026. 

Oleh: Dr. Nurhakim Ramdani Fauzian 

Senin siang, Purbaya Yudhi Sadewa masih bekerja sebagai Menteri Keuangan. Ia duduk dalam rapat resmi bersama Komite IV DPD RI, Bappenas, dan Bank Indonesia. 

Yang dibicarakan bukan perkara kecil: Rancangan APBN 2027, Nota Keuangan, hingga arah pembangunan nasional. 

Di tengah paparan, telepon masuk. Rapat sempat dijeda. Sekitar pukul 14.30 WIB, Purbaya meninggalkan ruang rapat. 

Beberapa saat kemudian, publik mengetahui bahwa Presiden Prabowo Subianto menggantinya dengan Suahasil Nazara. Sore itu juga Suahasil dilantik di Istana Negara. 

Ada satu detail yang membuat peristiwa ini terasa ganjil. Suahasil mengaku telah diberi tahu oleh Istana sejak pagi untuk bersiap mengikuti pelantikan pada sore hari. 

Artinya, ketika calon Menteri Keuangan baru sudah mengetahui bahwa dirinya akan dilantik, Menteri Keuangan yang sedang menjabat masih menjalankan tugas negara di parlemen. 

Di sinilah persoalannya menjadi lebih menarik daripada sekadar reshuffle kabinet. Secara konstitusional, tidak ada yang aneh. Pasal 17 UUD 1945 tegas menyebut bahwa menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. 

Menteri memang pembantu Presiden. Presiden tidak memerlukan persetujuan parlemen untuk mengganti seorang menteri. 

Namun, administrasi publik tidak hanya mengenal pertanyaan apakah keputusan sah. 

Ada pertanyaan lain yang sama pentingnya: apakah kewenangan dijalankan secara patut? Sah dan patut tidak selalu sama. 

Presiden tentu boleh mengganti menteri kapan saja. Namun, kewenangan yang besar justru menuntut tata cara yang semakin baik. 

Kekuasaan bukan hanya dinilai dari apa yang boleh dilakukannya, melainkan juga bagaimana ia melakukannya. 

Bukan soal Purbaya

Karena itu, persoalan ini sebaiknya tidak direduksi menjadi rasa iba terhadap Purbaya. 

Menteri adalah jabatan politik. Datang dan pergi dari kabinet merupakan risiko yang melekat pada jabatan tersebut. Yang perlu dijaga justru martabat institusinya. 

Ketika Purbaya duduk di hadapan DPD, ia tidak sedang hadir sebagai Purbaya pribadi. Ia hadir sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, mewakili pemerintah membicarakan APBN. 

Karena itu, cara seorang menteri masuk dan keluar dari pemerintahan sesungguhnya bukan hanya urusan pribadi Presiden dengan pembantunya. Ada institusi negara yang ikut dipertaruhkan di dalamnya. 

Bayangkan paradoksnya. Di satu tempat, seorang pejabat masih berbicara atas nama pemerintah. Pada saat hampir bersamaan, proses untuk menggantikannya sudah berjalan di tempat lain. 

Tidak ada aturan yang dilanggar, tetapi justru di situlah etika pemerintahan diuji. 

Dalam studi administrasi publik, kualitas pemerintahan tidak cukup diukur dari legalitas keputusan. Integritas, fairness, keterbukaan, dan kepatutan proses juga menentukan kepercayaan terhadap institusi. 

Pemerintah dapat mengambil keputusan yang sepenuhnya legal, tetapi cara keputusan itu dijalankan tetap dapat menimbulkan pertanyaan publik. 

Karena negara bukan perusahaan pribadi. Jabatan publik juga bukan kursi yang sekadar ditukar penghuninya. 

Kejadian ini semakin menarik jika diletakkan dalam agenda reformasi birokrasi yang selama ini kita bangun. 

Kepada aparatur negara kita berbicara tentang sistem merit, manajemen talenta, succession planning, profesionalisme, dan tata kelola. 

Kita meminta organisasi pemerintah merencanakan pergantian pejabat secara sistematis agar pelayanan tidak terganggu. 

Namun, pada puncak pemerintahan, transisi kepemimpinan masih dapat berlangsung dalam hitungan jam.

Tentu menteri berbeda dengan ASN. Menteri adalah jabatan politik. Namun, prinsip administrasinya tetap relevan: setiap pergantian kepemimpinan membawa risiko terhadap kesinambungan kebijakan, memori institusi, koordinasi, dan kepercayaan. 

Apalagi yang berganti adalah Menteri Keuangan. APBN tidak boleh berhenti bekerja hanya karena menterinya berganti. Pasar tidak menunggu seremoni serah terima jabatan. 

Pemerintah daerah, dunia usaha, investor, dan masyarakat membutuhkan kepastian bahwa institusi tetap bekerja sekalipun orang di puncaknya berubah. 

Dalam konteks itulah pergantian Purbaya sesungguhnya dapat menjadi semacam stress test institusional. 

Institusi yang kuat bukan institusi yang tidak pernah berganti pemimpin. Justru kekuatannya terlihat ketika pemimpin dapat berganti tanpa membuat kebijakan kehilangan arah, birokrasi kehilangan pegangan, atau publik kehilangan kepercayaan. 

Etika Kekuasaan

Ada ironi lain yang layak direnungkan. Dalam sumpah jabatan Menteri Keuangan yang baru, terdapat janji untuk menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. 

Etika memang seharusnya hadir setelah seseorang menduduki jabatan. Namun, etika pemerintahan semestinya juga hadir dalam cara sebuah jabatan diberikan dan diakhiri. 

Kita tidak perlu memperdebatkan hak Presiden untuk mengganti Purbaya. Hak itu terang secara konstitusional. Yang perlu dibicarakan adalah standar yang lebih tinggi daripada sekadar “boleh atau tidak boleh”. 

Pemerintahan modern membutuhkan kekuasaan yang efektif. Namun, efektivitas tanpa kepatutan mudah berubah menjadi kesewenang-wenangan prosedural. 

Sebaliknya, prosedur yang terlalu kaku juga dapat melumpuhkan kepemimpinan. 

Yang dibutuhkan adalah keduanya: kewenangan yang kuat sekaligus tata kelola beradab. 

Purbaya mungkin hanyalah satu nama dalam panjangnya sejarah pergantian kabinet. Suahasil pun suatu hari akan meninggalkan kursi yang sama. 

Namun, cara negara memperlakukan jabatan akan selalu lebih penting daripada siapa yang sedang mendudukinya. 

Menteri boleh diganti dalam hitungan jam. Negara jangan sampai kehilangan kepatutan dalam satu jam pun. 

Penulis adalah seorang analis kebijakan 

Sumber: kompas.com

Advokat Dianiaya Senjata Tajam, 400 Polisi Sempat Datang Lalu Mundur, Ormas GRIB Jaya Tetap Kuasai Club de Arjuna!

By On September 15, 2026

Kaca belakang salah satu kendaraan milik tim kuasa hukum dan petugas keamanan Club de Arjuna tampak pecah setelah insiden penyerangan di Kedoya, Jakarta Barat. 

JAKARTA, KabarXXI.Com – Pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, pengelola Club de Arjuna bersurat kepada Kapolres Jakarta Barat terkait rencana persiapan operasional dengan tembusan kepada Kapolsek Kebon Jeruk dan Koramil 0503. 

Namun praktik premanisme dan kekerasan berdarah, kembali mencoreng penegakan hukum di Jakarta. 

Upaya pengelola kawasan Club de Arjuna untuk memulihkan kegiatan operasional bagi ratusan tenaga kerja lokal justru dibalas aksi penganiayaan brutal oleh kelompok massa ormas GRIB Jaya, pada Minggu malam, 13 September 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.

Tim kuasa hukum dan petugas keamanan Club de Arjuna yang hendak berkoordinasi secara persuasif diserang secara membabi buta di perjalanan menuju lokasi. 

Dua unit mobil hancur dengan kaca pecah berserakan, dan dua orang advokat menderita luka berat: satu advokat terkena hantaman balok besi di area mata hingga harus dirawat inap intensif di rumah sakit, serta satu advokat lainnya menderita luka robek sabetan senjata tajam di lengan dengan beberapa jahitan. 

Kuasa Hukum PT HD Arjuna, Denny Kailimang mengecam keras aksi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap anggota tim kuasa hukum. 

"Penganiayaan brutal terhadap rekan-rekan advokat kami di lapangan bukan lagi sekadar sengketa keperdataan, melainkan kejahatan pidana murni yang sangat biadab dan melecehkan profesi penegak hukum yang dilindungi Undang-Undang," ujarnya. 

Sekitar 400 hingga 500 personel aparat penegak hukum gabungan dari Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya sempat datang ke lokasi Club de Arjuna untuk mengamankan lokasi pada Minggu malam dan direncanakan akan melakukan penyitaan barang bukti dan pengosongan lahan. 

Tetapi sampai Senin, 14 September 2026, tidak ada tindakan konkrit penyitaan barang bukti dan pengosongan lahan dengan alasan menunggu arahan pimpinan. 

Puncaknya Senin malam sekitar jam 23.30 WIB, seluruh pasukan polisi ditarik meninggalkan lokasi dan hanya menyisakan beberapa personel di luar gerbang lokasi. 

Absensinya aparat keamanan membuat GRIB Jaya tetap menguasai lahan Club de Arjuna secara menyeluruh. 

Sebagai penutup, Denny Kailimang mempertanyakan komitmen perlindungan hukum dari aparat kepolisian. 

“Kami meminta ketegasan Kapolda Metro Jaya menangkap seluruh pelaku penyerangan dan penganiayaan advokat kami. Kehadiran ratusan polisi di hari minggu malam menjadi sia-sia karena GRIB Jaya tetap menguasai lahan," tegas Denny Kailimang di Jakarta, Selasa, 15 September 2026. 

Tentang PT HD Arjuna

PT HD Arjuna merupakan pembeli beritikad baik (good faith purchaser), pemegang hak yang sah atas lahan seluas ± 3,4 hektar di Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang

sekarang berdiri Kawasan Club de Arjuna yang terdiri dari sarana olahraga (Driving Range, Bowling dan Billiards), Restoran F&B, Toko retail, Klinik dan Laboratorium. (*/red)

Homecoming Festival IKA Unpad 2026: Menjahit Harmoni Lintas Generasi, Mengubah “Pulang” Menjadi Pengabdian

By On September 15, 2026

Homecoming Fest. 

Mempertemukan alumni dari baby boomers hingga Gen Z, Homecoming Festival IKA Unpad 2026 menjadikan kepulangan ke kampus sebagai ruang dialog, kolaborasi, dan kontribusi bagi almamater, masyarakat, serta Indonesia.

JATINANGOR, KabarXXI.Com – Apa arti pulang bagi seorang alumni? 

Bagi Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), pulang tidak hanya berarti kembali ke tempat seseorang pernah belajar, bertemu teman lama, atau mengenang masa muda. 

Kepulangan juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah diberikan kampus kepada para alumninya—dan apa yang kini dapat dikembalikan alumni kepada kampus, masyarakat, dan bangsa. 

Semangat inilah yang menjadi dasar penyelenggaraan Homecoming Festival IKA Unpad 2026 pada 19 September 2026 yang akan datang di Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dalam rangkaian Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran. 

Mengusung semangat “Kembali ke Jatinangor, Kembali ke Jati Diri,” Homecoming Festival dirancang sebagai ruang perjumpaan lintas generasi sekaligus momentum memperkuat sinergi antara universitas dan alumninya. 

Kampus terus melahirkan pengetahuan, gagasan, dan generasi baru. Di sisi lain, alumni membawa pengalaman, jejaring, sumber daya, serta perspektif dari berbagai bidang kehidupan. 

Ketika keduanya bertemu dan bekerja bersama, manfaatnya akan dapat menjangkau jauh melampaui batas kampus. 

Hal ini diutarakan Yhodhisman Soratha, S.IP., M.H., Sekretaris Jenderal IKA Unpad. 

“Alumni dan kampus sesungguhnya tidak pernah benar-benar terpisah. Alumni adalah bagian dari perjalanan panjang sebuah universitas, sementara kampus adalah tempat di mana banyak perjalanan hidup alumni bermula. Melalui Homecoming Festival, kami ingin hubungan ini terus hidup dan produktif: kampus dan alumni tumbuh bersama, lalu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat dan Indonesia,” papar Yhodhisman Soratha, S.IP., M.H., yang juga anggota Majelis Wali Amanat Unpad. 

Semangat tersebut sejalan dengan motto IKA Unpad, “Pengabdian untuk Semua.” Karena itu, Homecoming Festival tidak dirancang sebagai ruang eksklusif alumni. Mahasiswa, keluarga, komunitas, hingga masyarakat umum juga dapat menjadi bagian dari festival ini. 

Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, S.Si., Apt., Ph.D. menyatakan, bagi Universitas Padjadjaran, menjalin kemitraan dengan alumni merupakan bagian dari ekosistem kampus yang terbuka, inklusif, dan terus berkembang bersama masyarakat. 

“Relasi antara Unpad dan alumninya tidak berhenti setelah kelulusan. Justru dari sanalah hubungan itu dapat berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan, saling menguatkan, dan memberi dampak nyata. Melalui kemitraan yang terus dibangun, alumni dapat menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring, membuka peluang kolaborasi, serta memperkuat reputasi dan daya saing Universitas Padjadjaran di tingkat nasional maupun global. Dalam konteks ini, alumni bukan hanya bagian dari sejarah Unpad, tetapi juga mitra yang ikut menentukan langkah universitas ke depan,” ujar Prof. Rizky Abdulah, S.Si., Apt., Ph.D. 

Menjahit Percakapan Antar-Generasi

Hari ini, keluarga besar alumni Unpad membentang dari baby boomers, Generasi X, milenial, hingga Generasi Z. Mereka memasuki kampus pada zaman yang berbeda, menghadapi tantangan yang berbeda, dan memiliki cara berbeda dalam memandang pekerjaan, kepemimpinan, teknologi, serta masa depan. 

Karena itu, mempertemukan ribuan alumni dalam satu tempat saja tidak cukup. Homecoming Festival ingin menjadi ruang agar berbagai generasi tersebut dapat saling mendengar, saling memahami, dan saling belajar. 

“Menjahit harmoni beberapa generasi tentu tidak mudah. Setiap generasi memiliki pengalaman, bahasa, referensi, dan tantangannya sendiri. Justru karena itulah mereka perlu dipertemukan. Homecoming Festival kami bayangkan sebagai ruang dialog besar: generasi yang lebih senior mengatakan bahwa mereka masih ada dan siap mendukung, sementara generasi yang lebih muda menunjukkan bahwa mereka sudah hadir dengan gagasan baru dan siap menerima tongkat estafet,” ujar Edwin Irvanus, Festival Director Homecoming Festival IKA Unpad 2026. 

Dialog tersebut tidak selalu harus berlangsung di ruang seminar. Ia dapat tumbuh melalui percakapan antarteman, kegiatan sosial, olahraga, aktivitas mahasiswa, kolaborasi bisnis, maupun sekadar saling bercerita tentang Jatinangor dulu dan sekarang. 

Satu Hari, Banyak Cara untuk Kembali

Semangat itu diterjemahkan ke dalam perjalanan sepanjang hari yang dapat dirancang sendiri oleh setiap alumni dan pengunjung. 

Homecoming Festival dimulai pada pagi hari melalui Press Conference Kick Off, sebelum alumni dan pengunjung memilih “menu” pengalaman yang paling dekat dengan minat maupun cara mereka ingin berkontribusi. 

Mereka dapat meninggalkan jejak untuk masa depan melalui Penanaman dan Adopsi Pohon di Alumni Garden; mendengarkan perspektif generasi baru melalui Career Talk bersama sejumlah alumni Gen Z Unpad yang telah mencetak nama besar di tingkat nasional dan internasional; menikmati kreativitas keluarga besar Unpad melalui Pentas Seni serta Bazar UMKM dan Unit Usaha Unpad; mengikuti Kampus Kompas TV; berkompetisi dalam Mobile Legends Competition; atau kembali terhubung melalui Golf Friendly Match. 

Rangkaian perjalanan tersebut kemudian bertemu di penghujung hari melalui Jatinangor Music Fest, yang menghadirkan Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya. 

Pulang dengan Meninggalkan Manfaat

Bagi IKA Unpad, sebuah homecoming seharusnya meninggalkan sesuatu setelah panggung ditutup dan alumni kembali ke rumah masing-masing. 

Salah satunya diwujudkan melalui Penanaman dan Adopsi Pohon di Alumni Garden, sebagai langkah mendukung cita-cita Universitas Padjadjaran menjadi Green Campus. 

Pohon yang ditanam menjadi simbol hubungan alumni dengan almamater: sesuatu yang dimulai hari ini, dirawat bersama, dan manfaatnya dapat dirasakan generasi berikutnya. 

Dalam kegiatan Homecoming Festival harapannya dapat disosialisasikan  mengenai Dana Abadi Universitas Padjadjaran, yang diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pendidikan dan memberikan kesempatan pembelajaran yang semakin baik bagi mahasiswa Unpad hari ini maupun di masa mendatang. 

Panitia bekerja sama dengan sejumlah lembaga sosial untuk membuka ruang bagi alumni yang ingin menyalurkan donasi kepada berbagai causes dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. 

Karena itu, Homecoming Festival bukan sekadar pesta besar alumni. Kegembiraan tetap menjadi bagian penting karena mampu mempertemukan orang, tetapi pertemuan tersebut diharapkan melahirkan sesuatu yang lebih panjang: hubungan yang kembali terjalin, kolaborasi baru, kepedulian terhadap lingkungan, dukungan bagi pendidikan, dan manfaat bagi masyarakat. 

“Kami tidak ingin orang pulang dari Homecoming Festival hanya membawa foto reuni dan cerita tentang konser yang seru. Akan jauh lebih berarti apabila dari pertemuan ini ada pohon yang terus tumbuh, ada pendidikan yang semakin baik, ada masyarakat yang terbantu, ada kolaborasi baru yang lahir, dan ada generasi berikutnya yang merasakan manfaatnya,” tambah Yhodhisman Soratha. 

Tiga Generasi, Satu Panggung

Semangat lintas generasi tersebut juga tercermin dalam Jatinangor Music Fest, yang menjadi puncak Homecoming Festival. 

Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya membawa warna musik dan basis pendengar dari periode yang berbeda, sekaligus merepresentasikan tiga generasi besar yang akan bertemu di Jatinangor. 

Ada lagu yang membawa seseorang kembali ke masa kuliah puluhan tahun lalu, dan ada pula musik yang mewakili keseharian mahasiswa serta alumni muda hari ini. 

Menariknya, tidak ada musisi alumni Unpad yang secara khusus ditempatkan sebagai penampil utama. 

“Kali ini alumni cukup menikmati,” tutur Edwin. 

“Begitu banyak alumni Unpad yang setiap hari sudah bekerja, berkarya, dan berkontribusi di bidangnya masing-masing. Jadi untuk satu malam, biarlah alumni datang sebagai penonton. Kali ini giliran teman-teman musisi dari luar yang menghibur alumni Unpad—semuanya.” 

Namun “semuanya” juga berarti lebih luas daripada alumni. Jatinangor Music Fest dan berbagai bagian Homecoming Festival terbuka bagi masyarakat, sejalan dengan semangat “Pengabdian untuk Semua.” 

Hingga hari ini, tiket Jatinangor Music Fest, salah satu mata acara favorit di Homecoming Festival, hanya tersisa sangat terbatas dan masih dapat diperoleh melalui tautan ini. 

Pada akhirnya, Homecoming Festival IKA Unpad 2026 ingin mengembalikan makna homecoming pada sesuatu yang sederhana: pulang untuk mengingat dari mana perjalanan dimulai, pulang untuk kembali bertemu, pulang untuk mendengarkan generasi sebelum dan sesudah kita, serta pulang untuk kembali mengambil peran. 

Karena hubungan dengan almamater bukan hanya mengenai apa yang pernah diterima ketika menjadi mahasiswa, tetapi juga apa yang dapat diwariskan kepada mereka yang datang kemudian dan apa yang dapat dilakukan bersama untuk masyarakat dan Indonesia. (*/red)

Akses Air Bersih Diperluas, PUPR Lebak Bangun SPAM di Sejumlah Wilayah Perdesaan

By On September 15, 2026

LEBAK, KabarXXI.com — Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperluas pelayanan dasar masyarakat melalui pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Program tersebut menjadi salah satu kegiatan Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak pada tahun 2026.

Di bawah koordinasi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak H. Dade Yan Apriandi, Bidang Cipta Karya yang dipimpin Kepala Bidang Diana melaksanakan pembangunan sarana dan jaringan air minum di sejumlah desa.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan akses air minum bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan warga yang berada di kawasan perdesaan.

Dalam daftar kegiatan SPAM tahun 2026, tercatat rencana pembangunan mencapai 880 Sambungan Rumah (SR). Jumlah tersebut terdiri atas 195 SR melalui kegiatan penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta 685 SR melalui pembangunan SPAM jaringan perpipaan di kawasan perdesaan dengan dukungan DAK Penugasan.

Untuk kegiatan pertama, pembangunan Sumur Dalam Terlindungi dilaksanakan di tiga lokasi, masing-masing di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping; Desa Cibarengkok, Kecamatan Panggarangan; dan Desa Kumpay, Kecamatan Banjarsari.

Sedangkan pembangunan SPAM jaringan perpipaan kawasan perdesaan mencakup sejumlah desa, antara lain Desa Sangkanmanik Kecamatan Cimarga, Mekar Agung Kecamatan Cibadak, Tanjungsari Kecamatan Maja, Citorek Tengah Kecamatan Cibeber, Wantisari Kecamatan Leuwidamar, Calungbungur Kecamatan Sajira, Parungkujang Kecamatan Cileles, Margawangi Kecamatan Leuwidamar dan Cireundeu Kecamatan Cileles.

Selain itu, terdapat pekerjaan pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, dengan rencana volume 100 SR.

Dari data kegiatan tersebut, nilai kontrak pembangunan SPAM tercatat sekitar Rp5,307 miliar. Pelaksanaan pekerjaan saat ini menunjukkan tingkat progres yang berbeda-beda sesuai lokasi dan tahapan pekerjaan.

Sejumlah pembangunan sumur dalam terlindungi bahkan telah mencapai progres tinggi, sementara beberapa kegiatan jaringan perpipaan lainnya masih berada dalam proses pengerjaan.

Bidang Cipta Karya PUPR Kabupaten Lebak memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur air minum tersebut berjalan sesuai perencanaan. Pengawasan terhadap kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak menjadi bagian yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan.

Melalui program tersebut, pembangunan SPAM diharapkan tidak hanya menambah jumlah sambungan rumah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memperoleh akses air minum yang lebih layak dan berkelanjutan.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan infrastruktur dasar hingga ke wilayah perdesaan di Kabupaten Lebak. (Red)

Hari Keenam Pencarian, Gubernur Andra Soni Minta Operasi SAR Dipertimbangkan untuk Diperpanjang

By On September 14, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni usai mendengarkan pemaparan perkembangan operasi dari Tim SAR gabungan di Posko Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Minggu malam, 13 September 2026. 

PANDEGLANG, KabarXXI.Com - Memasuki hari keenam pencarian kapal cepat (speedboat) yang hilang kontak beserta delapan penumpangnya di perairan Selat Sunda, Gubernur Banten, Andra Soni meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mempertimbangkan perpanjangan operasi. 

Permintaan itu diajukan jika lima jurnalis dan tiga kru kapal belum ditemukan hingga batas waktu standar pencarian pada hari ketujuh. 

​Hal tersebut disampaikan Gubernur Andra Soni usai mendengarkan pemaparan perkembangan operasi dari Tim SAR gabungan di Posko Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Minggu malam, 13 September 2026. 

​"Saya selaku Gubernur Banten berharap kepada Basarnas, sebagai pemimpin operasi ini, agar kiranya dapat mempertimbangkan harapan-harapan keluarga (lima jurnalis dan tiga kru kapal) dan melihat beberapa potensi temuan hari ini," ujar Gubernur. 

​Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad menjelaskan, operasi pencarian pada hari keenam telah mengerahkan 14 unit armada. 

Unsur tersebut meliputi tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) dan satu Kapal Angkatan Laut (KAL) dari TNI AL, tiga kapal patroli (KP) Polairud, tiga Kapal Negara (KN) SAR dari Basarnas Banten, Lampung, dan Jakarta, dua perahu karet rigid inflatable boat (RIB) Basarnas, serta dua kapal milik masyarakat. 

​Dalam penyisiran di sejumlah sektor perairan Selat Sunda, Tim SAR gabungan berhasil menemukan beberapa material, di antaranya dua jaket pelampung (life jacket), dua terpal, dan satu galon di lokasi yang berbeda. Namun, seluruh temuan tersebut masih dalam proses identifikasi. 

​“Beberapa (tim) ada yang menemukan material, namun material ini belum terkonfirmasi apakah merupakan bagian dari kapal yang dimaksud,” kata Andra menambahkan. 

​Usai memantau perkembangan di posko, Andra menemui keluarga lima jurnalis, di Hotel Paniisan, Carita. Dalam pertemuan yang penuh haru tersebut, pihak keluarga meminta agar penyisiran juga difokuskan ke wilayah Pulau Sebesi dan memohon agar pencarian tidak dihentikan pada hari ketujuh. 

​Gubernur Andra Soni menyatakan akan segera mengoordinasikan harapan keluarga tersebut dengan tim SAR. 

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan terus memberikan dukungan maksimal terhadap operasi kemanusiaan ini, termasuk menjamin dan memantau kondisi kesehatan para keluarga korban di lokasi. 

​“Kami tetap berharap dan memohon doa agar para jurnalis dan kru kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya. 

​Hingga berita ini diturunkan, keberadaan kapal cepat dan delapan penumpangnya masih belum diketahui. 

Pada hari ketujuh operasi, Basarnas Banten dijadwalkan akan melakukan evaluasi menyeluruh dengan melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk TNI, Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pemerintah Daerah guna menentukan kelanjutan pencarian. (Welfendry)

Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi, Polsek Jawilan Pasang Spanduk dan Stiker Layanan 110

By On September 14, 2026

Polsek Jawilan melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk himbauan dan stiker Layanan Kepolisian 110 dalam rangka mencegah penyalahgunaan BBM subsidi. 

SERANG, KabarXXI.Com – Polsek Jawilan, Polres Serang, melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk himbauan dan stiker Layanan Kepolisian 110 dalam rangka mencegah penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, pukul 11.00 WIB, di SPBU 34.421.19 yang berada di wilayah hukum Polsek Jawilan, Kabupaten Serang. 

Pemasangan spanduk dan stiker dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Jawilan, Aipda Mahmur bersama personel Bhabinkamtibmas, Bripka Arhaufik dan Brigpol Riyan. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan BBM subsidi agar penyalurannya tepat sasaran. 

Selain itu, petugas SPBU dan operator juga diimbau agar tidak melayani pembelian BBM yang tidak sesuai dengan peruntukannya. 

Melalui pemasangan himbauan tersebut, masyarakat juga diberikan edukasi untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan. 

Apabila masyarakat melihat atau menemukan adanya indikasi penyalahgunaan BBM subsidi, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui Layanan Kepolisian 110 yang bebas pulsa dan aktif selama 1x24 jam. 

Kapolsek Jawilan, AKP Erwan Nurwanda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam mencegah penyalahgunaan BBM subsidi serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan. 

Dengan adanya sinergi antara kepolisian, pengelola SPBU dan masyarakat, diharapkan penyaluran BBM subsidi dapat berjalan sesuai peruntukan dan tepat sasaran. (*/red)

Bupati Zakiyah Kunjungi Posko Carita, Temui Keluarga Korban Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

By On September 14, 2026

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah saat mengunjungi posko penyelamatan lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda, Sabtu, 12 September 2026. 

PANDEGLANG, KabarXXI.Com - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah bersama Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria melakukan peninjauan ke posko penyelamatan lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda untuk memberikan semangat dan motivasi kepada tim penyelamat dan keluarga korban di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu, 12 September 2026. 

Di posko penyelamatan ini, Bupati Serang dan Wamenkomdigi menemui keluarga korban. 

Kedua pejabat ini dengan penuh empati memberikan semangat kepada keluarga korban yang masih menunggu kabar keluarga mereka. 

Bupati Serang menyatakan keprihatinannya atas musibah yang menimpa lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Merapi, Lampung Selatan, Lampung. 

“Kami tadi sudah bertemu dengan keluarga korban di antaranya keluarga Kang Bagus, keluarga Yudis dan lainnya,” kata Bupati Serang. 

Menurut Bupati, pemerintah terus melakukan pencarian agar para korban segara dapat ditemukan dengan selamat. 

“Tadi saya sampaikan bahwa pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten bersama dengan tim Sar gabungan terus mencari para korban yang belum ditemukan. Kami tentu menyatakan keprihatinan yang mendalam. Semoga semuanya selamat,” tegasnya. 

Bupati berpesan kepada keluarga korban agar sabar dan terus berdoa. 

"Kami juga tadi sampaikan bahwa setiap profesi ada risikonya. Dan kepada keluarga korban agar jangan putus mendoakan dan sabar. Pemerintah melalui pencarian lewat udara dan laut terus dilakukan,” ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, lima jurnalis dikabarkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. 

Mereka berangkat ke Selat Sunda dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang menggunakan speedboat, pada Senin, 07 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. 

Kontak terakhir salah satu wartawan Antara yang berangkat terjadi pada pukul 14.42 WIB, dengan salah seorang wartawan di Lampung. 

Lima wartawan yang berangkat itu, di antaranya M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance). 

Sementara tiga awak kapal masing-masing Warta selaku kapten, Sukarman sebagai ABK, serta Heriyanto sebagai guide. (*/red)

Kronologi Kapal Virgo Bawa 243 Penumpang Hilang Kontak di Laut Jawa

By On September 14, 2026

Kapal Virgo Transport 8. (Dok. Istimewa) 

JAKARTA, KabarXXI.Com – Kapal Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu, 13 September 2026. 

Sebanyak 243 orang berada di dalam kapal tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 103 penumpang kapal berhasil dievakuasi, sementara 140 lainnya masih dalam pencarian. 

"Total Person On Board: 243 orang. Jumlah korban berhasil dievakuasi 103 orang, dengan rincian TB Mauhaw IX: 16 orang (15 selamat, 1 meninggal dunia). TB TCP: 38 orang seluruhnya selamat dan MV Haida: 49 orang selamat," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, dalam keterangannya. 

Kapal Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu 12 September, satu hari sebelum dilaporkan hilang kontak. 

Dalam perjalanan menuju Banjarmasin, kapal tersebut sebelumnya dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk. 

Sekitar pukul 02.00 WITA, kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak. Posisi terakhir kapal berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. 

Laporan mengenai hilang kontak kapal tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi. 

"Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir," ujar Putu. 

Sekitar pukul 04.30 WITA, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan enam personel rescue menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih. 

Tim SAR selanjutnya akan bergerak menuju perkiraan posisi terakhir kapal menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam. 

Putu mengatakan, koordinasi dengan seluruh unsur terkait dioptimalkan untuk mempercepat proses pencarian, mengingat kapal tersebut membawa 243 orang. 

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal. 

"Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal," jelasnya. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *