Berita Terbaru

InterSystems IntelliCare Jadi Rekam Medis Elektronik AI-Native Pertama Bersertifikasi MDR Uni Eropa

By On Juni 18, 2026

InterSystems IntelliCare jadi rekam medis elektronik AI-Native pertama bersertifikasi MDR Uni Eropa. 

Pencapaian regulasi ini semakin menegaskan posisi InterSystems sebagai penyedia aplikasi AI kelas enterprise terdepan

JAKARTA, KabarXXI.Com InterSystems, perusahaan teknologi data yang mendukung lebih dari satu miliar rekam medis di seluruh dunia, mengumumkan bahwa solusi rekam medis elektronik (RME) miliknya telah memperoleh sertifikasi sebagai Medical Device Kelas IIa berdasarkan Medical Device Regulation (MDR) Uni Eropa (EU) 2017/745. 

Dengan sertifikasi ini, InterSystems menjadi penyedia RME AI-native pertama yang berhasil meraih sertifikasi MDR Kelas IIa di Uni Eropa. 

Sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa RME AI-native dari InterSystems telah memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ketat di Uni Eropa. 

Pengakuan ini menjadi langkah penting dalam mendorong pemanfaatan AI yang lebih aman dan bertanggung jawab di sektor kesehatan, sekaligus meningkatkan kepercayaan tenaga kesehatan dan regulator terhadap teknologi AI. 

Pencapaian ini relevan dengan transformasi digital kesehatan yang tengah berlangsung di Indonesia melalui implementasi rekam medis elektronik dan integrasi data kesehatan nasional melalui platform SATUSEHAT. 

Seiring meningkatnya pemanfaatan AI di sektor kesehatan, kebutuhan akan teknologi yang memenuhi standar keamanan, kualitas, dan tata kelola yang ketat menjadi semakin penting bagi penyedia layanan kesehatan maupun regulator. 

InterSystems memperoleh sertifikasi MDR untuk InterSystems IntelliCare™, RME generasi terbaru yang dirancang dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi secara native, serta InterSystems TrakCare®, sistem informasi kesehatan terpadu yang digunakan oleh berbagai institusi layanan kesehatan terkemuka di dunia. 

Dibangun di atas fondasi TrakCare yang telah teruji, InterSystems IntelliCare menghadirkan AI yang terintegrasi langsung dalam platform, sehingga dapat digunakan secara lebih efektif dan mudah dibandingkan solusi AI yang hanya ditambahkan sebagai aplikasi terpisah. 

“Institusi layanan kesehatan sudah semestinya menginginkan AI yang lebih dari sekadar fitur tambahan yang masih bersifat eksperimen. Dengan meraih sertifikasi MDR pertama di Uni Eropa untuk EHR AI-native, kami menetapkan standar baru bahwa AI seharusnya menjadi bagian inti dari setiap aplikasi layanan kesehatan,” ujar Don Woodlock, President, InterSystems. 

Alih-alih menambahkan AI sebagai fitur pelengkap, InterSystems IntelliCare justru menghadirkan AI sebagai bagian inti dari platform. 

Pendekatan ini membantu institusi layanan kesehatan menyederhanakan tata kelola dan pengawasan AI, sekaligus memberikan berbagai alat yang dirancang untuk mengurangi beban kerja tenaga medis dan risiko kelelahan. 

Platform ini dapat menyajikan ringkasan pasien secara instan, membantu penyusunan dokumentasi klinis, menyediakan fitur percakapan berbasis AI, serta mendukung berbagai proses kerja tenaga medis agar lebih cepat dan efisien. 

Seluruh fitur tersebut tetap dirancang agar keputusan akhir berada di tangan tenaga kesehatan. 

Salah satu fitur InterSystems IntelliCare dapat membantu merekam dan menyusun informasi klinis secara otomatis selama proses pelayanan pasien berlangsung. 

Sistem juga dapat memberikan saran dokumentasi dan tindakan medis yang tetap harus ditinjau serta disetujui oleh tenaga kesehatan. 

Selain itu, InterSystems IntelliCare dapat terintegrasi dengan sistem teknologi informasi yang sudah digunakan fasilitas kesehatan, sehingga memudahkan penerapan tanpa harus mengganti infrastruktur yang ada. 

Tentang InterSystems

InterSystems adalah penyedia teknologi data inovatif yang menghadirkan fondasi terpadu untuk aplikasi generasi berikutnya bagi pelanggan di sektor kesehatan, keuangan, manufaktur, dan rantai pasok di lebih dari 80 negara. 

Platform data InterSystems membantu mengatasi tantangan interoperabilitas, kecepatan, dan skalabilitas bagi berbagai perusahaan besar di seluruh dunia untuk membuka potensi data dan memungkinkan pengguna memahami data dengan cara yang lebih inovatif. 

Didirikan pada tahun 1978, InterSystems berkomitmen menghadirkan layanan terbaik melalui dukungan 24x7 bagi pelanggan dan mitra di seluruh dunia. 

InterSystems merupakan perusahaan swasta yang berkantor pusat di Boston, Massachusetts, dan memiliki 38 kantor di 28 negara. Informasi lebih lanjut tersedia di InterSystems.com. (*/red)

AIMS Indonesia Resmi Dibuka di Jakarta, Berhasil Memperoleh Izin BAPPEBTI

By On Juni 02, 2026

AIMS resmi meluncurkan AIMS Indonesia pada tanggal 25 Mei 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - AIMS resmi meluncurkan AIMS Indonesia pada tanggal 25 Mei 2026, menandai tonggak penting dalam perluasan regional perusahaan serta memperkuat komitmen jangka panjangnya terhadap perekonomian terbesar di Asia Tenggara. 

Acara Pembukaan Resmi tersebut merayakan pencapaian penting bagi perusahaan, yaitu memperoleh izin BAPPEBTI, otorisasi regulator yang mengizinkan AIMS beroperasi secara resmi di Indonesia. 

Dengan pengesahan tersebut, AIMS Indonesia berwenang sepenuhnya untuk melayani pasar Indonesia dengan standar tinggi dalam kepatuhan, keamanan dana, dan infrastruktur perdagangan berstandar institusional. 

Diselenggarakan di kantor baru AIMS Indonesia di pusat Jakarta, acara ini dihadiri lebih dari 300 tamu, termasuk pemimpin industri, mitra strategis, klien, perwakilan media, dan delegasi AIMS dari berbagai negara. 

Malam pembukaan menampilkan Lamborghini Huracán yang dipamerkan di bawah terowongan LED yang dirancang khusus, serta pertunjukan merek yang imersif, mencerminkan posisi premium dan ambisi global AIMS. 

Salah satu sorotan utama dari ajang ini adalah presentasi perusahaan yang menelusuri pertumbuhan AIMS sejak didirikan pada tahun 2015, termasuk kemitraan penting dengan Borussia Dortmund pada tahun 2022, ASEAN Football Federation pada tahun 2023, Tottenham Hotspur pada tahun 2024, dan Lamborghini pada tahun 2026. 

"Ini bukanlah sekadar pembukaan kantor, melainkan juga merupakan pernyataan komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia dan terhadap tiap pelaku perdagangan yang telah menaruh kepercayaan kepada kami," kata Windy Alexandra, Pejabat Eksekutif Tertinggi, AIMS Indonesia. 

"Keamanan dana tetap menjadi inti dari segala yang kami lakukan. Penerimaan izin BAPPEBTI oleh kami merupakan pengakuan atas pendekatan kami dan menegaskan bahwa AIMS Indonesia hadir untuk melayani pasar dengan integritas, transparansi, dan standar kepatuhan tertinggi." 

Dengan jumlah penduduk yang melebihi 270 juta jiwa, tingkat adopsi digital yang terus meningkat, dan minat yang makin besar terhadap pasar keuangan, Indonesia merupakan salah satu peluang pertumbuhan yang paling penting bagi AIMS di kawasan ini. 

Peluncuran AIMS Indonesia menandai awal dari babak baru yang penting bagi Group. 

Didukung oleh tim kepemimpinan lokal yang kuat, persetujuan regulator BAPPEBTI, dan ekosistem global AIMS, AIMS Indonesia berada pada posisi yang kuat untuk menjadi salah satu pelaku utama di salah satu pasar keuangan paling dinamis di Asia Tenggara. 

Tentang AIMS

AIMS adalah merek dengan pengalaman selama 11 tahun di industri serta pialang keuangan tepercaya bagi pelaku perdagangan institusional maupun perorangan di seluruh dunia. 

Dengan kehadiran global yang mencakup lebih dari 21 negara dan wilayah, AIMS dikenal atas platform perdagangannya yang berkinerja tinggi, selisih harga yang sangat kompetitif, serta filosofi layanan yang berpusat pada nasabah. 

Tentang AIMS INDONESIA

AIMS adalah merek dengan pengalaman selama 11 tahun di industri serta pialang keuangan tepercaya bagi pelaku perdagangan institusional maupun perorangan di seluruh dunia. 

Dengan kehadiran global yang mencakup lebih dari 21 negara dan wilayah, AIMS dikenal atas platform perdagangannya yang berkinerja tinggi, selisih harga yang sangat kompetitif, serta filosofi layanan yang berpusat pada nasabah. (*/red)

Sistem Tidak Diuji saat Normal

By On Juni 01, 2026

Secure Parking Indonesia (SPI). 

Ketika antrean dan tekanan operasional bisa memengaruhi arus kendaraan satu kawasan 

JAKARTA, KabarXXI.ComJam pulang kantor. Hujan turun deras. Kendaraan mulai menumpuk di pintu keluar sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Dalam beberapa menit, antrean memanjang dan tekanan di lapangan meningkat. Di situasi seperti itu, sistem parkir tidak punya kemewahan untuk ikut melambat. 

Bagi Secure Parking Indonesia (SPI), kualitas operasional justru diuji dalam kondisi padat seperti ini— bukan saat semuanya berjalan normal, melainkan ketika ribuan kendaraan harus tetap bergerak tanpa mengganggu pengalaman pengguna maupun arus lalu-lintas kawasan di sekitarnya. 

“Sistem parkir tidak diuji saat kondisi normal. Sistem diuji ketika volume kendaraan meningkat, situasi berubah, tapi layanan tetap harus berjalan dengan cepat, akurat, dan tertib,” ujar Andiyanto, General Manager Operation Secure Parking Indonesia. 

Bagi sebagian besar orang, parkir mungkin terlihat sederhana: masuk, menemukan ruang parkir kosong, melakukan pembayaran, lalu pergi. Namun di balik proses yang tampak rutin tersebut, terdapat operasi yang harus menjaga ritme kendaraan, akurasi transaksi, hingga koordinasi lapangan secara bersamaan. 

Dalam mobilitas urban yang tinggi, gangguan kecil di area parkir dapat memengaruhi arus kendaraan satu kawasan. Karena itu, pengelolaan parkir kini menjadi bagian dari bagaimana mobilitas urban tetap terkendali. 

Bagi SPI, menjaga arus kendaraan tetap terkendali tidak bisa dipisahkan dari integritas operasional.

Dalam situasi padat, antrean harus tetap terurai tanpa mengorbankan akurasi maupun akuntabilitas transaksi. 

Seiring meningkatnya volume kendaraan dan ekspektasi layanan publik yang semakin tinggi, operasional parkir juga menghadapi tekanan yang semakin kompleks. 

Dalam operasional parkir, keterlambatan beberapa detik saja di gerbang dapat berkembang menjadi antrean panjang yang memengaruhi arus kendaraan satu kawasan. 

Secure Parking Indonesia (SPI). 

Operasional parkir modern harus menjaga layanan tetap prima di bawah tekanan operasional sehari-hari. Tanpa bergantung pada jumlah petugas di lapangan, sistem harus mampu bekerja secara real time, responsif, sekaligus tetap transparan. 

“Menjaga layanan parkir agar semakin seamless dengan arus kendaraan tetap terkendali tidak bisa dipisahkan dari integritas operasional. Kepadatan antrean harus terurai tanpa mengorbankan akurasi maupun akuntabilitas transaksi,” tambah Andiyanto. 

Teknologi sebagai Pendukung

Untuk mendukung operasional tersebut, SPI mengembangkan Epsilon Parking System (EPS), yang mengintegrasikan berbagai teknologi mulai dari License Plate Recognition (LPR), sistem parkir non-tiket eNOS, pembayaran non-tunai, monitoring real time, hingga digital audit trail. 

Salah satu komponen utamanya adalah teknologi LPR yang tidak hanya membaca nomor polisi kendaraan, tetapi juga melakukan proses verifikasi dan validasi otomatis (2V) sebelum transaksi diproses. 

Kemampuan ini membantu memastikan akurasi identifikasi kendaraan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan tanpa mengorbankan aspek keamanan. 

“Pengguna mungkin hanya melihat kendaraan masuk dan keluar dengan lancar. Padahal di belakangnya, sistem harus terus melakukan verifikasi dan validasi secara real time untuk memastikan kendaraan yang tepat, transaksi yang tepat, dan arus kendaraan yang tetap lancar tanpa mengorbankan keamanan,” ujar Hendri, Deputy GM Business Development Regional Secure Parking Indonesia. 

Namun bagi SPI, teknologi bukan tujuan akhir. Transparansi dan kontrol menjadi semakin penting terutama di lokasi dengan volume kendaraan tinggi dan ekspektasi layanan yang semakin besar. 

Melalui digital audit trail, setiap aktivitas operasional tercatat otomatis, mulai dari pembukaan barrier gate, perubahan tarif, hingga aktivitas login petugas. 

Sistem ini memungkinkan seluruh proses lebih mudah ditelusuri apabila terjadi kendala maupun investigasi operasional. 

“Parkir yang bagus bukan soal punya teknologi canggih atau lahan luas, tapi soal disiplin manusia yang konsisten menggunakan teknologi itu setiap hari,” kata Andiyanto menambahkan. 

Secure Parking Indonesia (SPI). 

Koordinasi dan Konsistensi

Pada periode libur panjang atau akhir pekan tertentu – seperti pada periode Mei 2026 dengan sejumlah hari libur nasional – volume kendaraan di sejumlah lokasi bahkan dapat meningkat hingga 40–60 persen dibandingkan hari biasa. 

Dalam kondisi seperti itu, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga koordinasi lapangan dan kemampuan menjaga standar operasional tetap konsisten di bawah tekanan. 

“Dalam kawasan dengan trafik tinggi, parkir bukan lagi sekadar fasilitas pendukung. Cara arus kendaraan dikelola ikut menentukan pengalaman pengunjung hingga kelancaran kawasan secara keseluruhan,” ujar Sofian Chandra, General Manager Business Development Secure Parking Indonesia. 

Di tengah ekspektasi publik terhadap layanan yang semakin cepat dan seamless, parkir yang berjalan lancar mungkin memang terlihat sederhana. 

Ketika semuanya terasa lancar, sebagian besar orang mungkin tidak memikirkan bagaimana sistem itu bekerja. Padahal, di baliknya ada operasi yang harus terus presisi, keputusan yang diambil dalam hitungan detik, dan koordinasi yang tidak boleh terputus meski tekanan di lapangan terus berubah. 

Tentang Secure Parking

Didirikan pada 1992, Secure Parking adalah pelopor layanan parkir profesional di Indonesia dengan pengalaman lebih dari tiga dekade. 

Perusahaan mengelola ribuan lokasi di berbagai sektor, termasuk pusat perbelanjaan, bandara, rumah sakit, universitas, dan area perkantoran. 

Melalui inovasi seperti Epsilon Parking System (EPS), eNOS, dan Secure Park, Secure Parking terus menghadirkan layanan berbasis teknologi yang aman, efisien, dan dijalankan oleh manusia berintegritas. 

Smart Mobility. Trusted People. Teknologi yang cerdas, dijalankan oleh manusia berintegritas. (*/red)

InterSystems Perkuat Komitmen di Indonesia dengan Kantor Baru di Jakarta

By On Mei 26, 2026

InterSystems perkuat komitmen di Indonesia dengan Kantor Baru di Jakarta. 

Kantor baru mendukung pertumbuhan platform data lintas industri 

JAKARTA, KabarXXI.Com InterSystems, perusahaan penyedia teknologi data kreatif yang berfokus pada penyelesaian tantangan skalabilitas, interoperabilitas, dan kecepatan bagi para pelanggannya, mengumumkan pembukaan kantor barunya di Jakarta. 

Pembukaan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia sekaligus mendukung transformasi digital yang terus bergerak pesat di berbagai sektor, mulai dari layanan keuangan, rantai pasok, hingga layanan kesehatan.

Kehadiran kantor baru ini menegaskan komitmen InterSystems terhadap Indonesia sebagai pasar pertumbuhan strategis di Asia Tenggara. 

Dengan kantor lokal, InterSystems dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan para pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan pemerintah untuk menjawab kebutuhan yang terus berkembang di bidang platform data, interoperabilitas, dan infrastruktur digital nasional. 

Ekonomi digital Indonesia tengah berkembang dengan pesat, didorong oleh pertumbuhan kuat di bidang komputasi awan, platform data, dan kecerdasan buatan (AI). 

Berbagai organisasi di berbagai sektor kini semakin fokus pada upaya mengintegrasikan sistem yang selama ini berjalan terpisah-pisah, menggali wawasan secara real-time, dan meningkatkan ketahanan operasional melalui strategi berbasis data. 

Transformasi ini membuka peluang pasar yang signifikan. Di berbagai industri, permintaan terhadap platform data berkinerja tinggi yang mampu mendukung analitik real-time, integrasi sistem yang mulus, serta pengambilan keputusan berbasis AI terus meningkat. 

Teknologi InterSystems, termasuk InterSystems IRIS® Data Platform dan InterSystems IntelliCare™ — sistem informasi kesehatan terpadu — telah digunakan oleh berbagai organisasi di Indonesia. 

Perusahaan ini bekerja sama dengan berbagai perusahaan, system integrator, dan mitra digital di sektor layanan keuangan, logistik, dan kesehatan untuk menghadirkan interoperabilitas, menyederhanakan operasional, dan mendukung adopsi AI. 

"Indonesia sedang berada di titik balik di mana berbagai organisasi mulai berupaya mengubah volume data yang terus meningkat menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Ada kebutuhan yang terus tumbuh akan platform data yang andal, interoperable, dan real-time guna mendorong inovasi dalam skala besar. Pembukaan kantor Jakarta kami mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia, dan memungkinkan kami bekerja lebih dekat bersama pelanggan dan mitra untuk membantu mewujudkan ambisi mereka menjadi hasil yang nyata," ujar Luciano Brustia, Regional Managing Director, Asia Pacific, InterSystems. 

Prioritas Kehadiran Lokal yang Diperluas

Melalui kehadiran lokalnya yang diperluas, InterSystems siap mempererat keterlibatan dengan basis pelanggannya di Indonesia yang terus berkembang dengan dukungan keahlian lokal dan mempercepat waktu implementasi. 

InterSystems juga akan memperkuat kerja sama dengan para mitra di sektor layanan keuangan, rantai pasok, dan kesehatan, sambil secara aktif mendukung prioritas nasional di bidang integrasi data, interoperabilitas, dan ketahanan digital. 

Solusi-solusi InterSystems menjawab berbagai tantangan utama lintas industri, termasuk permasalahan silo data, fragmentasi sistem, dan meningkatnya kebutuhan akan analitik real-time untuk mendukung pengambilan keputusan operasional maupun strategis. 

Dengan memungkinkan pertukaran data yang mulus dan analitik berkinerja tinggi, InterSystems membantu berbagai organisasi membangun ekosistem digital yang lebih terhubung dan tangguh. 

Tentang InterSystems

InterSystems adalah penyedia teknologi data inovatif yang menghadirkan fondasi terpadu untuk aplikasi generasi berikutnya bagi pelanggan di sektor kesehatan, keuangan, manufaktur, dan rantai pasok di lebih dari 80 negara. 

Platform data InterSystems membantu mengatasi tantangan interoperabilitas, kecepatan, dan skalabilitas bagi berbagai perusahaan besar di seluruh dunia untuk membuka potensi data dan memungkinkan pengguna memahami data dengan cara yang lebih inovatif. 

Didirikan pada tahun 1978, InterSystems berkomitmen menghadirkan layanan terbaik melalui dukungan 24x7 bagi pelanggan dan mitra di seluruh dunia. 

InterSystems merupakan perusahaan swasta yang berkantor pusat di Boston, Massachusetts, dan memiliki 38 kantor di 28 negara. Informasi lebih lanjut tersedia di InterSystems.com. (*/red)

NTT DATA Luncurkan Layanan AI untuk Pengelolaan Infrastruktur Multivendor Perusahaan

By On Mei 11, 2026

NTT DATA memperkenalkan Software Defined Infrastructure Services (SDI) Agent — sebuah inovasi percakapan berbasis agentic yang terintegrasi dalam layanan SDI mereka. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - NTT DATA, pemimpin global di bidang kecerdasan buatan (AI), bisnis digital, dan layanan teknologi, mengumumkan peluncuran NTT DATA Software Defined Infrastructure (SDI) Services Agent, sebuah layanan agentic berbasis interaksi percakapan untuk infrastruktur perusahaan. 

Terintegrasi dalam Layanan SDI NTT DATA, sistem multi-agent ini mengubah cara perusahaan mengoperasikan, mengoptimalkan, dan mengelola infrastruktur AI dalam skala besar. 

Agen SDI Services berperan sebagai orkestrator yang secara selektif mengaktifkan agen-agen yang sesuai di balik layar. 

Sistem multi-agent ini secara terus-menerus memantau, menganalisis, dan bertindak di berbagai lingkungan – mulai dari jaringan, pusat data hybrid, keamanan siber, hingga digital workplace – sehingga menghadirkan kecerdasan prediktif, penyelesaian yang lebih cepat, serta hasil yang terukur dalam hal ketersediaan, pemanfaatan, dan nilai bisnis. 

Inovasi ini menandai evolusi signifikan dari layanan SDI milik NTT DATA. Berperan sebagai digital twin untuk fungsi operasional TI yang sangat penting, agen Layanan SDI secara fundamental mentransformasi cara perusahaan mengelola infrastruktur dengan memanfaatkan agen AI. 

Untuk pertama kalinya, perusahaan dapat berinteraksi dengan lingkungan infrastruktur multivendor mereka melalui perintah berbasis bahasa alami (natural language prompts), serta memperoleh wawasan berbasis profil pengguna untuk mengoperasikan infrastruktur dengan percaya diri di Era AI. 

"Layanan infrastruktur tradisional semakin tidak sesuai dengan tuntutan perusahaan yang didorong oleh kecerdasan buatan," ujar Chris Barnard, Vice President, IDC. 

"NTT DATA membedakan dirinya melalui pengalaman layanan multivendor berbasis agentic yang mengutamakan inovasi. Pendekatan yang mengutamakan kecerdasan buatan ini memungkinkan para pemimpin di bidang infrastruktur untuk keluar dari model pemeliharaan tradisional dan berfokus pada hasil dalam skala besar." 

Asisten AI dari Original Equipment Manufacturer (OEM) umumnya terbatas pada ekosistem satu vendor saja, namun NTT DATA SDI Services Agent menghadirkan kecerdasan berstandar perusahaan di lingkungan infrastruktur multivendor yang kompleks. 

Agen ini juga menggabungkan wawasan berkelanjutan, yang membantu organisasi memahami dan mengoptimalkan dampak lingkungan dari aset infrastruktur mereka. 

Laporan AI Global NTT DATA: Panduan bagi Para Pemimpin AI menemukan bahwa para pemimpin AI lebih banyak berinvestasi dalam membangun ulang aplikasi inti mereka dengan kemampuan AI yang terintegrasi, daripada hanya mengandalkan fitur tambahan yang bersifat permukaan (34,5% dari responden). 

"Seiring organisasi mempercepat adopsi AI, fondasi infrastruktur yang aman dan berstandar perusahaan, yang dipadukan dengan pengalaman layanan agentic berbasis percakapan, menjadi pembeda strategis bagi bisnis," ujar Dilip Kumar, Global Head, Infrastructure Solutions, NTT DATA, Inc. 

"Layanan SDI berbasis agentic kami memungkinkan perusahaan melampaui sekadar operasi ‘lights on’ dan mengubah kinerja infrastruktur menjadi hasil yang terukur." 

NTT DATA SDI Services Agent menganalisis data telemetri secara langsung, konteks historis, dan batasan kebijakan untuk mengambil tindakan yang aman dan deterministik, serta mengelola operasional sehari-hari dengan tetap mempertahankan kendali penuh di tangan manusia. 

Baca catatan pasar IDC tentang Solusi Infrastruktur NTT DATA

Untuk informasi lebih lanjut tentang Solusi Infrastruktur NTT DATA, kunjungi: https://services.global.ntt/en-us/services-and-products/infrastructure-solutions

Tentang NTT DATA

NTT DATA adalah pemimpin global di bidang layanan bisnis dan teknologi dengan nilai lebih dari USD 30 miliar, yang melayani 75 persen perusahaan Fortune Global 100. 

Kami berkomitmen mempercepat kesuksesan klien sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui inovasi yang bertanggung jawab. 

Sebagai salah satu penyedia AI dan infrastruktur digital terkemuka di dunia, kami memiliki kapabilitas unggul di bidang AI berskala perusahaan, cloud, keamanan, konektivitas, pusat data, dan layanan aplikasi. 

Layanan konsultasi dan solusi industri kami membantu perusahaan dan masyarakat melangkah menuju masa depan digital secara percaya diri dan berkelanjutan. 

Sebagai Global Top Employer, NTT DATA didukung para ahli di lebih dari 70 negara serta memberikan akses bagi klien ke ekosistem inovasi yang luas, termasuk pusat inovasi, mitra mapan, dan perusahaan rintisan. 

NTT DATA merupakan bagian dari NTT Group, yang setiap tahunnya menginvestasikan lebih dari USD 3 miliar untuk riset dan pengembangan. 

Kunjungi kami di nttdata.com


(*/red)

Delegasi Maritim dan Teknologi Estonia Dorong Kemitraan Strategis di Indonesia

By On Mei 02, 2026

Dari kiri ke kanan: Kristjan Truu - Estonia Deputy Secretary General on Maritime Affairs and Water Resources;  Kuldar Leis - Estonia Minister of Infrastructure;  Veikko Kala - Duta Besar Estonia untuk Singapura, Indonesia, dan ASEAN. 

JAKARTA, KabarXXI.Com Melanjutkan momentum dari misi media sebelumnya, delegasi bisnis maritim dan teknologi dari Estonia akan mengunjungi Jakarta pada 27–28 April 2026 untuk memperkuat kerja sama bilateral dan membuka peluang baru di sektor maritim, logistik, dan inovasi digital.

Delegasi ini terdiri atas berbagai perusahaan dan institusi terkemuka Estonia, antara lain 5.0 Robotics, Cybernetica, Insta Globe Engineering, SRC Estonia, Port of Tallinn, Tallinn University of Technology, Varcus Solutions, Dipperfox, dan MindChip. Secara kolektif, mereka mencerminkan kekuatan Estonia dalam teknologi maritim, infrastruktur digital, rekayasa, dan inovasi.

Cybernetica membawa pengalaman luas dalam keamanan siber maritim, pengawasan pantai, dan sistem manajemen lalu lintas kapal, dengan lebih dari 20 tahun kehadiran operasional di Indonesia.

Sebagai tonggak penting selama kunjungan tersebut, Cybernetica menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT MultiIntegra Technology Group untuk menjajaki kolaborasi lebih lanjut dalam infrastruktur digital maritim dan keamanan siber.

MindChip memamerkan teknologi kapal otonom bertenaga AI-nya, yang memungkinkan operasi maritim yang lebih cerdas dan aman, sementara Insta Globe Engineering dan SRC Group memberikan keahlian dalam retrofit kapal, elektrifikasi, dan solusi bahan bakar alternatif untuk mendukung dekarbonisasi.

Dari perspektif pelabuhan dan logistik, Port of Tallin menawarkan pengalaman langsung dalam operasi pelabuhan cerdas, sistem digital, dan optimasi infrastruktur. Kemampuan inovasi dan penelitian diwakili oleh Marine Technology Competence Centre (MARTE) di bawah Tallinn University of Technology, yang berfokus pada teknologi maritim terapan dan sistem otonom.

Melengkapi hal tersebut adalah 5.0 Robotics, yang mengkhususkan diri dalam otomatisasi robot dan manufaktur sesuai permintaan untuk rantai pasokan yang tangguh; Varcus Solutions, yang menyediakan sistem navigasi dan keselamatan berbasis AI untuk lingkungan maritim yang kompleks; dan Dipperfox, yang menampilkan alat rekayasa canggih untuk pembersihan lahan dan pengembangan infrastruktur yang efisien.

Sepanjang kunjungan, delegasi terlibat dalam serangkaian pertemuan tingkat tinggi antar pemerintah (G2G) dan antar bisnis (B2B), termasuk diskusi dengan pemangku kepentingan utama Indonesia seperti Pelindo, Pertamina, Pelni, Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA), dan perwakilan dari KADIN. Pertemuan-pertemuan ini berfokus pada penjajakan peluang kolaborasi dalam manajemen pelabuhan, logistik cerdas, keselamatan maritim, dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan.

Selama kunjungan, delegasi akan melakukan serangkaian pertemuan tingkat tinggi, baik government-to-government (G2G) maupun business-to-business (B2B), dengan berbagai pemangku kepentingan utama di Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi di bidang pengelolaan pelabuhan, logistik cerdas, keamanan siber, dan pengembangan maritim berkelanjutan.

Salah satu agenda utama adalah Indonesia Estonia Maritime Business Forum pada 28 April 2026, yang menghadirkan lebih dari 100 peserta dari kalangan pemerintah, industri, dan akademisi. Forum ini menjadi wadah untuk dialog, presentasi perusahaan, serta penjajakan kerja sama, termasuk penandatanganan kesepakatan antara pihak Estonia dan Indonesia.

Minister of Infrastructure, Kuldar Leis menekankan pentingnya forum ini secara strategis: “Estonia Maritime Delegation Forum dirancang sebagai jembatan antara sektor swasta kedua negara. Dengan mempertemukan perwakilan pemerintah dan pelaku industri, kami membuka peluang kolaborasi yang nyata. Penguatan keterlibatan business-to-business (B2B) sangat penting agar inovasi, pertukaran pengetahuan, dan investasi dapat mengalir antara kedua negara, serta memberikan manfaat ekonomi bersama.”

Sebagai negara yang memosisikan diri sebagai pintu gerbang menuju keunggulan maritim, Estonia menawarkan ekosistem maritim yang berkelanjutan, inovatif, dan aman. Negara ini mendukung berbagai ide bisnis ambisius melalui solusi yang dirancang sesuai kebutuhan.

Industri maritim Estonia dikenal memiliki kapabilitas teknologi yang maju, infrastruktur digital yang kuat, serta komitmen terhadap keberlanjutan, didukung oleh ekosistem kolaboratif dan lingkungan bisnis yang kondusif bagi kemitraan internasional.

Dengan fokus pada transformasi digital, keberlanjutan, dan perdagangan bilateral, forum ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan hubungan Estonia–Indonesia melalui dialog yang terstruktur dan berorientasi pada aksi nyata. Area utama yang menjadi fokus meliputi transformasi digital, teknologi hijau, inovasi maritim, solusi smart city, pendidikan, dan e-governance.

Seiring kedua negara mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi, inovasi, dan inisiatif pembangunan berkelanjutan, Estonia–Indonesia CEO Business Forum menjadi platform penting untuk menerjemahkan kepentingan bersama menjadi kemitraan jangka panjang yang konkret di berbagai sektor.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Estonia untuk mendukung ambisi maritim Indonesia melalui solusi inovatif, digital, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan Estonia untuk memperluas ekspansi di Asia Tenggara. (*/red)

Indonesia Lirik Inovasi Digital Estonia Jelang Misi Bisnis di Jakarta

By On Mei 02, 2026

Johanna-Kadri Kuusk, Digital Transformation Adviser, e-Estonia Briefing Centre / Ivo Panasjuk. 

JAKARTA, KabarXXI.ComPemerintah Estonia dan perusahaan teknologi terkemuka menyatakan minat kuat untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam modernisasi teknologi maritim serta percepatan transisi hijau.

Inisiatif ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat kerja sama bilateral guna mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan emisi, dan merespons tren industri global.

Estonia dikenal luas sebagai salah satu negara dengan masyarakat digital paling maju di Eropa, serta menjadi rumah bagi berbagai perusahaan teknologi dan ekosistem inovasi terdepan.

Hampir seluruh layanan publik di negara ini dapat diakses secara online selama 24/7, menunjukkan bagaimana tata kelola digital mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan akses secara signifikan.

Pusat dari sistem ini adalah e-Estonia Briefing Centre, yang menampilkan bagaimana Estonia berhasil membangun infrastruktur digital yang terintegrasi dan berorientasi pada warga.

Ekosistem ini didukung oleh X-Road, sebuah lapisan pertukaran data yang aman yang menghubungkan platform pemerintah dan sektor swasta. Dengan memungkinkan pertukaran data secara real-time dan terpercaya, X-Road mendukung berbagai layanan, termasuk program e-Residency Estonia—sebuah inisiatif yang telah menarik lebih dari 200 pengusaha Indonesia untuk mendirikan dan mengelola perusahaan berbasis Uni Eropa secara jarak jauh.

Deputy Foreign Minister, Mariin Ratnik menekankan besarnya potensi kerja sama Indonesia–Estonia yang belum tergarap, khususnya dalam inovasi digital, perdagangan, dan investasi.

Ia juga menyoroti pentingnya Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement yang akan datang, yang dinilai dapat secara signifikan memperluas peluang perdagangan melalui penurunan tarif serta peningkatan akses pasar antara Indonesia dan Uni Eropa.

“Perjanjian perdagangan bebas seperti IEU-CEPA semakin penting dalam lanskap global saat ini. Perjanjian ini membuka peluang yang lebih luas bagi kedua pihak dan menjadi fondasi kuat untuk kolaborasi ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

Mendorong Inovasi Maritim dan Transisi Hijau

Berangkat dari fondasi digital yang kuat, Estonia juga mengembangkan kapabilitasnya ke bidang inovasi maritim, di mana digitalisasi dan keberlanjutan telah terintegrasi dalam operasional pelabuhan dan sistem logistik.

Sebagai salah satu pusat berkembang untuk teknologi maritim di Eropa, Estonia memanfaatkan keahliannya untuk menghadirkan solusi yang menjawab tantangan efisiensi sekaligus mendukung pergeseran global menuju operasional yang lebih ramah lingkungan.

Di Port of Tallinn (Muuga Port), solusi “Smart Port 4.0” seperti manajemen lalu lintas otomatis dan check-in digital telah membantu mengurangi kemacetan serta memperlancar arus barang.

Inovasi ini memberikan insight praktis bagi pelabuhan besar di Indonesia, termasuk Tanjung Priok, yang menghadapi tantangan serupa dalam skala dan efisiensi.

Melengkapi hal tersebut, ShoreLink mendorong dekarbonisasi melalui teknologi listrik dari darat ke kapal (shore-to-ship), memungkinkan kapal mengurangi emisi saat bersandar.

Di saat yang sama, Cybernetica memiliki keahlian mendalam dalam sistem pengawasan dan komunikasi yang aman, dengan teknologi yang telah diterapkan di lebih dari 60 instalasi pelabuhan di Indonesia.

Secara keseluruhan, solusi-solusi ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi Estonia tidak hanya mendorong inovasi di Eropa, tetapi juga menawarkan aplikasi nyata yang dapat diadopsi untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia dan mempercepat target keberlanjutan sektor maritim.

Inovasi-inovasi ini memperlihatkan bagaimana Estonia menjadi semacam “laboratorium nyata” untuk solusi digital dan hijau yang dapat diadaptasi ke sektor maritim Indonesia.

Deputy Secretary General on Maritime Affairs and Water Resources, Kristjan Truu menegaskan kesiapan Estonia untuk berbagi keahlian dengan Indonesia.

“Momentum transisi hijau dan digital bersifat global. Estonia siap berbagi pengalaman dalam implementasi green shipping corridors dan solusi digital yang aman, yang relevan baik di kawasan Baltik maupun di kepulauan Indonesia,” ujar Truu.

Delegasi Bisnis Maritim dan Teknologi Estonia Akan Kunjungi Jakarta

Melanjutkan momentum dari misi media ini, delegasi bisnis maritim dan teknologi dari Estonia akan mengunjungi Jakarta pada 27–28 April 2026. Delegasi ini akan menghadirkan berbagai perusahaan dan institusi kunci, termasuk: 5.0 Robotics, Cybernetica, Insta Globe Engineering, SRC Group, Port of Tallinn, Marine Technology Competence Centre (MARTE) di bawah Tallinn University of Technology, Varcus Solutions, Dipperfox, dan MindChip.

Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kemitraan konkret dalam digitalisasi pelabuhan, keberlanjutan maritim, serta modernisasi infrastruktur guna mendukung ambisi Indonesia dalam meningkatkan efisiensi dan mencapai target net-zero di sektor maritim.

Seiring Estonia memperluas keterlibatannya di Asia Tenggara, Indonesia muncul sebagai mitra strategis utama. Dengan kekuatan yang saling melengkapi, Estonia dalam inovasi digital dan Indonesia dalam skala serta potensi pasar, kolaborasi ini membuka peluang besar untuk pertumbuhan bersama dalam ekonomi digital dan maritim. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *