Berita Terbaru

Delegasi Maritim dan Teknologi Estonia Dorong Kemitraan Strategis di Indonesia

By On Mei 02, 2026

Dari kiri ke kanan: Kristjan Truu - Estonia Deputy Secretary General on Maritime Affairs and Water Resources;  Kuldar Leis - Estonia Minister of Infrastructure;  Veikko Kala - Duta Besar Estonia untuk Singapura, Indonesia, dan ASEAN. 

JAKARTA, KabarXXI.Com Melanjutkan momentum dari misi media sebelumnya, delegasi bisnis maritim dan teknologi dari Estonia akan mengunjungi Jakarta pada 27–28 April 2026 untuk memperkuat kerja sama bilateral dan membuka peluang baru di sektor maritim, logistik, dan inovasi digital.

Delegasi ini terdiri atas berbagai perusahaan dan institusi terkemuka Estonia, antara lain 5.0 Robotics, Cybernetica, Insta Globe Engineering, SRC Estonia, Port of Tallinn, Tallinn University of Technology, Varcus Solutions, Dipperfox, dan MindChip. Secara kolektif, mereka mencerminkan kekuatan Estonia dalam teknologi maritim, infrastruktur digital, rekayasa, dan inovasi.

Cybernetica membawa pengalaman luas dalam keamanan siber maritim, pengawasan pantai, dan sistem manajemen lalu lintas kapal, dengan lebih dari 20 tahun kehadiran operasional di Indonesia.

Sebagai tonggak penting selama kunjungan tersebut, Cybernetica menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT MultiIntegra Technology Group untuk menjajaki kolaborasi lebih lanjut dalam infrastruktur digital maritim dan keamanan siber.

MindChip memamerkan teknologi kapal otonom bertenaga AI-nya, yang memungkinkan operasi maritim yang lebih cerdas dan aman, sementara Insta Globe Engineering dan SRC Group memberikan keahlian dalam retrofit kapal, elektrifikasi, dan solusi bahan bakar alternatif untuk mendukung dekarbonisasi.

Dari perspektif pelabuhan dan logistik, Port of Tallin menawarkan pengalaman langsung dalam operasi pelabuhan cerdas, sistem digital, dan optimasi infrastruktur. Kemampuan inovasi dan penelitian diwakili oleh Marine Technology Competence Centre (MARTE) di bawah Tallinn University of Technology, yang berfokus pada teknologi maritim terapan dan sistem otonom.

Melengkapi hal tersebut adalah 5.0 Robotics, yang mengkhususkan diri dalam otomatisasi robot dan manufaktur sesuai permintaan untuk rantai pasokan yang tangguh; Varcus Solutions, yang menyediakan sistem navigasi dan keselamatan berbasis AI untuk lingkungan maritim yang kompleks; dan Dipperfox, yang menampilkan alat rekayasa canggih untuk pembersihan lahan dan pengembangan infrastruktur yang efisien.

Sepanjang kunjungan, delegasi terlibat dalam serangkaian pertemuan tingkat tinggi antar pemerintah (G2G) dan antar bisnis (B2B), termasuk diskusi dengan pemangku kepentingan utama Indonesia seperti Pelindo, Pertamina, Pelni, Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA), dan perwakilan dari KADIN. Pertemuan-pertemuan ini berfokus pada penjajakan peluang kolaborasi dalam manajemen pelabuhan, logistik cerdas, keselamatan maritim, dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan.

Selama kunjungan, delegasi akan melakukan serangkaian pertemuan tingkat tinggi, baik government-to-government (G2G) maupun business-to-business (B2B), dengan berbagai pemangku kepentingan utama di Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi di bidang pengelolaan pelabuhan, logistik cerdas, keamanan siber, dan pengembangan maritim berkelanjutan.

Salah satu agenda utama adalah Indonesia Estonia Maritime Business Forum pada 28 April 2026, yang menghadirkan lebih dari 100 peserta dari kalangan pemerintah, industri, dan akademisi. Forum ini menjadi wadah untuk dialog, presentasi perusahaan, serta penjajakan kerja sama, termasuk penandatanganan kesepakatan antara pihak Estonia dan Indonesia.

Minister of Infrastructure, Kuldar Leis menekankan pentingnya forum ini secara strategis: “Estonia Maritime Delegation Forum dirancang sebagai jembatan antara sektor swasta kedua negara. Dengan mempertemukan perwakilan pemerintah dan pelaku industri, kami membuka peluang kolaborasi yang nyata. Penguatan keterlibatan business-to-business (B2B) sangat penting agar inovasi, pertukaran pengetahuan, dan investasi dapat mengalir antara kedua negara, serta memberikan manfaat ekonomi bersama.”

Sebagai negara yang memosisikan diri sebagai pintu gerbang menuju keunggulan maritim, Estonia menawarkan ekosistem maritim yang berkelanjutan, inovatif, dan aman. Negara ini mendukung berbagai ide bisnis ambisius melalui solusi yang dirancang sesuai kebutuhan.

Industri maritim Estonia dikenal memiliki kapabilitas teknologi yang maju, infrastruktur digital yang kuat, serta komitmen terhadap keberlanjutan, didukung oleh ekosistem kolaboratif dan lingkungan bisnis yang kondusif bagi kemitraan internasional.

Dengan fokus pada transformasi digital, keberlanjutan, dan perdagangan bilateral, forum ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan hubungan Estonia–Indonesia melalui dialog yang terstruktur dan berorientasi pada aksi nyata. Area utama yang menjadi fokus meliputi transformasi digital, teknologi hijau, inovasi maritim, solusi smart city, pendidikan, dan e-governance.

Seiring kedua negara mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi, inovasi, dan inisiatif pembangunan berkelanjutan, Estonia–Indonesia CEO Business Forum menjadi platform penting untuk menerjemahkan kepentingan bersama menjadi kemitraan jangka panjang yang konkret di berbagai sektor.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Estonia untuk mendukung ambisi maritim Indonesia melalui solusi inovatif, digital, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan Estonia untuk memperluas ekspansi di Asia Tenggara. (*/red)

Indonesia Lirik Inovasi Digital Estonia Jelang Misi Bisnis di Jakarta

By On Mei 02, 2026

Johanna-Kadri Kuusk, Digital Transformation Adviser, e-Estonia Briefing Centre / Ivo Panasjuk. 

JAKARTA, KabarXXI.ComPemerintah Estonia dan perusahaan teknologi terkemuka menyatakan minat kuat untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam modernisasi teknologi maritim serta percepatan transisi hijau.

Inisiatif ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat kerja sama bilateral guna mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan emisi, dan merespons tren industri global.

Estonia dikenal luas sebagai salah satu negara dengan masyarakat digital paling maju di Eropa, serta menjadi rumah bagi berbagai perusahaan teknologi dan ekosistem inovasi terdepan.

Hampir seluruh layanan publik di negara ini dapat diakses secara online selama 24/7, menunjukkan bagaimana tata kelola digital mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan akses secara signifikan.

Pusat dari sistem ini adalah e-Estonia Briefing Centre, yang menampilkan bagaimana Estonia berhasil membangun infrastruktur digital yang terintegrasi dan berorientasi pada warga.

Ekosistem ini didukung oleh X-Road, sebuah lapisan pertukaran data yang aman yang menghubungkan platform pemerintah dan sektor swasta. Dengan memungkinkan pertukaran data secara real-time dan terpercaya, X-Road mendukung berbagai layanan, termasuk program e-Residency Estonia—sebuah inisiatif yang telah menarik lebih dari 200 pengusaha Indonesia untuk mendirikan dan mengelola perusahaan berbasis Uni Eropa secara jarak jauh.

Deputy Foreign Minister, Mariin Ratnik menekankan besarnya potensi kerja sama Indonesia–Estonia yang belum tergarap, khususnya dalam inovasi digital, perdagangan, dan investasi.

Ia juga menyoroti pentingnya Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement yang akan datang, yang dinilai dapat secara signifikan memperluas peluang perdagangan melalui penurunan tarif serta peningkatan akses pasar antara Indonesia dan Uni Eropa.

“Perjanjian perdagangan bebas seperti IEU-CEPA semakin penting dalam lanskap global saat ini. Perjanjian ini membuka peluang yang lebih luas bagi kedua pihak dan menjadi fondasi kuat untuk kolaborasi ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

Mendorong Inovasi Maritim dan Transisi Hijau

Berangkat dari fondasi digital yang kuat, Estonia juga mengembangkan kapabilitasnya ke bidang inovasi maritim, di mana digitalisasi dan keberlanjutan telah terintegrasi dalam operasional pelabuhan dan sistem logistik.

Sebagai salah satu pusat berkembang untuk teknologi maritim di Eropa, Estonia memanfaatkan keahliannya untuk menghadirkan solusi yang menjawab tantangan efisiensi sekaligus mendukung pergeseran global menuju operasional yang lebih ramah lingkungan.

Di Port of Tallinn (Muuga Port), solusi “Smart Port 4.0” seperti manajemen lalu lintas otomatis dan check-in digital telah membantu mengurangi kemacetan serta memperlancar arus barang.

Inovasi ini memberikan insight praktis bagi pelabuhan besar di Indonesia, termasuk Tanjung Priok, yang menghadapi tantangan serupa dalam skala dan efisiensi.

Melengkapi hal tersebut, ShoreLink mendorong dekarbonisasi melalui teknologi listrik dari darat ke kapal (shore-to-ship), memungkinkan kapal mengurangi emisi saat bersandar.

Di saat yang sama, Cybernetica memiliki keahlian mendalam dalam sistem pengawasan dan komunikasi yang aman, dengan teknologi yang telah diterapkan di lebih dari 60 instalasi pelabuhan di Indonesia.

Secara keseluruhan, solusi-solusi ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi Estonia tidak hanya mendorong inovasi di Eropa, tetapi juga menawarkan aplikasi nyata yang dapat diadopsi untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia dan mempercepat target keberlanjutan sektor maritim.

Inovasi-inovasi ini memperlihatkan bagaimana Estonia menjadi semacam “laboratorium nyata” untuk solusi digital dan hijau yang dapat diadaptasi ke sektor maritim Indonesia.

Deputy Secretary General on Maritime Affairs and Water Resources, Kristjan Truu menegaskan kesiapan Estonia untuk berbagi keahlian dengan Indonesia.

“Momentum transisi hijau dan digital bersifat global. Estonia siap berbagi pengalaman dalam implementasi green shipping corridors dan solusi digital yang aman, yang relevan baik di kawasan Baltik maupun di kepulauan Indonesia,” ujar Truu.

Delegasi Bisnis Maritim dan Teknologi Estonia Akan Kunjungi Jakarta

Melanjutkan momentum dari misi media ini, delegasi bisnis maritim dan teknologi dari Estonia akan mengunjungi Jakarta pada 27–28 April 2026. Delegasi ini akan menghadirkan berbagai perusahaan dan institusi kunci, termasuk: 5.0 Robotics, Cybernetica, Insta Globe Engineering, SRC Group, Port of Tallinn, Marine Technology Competence Centre (MARTE) di bawah Tallinn University of Technology, Varcus Solutions, Dipperfox, dan MindChip.

Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kemitraan konkret dalam digitalisasi pelabuhan, keberlanjutan maritim, serta modernisasi infrastruktur guna mendukung ambisi Indonesia dalam meningkatkan efisiensi dan mencapai target net-zero di sektor maritim.

Seiring Estonia memperluas keterlibatannya di Asia Tenggara, Indonesia muncul sebagai mitra strategis utama. Dengan kekuatan yang saling melengkapi, Estonia dalam inovasi digital dan Indonesia dalam skala serta potensi pasar, kolaborasi ini membuka peluang besar untuk pertumbuhan bersama dalam ekonomi digital dan maritim. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *