Berita Terbaru

Jip Wisata Kecelakaan di Bromo Tewaskan Wisatawan, Diduga Rem Blong

By On Mei 29, 2026

Kecelakaan jip wisata di Gunung Bromo. 

PASURUAN, KabarXXI.Com - Polres Pasuruan berhasil mengidentifikasi korban kecelakaan tunggal yang menimpa jip wisata di jalur turunan ekstrem Gunung Bromo, pada Jumat, 29 Mei 2026. 

Dua korban tewas, yakni Muhammad Sonif (53) warga Tumpang, Kabupaten Malang (Sopir), dan Yulanda Wahyu Anggraeni (27), warga Pakis, Kabupaten Malang (penumpang). 

"Sopir meninggal di TKP, sedangkan korban YWA meninggal saat menuju ke Puskesmas Sukapura, Kabupaten Probolinggo," ujar Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, Jumat, 29 Mei 2026. 

Saat jip menabrak tebing, kedua korban itu terlempar dari mobil. 

Korban Yulanda terhempas keluar dan ditemukan di bawah rem depan jip. Sedangkan sopir terlempar keluar setelah pintu jip terlepas. 

Selanjutnya, korban yang mengalami luka-luka, yakni Serda Fardan Rasid (24), anggota TNI AU Kesatuan Depohar 30 Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Zaimah Hani (56) warga Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Futri Nadira Nofasari (25), mahasiswa asal Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. 

"Untuk ketiga korban luka saat ini telah mendapatkan perawatan medis," imbuhnya. 

Untuk kelancaran lalu lintas, bangkai jip hardtop yang menutup separuh badan jalan dievakuasi. 

Dengan pengawalan warga setempat dan kepolisian, sejumlah sopir jip menarik bangkai jip tersebut dengan hati-hati. 

"Jip hardtop sudah berhasil dievakuasi, jalan menuju lautan pasir sudah kembali normal," ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, sebuah jip wisata yang membawa rombongan wisatawan dilaporkan menabrak tebing hingga terbalik di kawasan Gunung Bromo. 

Diduga, jip tersebut mengalami gangguan pada sistem rem. Jalur tersebut terkenal ekstrem, turunan tajam dan berkelok seperti huruf S. (*/red)

Gubernur Andra Soni Optimis Anyer-Carita Kembali Jadi Destinasi Wisata Unggulan

By On Mei 18, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri soft opening Mövenpick Resort Carita, di Jalan Raya Anyer-Sirih, Kabupaten Serang, Minggu, 17 Mei 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com - Sektor pariwisata di wilayah Provinsi Banten terus memperlihatkan kebangkitan, khususnya di destinasi wisata pantai Anyer-Carita. 

Kebangkitan tersebut didukung oleh berdirinya hotel, resor, dan fasilitas pendukung baru guna menampung wisatawan. 

Hal tersebut dikatakan Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri soft opening Mövenpick Resort Carita, di Jalan Raya Anyer-Sirih, Kabupaten Serang, Minggu, 17 Mei 2026. 

​"Pasca 2018, wisata kita sempat drop, tetapi Alhamdulillah beberapa tahun terakhir ini mulai tumbuh dan bangkit kembali,” ujar Andra Soni. 

Menurutnya, kebangkitan pariwisata di kawasan pesisir barat Banten tersebut tidak terlepas dari pembenahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama para pelaku pariwisata. 

Dia mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari peningkatan pelayanan hingga pembinaan pelaku usaha dan kelompok sadar wisata (pokdarwis). 

Provinsi Banten, kata dia, memiliki potensi wisata yang lengkap dan berdaya saing dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, mulai dari wisata pantai, gunung, air terjun (curug), laut, pulau, budaya, hingga wisata religi. 

"Di sekitar Jakarta tidak ada potensi seperti Banten. Punya pantai, gunung, curug, laut, pulau, kebudayaan, hingga wisata religi; lengkap semuanya,” ujarnya. 

Ia juga optimis akses menuju kawasan wisata Anyer–Cinangka–Carita akan semakin baik seiring dengan segera rampungnya Jalan Tol Serang–Panimbang. 

Kehadiran investasi di sektor pariwisata dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat daya tarik wisata Banten. 

"Alhamdulillah, dalam waktu dekat Tol Serang–Panimbang selesai, sehingga akses ke sini akan semakin bagus,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menegaskan pentingnya kolaborasi dari seluruh pihak dalam membangun sektor pariwisata nasional. 

Pihaknya akan turut mendorong pengembangan desa wisata di kawasan penyangga Anyer, Cinangka, dan Carita agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi selain wisata pantai. 

"Pesan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita ini bukan superman, melainkan superteam. Tidak mungkin negeri ini bisa maju kalau tidak berkolaborasi,” ujar Yandri. 

Yandri menambahkan, keberadaan resor berskala internasional juga harus memberikan dampak bagi desa di sekitarnya. 

"Kita ingin orang yang menginap di Mövenpick tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga bisa berwisata ke desa-desa, menikmati budaya, kuliner, air terjun, dan potensi lainnya," ujarnya. 

Sementara itu, Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Indonesia-Malaysia, Adi Satria mengatakan, Mövenpick Resort Carita menjadi resor Mövenpick kelima di Indonesia. 

"Dengan dibukanya Mövenpick Resort Carita, kami yakin akan semakin memperkuat kehadiran Accor di destinasi-destinasi pesisir di Indonesia,” ujar Adi. 

Adi menjelaskan, Accor saat ini menaungi lebih dari 6.000 hotel dengan 40 merek di 110 negara. Sementara itu, Mövenpick telah berkembang di 40 negara dengan lebih dari 140 hotel dan resor. 

General Manager Mövenpick Resort Carita, Christophe Keramaris berharap kehadiran resor tersebut dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Banten secara keseluruhan. 

"Kami berharap Mövenpick dapat menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan domestik maupun internasional,” tuturnya. 

Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, Forkopimda Kabupaten Serang, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (*/red)

Wagub Dimyati Arahkan Duta Pariwisata Angkat Potensi Wisata Banten

By On Mei 03, 2026

Wagub Banten, Achmad Dimyati Natakusumah saat membuka kegiatan Grand Final Duta Pariwisata Banten 2026, di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 02 Mei 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.ComWakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah meminta para Duta Pariwisata Banten 2026 untuk aktif mempromosikan potensi wisata yang belum tereksplorasi sekaligus menghadapi tantangan dalam pelestarian budaya daerah.

Dimyati juga mengajak para Duta Pariwisata untuk berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Hal itu disampaikan Wagub Dimyati saat membuka kegiatan Grand Final Duta Pariwisata Banten 2026, di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 02 Mei 2026.

“Banten ini kaya. Banyak potensi wisata yang belum tereksplorasi. Ini menjadi tantangan kita bersama untuk menggali, mengenalkan, sekaligus mempromosikannya kepada masyarakat luas,” ujar Dimyati.

Didampingi Kepala Dinas Pariwisata Ely Susiyanti, ia menegaskan bahwa peran duta pariwisata harus adaptif dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan berbagai platform komunikasi.

“Para duta pariwisata harus bisa mempromosikan wisata, baik yang unggulan maupun yang belum tereksplorasi, bisa melalui media massa, media sosial, atau lewat forum-forum resmi. Jadilah duta pariwisata yang aktif dalam menyampaikan potensi daerah,” katanya.

Menurut Dimyati, langkah tersebut penting agar promosi pariwisata Banten semakin luas dan mampu menjangkau berbagai kalangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Selain promosi, tantangan lainnya adalah bagaimana menjaga dan melestarikan budaya kita. Ini harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, profesionalisme, serta penguasaan bahasa asing bagi para duta agar mampu menyampaikan informasi secara efektif.

“Manfaatkan ajang ini untuk membangun jejaring dan menambah wawasan, termasuk menggali potensi wisata yang belum banyak dikenal,” katanya.

Dimyati mengapresiasi keterlibatan putra-putri asli Banten dalam ajang tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi daerah berbasis kearifan lokal, termasuk memperkenalkan budaya dan busana khas seperti kebaya dan batik Banten.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata bagi pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya di Provinsi Banten.

Pemilihan Duta Pariwisata Banten 2026 ini diinisiasi oleh Duta Pariwisata Indonesia Yayasan Abhiyya Parama Mavendra sebagai upaya mendorong generasi muda berperan aktif dalam mengembangkan potensi wisata dan menjaga warisan budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Banten, Swedhi Hananta mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, grand final bukan akhir, melainkan awal bagi para peserta untuk terus bergerak mempromosikan.

“Termasuk melestarikan kekayaan budaya serta pariwisata Banten,” pungkasnya. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *