Berita Terbaru

Mahasiswi di Padang Terjepit Tiang Kos-kosan, Dievakuasi Damkar

By On Oktober 29, 2026

Seorang mahasiswi bernama Manda (19) mengalami insiden tak terduga di depan rumah kos-kosannya, Jalan Flores Nomor 17, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumbar, Rabu malam, 28 Oktober 2026. 

PADANG, KabarXXI.Com – Seorang mahasiswi bernama Manda (19) mengalami insiden tak terduga di depan rumah kos-kosannya yang berlokasi di Jalan Flores Nomor 17, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu malam, 28 Oktober 2026. 

Tubuh Manda terjepit di sela-sela tiang penyangga pondok di depan area rumah kos-kosan selama kurang lebih dua jam hingga kondisinya lemas. 

Proses evakuasi akhirnya dilakukan oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang. 

Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana (Kabid Ops dan Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi membenarkan adanya kejadian penanganan darurat (rescue) tersebut. 

"Menurut keterangan saksi, korban sempat berusaha membebaskan diri. Namun, karena posisi kaki yang tersangkut cukup erat dan sudah terjebak sekitar dua jam, korban mulai kelelahan hingga kondisinya lemas," kata Rinaldi kepada wartawan, Kamis, 29 Oktober 2026. 

Peristiwa tersebut bermula ketika Manda hendak duduk di area pondok depan rumah kos-kosanya. 

Tanpa sengaja, kakinya masuk ke sela-sela tiang penyangga pondok tersebut. 

Namun, saat berupaya mengeluarkan kakinya, posisi tubuh korban justru tersangkut dan sulit digerakkan. 

Karena upaya mandiri tidak berhasil dan kondisi Manda kian melemah, salah seorang rekannya, Hajila (19), menghubungi layanan darurat Damkar Kota Padang. 

Laporan darurat tersebut diterima oleh pihak Damkar sekitar pukul 21.45 WIB. 

Menindaklanjuti laporan warga, Dinas Damkar Kota Padang menerjunkan 15 personel dari Peleton C, didukung satu unit armada rescue dan satu unit armada komando ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Menurut Rinaldi, proses evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan cedera pada bagian tubuh maupun kaki korban yang terhimpit. 

"Petugas melakukan peregangan pada sela-sela tiang penyangga secara perlahan. Setelah penanganan kurang lebih 44 menit, korban akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 22.41 WIB," ujar dia. 

Setelah berhasil dibebaskan, Manda yang berada dalam kondisi lemas langsung mendapatkan penanganan medis awal untuk memulihkan staminanya. 

Atas kejadian ini, Rinaldi mengimbau masyarakat Kota Padang untuk tidak ragu memanfaatkan layanan darurat jika menghadapi situasi yang membahayakan jiwa atau membutuhkan penanganan teknis khusus. (*/red)

Niat Tolong Siswi SMP dari Pemerkosaan, Lansia di Lamongan Tewas Dianiaya

By On Oktober 29, 2026

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, saat memberi keterangan kepada awak media. 

LAMONGAN, KabarXXI.Com - Viral di media sosial tentang seorang lanjut usia (Lansia) berinisial R (65), warga Kecamatan Karanggeneng yang meninggal karena dianiaya saat berusaha menolong seorang siswi SMP yang hendak diperkosa. 

Warganet mendesak polisi segera menuntaskan kasus itu dan menangkap terduga pelaku. 

Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah melalui media sosial Threads pada Rabu, 28 Oktober 2026. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan pengunggah, insiden bermula ketika seorang pria berinisial S (34) diduga hendak melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan terhadap seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP. 

Siswi SMP yang diduga keponakan pelaku itu berteriak-teriak meminta tolong. Datang lah R yang berupaya menolong siswi yang merupakan tetangganya itu. 

Korban percobaan pemerkosaan itu berhasil kabur mencari bantuan. Namun, lansia yang sehari-hari berjualan kerupuk rumahan itu justru jadi sasaran penganiayaan. 

Berdasarkan keterangan saksi yang disampaikan dalam informasi yang beredara di media sosial, korban diduga dianiaya secara brutal oleh S. 

Kepalanya dibenturkan ke tembok dan tubuhnya ditusuk menggunakan obeng. 

Akibat penganiayaan itu R sempat menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit selama kurang lebih sepekan. 

Namun, nyawanya tidak tertolong. R dinyatakan meninggal sementara S berhasil kabur dan belum berhasil ditemukan hingga saat ini. 

Kasus ini memicu perhatian publik. Warganet meminta aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menangkap S sebagai terduga pelaku penganiayaan. 

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid membenarkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan terkait peristiwa tersebut. 

Polisi kini melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap terduga pelaku. 

"Nggeh, sudah ada dan sudah kami lakukan proses penyelidikan serta upaya penangkapan terhadap terduga pelaku," ujar Hamzaid kepada wartawan, Rabu, 28 Oktober 2026. 

Hamzaid menyebut, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di lapangan. 

Petugas masih berupaya menemukan dan mengamankan S, yang disebut merupakan tetangga korban. 

"Kami dari Jajaran Polres Lamongan telah menangani kejadian di atas dan telah melakukan serangkaian proses penyelidikan untuk terduga pelaku. Saat ini masih dalam upaya Penangkapan," ujarnya. 

Berdasarkan informasi yang beredar, terduga pelaku dikabarkan berada dalam pengawasan keluarga karena diduga mengalami gangguan kejiwaan. 

Meski demikian, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian itu. (*/red)

Diikuti Tiga OTK Dini Hari: Dua Wanita di Cikande Tancap Gas dan Telepon 110

By On Oktober 25, 2026

Polsek Cikande bergerak cepat (quick response) mendatangi lokasi kejadian (TKP) dan kediaman pelapor, Jumat dini hari, 23 Oktober 2026. 


SERANG, KabarXXI.Com – Keberanian dan ketanggapan ditunjukkan oleh dua orang pemudi di Kecamatan Cikande saat dibayangi potensi kejahatan jalanan pada dini hari. 

Keduanya memilih untuk tidak panik, tetap melaju mencari tempat aman, dan langsung memanfaatkan layanan darurat Call Center 110. 

Mendapat aduan tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cikande, Polres Serang, bergerak cepat (quick response) mendatangi lokasi kejadian (TKP) serta kediaman pelapor, Jumat dini hari, 23 Oktober 2026, sekira pukul 02.10 WIB. 

Langkah siaga ini merupakan komitmen nyata Polsek Cikande dalam memberikan perlindungan nyata serta menghadirkan kepolisian di tengah masyarakat. 

Peristiwa tersebut bermula saat pelapor, TGA (19), bersama rekannya EA (19), sedang berkendara sepeda motor dari arah Cikande Permai menuju rumah kontrakan mereka di Desa Parigi. 

Saat melintas di Jalan Kp. Karamat, korban mendadak diikuti oleh tiga orang pria tak dikenal yang mengendarai dua unit sepeda motor. Para pelaku sempat mepet dan memintanya untuk berhenti. 

Menyadari situasi di jalanan sepi yang membahayakan, korban mengambil keputusan tepat: tidak berhenti, terus memacu kendaraannya hingga sampai di kontrakan yang aman, dan seketika itu juga menekan tombol darurat 110. 

Seketika laporan masuk, Personel Piket SPKT Polsek Cikande dipimpin Aiptu Ardiansyah langsung mendatangi lokasi dan menyambangi tempat tinggal korban untuk memastikan kondisi fisik serta psikologis korban dalam keadaan aman. 

Saat ini, jajaran Polsek Cikande juga tengah melakukan penyelidikan mendalam dan menyisir area sekitar guna mengidentifikasi identitas ketiga pria tak dikenal (OTK) tersebut. 

Kapolsek Cikande, Kompol Rudika Harto Kanajiri mengapresiasi aksi cerdas korban yang langsung menghubungi saluran resmi kepolisian. 

"Keputusan korban untuk tidak berhenti di lokasi sepi dan segera menghubungi Call Center 110 sangat tepat dan patut dicontoh. Begitu laporan masuk, anggota piket SPKT langsung meluncur ke TKP untuk memberikan rasa aman. Saat ini anggota kami juga sedang bergerak melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengidentifikasi ketiga pria tak dikenal tersebut. Ini adalah wujud nyata komitmen Polisi Bersama Masyarakat, di mana setiap aduan darurat warga akan langsung kami respon dengan cepat," tegas Kompol Rudika Harto Kanajiri. 

Kapolsek Cikande mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada jam-jam rawan malam atau dini hari. 

"Kami mengimbau kepada seluruh warga Cikande dan Kibin untuk selalu waspada. Jika merasa diikuti atau melihat potensi gangguan keamanan, jangan ragu memanfaatkan layanan Call Center 110. Layanan ini gratis, bebas pulsa, beroperasi 24 jam, dan terhubung langsung dengan petugas kami yang siap hadir melayani serta melindungi masyarakat," pungkasnya. (*/red)

Motor Vario Milik Achmad Raib Dicuri saat Ditinggal Potong Rambut

By On Oktober 11, 2026

Foto ilustrasi. 

PASURUAN, KabarXXI.Com – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Demikian mungkin peribahasa yang dialami Achmad Yoga Firmansyah. 

Pasalnya, niat untuk memangkas rambut di sebuah barbershop di Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, berujung apes. 

Sepeda motor Honda Vario miliknya yang diparkir di depan tempat cukur, raib digondol maling. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 05 Oktober 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. 

Korban saat itu datang ke Zain's Barbershop di Jalan Ki Hajar Dewantara dengan mengendarai Honda Vario warna hitam tahun 2023 bernopol N 2895 VAI. 

Motor tersebut kemudian diparkir di depan barbershop. Achmad lantas masuk untuk memotong rambut. 

Namun tak berselang lama, kendaraan yang ditinggalkannya sudah tidak berada di lokasi. 

Dalam laporan pengaduan yang dibuat ke SPKT Polres Pasuruan Kota pada Selasa, 06 Oktober 2026, korban menyebut sempat mendengar suara kendaraan dinyalakan. 

Saat keluar dari dalam barbershop untuk mengecek, motor miliknya sudah raib. 

Korban juga sempat melihat sepeda motornya dibawa seseorang ke arah barat sebelum berbelok ke selatan. 

Namun pelaku berhasil melarikan diri sehingga korban kehilangan kendaraannya. 

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta. 

Kasus pencurian dengan pemberatan itu kemudian dilaporkan ke Polres Pasuruan Kota untuk ditindaklanjuti. 

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi membenarkan adanya laporan tersebut. 

Menurutnya, laporan korban telah diterima dan kasusnya masih dalam proses penyelidikan. 

"Benar, ada laporan terkait dugaan pencurian sepeda motor tersebut. Saat ini masih dalam penyelidikan petugas," ujarnya. 

Polisi selanjutnya melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas terduga pelaku, serta menelusuri keberadaan kendaraan yang dicuri. 

Termasuk dengan menggali keterangan saksi dan kemungkinan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. (*/red)

Respon Cepat Polsek Tanara, Anak Hilang yang Viral di Medsos Ditemukan Selamat

By On Oktober 07, 2026

Polsek Tanara berhasil menemukan anak hilang yang viral di medsos. 

SERANG, KabarXXI.Com - Gerak cepat jajaran Polsek Tanara, Polres Serang, kembali membuahkan hasil. 

Seorang anak berinisal NR (15), warga Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya, dan viral di media sosial (medsos) berhasil ditemukan anggota Polsek Tanara dalam kondisi selamat hanya beberapa jam setelah laporan diterima pada Selasa, 07 Oktober 2026. 

Peristiwa ini berawal dari informasi di media sosial Instagram bahwa ada anak gadis berinisal NR (17), warga Kecamatan Tanara, Desa Cibodas  sudah tiga hari tidak pulang. 

Mendapat informasi tersebut, yang Kapolsek Tanara, Iptu Iwan Rudini memerintah Kanit Reskrim Ipda Willly untuk mengecek kebenaran informasi tersebut dan berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk mendatangi rumah orang tua korban. 

Kapolsek Tanara, Iptu Iwan Rudini melalui Kanit Reskrim Ipda Willly membenar adanya anak hilang yang sempat viral di medsos. 

"Benar telah terjadi peristiwa anak hilang yang sempat viral di medsos. Berdasarkan keterangan paman NR, kaburnya anak tersebut disebabkan ada permasalahan di keluarganya, hingga yang bersangkutan kabur dari rumah selama tiga hari sejak Sabtu kemarin," kata Willy. 

Berbekal informasi tersebut, anggota Polsek Tanara bergerak cepat melakukan penyelidikan dan mencari informasi tempat main dan tongkrongan NR, dan sekira pukul 15.30 WIB berhasil ditemukan di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. 

"Berbagai rangkaian penyelidikan. Alhamdulillah tidak kurang 1 x 24 jam, sekura pukul 15.30 WIB, kami berhasil menemukan NR di wilayah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, di rumah keluarga temennya," ujar Willy. 

Rasa syukur dan apresiasi juga disampaikan oleh orang tua NR, yang mengaku lega setelah anaknya berhasil ditemukan dalam waktu singkat. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Tanara yang sudah membantu mencari anak saya. Alhamdulillah, dalam waktu singkat, anak saya langsung ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya. 

Kapolsek Tanara, Iptu Iwan Rudini menyampaikan, keberhasilan ini merupakan bentuk respon cepat kepolisian yang bersinergi dengan masyarakat. 

“Laporan dari masyarakat langsung kami tindaklanjuti secara cepat. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam kasus yang menyangkut keselamatan anak,” pungkasnya. (*/red)

Viral Wanita Asal Banten Histeris di Jalan Raya Waru Sidoarjo, Sempat Halangi Kendaraan

By On Oktober 07, 2026

Tangkapan layar video saat petugas Satlantas Polresta Sidoarjo menenangkan seorang wanita yang menangis histeris di bahu Jalan Raya Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Selasa, 06 Oktober 2026. 

SIDOARJO, KabarXXI.Com - Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang wanita menangis histeris di tengah jalan Raya Waru, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). 

Wanita berusia sekitar 20 tahunan itu diketahui berasal dari Pandeglang, Banten. 

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 05 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. 

Kanit Patroli (Turjawali) Satlantas Polresta Sidoarjo, Iptu Celvin Ferdinando Samosir mengatakan, petugas awalnya mendapat laporan dari warga terkait keberadaan seorang wanita di tengah Jalan Raya Waru. 

"Wanita itu berdiri di tengah jalan seperti menghalang-halangi pengendara roda dua maupun roda empat," ujar Celvin kepada wartawan, Selasa, 06 Oktober 2026. 

Petugas kemudian mendekati wanita tersebut secara perlahan. Polisi membujuknya agar menepi ke bahu jalan. Namun setelah berada di tepi jalan, wanita itu masih menangis histeris. 

Saat diajak berkomunikasi, wanita tersebut mengaku berasal dari Pandeglang, Banten. Namun dia tidak bersedia menyebutkan identitasnya. 

"Kami tanyai namanya siapa juga tidak mau menyebutkan, seperti depresi berat," kata Celvin. 

Petugas kemudian tidak memaksanya untuk berbicara lebih jauh. Polisi memberikan waktu kepada wanita tersebut untuk menenangkan diri. Petugas juga memberinya minum. 

Sekitar lima menit kemudian, kondisi wanita tersebut mulai lebih tenang. Dia kemudian meminta diantar ke masjid terdekat dengan alasan hendak menghubungi keluarganya. 

"Karena takut menyinggung dan membuat wanita tersebut bergerak semakin ekstrem akhirnya petugas memberikan waktu untuk menenangkan diri sekaligus memberinya minum," ujar Celvin. 

Polisi selanjutnya mengantarkan wanita tersebut ke Masjid Besar Al Hidayah, Gedangan.

"Kami hanya menuruti permintaannya yaitu minta diantar Masjid terdekat," ujarnya. 

Sementara itu, penjaga masjid, Galang mengatakan, wanita tersebut tiba dalam kondisi masih terlihat ketakutan. Karena khawatir kondisinya kembali tidak terkendali, dia memilih tidak banyak mengajaknya berbicara. 

"Wanita tersebut tampak ketakutan. Saya gak sempat ajak ngobrol takut, nekat lagi," ujar Galang. 

Sekitar pukul 09.00 WIB, kerabat wanita tersebut dari Surabaya datang menjemput menggunakan sepeda motor. 

"Kerabatnya dari Surabaya nyusul naik motor menjemput," pungkasnya. (*/red)

Amankan Kipas Angin hingga Elpiji 50 Kg, Polisi Masih Dalami Penyebab Ledakan Ruko di Surabaya

By On Oktober 07, 2026

Kondisi ruko di kawasan Pertokoan San Antonio, Pakuwon City Surabaya, Jatim, ditutup pagar seng usai terjadi ledakan, Selasa, 06 Oktober 2026. 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan di RM Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). 

Barang bukti itu ditemukan setelah tim gabungan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Kepala Seksi (Kasi) Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukris Tri Hartanto mengatakan, olah TKP dilakukan oleh tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Siident Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident Satreskrim Polrestabes Surabaya, dan Bidlabfor Polda Jatim. 

"Tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya dari Siident Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Bidlabfor Polda Jatim telah melaksanakan olah TKP dugaan terjadinya ledakan di ruko tepatnya pertokoan San Antonio, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya," ujar Sukris kepada wartawan, Selasa, 06 Oktober 2026. 

Menurut Sukris, dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan ledakan. 

Barang bukti tersebut, kata dia, masih dalam proses pemeriksaan oleh Bidlabfor Polda Jatim. 

"Barang bukti sementara yang ditemukan adalah tabung gas elpiji volume 50 kilogram, kemudian ada beberapa kompor gas satu tungku dan beberapa yang lain," ujarnya. 

Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan satu tabung gas dari lokasi. 

Selain itu, polisi juga mengambil selang LPG yang berada di RM Nasi Tempong Sri Dewi. 

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya aktivitas memasak saat ledakan terjadi, Sukris belum dapat memberikan kesimpulan. Pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan analisis terhadap temuan di lokasi. 

"Nanti dianalisa dulu oleh tim dari Bidlabfor Polda Jatim dan nanti akan disampaikan lebih lanjut perkembangannya oleh tim penyidik," ujarnya. (*/red)

Dua Jasad Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan di Seruyan Kalteng

By On Oktober 05, 2026

Penemuan dua korban Kapal Virgo di Seruyan, Kalteng. 

BANJARMASIN, KabarXXI.Com - Dua jasad korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 ditemukan di wilayah Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kedua jasad itu telah dievakuasi ke Banjarmasin. 

Kepala SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana mengatakan, kedua korban telah dibawa ke Pos TNI AL Kumai untuk selanjutnya mendapatkan penanganan dan proses identifikasi oleh tim terkait. 

"Hari ini kita kembali menemukan dua korban di daerah Seruyan. Kedua korban dibawa ke Pos TNI AL Kumai untuk selanjutnya mendapatkan penanganan dan proses identifikasi oleh tim terkait," kata Putu Sudayana kepada wartawan, Minggu, 04 Oktober 2026. 

Menurut Putu, operasi SAR akan terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia serta memperkuat koordinasi antarpihak di lapangan. 

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terus bekerja di lapangan, baik melalui jalur laut maupun darat. 

"Operasi SAR akan terus kita lakukan, kita akan mengerahkan tim baik itu darat, laur maupun udara," pungkasnya. (*/red)

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi!

By On Oktober 05, 2026

Densus 88 Antiteror Polri mengamankan salah satu tersangka terduga terorisme, Jumat, 02 Oktober 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melancarkan operasi penegakan hukum serentak di enam provinsi sejak Jumat, 02 Oktober 2026. 

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 11 tersangka kasus terorisme yang terafiliasi dengan jaringan Daulah Islamiyah serta kelompok teror lainnya. 

"11 tersangka yang diamankan tersebut beriniisial HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), MF (37), AF (26), dan MW (42)," ujar Juru Bicara (Jubir) Densus 88 AT Polri, KBP Mayndra Eka Wardhana dalam keterangannya, Minggu, 04 Oktober 2026. 

Penangkapan itu berlangsung di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara. 

Selain itu, beberapa di antaranya terindikasi telah mengikuti pelatihan militansi, termasuk latihan fisik dan latihan menembak. 

"Penyidikan awal menunjukkan para tersangka dari berbagai daerah ini terhubung secara virtual. Mereka memanfaatkan pertemuan daring untuk proses indoktrinasi, pembinaan, dan konsolidasi jaringan," ujarnya. 

Saat ini, Densus 88 masih melanjutkan proses penyidikan, mencakup penggeledahan, penyitaan barang bukti, serta pemeriksaan saksi dan tersangka sesuai SOP. 

Langkah tersebut diambil sebagai upaya deteksi dini guna mencegah terjadinya aksi terorisme di Indonesia. (*/red)

Mabes Polri Tangani Kasus Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

By On September 29, 2026

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir (tengah). 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengambil alih penanganan perkara kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. 

Kasus itu sebelumnya ditangani Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). 

"Sejak awal kejadian, Polri bersama Basarnas, TNI, dan stakeholder terkait telah melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan secara terpadu, baik dalam mendukung operasi SAR, evakuasi dan pelayanan kepada korban maupun keluarga korban, maupun dalam proses penyelidikan dan penyidikan," ujar Kadivhumas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir melalui keterangan tertulis, Senin, 28 September 2026. 

"Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan," imbuhnya. 

Isir menyebut, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan telah melakukan serangkaian penyelidikan. 

Menurutnya, Nakhoda Kapal, Anak Buah Kapal (ABK) yang selamat, hingga pihak-pihak terkait telah dimintai keterangan. 

"Penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait, sehingga setiap fakta yang ditemukan dapat menjadi bagian dari proses penanganan perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tuturnya. 

Isir mengatakan, operasi pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. 

Dia menyebut, operasi tersebut melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan. 

Berdasarkan data perkembangan per 28 September 2026, tim SAR telah menemukan sebanyak 174 orang dari total 243 orang yang tercatat di dalam manifes kapal. 

Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, 66 orang meninggal dunia, dan 69 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian. 

Polri mengerahkan armada kapal, helikopter pantau udara, serta Tim Disaster Victim Identification (DVI). 

Tim DVI fokus mengidentifikasi jenazah korban dengan mencocokkan data ante mortem dari pihak keluarga dengan data post mortem korban. 

"Polri menyampaikan empati dan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kami memahami bahwa keluarga membutuhkan kepastian dan informasi," ujarnya. 

"Karena itu, bersama Basarnas, TNI dan seluruh stakeholder terkait, kami terus memberikan dukungan terhadap operasi SAR, evakuasi, proses identifikasi dan pelayanan kepada keluarga sesuai perkembangan di lapangan," imbuhnya. 

Isir mengatakan, tim SAR masih menyisir perairan di sekitar area kecelakaan. 

Sementara, penyidik Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri terus mengumpulkan alat bukti untuk mengusut peristiwa itu. 

"Penanganan kemanusiaan dan proses hukum berjalan secara beriringan. Seluruh unsur terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing dalam satu upaya penanganan terpadu," ujarnya. 

"Polri akan melanjutkan proses perkara untuk memperoleh fakta hukum secara utuh dan menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," pungkasnya. (*/red)

Penjaga Lapak Solar Diduga Ancam Wartawan, PERWAST Kecam Intimidasi dan Minta Kapolda Banten Usut Tuntas

By On September 26, 2026

Logo PERWAST. 

SERANG, KabarXXI.Com — Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST) mengecam dugaan ancaman kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik terkait aktivitas lapak solar yang diduga ilegal di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon, Banten. 

Kecaman tersebut menyusul beredarnya video pengakuan seorang pria yang disebut sebagai penjaga lapak. 

Dalam video itu, pria tersebut mengaku mendapat perintah untuk menggebuk wartawan yang datang melakukan konfirmasi, serta menyebut nama Jhon dan Alex. 

PERWAST menilai, dugaan ancaman tersebut merupakan persoalan serius karena menyangkut keselamatan wartawan dan kemerdekaan pers. 

Kebenaran isi video tersebut selanjutnya diminta untuk diperiksa dan dibuktikan melalui proses hukum. 

Ketua PERWAST, Mansar, meminta Kapolda Banten dan jajaran segera menindaklanjuti dugaan tersebut. 

“Kalau benar ada perintah untuk menggebuk wartawan, ini bukan lagi persoalan pemberitaan, tetapi sudah menyangkut keselamatan wartawan dan kemerdekaan pers. Kami meminta Kapolda Banten segera mengusut siapa yang memberikan perintah tersebut,” tegas Mansar melalui keterangan, Jumat, 26 September 2026. 

Mansar menegaskan, apabila ada pihak yang merasa keberatan terhadap pemberitaan, penyelesaiannya dapat ditempuh melalui hak jawab dan hak koreksi, bukan dengan ancaman atau kekerasan. 

“Jangan menghadapi wartawan dengan ancaman. Gunakan mekanisme yang sudah diatur dalam Undang-Undang Pers,” ujarnya. 

PERWAST juga meminta aparat menelusuri dugaan aktivitas lapak solar yang menjadi objek pemberitaan, termasuk aspek legalitas dan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi apabila ditemukan indikasi pelanggaran. 

PERWAST menegaskan akan mengawal persoalan ini dan meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap keselamatan wartawan serta kemerdekaan pers di wilayah Banten. (*/red)

Gubernur Andra Soni Datangi Rumah ABK Arupadhatu Surakman, Sampaikan Duka Mendalam

By On September 24, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni mendatangi rumah ABK Arupadhatu I, Surakman, yang jenazahnya ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, Rabu, 23 September 2026. 

PANDEGLANG, KabarXXI.Com - Suasana duka sekaligus haru menyelimuti kediaman keluarga Surakman (60), di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 23 September 2026. 

Keluarga, kerabat, dan tetangga silih berganti berdatangan setelah mendapat kepastian bahwa Surakman, Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang di Selat Sunda, telah teridentifikasi. 

​Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni yang bertakziah ke rumah duka bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Kapolres Pandeglang, AKBP Sonny Harsono. 

​Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa jenazah yang sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026, dipastikan adalah Surakman. 

Kepastian ini diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan rekam medis dan DNA oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri. 

​“Berdasarkan laporan DVI Pusdokkes Polri, jenazah yang ditemukan di Enggano tersebut teridentifikasi secara DNA sebagai Surakman,” kata Gubernur Andra Soni. 

​Surakman merupakan satu dari delapan orang penumpang dan awak KM Arupadhatu I yang dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026 saat berlayar menuju perairan Selat Sunda Gunung Anak Krakatau. 

Selain kru kapal, terdapat lima jurnalis yang turut serta dalam pelayaran tersebut. 

Diketahui sebelumnya, jenazah telah melalui serangkaian pemeriksaan forensik yang meliputi sidik jari, susunan gigi, dan properti. 

Karena identitas belum dapat dipastikan dari data primer awal, proses identifikasi dilanjutkan melalui tes DNA. 

Hasil tes tersebut menunjukkan kecocokan genetik dengan keluarga Surakman, yang sekaligus mengakhiri penantian keluarga selama lebih dari dua pekan. 

​Putra Surakman, Yayat Suryadi (34), menuturkan bahwa pihak keluarga terus menggelar doa bersama sejak sang ayah dinyatakan hilang. 

​“Sejak hilang sampai sekarang, kami terus mengadakan pengajian di rumah. Setiap malam kami bersama-sama warga memanjatkan doa,” ujar Yayat. 

​Yayat mengenang ayahnya sebagai sosok nelayan tangguh yang telah melaut sejak lulus Sekolah Dasar (SD). Almarhum Surakman berpulang dengan meninggalkan dua orang anak dan enam cucu. 

​Saat ini, keluarga tengah bersiap menyambut kepulangan jenazah almarhum. Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis, 24 September 2026, sekitar pukul 07.20 WIB. 

​“Dari bandara jenazah akan dibawa ke sini, kemudian disalatkan di masjid. Setelah itu, langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kidemang,” tutur Yayat. 

​Masyarakat setempat juga tampak bergotong royong membantu proses persiapan pemakaman, yang nantinya akan dilanjutkan dengan rangkaian acara tahlilan oleh pihak keluarga. (Welfendry)

Korban Tewas Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan Bertambah, Jadi 19 Orang

By On September 24, 2026

Korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG). 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Tim gabungan kembali menemukan satu korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, pada Rabu, 23 September 2026. 

Korban tersebut merupakan korban ke-19 yang ditemukan sejak operasi pencarian dilakukan. 

Satu jasad ditemukan dan dievakuasi oleh tim gabungan Basarnas Special Group (BSG) bersama unsur Potensi SAR dari area bangkai kapal yang telah karam. 

"Korban ditemukan saat tim gabungan melakukan penyelamatan di sekitar badan kapal KM Virgo Transport 8," kata Kepala Basarnas, M. Syafii, Rabu  23 September 2026. 

Setelah dievakuasi dari kedalaman Laut Jawa, jasad tersebut dipindahkan ke KN SAR Pacitan sebelum diterbangkan menggunakan helikopter HR 3601 menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin. 

Setibanya di lanud, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses otopsi dan identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. 

M. Syafii mengatakan, kondisi jarak pandang yang keruh dan arus bawah laut tidak menghalangi upaya personel dalam melakukan pencarian. 

Pihaknya bertekad melanjutkan penyisiran hingga seluruh korban yang masih hilang ditemukan dan diserahkan kepada keluarga. 

"Setiap korban yang berhasil ditemukan merupakan amanah yang harus kami evakuasi dan serahkan kepada keluarga. Tim Sar akan terus berupaya melakukan pencarian hingga seluruh korban dapat ditemukan," ujarnya. 

Hingga saat ini, penyisiran masih berlangsung dengan mengerahkan armada gabungan dari Basarnas, BSG, TNI, Polri, serta relawan SAR daerah. 

Diketahui sebelumnya, KMP Virgo Transport 8 dilaporkan putus komunikasi pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar di kawasan Laut Jawa. 

Kapal tersebut tengah menempuh rute dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, ketika komunikasi dengan kapal terputus. 

Merujuk dokumen manifest pelayaran, kapal buatan Jepang yang telah beroperasi sejak 1987 itu tercatat membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang dan kru. Selain itu, kapal tersebut mengangkut 89 unit kendaraan. 

Saat ini, tim gabungan masih mencari 116 orang yang dilaporkan hilang dalam kecelakaan kapal tersebut. 

Sejak 2025, pengoperasian KM Virgo Transport 8 di Indonesia berada di bawah tanggung jawab PT Virgo Karya Shipping yang berkantor di Tanjung Perak, Surabaya, dan Banjarmasin. ("/red)

Polisi Sebut Jasad Satu Kru Kapal Arupadhatu Cocok dengan DNA Anak

By On September 24, 2026

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Polri resmi mengumumkan telah menemukan jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman, yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). 

Kapolda Banten, Irjen Hengki mengatakan, penemuan jasad tersebut bermula dari ditemukannya sesosok mayat di perairan Enggano, Bengkulu. 

Identifikasi tersebut, kata dia, berhasil setelah dilakukan pencocokan DNA keluarga delapan orang dalam rombongan tersebut. 

Menurut Hengki, proses identifikasi dilakukan secara profesional oleh ahli di bidangnya. 

Oleh karena itu, kata Hengki, pihaknya memastikan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. 

"Secara keahlian dari Biddokkes Polri yang melakukan DNA dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," ujar Hengki saat Jumpa Pers, Rabu, 23 September 2026. 

Hengki mengatakan, jenazah Surakman akan dibawa ke Banten dari Bengkulu pada Kamis, 24 September 2026. 

Rencananya, kata dia, jasad Surakman akan diterbangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). 

"Jenazah akan dikirim, diberangkatkan besok dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Akan diterima bersama Gubernur, Basarnas, tim terpadu menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soetta," kata Hengki. 

Namun, Hengki belum menguraikan detail waktu pemulangan jenazah tersebut. Hingga kini, jenazah masih dalam proses persiapan di Bengkulu. 

"Besok kita tinggal lihat jam, waktu masih dilakukan persiapan di Bengkulu," ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. 

Tim kedokteran forensik kepolisian resmi mengumumkan bahwa jasad tersebut identik dengan Abah Surakman (60), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin, 07 September 2026. 

Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Kahyapu dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. 

Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan identik. 

Penemuan jasad Abah Surakman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu. 

Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi GAK. 

Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut, di antaranya Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku Anak Buah Kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Arie Basuki (jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (jurnalis iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance). (*/red)

Demo Rektor UINSA Surabaya, Mahasiswa Segel Gerbang hingga Kuliah Lumpuh

By On September 22, 2026

Massa mahasiswa menyegel pintu gerbang UINSA Surabaya alam aksinya menuntut rektor terpilih mundur. 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali menggelar aksi meminta Rektor Akhmad Muzakki mundur, Senin, 21 September 2026. 

Kali ini mahasiswa menyegel akses masuk dan menduduki kampus.

Korlap aksi UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana atau Ale mengatakan bahwa aksi hari ini merupakan aksi lanjutan dari hari Rabu dan Kamis pekan lalu. 

Mahasiswa pengunjuk rasa sengaja 'ngeprank' jam aksi yang disebarkan melalui pamflet. 

"Hasil konsolidasi pamflet di-upload jam 1 (siang). Tetapi sebenarnya sudah mulai dari jam 7 (pagi). Jadi sebelum semua masuk ke kampus, kita sudah aksi," kata Ale kepada wartawan di depan kampus UINSA, Senin, 21 September 2026. 

Ale mengatakan, ada dua gerbang yang sedang disegel mahasiswa. Namun ada pintu di belakang area kampus yang masih bisa dilewati. 

Ia memastikan tidak akan melumpuhkan seluruh aktivitas di kampus. Untuk tenaga pendidik masih bisa masuk meski harus lewat pintu belakang. 

"Kita juga nggak melumpuhkan total kampus, kami ada pintu belakang, itu bisa diakses oleh semua. Jadi tadi juga sudah sempat kita imbau ketika di sana, ya kalau mau mengajar silakan atau mau belajar silakan," tuturnya. 

"Kita enggak menutup total pintu gitu. Masih ada gerbang belakang, masih ada pintu yang bisa dilewati, sehingga proses belajar mengajar itu juga masih tetap berjalan," imbuhhnya. 

Tujuan penyegelan kampus ini adalah bentuk kekecewaan mahasiswa. Mereka berharap semua tuntutan segera dipenuhi, khususnya mundurnya Rektor Muzakki. 

"Dengan upaya teman-teman ini semoga apa yang diharapkan tetap tercapai dan bisa menjadi evaluasi ke depannya," ujarnya. 

Penyegelan kampus ini, kata Ale, bisa saja akan bertahan lama. 

"Kemungkinan penyegelannya akan tetap bertahan beberapa hari mungkin," pungkasnya. (*/red)

Tiga Jenazah Berhasil Dievakuasi dari KM Virgo Transport 8 yang Sudah Tenggelam

By On September 22, 2026

KM Virgo Transport 8 sudah tak lagi muncul di permukaan air alias tenggelam di Laut Jawa. Anggota TNI AL menyelam untuk mengevakuasi korban. 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) menemukan tiga korban KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin, 21 September 2026. 

Ketiga korban ditemukan di dalam badan kapal saat tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian yang berlangsung sejak Senin pagi. 

Pada penyelaman sesi pertama, tim menemukan dua korban berjenis kelamin laki-laki di dalam kapal. 

Keduanya ditemukan masing-masing pada pukul 09.04 WITA dan 09.13 WITA. 

"Kedua jenazah tersebut langsung dievakuasi menggunakan Helikopter HR 3601 menuju Bandara Banjarmasin pada pukul 11.20 WITA untuk diserahkan kepada pihak terkait guna proses identifikasi," kata Kepala Basarnas, M. Syafii. 

Penyisiran dilanjutkan hingga siang hari. Pada pukul 14.24 WITA, tim BSG kembali menemukan satu korban yang terperangkap di dalam kapal. 

Korban ketiga tersebut juga langsung dievakuasi untuk menjalani penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut. 

Syafii menegaskan, seluruh unsur SAR Gabungan mengerahkan personel dan sarana secara maksimal untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban. 

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan dan mengevakuasi para korban. Kami tidak berhenti. Setiap temuan adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan kepastian kepada keluarga,” tuturnya. 

Ia menambahkan, operasi penyisiran di dalam badan KMP Virgo Transport 8 akan terus dilakukan dengan tetap memprioritaskan keselamatan para penyelam di lapangan. 

Hingga Senin, tim SAR Gabungan masih bersiaga dan melanjutkan penyisiran di area perairan tersebut. Sebagai informasi, KMP Virgo Transport 8 dinyatakan hilang di perairan Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026. 

Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin itu membawa 243 orang dan 89 unit kendaraan. (*/red)

Penyelam Basarnas Temukan Korban KM Virgo Transport 8 di Badan Kapal

By On September 22, 2026

Tim Penyelam BSG mengevakuasi satu korban KM Virgo Transport 8 yang ditemukan di dalam badan kapal di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, Minggu, 20 September 2026. (Tangkap Layar YouTube Basarnas Official) 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban terjebak di Kapal KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. 

Dalam proses pencarian, Basarnas berhasil menemukan satu korban. 

Kepala Basarnas, M Syafii mengatakan, pencarian dilakukan hari ini, Minggu  20 September 2026. Kini korban telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. 

"Korban ditemukan oleh penyelam BSG Basarnas saat melakukan pencarian di dalam badan kapal. Setelah berhasil ditemukan, korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk proses penanganan lebih lanjut," ujar Syafii dalam keterangannya. 

Menurut Syafii, korban akan dievakuasi melalui jalur udara menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas dengan teknik hoisting rescue net. 

Teknik tersebut digunakan untuk mengangkat korban dari kapal menuju helikopter secara aman dan terukur. 

"Seluruh unsur SAR terus berupaya maksimal dalam pencarian dan evakuasi korban. Penemuan satu korban hari ini merupakan hasil kerja keras seluruh Tim SAR Gabungan," tuturnya. 

Dia menambahkan, Basarnas terus melakukan pencarian secara maksimal. Mereka juga tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. 

"Setiap korban yang ditemukan menjadi amanah yang harus kami evakuasi dan serahkan kepada pihak keluarga," ucapnya. 

"Basarnas bersama seluruh unsur SAR Gabungan masih melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi dengan mengoptimalkan unsur penyelam, sarana laut, serta dukungan udara di sekitar lokasi KM Virgo Transport 8," imbuhnya. (*/red)

Gubernur Andra Soni Doa Bersama Keluarga Korban, Harap Ada Petunjuk Delapan Orang yang Hilang

By On September 19, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri doa bersama dengan keluarga delapan korban hilang kontak kapal Arupadhatu I, Kamis, 17 September 2026. 

PANDEGLANG, KabarXXI.Com - Gubernur Banten, Andra Soni bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni menghadiri doa bersama dengan keluarga delapan korban hilang kontak kapal Arupadhatu I. 

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu penginapan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 17 September 2026. 

​Doa bersama ini digelar sebagai bentuk dukungan moral dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kepada keluarga korban. 

Kegiatan ini sekaligus memanjatkan permohonan kepada Tuhan agar segera diberikan petunjuk terkait keberadaan kelima jurnalis, dua Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata yang hilang di perairan Selat Sunda. 

​Gubernur Andra Soni menyampaikan, kehadirannya merupakan bentuk komitmen Pemprov Banten untuk terus mendampingi keluarga. 

Meski operasi pencarian aktif oleh Tim SAR telah resmi ditutup pada hari ke-10, ia memastikan pemantauan di perairan Selat Sunda akan terus berjalan. 

​“Pemantauan tetap dilakukan dan kami akan terus berkoordinasi dengan Tim SAR,” ujarnya. 

​Ia memastikan, Pemprov Banten akan proaktif meneruskan setiap perkembangan informasi dari Tim SAR maupun pihak terkait. 

Hal ini dilakukan agar keluarga korban selalu mendapatkan pembaruan informasi yang akurat dan tepat waktu. 

​“Sekecil apa pun informasi yang kami peroleh, akan segera kami sampaikan kepada keluarga,” kata dia. 

​Andra Soni menegaskan, penghentian pencarian aktif bukan berarti harapan dan komunikasi terputus. 

Pihaknya berjanji akan mengawal setiap perkembangan di lapangan dan menjaga komunikasi intensif dengan berbagai pihak. 

​Suasana haru dan penuh harap menyelimuti kegiatan tersebut. Pemprov Banten berharap doa yang dipanjatkan dapat memberikan kekuatan bagi keluarga dan membuka jalan terbaik bagi para korban yang hingga kini masih dalam pencarian. (Welfendry)

Gugatan Moral untuk Gubernur Andra Soni tentang Mereka yang Belum Ditemukan

By On September 19, 2026

Kapal rombongan Jurnalis Banten hilang saat meliput Anak Krakatau. 

Oleh: Wisnu Bangun 

Kepada Yang Terhormat 

Gubernur Banten Bapak Andra Soni 

Di Tempat 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Bapak Gubernur yang saya hormati. Melalui surat terbuka ini saya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas segala dedikasi respons cepat dan kerja keras yang telah Bapak tunjukkan sejak hari pertama hilangnya 5 jurnalis dan 3 ABK di perairan Selat Sunda pada Senin 7 September 2026. 

Masyarakat Banten, bahkan mungkin dunia melihat dengan jelas bagaimana Bapak turun langsung ke laut bersama Tim SAR Gabungan menerjang ombak serta mengerahkan jajaran instansi daerah untuk mendirikan posko khusus demi keluarga korban. 

Saya tahu dan saya juga bisa merasakan kesedihan yang teramat mendalam di hati Bapak. 

Saya melihat bagaimana air mata Bapak menetes tak tertahankan begitu mendengar kabar teman-teman jurnalis itu hilang kontak. 

Kesedihan itu sangat beralasan dan memukul batin Bapak karena tepat pada malam sebelum peristiwa kelabu itu terjadi, Bapak masih sempat berkumpul dan bercanda ria bersama mereka. 

Kenangan manis yang begitu dekat yang dalam hitungan jam berubah menjadi penantian penuh duka di tepi pantai Carita. 

Hubungan emosional yang erat inilah yang mengetuk pintu hati saya untuk menulis surat ini. 

Di tengah duka setelah operasi pencarian aktif resmi ditutup pada Kamis, 17 September 2026,  saya merasa ada satu hal esensial yang tertinggal atau mungkin luput dari perhatian. 

Sebuah langkah kecil yang tidak digerakkan oleh protokoler ataupun anggaran APBD melainkan murni oleh getaran nurani sahabat dan kearifan budaya ketimuran kita. 

Sebagai wujud ikatan emosional dan gerakan moral langsung saya mengusulkan agar Bapak berkenan memberikan santunan finansial secara langsung dari kantong pribadi Bapak sendiri setidaknya Rp 10.000.000 (Sepuluh Juta) per keluarga korban tanpa melalui perantara birokrasi ataupun kas negara. 

Bagi mereka yang kehilangan tulang punggung keluarga angka tersebut tentu tidak akan bisa menggantikan kehadiran sosok suami atau ayah yang hilang di lautan. 

Namun uluran tangan yang bersumber langsung dari keringat dan keikhlasan pribadi Bapak sebagai seorang sahabat yang malam sebelumnya tertawa bersama mereka akan memiliki makna spiritual dan moral yang luar biasa. 

Ini adalah wujud tertinggi dari kesetiakawanan seorang bapak dan sahabat kepada warganya yang sedang hancur hatinya. 

Tindakan spontan dari dompet pribadi Bapak akan menjadi teladan moral yang jitu bagi publik sekaligus menjadi pembeda bahwa kepedulian seorang pemimpin di tanah Banten tidak pernah dibatasi oleh sekat-sekat aturan birokrasi yang kaku. 

Besar harapan saya agar Bapak Andra Soni dapat mendengar suara hati ini dan menggenapi seluruh kebaikan yang telah Bapak lakukan dengan gerakan moral penutup yang menyentuh langsung ke dapur keluarga korban. 

Melalui surat ini pula izinkan saya menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. 

Saya mendoakan agar ketabahan dan kekuatan batin senantiasa menyelimuti keluarga dalam melewati masa-masa yang sangat berat ini. 

Saya juga menaruh rasa hormat dan bangga yang luar biasa kepada rekan-rekan wartawan yang aktif mendampingi di lapangan sejak awal peristiwa tanpa kenal lelah demi mengawal keterbukaan informasi bagi publik. 

Apresiasi tinggi dan doa keselamatan juga saya haturkan kepada seluruh tim pencari, baik Basarnas, TNI AL, Polairud, relawan, maupun masyarakat pesisir yang telah berjuang habis-habisan di tengah lautan Selat Sunda. 

Terima kasih atas perhatian waktu dan ketulusan Bapak dalam memimpin Provinsi Banten. 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Kota Serang, Banten 18 September 2026. 

Penulis adalah Wartawan Senior

Dugaan Keracunan MBG di Kediri, SPPG Di-suspend

By On September 19, 2026

Tumpukan wadah makan MBG di SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis, 17 September 2026. 

KEDIRI, KabarXXI.Com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliombo, Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim), resmi disuspend mulai Jumat, 18 September 2026. 

Langkah tersebut diambil usai 37 siswa dari SDN Kaliombo serta SDN 3 dan 4 Kampung Dalem diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 17 September 2026. 

Walikota Kediri, Vinanda Prameswati meninjau langsung SPPG Kaliombo setelah membesuk para siswa di RSUD Gambiran. 

Dari peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah pelanggaran serius dalam proses pengolahan makanan. 

Temuan pertama berkaitan dengan higienitas lokasi masak. Kucing liar terlihat bebas masuk ke area dapur saat bahan makanan ayam diletakkan di lantai. 

"Tadi sampai ada kucing masuk. Ketika ayamnya ditaruh di bawah, kucingnya masuk. Itu menjadi catatan kita. Nanti bisa kita laporkan kepada BGN," ujar Vinanda kepada wartawan, Kamis, 17 September 2026. 

Selain masalah sanitasi, petugas dapur juga ditemukan mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat mengolah makanan. 

Catatan krusial lainnya berada pada selisih waktu pengolahan makanan. Berdasarkan laporan, proses memasak diklaim dimulai pukul 02.00 WIB. 

Namun, rekaman CCTV menunjukkan aktivitas memasak sudah dimulai lebih dari empat jam lebih awal dari jadwal yang dilaporkan. 

"Ini berkaitan dengan jangka waktu memasak. Ini juga menjadi catatan kita, karena yang dilaporkan jam 2, tapi ternyata di CCTV bisa kita lihat lebih dari 4 jam," kata Vinanda. 

Atas rentetan temuan tersebut, operasional SPPG Kaliombo dihentikan sementara. 

Pemkot Kediri bakal mengkoordinasikan hasil investigasi dan evaluasi ini ke Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pihak yang berwenang. Pengawasan ketat juga akan diberlakukan pada seluruh SPPG lain di Kota Kediri. 

"Kita akan perkuat pengawasan, kita akan terus kawal, dan tentunya kita akan selalu melakukan evaluasi. Dari sisi sanitasi, kebersihan, dari sisi bahan makanan yang layak, ini harus kita terus evaluasi," pungkasnya. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *