SERANG, KabarXXI.Com – Antrean panjang kendaraan truk pengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU 34-42120 Ciagel, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, kembali dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi, antrean truk mengular hingga ratusan meter keluar area SPBU dan menutup sebagian badan Jalan Raya Serang - Jakarta. Akibatnya arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Para sopir mengaku harus mengantre sejak subuh untuk mendapatkan solar bersubsidi. Keterbatasan kuota dan keterlambatan pasokan disebut menjadi penyebab utama antrean.
Sementara itu, warga sekitar mengaku sangat terganggu. Aktivitas keluar masuk rumah dan usaha terhambat karena badan jalan tertutup truk.
“Kami sudah lama merasakan ini. Setiap hari macet karena antrean solar. Anak sekolah juga susah lewat. Kami minta ada solusi cepat,” ujar salah satu warga Ciagel.
Para pengguna jalan meminta tiga hal dan mendesak kepada pihak terkait:
1. Pengawasan ketat dari Pertamina Patra Niaga terhadap pendistribusian dan kuota solar di SPBU 34-42120.
2. Penertiban dan pengaturan lalu lintas oleh Dishub dan Kepolisian Sektor Kibin.
3. Penambahan kuota solar bersubsidi atau pengaturan jam khusus untuk kendaraan truk besar.
Ahmad, salah seorang pengguna jalan mengatakan, pihaknya meminta agar pengelola SPBU Ciagel berkordinasi dengan petugas kepolisian untuk mengurai antrean panjang kendaraan truk pengisi solar tersebut.
“Kami minta pengelola SPBU dan aparat terkait segera berkoordinasi untuk mengurai antrean. Jangan sampai antrean BBM mengganggu ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak management SPBU dan Satlantas Polres Serang belum memberikan keterangan. (*/red)
You are reading the newest post
Next Post »
