Berita Terbaru

Homecoming Festival IKA Unpad 2026: Menjahit Harmoni Lintas Generasi, Mengubah “Pulang” Menjadi Pengabdian

Homecoming Fest. 

Mempertemukan alumni dari baby boomers hingga Gen Z, Homecoming Festival IKA Unpad 2026 menjadikan kepulangan ke kampus sebagai ruang dialog, kolaborasi, dan kontribusi bagi almamater, masyarakat, serta Indonesia.

JATINANGOR, KabarXXI.ComApa arti pulang bagi seorang alumni? 

Bagi Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), pulang tidak hanya berarti kembali ke tempat seseorang pernah belajar, bertemu teman lama, atau mengenang masa muda. 

Kepulangan juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah diberikan kampus kepada para alumninya—dan apa yang kini dapat dikembalikan alumni kepada kampus, masyarakat, dan bangsa. 

Semangat inilah yang menjadi dasar penyelenggaraan Homecoming Festival IKA Unpad 2026 pada 19 September 2026 yang akan datang di Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dalam rangkaian Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran. 

Mengusung semangat “Kembali ke Jatinangor, Kembali ke Jati Diri,” Homecoming Festival dirancang sebagai ruang perjumpaan lintas generasi sekaligus momentum memperkuat sinergi antara universitas dan alumninya. 

Kampus terus melahirkan pengetahuan, gagasan, dan generasi baru. Di sisi lain, alumni membawa pengalaman, jejaring, sumber daya, serta perspektif dari berbagai bidang kehidupan. 

Ketika keduanya bertemu dan bekerja bersama, manfaatnya akan dapat menjangkau jauh melampaui batas kampus. 

Hal ini diutarakan Yhodhisman Soratha, S.IP., M.H., Sekretaris Jenderal IKA Unpad. 

“Alumni dan kampus sesungguhnya tidak pernah benar-benar terpisah. Alumni adalah bagian dari perjalanan panjang sebuah universitas, sementara kampus adalah tempat di mana banyak perjalanan hidup alumni bermula. Melalui Homecoming Festival, kami ingin hubungan ini terus hidup dan produktif: kampus dan alumni tumbuh bersama, lalu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat dan Indonesia,” papar Yhodhisman Soratha, S.IP., M.H., yang juga anggota Majelis Wali Amanat Unpad. 

Semangat tersebut sejalan dengan motto IKA Unpad, “Pengabdian untuk Semua.” Karena itu, Homecoming Festival tidak dirancang sebagai ruang eksklusif alumni. Mahasiswa, keluarga, komunitas, hingga masyarakat umum juga dapat menjadi bagian dari festival ini. 

Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, S.Si., Apt., Ph.D. menyatakan, bagi Universitas Padjadjaran, menjalin kemitraan dengan alumni merupakan bagian dari ekosistem kampus yang terbuka, inklusif, dan terus berkembang bersama masyarakat. 

“Relasi antara Unpad dan alumninya tidak berhenti setelah kelulusan. Justru dari sanalah hubungan itu dapat berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan, saling menguatkan, dan memberi dampak nyata. Melalui kemitraan yang terus dibangun, alumni dapat menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring, membuka peluang kolaborasi, serta memperkuat reputasi dan daya saing Universitas Padjadjaran di tingkat nasional maupun global. Dalam konteks ini, alumni bukan hanya bagian dari sejarah Unpad, tetapi juga mitra yang ikut menentukan langkah universitas ke depan,” ujar Prof. Rizky Abdulah, S.Si., Apt., Ph.D. 

Menjahit Percakapan Antar-Generasi

Hari ini, keluarga besar alumni Unpad membentang dari baby boomers, Generasi X, milenial, hingga Generasi Z. Mereka memasuki kampus pada zaman yang berbeda, menghadapi tantangan yang berbeda, dan memiliki cara berbeda dalam memandang pekerjaan, kepemimpinan, teknologi, serta masa depan. 

Karena itu, mempertemukan ribuan alumni dalam satu tempat saja tidak cukup. Homecoming Festival ingin menjadi ruang agar berbagai generasi tersebut dapat saling mendengar, saling memahami, dan saling belajar. 

“Menjahit harmoni beberapa generasi tentu tidak mudah. Setiap generasi memiliki pengalaman, bahasa, referensi, dan tantangannya sendiri. Justru karena itulah mereka perlu dipertemukan. Homecoming Festival kami bayangkan sebagai ruang dialog besar: generasi yang lebih senior mengatakan bahwa mereka masih ada dan siap mendukung, sementara generasi yang lebih muda menunjukkan bahwa mereka sudah hadir dengan gagasan baru dan siap menerima tongkat estafet,” ujar Edwin Irvanus, Festival Director Homecoming Festival IKA Unpad 2026. 

Dialog tersebut tidak selalu harus berlangsung di ruang seminar. Ia dapat tumbuh melalui percakapan antarteman, kegiatan sosial, olahraga, aktivitas mahasiswa, kolaborasi bisnis, maupun sekadar saling bercerita tentang Jatinangor dulu dan sekarang. 

Satu Hari, Banyak Cara untuk Kembali

Semangat itu diterjemahkan ke dalam perjalanan sepanjang hari yang dapat dirancang sendiri oleh setiap alumni dan pengunjung. 

Homecoming Festival dimulai pada pagi hari melalui Press Conference Kick Off, sebelum alumni dan pengunjung memilih “menu” pengalaman yang paling dekat dengan minat maupun cara mereka ingin berkontribusi. 

Mereka dapat meninggalkan jejak untuk masa depan melalui Penanaman dan Adopsi Pohon di Alumni Garden; mendengarkan perspektif generasi baru melalui Career Talk bersama sejumlah alumni Gen Z Unpad yang telah mencetak nama besar di tingkat nasional dan internasional; menikmati kreativitas keluarga besar Unpad melalui Pentas Seni serta Bazar UMKM dan Unit Usaha Unpad; mengikuti Kampus Kompas TV; berkompetisi dalam Mobile Legends Competition; atau kembali terhubung melalui Golf Friendly Match. 

Rangkaian perjalanan tersebut kemudian bertemu di penghujung hari melalui Jatinangor Music Fest, yang menghadirkan Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya. 

Pulang dengan Meninggalkan Manfaat

Bagi IKA Unpad, sebuah homecoming seharusnya meninggalkan sesuatu setelah panggung ditutup dan alumni kembali ke rumah masing-masing. 

Salah satunya diwujudkan melalui Penanaman dan Adopsi Pohon di Alumni Garden, sebagai langkah mendukung cita-cita Universitas Padjadjaran menjadi Green Campus. 

Pohon yang ditanam menjadi simbol hubungan alumni dengan almamater: sesuatu yang dimulai hari ini, dirawat bersama, dan manfaatnya dapat dirasakan generasi berikutnya. 

Dalam kegiatan Homecoming Festival harapannya dapat disosialisasikan  mengenai Dana Abadi Universitas Padjadjaran, yang diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pendidikan dan memberikan kesempatan pembelajaran yang semakin baik bagi mahasiswa Unpad hari ini maupun di masa mendatang. 

Panitia bekerja sama dengan sejumlah lembaga sosial untuk membuka ruang bagi alumni yang ingin menyalurkan donasi kepada berbagai causes dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. 

Karena itu, Homecoming Festival bukan sekadar pesta besar alumni. Kegembiraan tetap menjadi bagian penting karena mampu mempertemukan orang, tetapi pertemuan tersebut diharapkan melahirkan sesuatu yang lebih panjang: hubungan yang kembali terjalin, kolaborasi baru, kepedulian terhadap lingkungan, dukungan bagi pendidikan, dan manfaat bagi masyarakat. 

“Kami tidak ingin orang pulang dari Homecoming Festival hanya membawa foto reuni dan cerita tentang konser yang seru. Akan jauh lebih berarti apabila dari pertemuan ini ada pohon yang terus tumbuh, ada pendidikan yang semakin baik, ada masyarakat yang terbantu, ada kolaborasi baru yang lahir, dan ada generasi berikutnya yang merasakan manfaatnya,” tambah Yhodhisman Soratha. 

Tiga Generasi, Satu Panggung

Semangat lintas generasi tersebut juga tercermin dalam Jatinangor Music Fest, yang menjadi puncak Homecoming Festival. 

Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya membawa warna musik dan basis pendengar dari periode yang berbeda, sekaligus merepresentasikan tiga generasi besar yang akan bertemu di Jatinangor. 

Ada lagu yang membawa seseorang kembali ke masa kuliah puluhan tahun lalu, dan ada pula musik yang mewakili keseharian mahasiswa serta alumni muda hari ini. 

Menariknya, tidak ada musisi alumni Unpad yang secara khusus ditempatkan sebagai penampil utama. 

“Kali ini alumni cukup menikmati,” tutur Edwin. 

“Begitu banyak alumni Unpad yang setiap hari sudah bekerja, berkarya, dan berkontribusi di bidangnya masing-masing. Jadi untuk satu malam, biarlah alumni datang sebagai penonton. Kali ini giliran teman-teman musisi dari luar yang menghibur alumni Unpad—semuanya.” 

Namun “semuanya” juga berarti lebih luas daripada alumni. Jatinangor Music Fest dan berbagai bagian Homecoming Festival terbuka bagi masyarakat, sejalan dengan semangat “Pengabdian untuk Semua.” 

Hingga hari ini, tiket Jatinangor Music Fest, salah satu mata acara favorit di Homecoming Festival, hanya tersisa sangat terbatas dan masih dapat diperoleh melalui tautan ini

Pada akhirnya, Homecoming Festival IKA Unpad 2026 ingin mengembalikan makna homecoming pada sesuatu yang sederhana: pulang untuk mengingat dari mana perjalanan dimulai, pulang untuk kembali bertemu, pulang untuk mendengarkan generasi sebelum dan sesudah kita, serta pulang untuk kembali mengambil peran. 

Karena hubungan dengan almamater bukan hanya mengenai apa yang pernah diterima ketika menjadi mahasiswa, tetapi juga apa yang dapat diwariskan kepada mereka yang datang kemudian dan apa yang dapat dilakukan bersama untuk masyarakat dan Indonesia. (*/red)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *