Berita Terbaru

Disdikpora Pandeglang dan DPD KESTI TTKKDH Bahas Kerja Sama Program Pelatihan Pencak Silat di Lingkungan Sekolah

By On Juni 09, 2026

Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang bersama DPD KESTI TTKKDH menggelar pembahasan terkait kerja sama program pengembangan dan pelatihan pencak silat di lingkungan pendidikan. 

PANDEGLANG, KabarXXI.Com Upaya pelestarian budaya sekaligus pembinaan generasi muda melalui pencak silat terus didorong di Kabupaten Pandeglang. 

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang, H. Sutoto bersama Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kebudayaan Seni Tari dan Silat Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (DPD KESTI TTKKDH) Kabupaten Pandeglang Surya Wijaya menggelar pembahasan terkait kerja sama program pengembangan dan pelatihan pencak silat di lingkungan pendidikan. 

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 09 Juni 2026 tersebut membahas rencana penerapan program pencak silat sebagai bagian dari kegiatan pendidikan, baik melalui muatan kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler pada jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Pandeglang pada Tahun Ajaran 2026/2027. 

Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, H. Sutoto menyampaikan dukungannya terhadap program yang diinisiasi DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang tersebut. 

Menurutnya, pengembangan pencak silat di lingkungan sekolah tidak hanya bertujuan melestarikan budaya bangsa, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan jiwa sportif peserta didik. 

“Pada prinsipnya kami mendukung dan mendorong kegiatan yang akan dilaksanakan bersama DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang dalam rangka pengembangan dan pelatihan pencak silat di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Pandeglang,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang  Surya Wijaya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai program pengembangan dan pelatihan pencak silat yang berorientasi pada pelestarian seni tradisi sekaligus pembinaan prestasi atlet. 

“Kami telah mempersiapkan program-program pengembangan dan pelatihan pencak silat KESTI TTKKDH, baik untuk penguatan seni tradisi maupun pencapaian prestasi. Bahkan konsep kurikulum dan materi pembelajaran juga sudah kami siapkan untuk mendukung pelaksanaannya di sekolah,” jelasnya. 

Ia berharap, kerja sama dengan Disdikpora Kabupaten Pandeglang dapat segera direalisasikan sehingga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa dapat semakin dikenal dan diminati oleh kalangan pelajar. 

Program tersebut juga diharapkan mampu mencetak atlet-atlet pencak silat berprestasi dari Kabupaten Pandeglang sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. 

Dengan adanya sinergi antara Disdikpora Kabupaten Pandeglang dan DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang, pencak silat diharapkan menjadi salah satu kegiatan pendidikan yang mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, berbudaya, sehat, dan berprestasi. (Dra/Red) 

Gubernur Andra Soni Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang Sesuai Target

By On Juni 08, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Banten di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin, 08 Juni 2026. 

PANDEGLANG, KabarXXI.Com - Gubernur Banten, Andra Soni memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Banten di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, berjalan sesuai target. 

Saat meninjau lokasi pada Senin, 08 Juni 2026, Gubernur Andra Soni mengatakan bahwa sekolah yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis itu ditargetkan selesai akhir Juni dan mulai beroperasi pada Juli 2026. 

Berdasarkan laporan Kementerian PU, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang telah mencapai 67,71 persen. 

Sejumlah bangunan utama sudah memasuki tahap pemasangan atap sehingga pekerjaan arsitektur dan penyelesaian interior dapat dipercepat. 

“Progresnya sesuai dengan yang ditargetkan. Target operasional di Juli,” kata Andra Soni. 

Ia menilai, Sekolah Rakyat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. 

Program ini, kata dia, merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. 

Menurut Andra Soni, pada tahun ajaran 2026-2027, Sekolah Rakyat Pandeglang akan menampung sekitar 500 siswa dari berbagai daerah di Banten dengan prioritas warga Kabupaten Pandeglang. 

Fasilitas yang dibangun juga cukup lengkap, meliputi gedung pendidikan, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, serta sarana pendukung lainnya. 

Sementara itu, Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Kementerian PU, Nabil Muhammad mengatakan, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak juga telah mencapai 66,42 persen. 

“Untuk Pandeglang sudah 67,71 persen. Sementara Lebak sekitar 66,42 persen,” ujarnya. 

Ia menegaskan, percepatan pembangunan terus dilakukan melalui penambahan tenaga kerja, peralatan, material, serta pekerjaan arsitektur yang dikerjakan secara paralel. 

Pihaknya optimis seluruh pekerjaan, termasuk jalan kawasan, dapat selesai pada akhir Juni dan difungsikan pada Juli 2026. 

Di sisi lain, proses verifikasi calon siswa masih berlangsung. 

Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten, Farhah Syibli mengatakan, verifikasi dilakukan secara door to door di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten dengan memprioritaskan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Sekolah Rakyat Pandeglang akan membuka masing-masing tiga rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 30 siswa per rombongan. 

Farhah menyebut, kuota siswa SMA telah terpenuhi, sementara proses verifikasi untuk SD dan SMP masih berjalan karena masih terdapat kuota yang belum terisi. 

Dengan progres pembangunan yang terus meningkat dan proses seleksi peserta didik yang berlangsung, Sekolah Rakyat Pandeglang diharapkan mulai beroperasi pada Juli 2026 sebagai pusat pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Banten. (Welfendry) 

Viral Naik Motor Tidak Pake Helm, Kadinkes Pandeglang: Saya Lagi Dampingi Pak Menteri dari Kampung ke Kampung

By On Juni 06, 2026

Kadinkes Pandeglang, Hj. Eniyati. 

PANDEGLANG, KabarXXI.Com - Viral di media sosial (medsos IG) rombongan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pandeglang naik kendaraan bermotor roda dua tanpa menggunakan helm. 

Dalam video itu tampak rombongan berjumlah sekitar 30 motor itu diketahui tengah mendampingi pihak Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mengunjungi masyarakat di wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. 

Video itu mengundang ragam komentar dari para netizen. Video itu diposting  di akun medsos IG Dinkes Pandeglang tanpa persetujuan kepala dinas. 

Kadinkes Pandeglang, Hj. Eniyati mengatakan, rombongan berjumlah sekitar 30 motor itu dalam rangka kunjungan rumah warga yang tidak bisa ditempuh oleh kendaraan roda empat. 

"Itu kesalahan admin medsos Dinkes, tidak boleh dishare, ternyata tanpa sepengetahuan saya dishare. Tujuannya baik karena dia (admin) menayangkan video saat menggunakan motor. Itu kunjungan ke ke rumah warga untuk melihat kondisi balita gizi buruk di Leuwidamar," tuturnya, kepada awak media, Sabtu 06 Juni 2026. 

"Kegiatan itu bersama Pak Menteri. Sekitar dua bulan yang lalu, ya sekitar bulan April kalau gak salah. Admin saya langsung meminta ma’af atas kejadian itu. Ya apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur, vidio sudah tayang, gak mungkin saya marah ke staf saya sendiri, cuma saya menasehati agar tidak mengulangi lagu," imbuhnya. 

Dalam kegiatan itu, kata dia, ada sekitar 30 motor yang disediakan oleh panitia untuk mengunjungi masyarakat yang perlu bantuan, dan jaraknya deket dari lokasi launcing. 

"Ya itu bukan sedang piknik atau apa ya, karena memang sedang mengemban tugas serta amanat dari undang-Undang dalam melayani masyarakat," pungkasnya. 

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak merasa alergi terhadap kritikan, ataupun komentar pedas netizen. Bahkan postingan yang sebelumnya hanya diposting di akun IG tempatnya bekerja, dan kedapatan diposting oleh akun lainnya. 

"Ya biarkan saja, saya pikir saya sedang kerja bukan lagi main. Kami sedang mengawal Pak Menteri dalam kegiatan pelayanan KB serentak di Provinsi Banten. Kebetulan launcing kegiatannya dipusatkan di Kecamatan Leuwidamar," tuturnya. (seps)

Dinilai Kurang Optimal, KWRI Minta Korwil SPPI Kabupaten Pandeglang Dicopot

By On Juni 04, 2026



PANDEGLANG, KabarXXI.Com -- Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC-KWRI) Kabupaten Pandeglang kembali melakukan Audiensi terkait adanya Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Pandeglang, Rofiatul yang bermasalah lantaran dinilai kurang optimal dalam tugasnya. 

Audiensi tersebut digelar di Ofrum Setda Pandeglang, Kamis, 06 Juni 2026, dihadiri Asda III, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang, Satintel Polres Pandeglang dan Intel Kodim 0601 Pandeglang. 

Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPC KWRI Kabupaten Pandeglang, Rudi Suhaemat menyampaikan bahwa Korwil SPPI Kabupaten Pandeglang kurang optimal. 

Seharusnya, kata Rudi, kewajiban Korwil SPPI dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa memimpin, mensurvei, serta mengawasi operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Pandeglang, agar berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN). Justru berbalik arah. 

"Secara spesifik, kewajiban mereka meliputi, koordinasi wilayah, mengatur dan mengawasi pelaksanaan program MBG bersama pemerintah daerah, Satuan Petugas (Satgas) program MBG dan masyarakat Pandeglang. Namun kami nilai kurang berkordinasi dengan semua pihak," kata Rudi. 

Menurutnya,Korwil SPPI Program MBG Kabupaten diduga tidak kooperatif, selalu menghindar dari berbagai organisasi, Lembaga dan Pemerintah. 

"Ya ini harus segera dicopot dari jabatanya, evaluasi dan penataan struktur organisasi program MBG di wilayah Kabupaten Pandeglang. Buat apa sudah setahun lebih menjabat tidak ada koordinasi sehingga buat gaduh dan bergejolak di Pandeglang," pungkasnya. 

Untuk itu, kata Rudi, pihaknya mengajukan permohonan pencopotan, pemindahan dan penugasan baru Kepada Satgas  Kabupaten Pandeglang agar merekomendasikan ke BGN. 

‎"Adapun identitas pejabat yang bersangkutan bernama Rofiatul yang juga selaku Kepala SPPG Banyubiru, Kecamatan Labuan, dengan ‎Jabatan saat ini, Korwil SPPI Kabupaten Pandeglang," ujarnya. 

‎"Permohonan pencopotan atau pemindahan ini kami ajukan dengan pertimbangan bahwa Korwil SPPI kurang optimal, minim pengawasan,  tidak kooperatif terhadap berbagai organisasi dan lembaga yang ada di Kabupaten Pandeglang, termasuk Pemerintah," imbuhnya. 

Menanggapi hal itu, Asisten Daerah Setda Pandeglang sekaligus Wakil Satgas Program MBG Kabupaten Pandeglang, Tb. Nandar Suptandar mencatat dan akan menindaklanjuti persoalan yang sedang bergejolak di masyarakat terkait program MBG. 

"Silahkan apa yang mau disampaikan secara subtansial kami akan catat dan akan kami tindaklanjuti. Sebab, Korwil SPPI Kabupaten Pandeglang di bawah BGN, maka kami akan berkordinasi dengan para pihak," ujarnya. (*/red)

Kadisdikpora Pandeglang dan DPD KESTI TTKKDH Canangkan Program Pelestarian Budaya Pencak Silat

By On Mei 26, 2026

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang, H. Sutoto saat menerima audiensi jajaran pengurus KESTI TTKKDH. 

PANDEGLANG, KabarXXI.ComKepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang, H. Sutoto menerima audiensi jajaran pengurus KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD, Surya Wijaya, di Aula Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, pada Selasa, 26 Mei 2026. 

Pertemuan tersebut membahas pencanangan program pelestarian budaya pencak silat sebagai salah satu langkah strategis dalam menjaga warisan budaya daerah sekaligus membangun karakter generasi muda melalui seni bela diri tradisional. 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dindikpora H. Sutoto menegaskan komitmen pemerintah daerah melalui Dindikpora untuk mendukung penuh program-program yang berkaitan dengan pelestarian budaya pencak silat di Pandeglang. 

"Kami siap mendukung setiap kegiatan positif yang dilaksanakan KESTI TTKKDH, khususnya yang berhubungan dengan pelestarian budaya pencak silat sebagai warisan leluhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda," ujar Sutoto. 

Sementara itu, Ketua DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang, Surya Wijaya menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Dindikpora dan berharap sinergi ini dapat melahirkan berbagai program nyata untuk kemajuan pencak silat di Kabupaten Pandeglang. 

Adapun program yang direncanakan meliputi pembinaan atlet dan generasi muda, pelatihan pencak silat tradisional, penyelenggaraan festival budaya, serta penguatan nilai-nilai karakter melalui seni bela diri pencak silat. 

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan prestasi olahraga pencak silat di Kabupaten Pandeglang. (Asep/Red)

Abuya Muhtadi Pimpin Istighosah Silaturahmi Akbar dan Pelantikan Serentak DPC KESTI TTKKDH se-Kabupaten Pandeglang

By On Mei 11, 2026

Silaturahmi Akbar dan Pelantikan Serentak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KESTI TTKKDH se-Kabupaten Pandeglang, masa bakti 2026–2029, yang digelar di Pendopo Bupati Pandeglang, Senin, 11 Mei 2026. 

PANDEGLANG, KabarXXI.ComSuasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Silaturahmi Akbar dan Pelantikan Serentak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KESTI TTKKDH se-Kabupaten Pandeglang, masa bakti 2026–2029, yang digelar di Pendopo Bupati Pandeglang, Senin, 11 Mei 2026. 

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 25 DPC KESTI TTKKDH tingkat kecamatan se-Kabupaten Pandeglang resmi dilantik secara serentak, dengan jumlah sekitar 600 pengurus DPC yang dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2029. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terhadap keberadaan KESTI TTKKDH sebagai organisasi budaya yang berperan penting dalam melestarikan seni bela diri tradisional serta memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. 

Sementara itu, Surya Wijaya, selaku Ketua DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Silaturahmi Akbar dan pelantikan serentak tersebut. 

Ia berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan menjaga soliditas antar sesama anggota. 

Turut memberikan sambutan, H. Maman yang menegaskan pentingnya menjaga marwah organisasi, memperkuat kekompakan, serta terus melestarikan nilai-nilai luhur budaya Tjimande sebagai warisan leluhur bangsa. 

Sebagai penutup acara, seluruh peserta mengikuti Istighosah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Abuya Muhtadi. 

Suasana berlangsung penuh kekhusyukan, menjadi momentum spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kesuksesan bagi seluruh pengurus yang telah dilantik serta kemajuan organisasi KESTI TTKKDH ke depan. 

Acara berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan, dihadiri para tokoh ulama, tokoh masyarakat, jajaran pengurus pusat dan daerah, serta ratusan anggota KESTI TTKKDH dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pandeglang. (Asep/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *