Berita Terbaru

Sungai Cidikit Keruh dan Dangkal, Anggota DPRD Banten Desak Evaluasi Metode Tambang

By On Juni 24, 2026

Anggota DPRD Provinsi Banten, Ade Rahmat S.T dari Komisi IV Fraksi Partani NasDem. 

LEBAK, KabarXXI.ComAnggota DPRD Provinsi Banten, Ade Rahmat Hidayat, S.T., angkat bicara menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi aliran Sungai Cidikit di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. 

Sungai tersebut saat ini mengalami pendangkalan serius dan kondisi air yang sangat keruh. 

Pernyataan ini disampaikan oleh legislator dari Fraksi Partai NasDem tersebut usai melaksanakan agenda Reses Masa Persidangan ke-III di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Rabu, 24 Juni 2026. 

Soroti Metode Tambang Terbuka 

Ade Rahmat menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kondisi yang menimpa warga. 

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Banten ini, dampak lingkungan akan terus terjadi selama aktivitas pertambangan di hulu Sungai Cidikit masih menggunakan metode tambang terbuka (open pit). 

"Saya kira selama di area sekitar hulu Sungai Cidikit ada kegiatan pertambangan dengan metode open pit, maka persoalan dampak lingkungan ini akan selalu ada," ujar Rahmat kepada awak media. 

Ia menambahkan bahwa dirinya bersama jajaran anggota dewan lainnya sudah pernah meninjau langsung ke lokasi hilir dan hulu sungai untuk melihat aktivitas tersebut. 

"Faktanya, saat kami turun ke lapangan, salah satu perusahaan di sana memang menerapkan metode open pit atau tambang terbuka," ungkapnya. 

Dorong Alih Teknologi ke Underground Mining 

Rahmat menjelaskan, perbedaan karakteristik limbah pertambangan. 

Menurutnya, pihak perusahaan semestinya mulai beralih menggunakan metode tambang bawah tanah (underground mining). 

"Kita harus bisa membedakan dampak pertambangan emas dan komoditas lain seperti pasir atau batu. Kalau pertambangan emas, dipastikan menyisakan jutaan kubik material sisa galian. Berbeda dengan pasir atau batu yang seluruh materialnya bisa langsung diangkut," tutur legislator yang dikenal dekat dengan masyarakat ini. 

Normalisasi Hanya Solusi Sementara

Merespons tuntutan warga yang mendesak adanya normalisasi sungai, Rahmat menilai langkah tersebut merupakan solusi jangka pendek. 

"Pengerukan atau normalisasi itu sifatnya hanya penanggulangan sementara. Solusi jangka panjangnya, saya berharap ke depan metode tambang diubah menjadi underground. Di sisi lain, pihak terkait juga wajib melakukan normalisasi sungai secara rutin," pungkasnya. (Tim/Red)

Kondisi Sungai Cidikit Memperihatinkan, Warga Bayah Desak Normalisasi

By On Juni 24, 2026

Kondisi Sungai Kali Cidikit di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak. 

LEBAK, KabarXXI.ComWarga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi aliran Sungai Cidikit. 

Kondisi sungai saat ini mengalami pendangkalan hebat dan berair keruh, sehingga mengancam hajat hidup masyarakat setempat. 

Tuntutan tersebut disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Kampung Bayah 1 sekaligus ketua RW 05 Desa Bayah Barat, Empud Saripudin. 

Menurutnya, Sungai Cidikit merupakan sumber air bersih utama bagi pelanggan PDAM dan warga di sepanjang bantaran sungai. 

"Mewakili warga, saya meminta pihak terkait turun langsung ke lapangan untuk menampung aspirasi dan mencari solusi konkret," ujar Empud, Rabu, 24 Juni 2026. 

Selain krisis air bersih, Empud menyoroti tiga dampak buruk jika normalisasi ditunda, yaitu: 

Gagal Panen 

Pasokan air ke sawah warga terganggu dan mengancam produktivitas pangan. 

Abrasi Permukiman 

Pendangkalan memicu pengikisan tanah yang mengancam rumah serta pesawahan warga dan infrastruktur. 

Pendangkalan Total 

Aliran sungai terancam rata dengan tanah akibat tumpukan lumpur, kerikil, dan batu dari hulu. 

Sebagai langkah awal, warga berkomitmen melakukan aksi swadaya untuk mencari penyebab utama kerusakan lingkungan ini. 

"Dalam waktu dekat, kami akan menyisir aliran Sungai Cidikit dari hilir hingga ke hulu," pungkas Empud. (Tim/Red)

Sungai Cidikit Keruh dan Dangkal, Warga Bayah Minta Pihak Terkait Turun Tangan dan Dialog Terbuka

By On Juni 24, 2026

Kondisi Sungai Cidikit yang bertemu dengan Sungai Cimadur di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah.
 
LEBAK, KabarXXI.ComWarga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mendesak pihak terkait untuk segera turun ke lapangan guna menyerap aspirasi dan mencari solusi atas kondisi aliran Sungai Cidikit yang kini keruh dan dangkal. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Kampung Bayah 1 sekaligus Ketua RW 05 Desa Bayah Barat, Empud Saripudin. 

Menurutnya, Sungai Cidikit merupakan sumber bahan baku air bersih utama bagi pelanggan PDAM dan warga di wilayah Kecamatan Bayah. 

“Saya mewakili warga meminta kepada pihak terkait, jika memang keruhnya dan dangkalnya aliran sungai tersebut ada penyebabnya akibat aktivitas tertentu, agar bisa dipulihkan kembali seperti dulu saat airnya sangat bening dan tidak ada kedangkalan,” ujar Empud melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu, 24 Juni 2026. 

Tuntut Dialog Terbuka

Empud Saripudin menegaskan agar pihak pemerintah maupun instansi terkait datang dan berdialog langsung dengan warga yang terdampak. 

Menurutnya, diskusi yang hanya melibatkan sebagian kelompok masyarakat tidak akan menyelesaikan masalah. 

“Percuma hanya datang diskusi dengan sebagian kelompok masyarakat. Jujur, saya selaku Ketua RW juga berharap ada undangan resmi untuk membahas perihal ini,” tegasnya. (Tim/Red)

Sungai Cidikit Keruh, DLH Lebak Lakukan Investigasi dan Pengambilan Sampel Air

By On Juni 23, 2026

LEBAK, KabarXXI.com – Keresahan warga Kecamatan Bayah akibat kondisi Sungai Cidikit yang keruh selama beberapa hari terakhir mendapat perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak. Pada Selasa (23/6/2026), tim DLH turun langsung ke lokasi guna melakukan pemeriksaan dan penelusuran penyebab perubahan kualitas air sungai tersebut.

Sungai Cidikit diketahui memiliki peran penting bagi masyarakat Bayah karena menjadi salah satu sumber air baku untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk pasokan yang dikelola oleh PDAM. Oleh karena itu, perubahan kondisi air yang terjadi dalam sepekan terakhir memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas DLH melakukan pemantauan di sejumlah titik sepanjang aliran sungai. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya aktivitas yang berpotensi memengaruhi kualitas air.

Perwakilan Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2LH) DLH Kabupaten Lebak, Roip, mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dan laporan yang berkembang di tengah masyarakat.

"Kami ingin memperoleh data yang akurat di lapangan. Karena itu, tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sungai sekaligus mengambil sampel air untuk diuji lebih lanjut," katanya.

Menurutnya, hasil pengujian laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan faktor yang menyebabkan air sungai berubah keruh. Pemeriksaan tersebut juga dilakukan untuk memastikan apakah terdapat indikasi pencemaran atau faktor alam yang memengaruhi kondisi sungai.

DLH Kabupaten Lebak menegaskan bahwa seluruh proses investigasi akan dilakukan secara profesional dan hasilnya akan disampaikan kepada publik setelah pengujian selesai.

Di sisi lain, masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat kepastian. Warga Bayah, Deni Ismayadi, meminta agar pemerintah daerah dan instansi terkait tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

"Kami mendukung langkah DLH yang turun langsung ke lapangan. Yang terpenting sekarang adalah keterbukaan informasi kepada masyarakat dan penegakan hukum apabila ada pihak yang terbukti mencemari sungai," ujarnya.

Warga berharap kondisi Sungai Cidikit dapat segera kembali normal sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak terganggu dan kualitas lingkungan tetap terjaga.

Sungai Cidikit Keruh Sepekan, Warga Bayah Minta Presiden hingga APH Turun Tangan

By On Juni 21, 2026

Kondisi sungai Cidikit di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Minggu, 21 Juni 2026. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Warga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten mengeluhkan kondisi aliran Sungai Cidikit yang mengalami kekeruhan parah selama hampir sepekan terakhir. 

Keadaan ini memicu kekhawatiran karena aliran sungai tersebut menjadi sumber air utama bagi para pelanggan PDAM Bayah. 

Salah seorang warga Kecamatan Bayah, Deni Ismayadi mengungkapkan keheranannya atas fenomena tersebut. Pasalnya, wilayah hulu dan sekitarnya sudah tidak diguyur hujan selama empat hari terakhir. 

Keanehan kian kontras terlihat karena aliran Sungai Cimadur yang berada tepat di sebelahnya justru terpantau sangat bening. 

"Pertanyaannya, ada apa di area hulu atau daerah dekat aliran sungainya? Apakah ada kegiatan pertambangan atau ada hal lain? Jujur, saya selaku warga sekaligus pengguna aktif PDAM Bayah merasa cemas dengan aliran air Sungai Cidikit yang keruh ini," keluh Deni, Sabtu malam, 20 Juni 2026. 

Khawatir dampak buruk rupa lingkungan meluas, Deni secara terbuka meminta atensi khusus dari dinas terkait, Aparat Penegak Hukum (APH), DPRD, DPR RI, hingga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. 

Ia mendesak instansi berwenang segera mensikapi pihak terkait dan menyelidiki penyebab utama pencemaran visual air tersebut. 

"Jangan sampai masyarakat kecil yang tidak tahu apa-apa terkena imbasnya. Jika persoalan keruhnya aliran sungai ini terus berlanjut, kami khawatir akan berdampak buruk bagi kesehatan warga dan ekosistem habitat yang ada di aliran sungai tersebut," pungkas Deni. (Tim/Red)

Perhutani Minta Proyek PLTMH PT NKE dan PT GHL di Lebak Dihentikan, Diduga Belum Kantongi Izin Kementerian

By On Juni 08, 2026

Petugas Perhutani BKPH Bayah melaksanakan sidak di kawasan hutan petak 10 Blok Talun, Desa Girimukti, Cilograng, Lebak, Jumat, 05 Juni 2026. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Perum Perhutani melalui Asper/BKPH Bayah resmi menghentikan sementara aktivitas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH), di kawasan hutan RPH Ciherang Selatan, BKPH Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Senin, 08 Juni 2026. 

Penghentian ini dilakukan menyusul belum diterbitkannya Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) oleh Kementerian Kehutanan. 

Larangan aktivitas tersebut dituangkan dalam surat resmi bernomor 027/058.2/Byh-Btn/DRJB-26 tertanggal 6 Juni 2026 yang ditujukan kepada PT Gilang Hidro Lestari (PT GHL) dan PT Nusa Konstruksi Enjiniring (PT NKE). 

Langkah tegas ini diambil setelah Perhutani melakukan peninjauan lapangan pada Jumat, 05 Juni 2026. 

Peninjauan tersebut dihadiri oleh petugas Perhutani, Ketua LMDH Rimba Mulya, perwakilan PT NKE dan PT GHL, serta sejumlah awak media. 

Berdasarkan pantauan di Desa Girimukti dan Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, proyek itu masih dalam tahap pengerjaan fisik. 

Perum Perhutani melayangkan surat penghentian sementara aktivitas pembangunan PLTMH. 

Aktivitas yang sedang berlangsung meliputi pembersihan lahan (land clearing), konstruksi bendungan, pembuatan akses saluran air (waterway), serta pembangunan rumah pembangkit (powerhouse). 

Perhutani menegaskan bahwa pada prinsipnya mereka sangat mendukung pembangunan infrastruktur energi seperti PLTMH ini. 

Pihak perusahaan juga diketahui telah mendaftarkan persyaratan administrasi PPKH melalui sistem Online Single Submission (OSS). 

Namun, karena izin resmi dari Kementerian Kehutanan belum terbit, seluruh kegiatan di Petak 10, 11, dan 12 RPH Ciherang Selatan harus dihentikan total demi hukum. 

Perhutani mengingatkan seluruh pihak bahwa penggunaan kawasan hutan wajib tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Selama proses kelayakan dan perizinan belum rampung, perusahaan dilarang keras melakukan intervensi atau aktivitas fisik apa pun di dalam kawasan hutan. 

Surat perintah penghentian kegiatan ini juga ditembuskan kepada Administratur Utama KKPH Banten, Kapolres Lebak, Camat Cilograng, Kapolsek Cilograng, Danramil Cilograng, Kepala Desa Cikamunding, Kepala Desa Girimukti, serta LMDH Rimba Mulya untuk pengawasan bersama di lapangan. (Tim/Red)

Dukung Mobilitas Warga, Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah

By On Juni 06, 2026

Satbrimob Polda Banten melaksanakan Revitalisasi Jembatan Merah Putih di Kampung Bayah. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Satbrimob Polda Banten melaksanakan Revitalisasi Jembatan Merah Putih di Kampung Bayah, Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Sabtu, 06 Juni 2026. 

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi warga. 

Selain meningkatkan akses transportasi warga, kata Maruli, revitalisasi jembatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. 

Ia berharap, keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi yang telah direvitalisasi dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. 

"Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mari bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang," tutupnya. (*/red)

Respons Pemberitaan Media, Perhutani Segera Cek Lokasi Stone Crusher PT NKE di Girimukti

By On Juni 04, 2026

Asper BKPH Bayah, Lucyta Sakagiri. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Guna menindaklanjuti dugaan pemasangan mesin pemecah batu (stone crusher) dan pengambilan batu belah, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bayah akan segera turun ke lokasi dalam waktu dekat. 

Aktivitas yang ramai diberitakan media siber tersebut diduga dilakukan oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (PT NKE) di area lahan Perhutani, di Blok Talun Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten Perhutani (Asper) BKPH Bayah, Lucyta Sakagiri, saat dikonfirmasi oleh awak media, Kamis, 04 Juni 2026. 

Ia menyatakan bahwa pihaknya akan segera turun untuk mengecek lokasi dan menemui pihak perusahaan. 

"Untuk menindaklanjuti informasi dan pemberitaan media terkait PT NKE atau GHL, kami mengagendakan peninjauan lapangan ke lokasi PLTM pada Sabtu, 06 Juni 2026 mendatang," kata Lucyta Sakagiri. 

Lucy menambahkan, langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut dari komitmen sebelumnya untuk berkomunikasi dan meninjau langsung lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) tersebut. 

Pihaknya juga akan meminta keterangan dari pelaksana proyek, baik PT NKE maupun PT GHL. (Cup/Tim)

360 Hektare Sawah di Cihara Lebak Terancam Gagal Tanam, Saluran Irigasi Jebol Akibat Longsor

By On Mei 26, 2026

Saluran irigasi yang ambruk di Ruas Kampung Cikadu - Cingagoler, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Tingginya intensitas hujan menyebabkan saluran irigasi di Ruas Kampung Cikadu - Cingagoler, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, jebol akibat longsor pada Minggu, 24 Mei 2026. 

Kerusakan infrastruktur ini mengancam keberlangsungan sektor pertanian setempat. 

Longsoran dilaporkan merusak sekitar 30 meter dinding irigasi yang menjadi sumber pengairan utama bagi ratusan hektare lahan pertanian warga. 

"Kejadian longsor terjadi saat hujan deras hari Minggu kemarin, mengakibatkan sepanjang bangunan irigasi longsor. Kami berharap ada penanganan cepat dari pemerintah terkait," ujar Febi, warga sekitar, Selasa, 26 Mei 2026. 

Febi menambahkan, warga dan petani saat ini merasa sangat cemas. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, pasokan air ke area persawahan akan terputus total. 

"Yang dikhawatirkan, kalau irigasi itu tidak segera diperbaiki, semua penggarap sawah sekitar 360 hektare akan mengalami gagal tanam," pungkasnya. (Cup) 

Sungai Cimadur Meluap, Warga Bayah Diminta Mengungsi

By On Mei 24, 2026

Rumah warga di Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Cimadur setelah diguyur hujan deras. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak sore hari menyebabkan Sungai Cimadur meluap pada Minggu, 24 Mei 2026. 

Akibatnya, permukiman warga di beberapa titik di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mulai terendam banjir. 

Berdasarkan rekaman video yang beredar di grup WhatsApp, luapan air dilaporkan telah merendam sejumlah rumah warga di Kampung Bayah Satu, RT 05 RW 05, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah. 

"Lokasi banjir di Kampung Bayah 1, RT 05 RW 05, Desa Bayah Barat. Air sungai meluap dan masuk ke rumah warga," ujar seorang warga dalam rekaman video tersebut. 

Kondisi serupa dilaporkan oleh Deni, warga Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur. Ia menyebutkan bahwa debit Sungai Cimadur terus meningkat drastis hingga hampir melewati tanggul bronjong penahan air. 

"Kami mengimbau agar seluruh warga tetap selalu waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi sampai saat ini hujan masih terus mengguyur dengan deras," kata Deni.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat demi keselamatan bersama. 

"Karena hujan masih belum berhenti, demi keselamatan jiwa dan keluarga, masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak menempati rumah tinggal yang rentan terdampak musibah bencana," ujar H. Sukanta kepada awak media ini melalui pesan WhastApp. 

Ia juga meminta kerja sama dari para camat di wilayah terdampak untuk mempercepat penyebaran informasi evakuasi ini. 

"Saya meminta bantuan kepada Bapak dan Ibu Camat agar mengedukasi dan menyampaikan imbauan ini secara langsung kepada masyarakat," tambahnya. 

Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 22.00 WIB, wilayah Kecamatan Bayah dan sekitarnya masih terus diguyur hujan lebat. 

Sementara itu, debit air Sungai Cimadur dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda surut. (Cup)

Sosok Nadia, Mahasiswa Untirta yang Mengisi Waktu Libur dengan Berbisnis Kuliner di Lebak

By On Mei 22, 2026

Nadia Eka Nur Safitri, mahasiswa semester 4 Untirta, sukses mengembangkan usaha kuliner.  

LEBAK, KabarXXI.Com - Memanfaatkan waktu libur kuliah dengan produktif, Nadia Eka Nur Safitri, mahasiswa semester 4 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), sukses mengembangkan usaha kuliner di Kabupaten Lebak, Banten. 

Nadia secara rutin memproduksi dan menjajakan kue kreasi mandirinya di kawasan luar Alun-alun Rangkasbitung setiap akhir pekan. 

Menu andalan yang ditawarkan oleh Nadia adalah Cheesekuit, kue biskuit keju kekinian dengan berbagai varian rasa populer seperti cokelat, matcha, dan tiramisu. 

Bagi sebagian mahasiswa, hari libur kuliah kerap digunakan untuk bersantai. Namun bagi Nadia, momentum tersebut menjadi peluang emas untuk mengasah jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) sekaligus memandirikan diri secara finansial. 

"Manfaatkan waktu dan buat tambahan uang jajan. Lumayan kan, bisa bantu sedikit meringankan beban orang tua," ujar Nadia sembari tersenyum saat ditemui di lapaknya. 

Di sela-sela kesibukan akademisnya yang padat, ia tetap konsisten menjaga kualitas produksi jajanan miliknya demi menarik perhatian para pengunjung di pusat kota. 

Pemilihan kawasan luar Alun-slun Rangkasbitung sebagai lokasi berjualan dinilai sangat strategis. Tempat ini menjadi pusat keramaian utama warga Kabupaten Lebak yang berkumpul untuk berolahraga maupun berekreasi saat akhir pekan. 

Lapak jajanan milik Nadia pun selalu ramai dikunjungi pembeli. Sebagian besar konsumen merupakan masyarakat yang mencari camilan berkualitas dengan harga yang tetap ramah di kantong. (Cup)

Jaga Keandalan Pasokan, PLN ULP Malingping Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Wilayah Cihara

By On Mei 22, 2026

PLN (Persero) ULP Malingping melaksanakan kegiatan pemeliharaan jaringan listrik di wilayah Kecamatan Cihara. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Dalam upaya menjaga keandalan pasokan listrik serta meningkatkan kepuasan pelanggan, PT PLN (Persero) ULP Malingping melaksanakan kegiatan pemeliharaan jaringan listrik di wilayah Kecamatan Cihara pada 20 hingga 21 Mei 2026. 

Kegiatan pemeliharaan ini difokuskan pada jalur kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang mengarah ke wilayah Cibobos dan Ciasahan. 

Dalam kegiatan tersebut, petugas PLN melakukan pemeriksaan, perbaikan, serta perawatan instalasi jaringan guna memastikan sistem kelistrikan tetap optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Manager PLN ULP Malingping, Ariy Firmansyah menyampaikan bahwa pemeliharaan jaringan ini merupakan agenda rutin yang krusial untuk memitigasi potensi gangguan sekaligus menjaga kualitas layanan. 

“Pemeliharaan jaringan adalah langkah preventif penting agar aliran listrik yang diterima pelanggan tetap stabil, aman, dan andal. Dengan begitu, aktivitas harian masyarakat maupun roda perekonomian daerah dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Ariy Firmansyah, Jumat, 22 Mei 2026. 

PLN (Persero) ULP Malingping melaksanakan kegiatan pemeliharaan jaringan listrik di wilayah Kecamatan Cihara. 

Ia juga menegaskan bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan. 

"Seluruh personel di lapangan diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sesuai standar operasional untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan aman dan zero acciden," ujarnya. 

Di sisi lain, PLN ULP Malingping turut mengimbau agar masyarakat untuk ikut mendukung kelancaran kegiatan ini. 

Warga diharapkan dapat melaporkan potensi yang dapat memicu gangguan ruang bebas jaringan (ROW), seperti ranting pohon yang mendekati kabel atau aktivitas pembangunan yang terlalu dekat dengan jalur listrik. 

Melalui komitmen dan upaya yang berkesinambungan ini, lanjut Ariy, PLN ULP Malingping terus bertekad memberikan pelayanan terbaik demi menghadirkan energi listrik yang andal dan berkualitas bagi masyarakat di wilayah Cihara dan sekitarnya. (Cup)

Jalin Sinergitas, Kapolsek Panggarangan Gelar Silaturahmi dan Tasyakuran Bersama Ormas Badak Banten

By On Mei 21, 2026

Polsek Panggarangan gelar acara silaturahmi dengan Ormas Badak Banten dan awak media, Kamis, 21 Mei 2026. 

LEBAK, KabarXXI.Com Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, S.H., bersama jajaran personelnya menggelar acara silaturahmi dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Badak Banten dan awak media, Kamis, 21 Mei 2026. 

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat sinergitas antara pihak Kepolisian, Ormas, dan Insan Pers. 

Acara ini sekaligus menjadi momen tasyakuran atas dilantiknya Asep Pahrudin sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badak Banten Provinsi Banten. 

"Alhamdulillah, pada hari ini saya bisa berkumpul dengan rekan-rekan media dan Badak Banten. Kami sengaja mengadakan tasyakuran atas dilantiknya Pak Asep Pahrudin sebagai Ketua DPW Badak Banten," ujar AKP Acep Komarudin. 

Ia berharap, Asep Pahrudin dapat menjalankan roda organisasi dengan baik dan selalu diberikan kelancaran. 

Kapolsek juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik yang selama ini telah terbangun. 

"Semoga sinergitas antara Kepolisian, Ormas, dan awak media bisa terus berjalan dengan baik agar ikatan silaturahmi ini tetap terjaga," pungkasnya. 

Di tempat yang sama, Ketua DPW Badak Banten, Asep Pahrudin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Polsek Panggarangan. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolsek beserta anggota yang telah menggelar silaturahmi dan tasyakuran ini. Semoga kebaikan Pak Kapolsek Panggarangan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala melimpah, dan semoga beliau segera naik pangkat," tutur Asep. 

Diketahui, acara selesai ditutup doa yang dipimpin oleh Hendri Muparid (Rakes) dilanjukan makan bersama. (Cup) 

Satu Keluarga Hampir Jatuh ke Sungai Gegara Jembatan Lapuk di Lebak

By On Mei 20, 2026

Jembatan lapuk di Lebak makan korban. 

LEBAK, KabarXXI.Com Satu keluarga mengalami kecelakaan akibat infrastruktur rusak di jembatan penghubung antara Desa Mekarsari (Kecamatan Cihara) dan Desa Cimandiri (Kecamatan Panggarangan), Kabupaten Lebak, Banten.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026, sekira pukul 11.47 WIB.

Korban merupakan seorang ibu rumah tangga asal Kampung Cimanggu, Desa Karangkamulyan. Saat kejadian, ia tengah membonceng ketiga anaknya menggunakan sepeda motor

“Anak korban yang paling kecil mengalami luka sobek pada bagian dahi. Kondisi jembatan penghubung antar-kecamatan ini memang sudah lama rusak parah, lapuk, dan hampir ambruk,” ungkap seorang warga setempat saat dihubungi, Selasa, 19 Mei 2026.

Warga mengatakan, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan permanen dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Padahal, jalur ekstrem tersebut terpaksa tetap dilalui masyarakat karena menjadi akses utama untuk mobilitas ekonomi dan sosial antar-kecamatan.

Insiden ini memicu gelombang desakan dari masyarakat sekitar agar pemerintah segera peka terhadap pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Kondisi jembatan yang dibiarkan terbengkalai dinilai sangat membahayakan keselamatan publik.

Warga khawatir kecelakaan serupa akan terus berulang dan berpotensi menelan korban jiwa jika perbaikan tidak segera dilakukan. (Cup)

Tingkatkan Kredibilitas Jurnalisme, SMSI Lebak Gelar Rapat Tahunan di Malingping

By On Mei 18, 2026

SMSI Lebak gelar Rapat Tahunan di Kafe Nusantara Malingping, Kabupaten Lebak Banten, Minggu, 17 Mei 2026. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebak menggelar Rapat Tahunan di Kafe Nusantara Malingping, Kabupaten Lebak Banten, Minggu, 17 Mei 2026. 

Agenda ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan seluruh anggota SMSI se-Kabupaten Lebak.Rapat tahunan kali ini mengusung tema “Meningkatkan Kerjasama Antar Media” Forum ini menjadi momentum penting bagi SMSI Kabupaten Lebak untuk mengevaluasi kinerja organisasi selama satu tahun terakhir, sekaligus merumuskan strategi kolaborasi yang solid di antara media siber lokal. 

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris SMSI Kabupaten Lebak, Hasanudin mengatakan, tema tersebut sengaja dipilih untuk merespons dinamika industri media yang kian kompleks. 

“Kami menyadari tantangan media saat ini tidak bisa dihadapi secara individu. Melalui rapat tahunan ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun sinergi positif antaranggota SMSI. Tujuannya agar kualitas jurnalisme dan pelayanan informasi di Kabupaten Lebak semakin meningkat,” ujar Hasan dalam laporannya. 

Di tempat yang sama, Ketua SMSI Kabupaten Lebak, Deni Ismayadi menekankan pentingnya aspek persatuan di antara awak media. 

Ia berharap forum ini dapat melahirkan kesepahaman bersama mengenai penerapan etika jurnalistik dan standar pemberitaan yang berkualitas. 

“Kerja sama antar-media bukan hanya soal berbagi informasi, tetapi juga tentang saling menguatkan dalam menjaga kredibilitas. SMSI Lebak ingin menjadi wadah inklusif bagi setiap anggota untuk tumbuh bersama dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegas Deni. 

Acara yang berlangsung interaktif ini diisi dengan sesi diskusi serta penyusunan program kerja strategis yang melibatkan partisipasi aktif seluruh peserta. 

Melalui pelaksanaan rapat tahunan ini, SMSI Kabupaten Lebak berkomitmen untuk makin kokoh dalam memajukan industri pers siber yang sehat, konstruktif, dan berdampak positif bagi masyarakat. (Cup)

Inspektorat Lebak Evaluasi Pertanggungjawaban APBDes 2025 di Kecamatan Panggarangan

By On Mei 13, 2026

Para peserta saat mengikuti pelaksanaan Evaluasi Pertanggunjawaban APBDes tahun 2025, di aula kantor Kecamatan Panggarangan. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Inspektorat Kabupaten Lebak menggelar evaluasi Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran (TA) 2025. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa, 12 Mei 2026. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Inspektorat Kabupaten Lebak, Lukman Sujana, didampingi anggota tim Hendri Suryono dan Nani Nurfaini. 

Turut mendampingi Camat Panggarangan Hendi Suhendi, Sekmat Panggarangan Aang Kurnia, serta seluruh perangkat desa se-Kecamatan Panggarangan yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Ekbang, Kaur Keuangan, hingga Kasi Pemerintahan. 

Dalam sambutannya, Ketua Tim Evaluasi Inspektorat Lebak, Lukman Sujana menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan secara serentak dengan membagi tim ke dalam dua wilayah kerja. 

"Tim kami bagi menjadi dua; satu tim di Kecamatan Panggarangan dan satu tim lainnya saat ini tengah bertugas di Kecamatan Bayah. Kami harap kehadiran kami tidak membuat suasana tegang. Santai saja, karena kalau tegang, justru menunjukkan ada sesuatu yang kurang tepat," seloroh Lukman mencairkan suasana. 

Lukman memaparkan bahwa proses evaluasi akan berlangsung selama dua hari untuk meninjau secara mendalam kepatuhan administrasi seluruh desa di wilayah tersebut. 

Ketua Tim Evaluasi Inspektorat Lebak, Lukman Sujana didampingi Canat Panggarangan Hendi Suhendi, saat sambutan pelaksanaan Evaluasi Pertangungjawaban APBDes Tahun 2025, di aula Kantor Kecamatan Panggarangan. 

Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan tata kelola keuangan desa berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

"Tujuannya adalah melihat sejauh mana kepatuhan Bapak dan Ibu perangkat desa dalam pengelolaan keuangan agar tetap akuntabel dan sejalan dengan aturan," jelasnya. 

Selain pemeriksaan APBDes reguler, Inspektorat juga memberikan perhatian khusus pada penggunaan Dana Bantuan Provinsi (Banprov). 

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah program beasiswa sarjana desa bagi masyarakat kurang mampu. 

Lukman menegaskan, jika program tersebut tidak terealisasi, maka anggaran wajib dikembalikan ke kas negara. 

Ia juga mengingatkan agar desa segera merapikan laporan pertanggungjawaban terkait dana Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dikelola oleh BUMDes, termasuk pemenuhan kewajiban pajaknya. 

"Kami meminta setiap desa mempersiapkan laporan dana Ketapang dengan jelas, termasuk bukti setor pajak-pajaknya agar tidak menjadi kendala di kemudian hari," tutup Lukman. (Cup)

Ganggu Pengguna Jalan, Petugas Diminta Tertibkan Truk yang Parkir Liar di Bahu Jalan Malingping-Bayah

By On Mei 11, 2026

Sejumlah truk bermuatan berat yang parkir liar di bahu jalan Nasional Malingping-Bayah. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Antrean truk bermuatan berat yang parkir liar di bahu hingga badan jalan Nasional Malingping-Bayah mulai meresahkan masyarakat. 

Keberadaan armada besar tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan lalu lintas, khususnya di kawasan wisata Pantai Cantigi, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. 

Pantauan awak media di lapangan, sejumlah truk berdimensi besar ini kerap berhenti dalam durasi lama hingga memakan sebagian lajur utama. 

Kondisi tersebut memicu penyempitan jalan, sehingga memaksa kendaraan lain dari arah berlawanan untuk mengambil risiko masuk ke jalur lawan saat melintas. 

Jumali (33), seorang pengguna jalan yang rutin melintasi jalur tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi kecelakaan fatal akibat terbatasnya ruang gerak dan jarak pandang. 

"Sangat mengganggu dan berbahaya, apalagi kalau malam hari. Truk-truk itu parkir di badan jalan sehingga menghalangi pandangan (blind spot). Pengendara harus ekstra waspada karena jalan menjadi sangat sempit," ujar Jumali, Senin, 11 Mei 2026. 

Selain faktor keselamatan, warga menyayangkan adanya pembiaran parkir liar di area yang merupakan akses utama logistik dan pariwisata di Lebak Selatan ini. 

Warga khawatir jika tidak segera ditindak, lokasi tersebut akan memicu kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa. 

Merespons kondisi ini, masyarakat mendesak pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian setempat, untuk segera melakukan penertiban di lokasi. 

Warga berharap adanya tindakan tegas, baik berupa teguran maupun sanksi, bagi para sopir truk yang masih nekat menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir pribadi. (Cup/Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *