Berita Terbaru

British International Investment Menargetkan Pendanaan Iklim  Sebesar US$1,6 Miliar di Asia Tenggara

By On Oktober 13, 2026

Komitmen ini disampaikan bertepatan dengan peringatan lima tahun kantor pusat British International Investment di Asia, Singapura. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - British International Investment, lembaga pembiayaan pembangunan dan investor berdampak asal Inggris, akan menandai lima tahun pembukaan kantor pusatnya untuk kawasan Asia di Singapura dengan komitmen pendanaan iklim sebesar US$1,6 miliar di Asia Tenggara. 

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung negara-negara berkembang di Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Thailand, dalam beralih dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang menghasilkan emisi tinggi menuju sistem energi berbasis energi terbarukan. 

Dari total US$1,6 miliar yang akan diinvestasikan selama lima tahun ke depan, sekitar setengahnya akan berasal dari modal BII, sementara jumlah yang hampir sama akan dihimpun dari investor swasta. 

British Climate Partners (BCP), sebuah inisiatif pendanaan iklim yang diluncurkan BII pada awal tahun ini, akan menjadi salah satu saluran penyaluran modal tersebut. 

BCP didirikan khusus untuk berinvestasi di negara-negara Asia dengan pertumbuhan ekonomi tinggi dan tingkat emisi karbon yang tinggi. 

Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband, mengatakan, “Krisis iklim merupakan masalah keamanan nasional yang membutuhkan perhatian segera. Karena itu, pemerintah Inggris memiliki agenda terdepan di dunia dalam upaya mengatasi krisis iklim, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.” 

“Saya bangga BII turut membantu negara-negara di Asia Tenggara dalam membangun perekonomian yang lebih bersih dan tangguh. Sebagai lembaga pembiayaan pembangunan Inggris, BII berperan penting dalam mendorong investasi swasta yang lebih besar untuk mendukung pencapaian target iklim dan pembangunan kami.” 

Leslie Maasdorp, Chief Executive Officer BII, yang berada di Singapura untuk meluncurkan strategi lima tahun terbaru perusahaan di kawasan ini, mengatakan, “Satu-satunya fokus kami untuk kawasan Asia Tenggara adalah mendanai proyek-proyek di bidang pendanaan iklim yang akan berkontribusi pada masa depan ekonomi kawasan yang bersih dan berkelanjutan. Krisis iklim merupakan tantangan global yang tidak mengenal batas negara. Karena itu, kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan ini, sekaligus menurunkan emisi dan memberikan imbal hasil bagi pembayar pajak di Inggris.” 

Pada periode 2023–2025, BII berkomitmen menyediakan hampir US$400 juta untuk pendanaan iklim di Asia Tenggara, sejalan dengan ambisi organisasi tersebut selama periode itu. 

Investasi ini mencakup ib vogt, Skye Renewables, Asian Development Bank, VPBank, HDBank, dan Xurya, serta sejumlah dana investasi, seperti Green Investment Partnership dari Pentagreen Capital, SUSI Asia Energy Transition Fund dari Gresham House, dan 100x100 Impact Fund I. 

BII berinvestasi di berbagai sektor yang berperan penting dalam mengurangi emisi dan membangun perekonomian yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim di Asia Tenggara. 

Sektor-sektor tersebut mencakup pembangkit dan transmisi energi terbarukan, infrastruktur kendaraan listrik (EV), pengelolaan limbah, serta infrastruktur air. 

Investasi ini diperkirakan akan menambah kapasitas energi bersih sebesar 1,8 GW dan menghindari emisi karbon hingga hampir 1,7 juta ton. 

Portofolio infrastruktur dan iklim BII di Asia Tenggara telah mendukung kapasitas energi bersih sekitar 358 MW yang telah terpasang atau beroperasi, menghasilkan lebih dari 556.000 MWh listrik dari energi terbarukan, serta mencatat penghindaran emisi karbon sekitar 368.000 ton. 

Portofolio ini juga telah mendukung terciptanya lebih dari 2.000 lapangan kerja, termasuk pekerjaan langsung, operasional, dan sementara selama masa konstruksi. 

Srini Nagarajan, Managing Director sekaligus Head of Asia BII, menambahkan, “BII telah memantapkan posisinya di Asia Tenggara sebagai penyedia modal yang berfokus pada percepatan pengembangan proyek-proyek utama di bidang pendanaan iklim. 

Dalam lima tahun ke depan, kami akan mengalokasikan modal dalam jumlah yang jauh lebih besar untuk memperluas peluang pendanaan iklim dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.” 

Tentang British International Investment

British International Investment (BII) adalah lembaga pembiayaan pembangunan dan investor berdampak milik Inggris. 

Organisasi ini berinvestasi pada perusahaan di negara-negara berkembang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membantu melindungi bumi. 

BII berfokus pada penanganan akar permasalahan kemiskinan dan krisis iklim, serta membantu negara-negara melepaskan diri dari ketergantungan pada bantuan secara berkelanjutan.

Pada periode 2026–2031, setidaknya 40% dari total komitmen investasi baru BII berdasarkan nilai akan dialokasikan untuk pendanaan iklim. 

BII juga merupakan salah satu anggota pendiri 2X Challenge, sebuah inisiatif yang berhasil menghimpun lebih dari US$33 miliar selama periode 2018–2023 untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan. 

Saat ini, BII memiliki investasi di hampir 1.700 perusahaan dengan total aset bersih sebesar £9,88 miliar. (*/red)

Secure Parking: Generasi Baru Hadapi Tantangan Industri Parkir Modern

By On Oktober 02, 2026

Khairul Hafis, Regional Business Manager SPI, melakukan peninjauan langsung ke area parkir untuk memastikan operasional berjalan lancar. Kunjungan rutin ke berbagai lokasi menjadi bagian dari upaya memahami kondisi lapangan, mengidentifikasi tantangan operasional, dan memastikan standar layanan diterapkan sesuai dengan karakteristik masing-masing lokasi.  

Belajar dari pengalaman yang telah dibangun sebelumnya, generasi yang kini menjalankan berbagai fungsi Secure Parking Indonesia menghadapi tantangan baru, membawa perspektif berbeda, dan ikut mengembangkan cara kerja perusahaan. 

JAKARTA, KabarXXI.Com — Industri perparkiran di Indonesia tidak lagi hanya mengurusi soal menyediakan ruang untuk kendaraan. 

Perubahan pola mobilitas perkotaan, ekspektasi pengguna, pemilik properti, serta pendekatan pemerintah dalam pengelolaan kawasan urban menghadirkan tantangan baru bagi industri ini. 

Bagi Secure Parking Indonesia (SPI), perubahan tersebut berarti pengalaman panjang selama puluhan tahun harus diterjemahkan kembali oleh generasi yang lebih muda yang kini menjalankan roda perusahaan sehari-hari. 

Mereka belajar dari pengalaman generasi sebelumnya sambil terus menemukan cara baru untuk menjaga layanan tetap relevan. 

“Pengalaman menjadi dasar dalam mengambil keputusan, tetapi kita juga harus terbuka terhadap perubahan. Yang penting adalah memahami nilai dan pembelajaran di balik pengalaman tersebut, kemudian menerapkannya dengan cara yang relevan dengan kondisi saat ini,” ujar Regan Rachmat, Chief Brand Manager SPI. 

Generasi di garis depan SPI menghadapi persoalan yang tak sama dengan situasi beberapa dekade lalu. Pengguna semakin terbiasa dengan layanan yang praktis, proses masuk dan keluar kendaraan yang lancar, pembayaran non-tunai, tarif yang jelas, informasi yang mudah diakses, serta penanganan masalah yang responsif. 

Pemilik properti semakin menuntut transparansi dan efisiensi. Saat ini, arah pembenahan tata kelola perparkiran semakin terlihat melalui perluasan pembayaran digital, peningkatan peralatan, penguatan pengawasan, serta penataan parkir agar lebih tertib dan transparan. 

Kondisi ini meningkatkan ekspektasi terhadap operator layanan parkir modern untuk menghadirkan layanan yang akuntabel, mudah digunakan, dan andal. 

Pada saat yang sama, perkembangan industri perparkiran global bergerak menuju layanan yang semakin terintegrasi. 

Pemanfaatan pembayaran digital, teknologi pengenalan kendaraan, pemantauan kondisi operasional, dan data semakin dibutuhkan untuk membantu operator mengelola akses, kapasitas, serta kebutuhan pengguna secara lebih cepat. 

Sejalan dengan itu, kajian International Association of Public Transport (UITP) menempatkan transformasi parkir dalam konteks mobilitas perkotaan yang lebih terpadu, melalui penguatan tata ruang, inovasi digital, dan pemanfaatan data. 

Perubahan tersebut menuntut investasi teknologi, kesiapan proses kerja, keamanan kendaraan, serta kemampuan sumber daya manusia operator parkir modern untuk menangani kondisi yang tidak selalu dapat diselesaikan oleh sistem secara otomatis. 

“Tantangan kami bukan hanya mengadopsi teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar membuat pengalaman pengguna jadi lebih baik dan memperkuat kualitas operasional. Ini membutuhkan cara kerja yang lebih responsif, kolaboratif, dan didukung talenta yang siap menghadapi perubahan,” tambah Regan. 

Pembelajaran Antar-Generasi

Dalam operasional sehari-hari, operator parkir juga dituntut mampu memahami karakter setiap lokasi, menjaga kelancaran akses, serta memanfaatkan data operasional untuk mendukung pengelolaan mobilitas di suatu kawasan. 

Khairul Hafis, Regional Business Manager, menjelaskan bahwa semakin besar skala bisnis SPI, semakin beragam pula karakter lokasi, kebutuhan pelanggan, karakter lingkungan, dan tantangan operasional yang dihadapi. 

“Pengelolaan parkir tidak dapat mengandalkan satu pendekatan untuk semua lokasi. Standar dan prosedur tetap perlu dijaga, tetapi tim juga harus mampu menyesuaikannya dengan kondisi di masing-masing tempat,” kata Khairul. 

Kondisi ini membuat pengalaman dari satu lokasi perlu diperlakukan sebagai pembelajaran, bukan sebagai resep yang harus diterapkan kembali secara persis. 

Di lapangan, proses belajar semakin nyata karena keputusan sering kali harus dibuat dalam situasi yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi. 

Arief Saputera, Car Park Manager, melihat bagaimana karyawan yang lebih muda belajar dari cara rekan yang lebih berpengalaman menangani komplain, kondisi ramai, maupun berbagai persoalan operasional. 

“Yang dipelajari bukan hanya prosedurnya, tetapi juga bagaimana membaca situasi, berkomunikasi, dan mengambil keputusan,” ujar Arief. 

Bagi Mitha Kavita, Business Development Executive, banyak pembelajaran datang dari rekan yang lebih berpengalaman dalam memahami karakter mitra dan membangun komunikasi yang tepat. 

“Pengalaman tersebut membantu saya ketika menghadapi situasi yang berbeda, karena saya jadi memiliki referensi bagaimana melihat suatu masalah sebelum menentukan langkah,” kata Mitha. 

Namun, proses pembelajaran tidak berhenti pada menerima cara yang sudah ada. Generasi yang lebih 

muda cenderung lebih dekat dengan perkembangan digital dan akses informasi yang cepat, sementara pengalaman rekan yang lebih berpengalaman membantu memastikan pendekatan baru tetap sesuai dengan kebutuhan dan nilai perusahaan. 

Teknologi Sebagai Jembatan

Perubahan cara kerja juga terlihat dari pemanfaatan teknologi. 

Dhea Nuralif Islamiah dari IT Division menjelaskan bahwa sejumlah proses yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dibantu sistem—seperti Epsilon yang membantu mengintegrasikan proses operasional dan informasi layanan secara lebih terarah. 

“Bagi generasi yang lebih muda, kedekatan dengan teknologi juga bukan sekadar soal menggunakan 

sistem baru. Mereka dapat berperan dalam menjembatani kebutuhan pengguna dengan solusi yang dikembangkan oleh tim IT. Dengan demikian, perspektif baru masuk ke dalam proses kerja melalui persoalan yang konkret, bukan sekadar karena perbedaan usia,” ujar Dhea. 

Nilai Tetap Sama, Cara Kerja Terus Berkembang

Di sinilah kesinambungan organisasi mengambil bentuk yang berbeda, bukan dengan meneruskan seluruh cara lama, melainkan pengetahuan dan prinsip yang tetap relevan untuk menghadapi situasi baru. 

Nilai seperti integritas, tanggung jawab, disiplin, dan komitmen terhadap pelayanan tetap menjadi fondasi yang perlu dijaga. Sementara itu, cara bekerja, teknologi, kebutuhan pelanggan, dan cara berkomunikasi terus berkembang. 

“Generasi muda perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman sebelumnya, kemudian 

membawa perspektif dan cara kerja baru untuk mengembangkan apa yang sudah dibangun,” kata Regan. 

Menjelang HUT ke-34 SPI pada Oktober mendatang, perjalanan perusahaan menjadi konteks yang semakin relevan untuk melihat bagaimana sebuah organisasi dan manusia di dalamnya terus bergerak.

Bagi generasi yang kini menjalankan berbagai fungsi di SPI, tugas mereka bukan sekadar meneruskan apa yang sudah ada, melainkan memahami apa yang membuatnya bekerja, menentukan apa yang masih relevan, dan menemukan cara untuk membawanya ke konteks yang baru. 

Tentang Secure Parking Indonesia

Didirikan pada 1992, Secure Parking Indonesia (SPI) adalah pelopor layanan parkir profesional di Indonesia dengan pengalaman lebih dari tiga dekade. 

Perusahaan mengelola ribuan lokasi di berbagai sektor, termasuk pusat perbelanjaan, bandara, rumah sakit, universitas, dan area perkantoran. 

Melalui inovasi seperti Epsilon Parking System (EPS), eNOS, dan Secure Park, SPI terus menghadirkan layanan berbasis teknologi yang aman, efisien, dan dijalankan oleh manusia berintegritas. 

Smart Mobility. Trusted People. Teknologi yang cerdas, dijalankan oleh manusia berintegritas. (*/red)

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jadi Momentum Perbarui Komitmen Alumni untuk Unpad dan Masyarakat

By On September 22, 2026

Ketua Umum IKA Unpad / Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono ditemani pengurus IKA Unpad, memberikan sambutan di Jatinangor Music Fest yang merupakan acara puncak Homecoming Festival IKA Unpad 2026 di Jatinangor. (Credit Foto: @luckylhakim_eyes) 

IKA Unpad menegaskan kesiapan alumni menjadi mitra strategis universitas menuju Top 300 dunia di 2029, sekaligus memperluas kontribusi dan pengabdian masyarakat. 

JATINANGOR, KabarXXI.Com – Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menjadikan Homecoming Festival IKA Unpad 2026 sebagai momentum untuk memperbarui komitmen alumni dalam mendukung kemajuan Universitas Padjadjaran sekaligus memperluas kontribusi kepada masyarakat. 

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Kick Off Homecoming Festival IKA Unpad 2026 di Kampus Unpad Jatinangor, Sabtu (19/9), yang membuka rangkaian kegiatan sepanjang hari dalam rangka Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran.

Kegiatan festival turut menghadirkan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, dan Walikota Bandung Muhammad Farhan. 

Keduanya merupakan alumni Unpad. Kehadiran kedua Kepala Daerah tersebut memiliki makna tersendiri bagi keluarga besar Unpad. 

Jatinangor, Kabupaten Sumedang, kini menjadi kampus utama dan pusat berbagai kegiatan akademik. 

Sementara Bandung memiliki ikatan historis sebagai kota tempat Unpad berdiri pada 1957 dan menjadi pusat perjalanan universitas selama puluhan tahun. 

Hingga kini, Unpad juga masih memiliki kampus dan berbagai aktivitas akademik di Kota Bandung. 

Kehadiran keduanya menjadi bentuk penghormatan terhadap dua wilayah yang tidak terpisahkan dari perjalanan Unpad. 

Bagi IKA Unpad, dukungan alumni terhadap almamater memiliki dua dimensi yang tidak terpisahkan. Alumni dapat menjadi mitra universitas dalam memperkuat riset, jejaring, kemitraan, reputasi, dan daya saing menuju target Top 300 dunia pada 2029. 

Namun kemajuan tersebut harus bermuara pada sesuatu yang lebih besar: semakin luasnya manfaat ilmu pengetahuan, jejaring, dan sumber daya universitas serta alumni bagi masyarakat. 

Dengan kata lain, prestasi global Unpad bukan tujuan akhir; kekuatan universitas dan alumninya harus kembali menjadi manfaat bagi masyarakat. 

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K), M.Kes., Ph.D. mengatakan, pencapaian universitas berkelas dunia membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem Unpad, termasuk alumni yang kini berkarya di berbagai sektor. 

“Target menjadi bagian dari 300 universitas terbaik dunia tentu penting karena menunjukkan kualitas dan daya saing Unpad. Tetapi ukuran keberhasilan universitas pada akhirnya tidak hanya terletak pada peringkat. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana pendidikan, riset, inovasi, dan sumber daya yang kita miliki mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak bagi masyarakat. Untuk itu, kita membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat dengan alumni dan seluruh mitra Unpad,” ujar Prof. Arief. 

Alumni sebagai Mitra Strategis

Ketua Umum IKA Unpad sekaligus Menteri Koperasi Republik Indonesia (RI), Ferry Juliantono menegaskan bahwa homecoming tidak seharusnya berhenti pada reuni atau nostalgia. Kepulangan alumni justru menjadi kesempatan untuk kembali melihat kebutuhan almamater dan masyarakat, lalu menentukan kontribusi apa yang dapat dikerjakan bersama. 

“Homecoming bukan titik akhir ketika alumni berhasil kembali ke kampus. Justru ini menjadi titik awal untuk bertanya: apa lagi yang bisa kita kerjakan bersama? Alumni Unpad memiliki pengalaman, pengetahuan, jejaring, dan sumber daya yang sangat besar. Tantangan kita adalah bagaimana seluruh potensi tersebut semakin terkoneksi dengan kebutuhan universitas dan, yang paling penting, kebutuhan masyarakat,” ujar Ferry di atas panggung Jatinangor Music Fest, yang merupakan acara puncak Homecoming Festival IKA Unpad 2026. 

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, bersama Rektor Unpad Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K), M.M., M.Kes., Ph.D usai membuka gelaran Homecoming Festival 2026 di Kampus Unpad Jatinangor. Festival ini mengangkat tema: Kembali ke Jatinangor, Kembali ke Jati Diri. (Credit Foto: @luckylhakim_eyes) 

Semangat tersebut tercermin dari keberadaan alumni Unpad di berbagai bidang, termasuk pemerintahan. 

Bagi Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, kedekatan antara kampus dan masyarakat penting agar pengetahuan yang berkembang di universitas dapat bertransformasi menjadi solusi nyata. 

“Kampus memiliki pengetahuan dan riset, sementara masyarakat memiliki persoalan nyata yang harus dijawab. Alumni dapat menjadi salah satu penghubung keduanya. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, alumni, dan masyarakat membuka banyak kemungkinan agar ilmu pengetahuan tidak berhenti di kampus, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Dony. 

Hal senada disampaikan Walikota Bandung, Muhammad Farhan yang tampil di sesi Homecoming Talkshow. 

Menurutnya, perjalanan alumni setelah meninggalkan kampus justru memperluas ruang pengabdian almamater. 

“Ketika alumni bekerja di pemerintahan, membangun bisnis, menjadi profesional, pendidik, atau bergerak di komunitas, nilai dan pengetahuan yang diperoleh dari kampus ikut hadir di sana. Karena itu, semakin kuat hubungan alumni dengan universitas, semakin banyak pula ruang kolaborasi yang dapat dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Farhan. 

Banyak Cara untuk Berkontribusi

Homecoming Festival juga ingin memperluas cara pandang mengenai kontribusi alumni. Dukungan tidak selalu berbentuk finansial, tetapi dapat hadir melalui pengetahuan, mentoring, jejaring, pengalaman profesional, akses terhadap kesempatan, hingga kemampuan menyampaikan ilmu kepada masyarakat. 

Ira Mirawati, alumni dan dosen Fikom Unpad sekaligus kreator konten, melihat generasi alumni yang lebih muda memiliki semakin banyak cara untuk mengambil bagian. 

“Hari ini seseorang bisa memberi manfaat dengan banyak cara. Alumni bisa berbagi pengalaman kepada mahasiswa, membuka akses magang dan pekerjaan, menjadi mentor, membangun kolaborasi, atau membagikan pengetahuan melalui ruang digital. Yang penting adalah bagaimana kita tetap merasa terhubung dan menyadari bahwa sekecil apa pun kontribusi kita dapat menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar,” kata Ira. 

Pertemuan berbagai bentuk pengabdian tersebut menjadi salah satu semangat Homecoming Festival: alumni senior membawa pengalaman dan jejaring yang telah dibangun selama puluhan tahun, sementara generasi lebih muda hadir dengan perspektif, teknologi, dan cara baru dalam menciptakan dampak. 

Semangat kolaborasi tersebut juga mendapat dukungan dari BNI sebagai sponsor utama Homecoming Festival IKA Unpad 2026 dan Jatinangor Music Fest. 

Bagi BNI, dukungan terhadap festival bukan semata-mata bentuk sponsorship, tetapi kesempatan untuk menjadi bagian dari ruang pertemuan yang menghubungkan kampus, alumni, masyarakat, serta berbagai potensi kolaborasi di dalamnya. 

“BNI ingin hadir tidak hanya sebagai mitra transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas generasi muda. Melalui dukungan layanan digital dan pembayaran, kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi pengunjung sekaligus membantu tenant menjalankan aktivitas usahanya selama festival," tutur Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo. 

Dari Alumni Garden hingga Jatinangor Music Fest

Kick Off pada pagi hari membuka perjalanan Homecoming Festival IKA Unpad 2026 yang berlangsung sepanjang hari di Kampus Unpad Jatinangor. 

Alumni, mahasiswa, dan masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Penanaman dan Adopsi Pohon di Alumni Garden, Career Talk, Pentas Seni, Bazar UMKM dan Unit Usaha Unpad, Kampus Kompas TV, Mobile Legends Competition, hingga Golf Friendly Match. 

Sejumlah kegiatan juga diarahkan untuk mendukung Green Campus, Dana Abadi Unpad, pengembangan UMKM, serta membuka ruang donasi alumni bagi berbagai kegiatan sosial.

Rangkaian Homecoming Festival kemudian dipungkasi Jatinangor Music Fest yang menghadirkan Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya. 

Hiburan menjadi bagian dari perayaan, tetapi bukan satu-satunya tujuan festival. 

“Mengusung semangat “Pulang ke Jatinangor, Pulang ke Jati Diri,” Homecoming Festival IKA Unpad 2026 ingin menjadikan kepulangan sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menentukan apa yang ingin dikerjakan bersama ke depan. Karena pada akhirnya, pulang ke almamater bukan hanya tentang mengingat apa yang pernah diterima—tetapi juga memutuskan apa yang dapat diberikan kembali,” tutup Ferry Juliantono. (*/red)

FAME Indonesia Perluas Jejaring Internasional, 24 Universitas Indonesia Merapat ke VNU Hanoi

By On September 22, 2026

FAME Indonesia melakukan kunjungan ke Vietnam National Univerity (VNU) Hanoi. 

VIETNAM, KabarXXI.Com - FAME Indonesia melakukan kunjungan ke Vietnam National Univerity (VNU) Hanoi membawa delegasi yang merepresentasikan 24 universitas di Indonesia, dalam rangka memperkuat jejaring pendidikan tinggi, riset, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, serta kemitraan kelembagaan di tingkat internasional. 

Kehadiran FAME Indonesia di Vietnam menjadi bagian dari rangkaian The 3rd International Sandbox Conference 2026 sekaligus momentum peluncuran International Conference on Accounting, Management and Economic Resilience, konferensi internasional pertama yang diselenggarakan oleh FAME Indonesia. 

Dalam sambutannya, Prof. Yuliansyah selaku Manajemen Eksekutif FAME menegaskan bahwa FAME bukan sekadar forum konferensi, melainkan sebuah komunitas akademik kolaboratif yang mempertemukan universitas, akademisi, peneliti, dan praktisi dalam bidang Accounting, Management, and Economics. 

“FAME is a collaborative academic community connecting universities, academics, researchers, and practitioners in the fields of Accounting, Management, and Economics,” ujar Prof. Yuliansyah dalam sambutannya. 

Menurutnya, kunjungan ke Vietnam memiliki agenda yang lebih luas daripada sekadar mengikuti konferensi. FAME Indonesia mendorong terbentuknya kolaborasi konkret antara perguruan tinggi Indonesia dan Vietnam National University (VNU), khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas mahasiswa dan dosen, publikasi, seminar, serta pengembangan kemitraan institusional. 

Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kerja sama antara VNU dan perguruan tinggi di Indonesia. 

FAME Indonesia menyampaikan harapan untuk mendorong MoU antara VNU dengan 17 universitas di Indonesia. 

Berikut Universitas yang Melakukan MOU dengan VNU: 

1. FAME Indonesia. 

2. ⁠Universitas Widya Gama Malang (UWG). 

3. ⁠Politeknik Negeri Malang (POLINEMA). 

4. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro (STIEKIA Bojonegoro). 

5. Universitas Mulawarman (UNMUL). 

6. Universitas Muslim Indonesia (UMI). 

7. Politeknik Negeri Medan (POLMED). 

8. Universitas Negeri Gorontalo (UNG). 

9. Universitas PGRI Mpu Sindok (UPMS) — Nganjuk. 

10. Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). 

11. Universitas Dehasen Bengkulu (UNIVED). 

12. Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI). 

13. STIE Krakatau. 

14. Universitas Negeri Semarang (UNNES). 

15. UIN Raden Fatah Palembang. 

16. Universitas Islam Balitar (UNISBA). 

17. Universitas Bojonegoro (UNIGOR). 

Ketum FAME Indonesia, Dr. Dani Amrul Ichdan menekankan bahwa kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. 

“For us, an MoU is not simply a document. It should be the beginning of real collaboration.” 

Menurut Dani, Kerja sama tersebut diharapkan diwujudkan melalui berbagai aktivitas nyata, mulai dari student and staff mobility, joint research, joint publications, community service, seminars, hingga berbagai kegiatan akademik lainnya. 

Hal ini di sampaikan Ketum pada saat pemberangkatan delegasi. 

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi perlu diarahkan pada kolaborasi yang menghasilkan aktivitas akademik dan manfaat nyata bagi institusi, dosen, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat. 

Kehadiran FAME Indonesia di Hanoi juga menjadi ruang strategis untuk membangun hubungan akademik yang lebih erat antara Indonesia dan Vietnam. 

Prof. Yuliansyah berharap pertemuan tersebut menjadi fondasi bagi terbentuknya kemitraan akademik Indonesia–Vietnam dalam jangka panjang, dengan VNU dan universitas-universitas Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem kolaborasi tersebut. 

“This is not the end of our collaboration—it is only the beginning” tegasnya. 

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan semangat FAME Indonesia untuk menjadikan konferensi internasional bukan sebagai titik akhir sebuah kegiatan, tetapi sebagai starting point bagi lahirnya kolaborasi akademik baru yang lebih luas dan berkelanjutan. 

Dengan membawa jejaring 24 universitas FAME Indonesia menunjukkan bahwa internasionalisasi akademik dapat dibangun melalui jejaring, kolaborasi, dan komitmen bersama. 

Dari Hanoi, semangat tersebut diarahkan untuk membuka lebih banyak ruang bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan institusi pendidikan tinggi Indonesia untuk terhubung dengan mitra global. (*/red)

Feel Koplo Guncang CFD Bekasi di Extrajoss Ultimate Takeover

By On September 21, 2026

BEKASI, KabarXXI.Com – Minggu pagi di Kota Bekasi punya denyutnya sendiri. Kawasan Car Free Day (CFD) di sekitar Stadion Patriot Candrabhaga dan Plaza Patriot telah lama menjadi

ruang bertemunya warga dengan beragam aktivitas, mulai dari olahraga, komunitas, hingga ekspresi seni dan budaya. 

Semangat kebersamaan itulah yang menjadi alasan Extrajoss Ultimate Takeover memilih CFD Bekasi sebagai perhentian berikutnya. 

Kali ini, suasana tersebut semakin semarak ketika Feel Koplo membawa racikan musik elektronik dan dangdut khas mereka ke Plaza Patriot, menjadi puncak dari rangkaian parade komunitas, musik, dan berbagai aktivitas interaktif yang berlangsung sejak pagi. 

Febrian Adiputra, Head of Energy & Sport Nutrition Category Kalbe Consumer Health, menyampaikan antusiasmenya terhadap perhentian rangkaian tour di Bekasi. 

“Bekasi memiliki denyut nadi komunitas dan anak muda yang sangat luar biasa aktif. Karakter masyarakatnya yang energik dan dinamis menjadikan Bekasi sebagai panggung yang sangat pas untuk Extrajoss Ultimate Takeover. Kami ingin menghadirkan ruang berkumpul yang positif, di mana berbagai elemen komunitas dan masyarakat bisa melebur dalam satu energi yang sama,” ujarnya. 

Kemeriahan dimulai dengan parade yang bergerak dari kawasan Stadion Patriot Candrabhaga dan Plaza Patriot, menyusuri Jl. Ahmad Yani hingga Flyover K. H. Noer Ali dengan empat titik pit stop. 

Berbagai komunitas lokal turut ambil bagian, mulai dari skateboard, BMX, fixie, juggling, marching band, hingga permainan tradisional egrang, antara lain bersama FCSI, IF3, KIS, IDCA, ABI BMX, PORTINA, dan FIXIE FANS. 

Perpaduan olahraga urban, seni, dan kreativitas jalanan tersebut memberikan warna tersendiri sepanjang kawasan CFD. 

Selepas parade, perhatian beralih ke main stage. DJ Rafpen memimpin sesi karaoke, ditemani DJ Maill dan MC Nadril, sebelum Feel Koplo mengambil alih panggung dan mengajak pengunjung bernyanyi serta bergoyang bersama. 

Penampilan duo yang dikenal lewat pendekatan segar terhadap musik koplo tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam Extrajoss Ultimate Takeover Bekasi. 

Keseruan juga berlangsung di area booth dan Bar Takeover, lengkap dengan berbagai quest dan tantangan yang diikuti pengunjung. 

Ratusan hadiah dibagikan sepanjang acara, mulai dari merchandise, kamera, logam mulia, hingga hadiah utama berupa satu unit Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid. 

“Melalui Extrajoss Ultimate Takeover, kami ingin menemani ritme hidup anak muda yang semakin dinamis dan bergerak cepat. Extrajoss Ultimate hadir memberikan dukungan energi yang lebih smooth dan fokus yang lebih panjang berkat kandungan green coffee sebagai natural energy source serta kadar gula yang lebih rendah,” jelas Febrian Adiputra. 

Lewat rangkaian aktivitas tersebut, semangat “I Am Ultimate” kembali hadir sebagai benang merah Extrajoss Ultimate Takeover. 

Bukan hanya melalui panggung hiburan, tetapi juga lewat beragam komunitas dan individu yang membawa minat, gaya, dan cara berekspresi mereka masing-masing ke ruang publik. 

“Kami berharap Extrajoss Ultimate dapat terus menjadi bagian dari momen-momen yang mempertemukan orang-orang dengan semangat yang sama untuk terus bergerak, berkarya, dan berkembang bersama di setiap kota yang kami kunjungi,” tutup Febrian Adiputra. 

Tentang Kalbe Consumer Health

Kalbe Consumer Health merupakan bagian dari PT Kalbe Farma Tbk yang berfokus pada penyediaan produk kesehatan konsumen di Indonesia. 

Dengan dukungan kapabilitas riset, inovasi, serta jaringan distribusi yang luas, Kalbe Consumer Health menghadirkan berbagai solusi kesehatan yang berkualitas dan terpercaya. 

Kalbe Consumer Health berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui produk-produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen serta pengembangan gaya hidup sehat yang berkelanjutan. (*/red)

Playpark Seru untuk Liburan Seharian, Hanya Satu Jam dari Jakarta!

By On Agustus 16, 2026

Waterfall of Wonder. 

BOGOR, KabarXXI.Com - Liburan keluarga tidak selalu harus diisi dengan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain. Ada kalanya, satu tempat sudah cukup untuk mengisi satu hari dengan berbagai pengalaman, mulai dari bermain, menikmati alam, berinteraksi dengan satwa, hingga bersantap dan menyaksikan pertunjukan. 

Semangat inilah yang dihadirkan Enchanting Valley by Taman Safari Indonesia melalui konsep “A Day Well Spent”. Sebagai premium outdoor playpark, Enchanting Valley menawarkan pengalaman rekreasi yang memungkinkan pengunjung menikmati berbagai aktivitas dalam satu kawasan, tanpa harus berpindah destinasi. 

Satu Kawasan, Beragam Pengalaman

Hari di Enchanting Valley bisa dimulai dengan berbagai aktivitas outdoor yang dapat dinikmati bersama keluarga maupun teman. 

Bagi yang ingin langsung menjelajah, Super Wheels mengajak pengunjung berkeliling berbagai zona Enchanting Valley sepanjang sekitar 1,5 kilometer menggunakan kendaraan bergaya mobil klasik. 

Sementara itu, anak-anak dapat bermain air di Bumble Boat Water Play atau mengeksplorasi area Nets Play yang memberikan ruang untuk bergerak dan bermain dengan lebih leluasa. 

Keseruan juga berlanjut di Plaza Carnival yang memiliki tujuh area permainan untuk dinikmati pengunjung dari berbagai usia. 

Bagi anak-anak, The Playground menghadirkan area bermain bertema satwa dengan fasilitas seperti perosotan, ayunan, terowongan, dan monkey bar. 

Bagi yang ingin melihat kawasan dari sudut pandang berbeda, Tree of Life bisa menjadi salah satu tujuan berikutnya. 

Struktur berbentuk pohon raksasa setinggi 32 meter ini membawa pengunjung ke ketinggian untuk menikmati pemandangan 360 derajat kawasan Enchanting Valley dan lanskap hijau Puncak. 

Tidak Hanya Bermain, Ada Alam, Satwa, dan Budaya

Tree of Life. 

Setelah puas bermain, pengunjung bisa mengambil waktu untuk bersantai di Central Park. Area terbuka dengan danau ini menjadi ruang untuk beristirahat sekaligus menikmati udara sejuk khas Puncak. 

Pengalaman kemudian bisa dilanjutkan dengan mengenal satwa lebih dekat di Lila’s Magical World. 

Mengusung konsep petting zoo, area ini memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi, berfoto, dan memberikan makanan kepada satwa. 

Pengalaman tersebut juga dilengkapi Animal Edushow yang menghadirkan edukasi mengenai satwa dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. 

Selain alam dan satwa, pengalaman budaya juga menjadi bagian dari perjalanan di Enchanting Valley. 

Melalui Waterfall of Wonder, pengunjung dapat mengikuti pertunjukan angklung secara interaktif dan memainkan alat musik tradisional tersebut bersama-sama. 

Aktivitas ini menjadi cara yang ringan dan menyenangkan untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Dengan berbagai pilihan aktivitas tersebut, setiap anggota keluarga dapat menemukan hal yang mereka sukai, tanpa kehilangan kesempatan untuk tetap menikmati waktu bersama. 

Pengalaman Kuliner Seru

Setelah menghabiskan waktu untuk bermain dan bereksplorasi, pengunjung tidak perlu meninggalkan kawasan untuk mencari tempat makan. 

Amarta Restaurant menawarkan berbagai hidangan Nusantara, mulai dari sate dan sup hingga hidangan penutup. 

Bumble Boat. 

Untuk suasana yang lebih santai, District Dining menghadirkan pilihan makanan dan minuman dengan konsep yang lebih kasual. 

Sementara Kembang Nona dapat menjadi pilihan untuk menikmati kopi, camilan, atau sekadar beristirahat di ruang terbuka hijau. 

Dengan pilihan kuliner yang tersedia di dalam kawasan, waktu makan tidak harus menjadi jeda dari perjalanan. 

Momen bersantap justru bisa menjadi bagian dari waktu berkumpul sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya. 

Menutup Hari dengan Hiburan dan Pesan Konservasi

Menjelang sore, perjalanan di Enchanting Valley dapat ditutup dengan menyaksikan Lila Show, pertunjukan drama musikal teatrikal yang memadukan musik, cerita, dan pesan mengenai konservasi. 

Mengikuti kisah karakter Lila, pertunjukan ini menghadirkan hiburan sekaligus mengajak penonton untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kelestarian alam. 

Setelah seharian bermain, menikmati alam, mengenal satwa, dan menghabiskan waktu bersama, Lila Show menjadi salah satu pilihan untuk menutup hari dengan sebuah cerita yang berkesan. 

“Kami melihat bahwa liburan yang berkesan tidak selalu ditentukan oleh berapa banyak tempat yang dikunjungi, tetapi oleh seberapa banyak momen yang tercipta di dalamnya. Melalui Enchanting Valley, kami ingin menghadirkan ruang di mana keluarga dapat bermain, mengeksplorasi alam, mengenal satwa, menikmati kuliner, hingga menyaksikan pertunjukan dalam satu perjalanan yang utuh,” ujar Allison Williams, General Manager Enchanting Valley dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026. 

“Inilah semangat A Day Well Spent yang kami bawa, yaitu satu hari yang bisa dinikmati tanpa terburu-buru, dengan berbagai pengalaman yang dapat dilakukan bersama dan menjadi kenangan untuk dibawa pulang,” lanjutnya. 

Pada akhirnya, liburan tidak selalu tentang seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi dalam satu hari. 

Super Wheel. 

Terkadang, satu destinasi dengan cukup banyak hal untuk dilakukan justru memberikan ruang untuk menikmati waktu dengan lebih santai. 

Melalui konsep A Day Well Spent, Enchanting Valley mengajak pengunjung untuk bermain, menikmati alam, mengenal satwa, mencoba kuliner, hingga menikmati pertunjukan dalam satu perjalanan. 

Dari pagi hingga sore, satu hari pun bisa terasa lebih lengkap ketika dihabiskan bersama orang-orang terdekat. 

Tentang Taman Safari Indonesia

Taman Safari Indonesia adalah taman rekreasi bertema dan situs konservasi kelas dunia yang terletak di enam lokasi dan empat resort di seluruh Indonesia. 

Taman ini memiliki lebih dari 9.325 hewan dari 409 spesies dan menarik lebih dari enam juta pengunjung setiap tahunnya. 

Sejak tahun 1980, Taman Safari Indonesia telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepaskan ribuan hewan kembali ke alam liar. 

Sebagai hasilnya, Taman Safari Indonesia telah menjadi organisasi konservasi global terkemuka untuk satwa liar endemik Indonesia dan spesies yang terancam punah. 

Taman Safari Indonesia telah meraih empat sertifikasi internasional dan 20 penghargaan nasional atas upayanya dalam bidang konservasi dan rekreasi.

Perjalanan Taman Safari Indonesia dimulai dengan pembukaan area konservasi satwa liarnya yang pertama, The Great Taman Safari Bogor, di Cisarua, Bogor, pada bulan April 1986. 

Seiring berjalannya waktu, Taman Safari Indonesia memperluas jejaknya dengan mendirikan The Grand Taman Safari Indonesia Prigen di Pasuruan, Jawa Timur, pada bulan Desember 1997. 

Keberhasilan dua area konservasi ini menginspirasi Taman Safari Indonesia untuk menciptakan situs tambahan, termasuk The Amazing Taman Safari Bali, The Funtastic Beach Safari di Batang, Jawa Tengah, Jakarta Aquarium & Safari, Solo Safari, dan yang terbaru, Varuna Bali. 

Taman Safari Indonesia juga mengawasi beberapa bisnis terkait pariwisata, seperti Royal Safari Garden, Safari Resort, Baobab Safari Resort, Mara River Safari Lodge, dan Gerai Souvenir Safari Wonders. 

Visi Taman Safari Indonesia adalah menjadi destinasi konservasi satwa liar berbasis pendidikan dan penelitian serta tujuan wisata. (*/red)

Perut Mudah Buncit dan Berat Badan Sulit Turun? Bisa Jadi Tubuh Anda Kekurangan Serat

By On Agustus 15, 2026

Foto ilustrasi. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Menurunkan berat badan sering kali dianggap identik dengan mengurangi porsi makan atau menjalani diet ketat. Namun, tidak sedikit orang yang sudah berusaha membatasi kalori, tetapi berat badan tetap sulit dikendalikan dan lingkar perut terus bertambah. Salah satu penyebab yang kerap luput diperhatikan adalah kurangnya asupan serat harian. 

Di tengah gaya hidup yang serba praktis, masyarakat semakin mudah memperoleh makanan tinggi kalori, gula, dan lemak hanya melalui aplikasi pesan-antar. 

Sayangnya, pola makan seperti ini sering kali tidak diimbangi dengan konsumsi sayur, buah, atau sumber serat lainnya. 

Akibatnya, bukan hanya kesehatan pencernaan yang terganggu, tetapi rasa kenyang juga menjadi lebih singkat sehingga keinginan untuk makan atau ngemil kembali muncul lebih cepat. 


Menurut dr. Elizabeth Angelina, dokter medis Kalbe Consumer Health, kondisi ini semakin banyak dijumpai pada masyarakat modern. 

"Kesibukan sering kali membuat orang memilih makanan yang praktis dan mengenyangkan, tetapi belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, termasuk serat. Padahal, serat berperan penting dalam menjaga fungsi pencernaan sekaligus membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Ketika kebutuhan serat terpenuhi, keinginan untuk makan atau ngemil berlebihan dapat lebih terkontrol sehingga turut mendukung upaya menjaga berat badan yang sehat," jelas dr. Elizabeth. 

Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus membantu mengatur pola makan. Konsumsi serat yang cukup dapat memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. 

Dengan demikian, dorongan untuk mengonsumsi camilan atau makan berlebihan dapat berkurang, yang pada akhirnya membantu mengendalikan asupan kalori sebagai bagian dari pengelolaan berat badan. 

Sebaliknya, ketika kebutuhan serat tidak terpenuhi, rasa kenyang cenderung cepat hilang. Dalam jangka panjang, kebiasaan makan berlebihan akibat rasa lapar yang lebih sering muncul dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan, terutama bila tidak diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik yang cukup. 

Melihat kebutuhan masyarakat akan cara praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, Femmy Fyber menghadirkan kombinasi Fiber dan Garcinia dalam satu minuman serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mendukung pengelolaan berat badan. 

"Kami memahami bahwa banyak orang ingin tetap menikmati makanan favoritnya tanpa terus dibayangi rasa khawatir berat badan mudah naik atau perut terasa semakin buncit. Karena itu, Femmy Fyber diformulasikan dengan kombinasi Fiber dan Garcinia sebagai pendamping gaya hidup sehat yang praktis, membantu memenuhi kebutuhan serat harian sekaligus mendukung pengelolaan berat badan," ujar Andry Mahyudi, Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health. 

Keunggulan Femmy Fyber tidak hanya terletak pada kandungan seratnya. Produk ini juga diperkaya dengan Garcinia atau asam gelugur yang mengandung Hydroxycitric Acid (HCA), senyawa alami yang telah banyak diteliti terkait potensinya dalam mendukung pengelolaan berat badan. 

Penelitian yang dilakukan oleh IPB University juga menunjukkan bahwa HCA merupakan komponen utama pada Garcinia yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam mendukung pengelolaan berat badan dan gaya hidup sehat. 

Kombinasi Fiber dan Garcinia menjadikan keduanya bekerja secara saling melengkapi. Serat membantu memenuhi kebutuhan serat harian, menjaga kesehatan pencernaan, dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sementara Garcinia melengkapi formulasi sebagai bahan alami yang telah banyak diteliti terkait potensinya dalam mendukung pengelolaan berat badan. 

Dalam bentuk minuman serat yang praktis, Femmy Fyber dapat menjadi pilihan yang mudah dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari. 

"Menjaga tubuh tetap sehat dan berat badan tetap ideal tidak selalu harus dimulai dari perubahan yang besar. Kebiasaan sederhana seperti mencukupi kebutuhan serat setiap hari dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup yang lebih sehat. Kami berharap Femmy Fyber dapat menjadi teman sehari-hari bagi masyarakat yang ingin tetap aktif, menikmati makanan favoritnya dengan lebih bijak, serta merasa nyaman dan percaya diri dengan tubuhnya," tutup Andry. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *