Berita Terbaru

Playpark Seru untuk Liburan Seharian, Hanya Satu Jam dari Jakarta!

By On Agustus 16, 2026

Waterfall of Wonder. 

BOGOR, KabarXXI.Com - Liburan keluarga tidak selalu harus diisi dengan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain. Ada kalanya, satu tempat sudah cukup untuk mengisi satu hari dengan berbagai pengalaman, mulai dari bermain, menikmati alam, berinteraksi dengan satwa, hingga bersantap dan menyaksikan pertunjukan. 

Semangat inilah yang dihadirkan Enchanting Valley by Taman Safari Indonesia melalui konsep “A Day Well Spent”. Sebagai premium outdoor playpark, Enchanting Valley menawarkan pengalaman rekreasi yang memungkinkan pengunjung menikmati berbagai aktivitas dalam satu kawasan, tanpa harus berpindah destinasi. 

Satu Kawasan, Beragam Pengalaman

Hari di Enchanting Valley bisa dimulai dengan berbagai aktivitas outdoor yang dapat dinikmati bersama keluarga maupun teman. 

Bagi yang ingin langsung menjelajah, Super Wheels mengajak pengunjung berkeliling berbagai zona Enchanting Valley sepanjang sekitar 1,5 kilometer menggunakan kendaraan bergaya mobil klasik. 

Sementara itu, anak-anak dapat bermain air di Bumble Boat Water Play atau mengeksplorasi area Nets Play yang memberikan ruang untuk bergerak dan bermain dengan lebih leluasa. 

Keseruan juga berlanjut di Plaza Carnival yang memiliki tujuh area permainan untuk dinikmati pengunjung dari berbagai usia. 

Bagi anak-anak, The Playground menghadirkan area bermain bertema satwa dengan fasilitas seperti perosotan, ayunan, terowongan, dan monkey bar. 

Bagi yang ingin melihat kawasan dari sudut pandang berbeda, Tree of Life bisa menjadi salah satu tujuan berikutnya. 

Struktur berbentuk pohon raksasa setinggi 32 meter ini membawa pengunjung ke ketinggian untuk menikmati pemandangan 360 derajat kawasan Enchanting Valley dan lanskap hijau Puncak. 

Tidak Hanya Bermain, Ada Alam, Satwa, dan Budaya

Tree of Life. 

Setelah puas bermain, pengunjung bisa mengambil waktu untuk bersantai di Central Park. Area terbuka dengan danau ini menjadi ruang untuk beristirahat sekaligus menikmati udara sejuk khas Puncak. 

Pengalaman kemudian bisa dilanjutkan dengan mengenal satwa lebih dekat di Lila’s Magical World. 

Mengusung konsep petting zoo, area ini memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi, berfoto, dan memberikan makanan kepada satwa. 

Pengalaman tersebut juga dilengkapi Animal Edushow yang menghadirkan edukasi mengenai satwa dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. 

Selain alam dan satwa, pengalaman budaya juga menjadi bagian dari perjalanan di Enchanting Valley. 

Melalui Waterfall of Wonder, pengunjung dapat mengikuti pertunjukan angklung secara interaktif dan memainkan alat musik tradisional tersebut bersama-sama. 

Aktivitas ini menjadi cara yang ringan dan menyenangkan untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Dengan berbagai pilihan aktivitas tersebut, setiap anggota keluarga dapat menemukan hal yang mereka sukai, tanpa kehilangan kesempatan untuk tetap menikmati waktu bersama. 

Pengalaman Kuliner Seru

Setelah menghabiskan waktu untuk bermain dan bereksplorasi, pengunjung tidak perlu meninggalkan kawasan untuk mencari tempat makan. 

Amarta Restaurant menawarkan berbagai hidangan Nusantara, mulai dari sate dan sup hingga hidangan penutup. 

Bumble Boat. 

Untuk suasana yang lebih santai, District Dining menghadirkan pilihan makanan dan minuman dengan konsep yang lebih kasual. 

Sementara Kembang Nona dapat menjadi pilihan untuk menikmati kopi, camilan, atau sekadar beristirahat di ruang terbuka hijau. 

Dengan pilihan kuliner yang tersedia di dalam kawasan, waktu makan tidak harus menjadi jeda dari perjalanan. 

Momen bersantap justru bisa menjadi bagian dari waktu berkumpul sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya. 

Menutup Hari dengan Hiburan dan Pesan Konservasi

Menjelang sore, perjalanan di Enchanting Valley dapat ditutup dengan menyaksikan Lila Show, pertunjukan drama musikal teatrikal yang memadukan musik, cerita, dan pesan mengenai konservasi. 

Mengikuti kisah karakter Lila, pertunjukan ini menghadirkan hiburan sekaligus mengajak penonton untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kelestarian alam. 

Setelah seharian bermain, menikmati alam, mengenal satwa, dan menghabiskan waktu bersama, Lila Show menjadi salah satu pilihan untuk menutup hari dengan sebuah cerita yang berkesan. 

“Kami melihat bahwa liburan yang berkesan tidak selalu ditentukan oleh berapa banyak tempat yang dikunjungi, tetapi oleh seberapa banyak momen yang tercipta di dalamnya. Melalui Enchanting Valley, kami ingin menghadirkan ruang di mana keluarga dapat bermain, mengeksplorasi alam, mengenal satwa, menikmati kuliner, hingga menyaksikan pertunjukan dalam satu perjalanan yang utuh,” ujar Allison Williams, General Manager Enchanting Valley dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026. 

“Inilah semangat A Day Well Spent yang kami bawa, yaitu satu hari yang bisa dinikmati tanpa terburu-buru, dengan berbagai pengalaman yang dapat dilakukan bersama dan menjadi kenangan untuk dibawa pulang,” lanjutnya. 

Pada akhirnya, liburan tidak selalu tentang seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi dalam satu hari. 

Super Wheel. 

Terkadang, satu destinasi dengan cukup banyak hal untuk dilakukan justru memberikan ruang untuk menikmati waktu dengan lebih santai. 

Melalui konsep A Day Well Spent, Enchanting Valley mengajak pengunjung untuk bermain, menikmati alam, mengenal satwa, mencoba kuliner, hingga menikmati pertunjukan dalam satu perjalanan. 

Dari pagi hingga sore, satu hari pun bisa terasa lebih lengkap ketika dihabiskan bersama orang-orang terdekat. 

Tentang Taman Safari Indonesia

Taman Safari Indonesia adalah taman rekreasi bertema dan situs konservasi kelas dunia yang terletak di enam lokasi dan empat resort di seluruh Indonesia. 

Taman ini memiliki lebih dari 9.325 hewan dari 409 spesies dan menarik lebih dari enam juta pengunjung setiap tahunnya. 

Sejak tahun 1980, Taman Safari Indonesia telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepaskan ribuan hewan kembali ke alam liar. 

Sebagai hasilnya, Taman Safari Indonesia telah menjadi organisasi konservasi global terkemuka untuk satwa liar endemik Indonesia dan spesies yang terancam punah. 

Taman Safari Indonesia telah meraih empat sertifikasi internasional dan 20 penghargaan nasional atas upayanya dalam bidang konservasi dan rekreasi.

Perjalanan Taman Safari Indonesia dimulai dengan pembukaan area konservasi satwa liarnya yang pertama, The Great Taman Safari Bogor, di Cisarua, Bogor, pada bulan April 1986. 

Seiring berjalannya waktu, Taman Safari Indonesia memperluas jejaknya dengan mendirikan The Grand Taman Safari Indonesia Prigen di Pasuruan, Jawa Timur, pada bulan Desember 1997. 

Keberhasilan dua area konservasi ini menginspirasi Taman Safari Indonesia untuk menciptakan situs tambahan, termasuk The Amazing Taman Safari Bali, The Funtastic Beach Safari di Batang, Jawa Tengah, Jakarta Aquarium & Safari, Solo Safari, dan yang terbaru, Varuna Bali. 

Taman Safari Indonesia juga mengawasi beberapa bisnis terkait pariwisata, seperti Royal Safari Garden, Safari Resort, Baobab Safari Resort, Mara River Safari Lodge, dan Gerai Souvenir Safari Wonders. 

Visi Taman Safari Indonesia adalah menjadi destinasi konservasi satwa liar berbasis pendidikan dan penelitian serta tujuan wisata. (*/red)

Perut Mudah Buncit dan Berat Badan Sulit Turun? Bisa Jadi Tubuh Anda Kekurangan Serat

By On Agustus 15, 2026

Foto ilustrasi. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Menurunkan berat badan sering kali dianggap identik dengan mengurangi porsi makan atau menjalani diet ketat. Namun, tidak sedikit orang yang sudah berusaha membatasi kalori, tetapi berat badan tetap sulit dikendalikan dan lingkar perut terus bertambah. Salah satu penyebab yang kerap luput diperhatikan adalah kurangnya asupan serat harian. 

Di tengah gaya hidup yang serba praktis, masyarakat semakin mudah memperoleh makanan tinggi kalori, gula, dan lemak hanya melalui aplikasi pesan-antar. 

Sayangnya, pola makan seperti ini sering kali tidak diimbangi dengan konsumsi sayur, buah, atau sumber serat lainnya. 

Akibatnya, bukan hanya kesehatan pencernaan yang terganggu, tetapi rasa kenyang juga menjadi lebih singkat sehingga keinginan untuk makan atau ngemil kembali muncul lebih cepat. 


Menurut dr. Elizabeth Angelina, dokter medis Kalbe Consumer Health, kondisi ini semakin banyak dijumpai pada masyarakat modern. 

"Kesibukan sering kali membuat orang memilih makanan yang praktis dan mengenyangkan, tetapi belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, termasuk serat. Padahal, serat berperan penting dalam menjaga fungsi pencernaan sekaligus membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Ketika kebutuhan serat terpenuhi, keinginan untuk makan atau ngemil berlebihan dapat lebih terkontrol sehingga turut mendukung upaya menjaga berat badan yang sehat," jelas dr. Elizabeth. 

Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus membantu mengatur pola makan. Konsumsi serat yang cukup dapat memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. 

Dengan demikian, dorongan untuk mengonsumsi camilan atau makan berlebihan dapat berkurang, yang pada akhirnya membantu mengendalikan asupan kalori sebagai bagian dari pengelolaan berat badan. 

Sebaliknya, ketika kebutuhan serat tidak terpenuhi, rasa kenyang cenderung cepat hilang. Dalam jangka panjang, kebiasaan makan berlebihan akibat rasa lapar yang lebih sering muncul dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan, terutama bila tidak diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik yang cukup. 

Melihat kebutuhan masyarakat akan cara praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, Femmy Fyber menghadirkan kombinasi Fiber dan Garcinia dalam satu minuman serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mendukung pengelolaan berat badan. 

"Kami memahami bahwa banyak orang ingin tetap menikmati makanan favoritnya tanpa terus dibayangi rasa khawatir berat badan mudah naik atau perut terasa semakin buncit. Karena itu, Femmy Fyber diformulasikan dengan kombinasi Fiber dan Garcinia sebagai pendamping gaya hidup sehat yang praktis, membantu memenuhi kebutuhan serat harian sekaligus mendukung pengelolaan berat badan," ujar Andry Mahyudi, Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health. 

Keunggulan Femmy Fyber tidak hanya terletak pada kandungan seratnya. Produk ini juga diperkaya dengan Garcinia atau asam gelugur yang mengandung Hydroxycitric Acid (HCA), senyawa alami yang telah banyak diteliti terkait potensinya dalam mendukung pengelolaan berat badan. 

Penelitian yang dilakukan oleh IPB University juga menunjukkan bahwa HCA merupakan komponen utama pada Garcinia yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam mendukung pengelolaan berat badan dan gaya hidup sehat. 

Kombinasi Fiber dan Garcinia menjadikan keduanya bekerja secara saling melengkapi. Serat membantu memenuhi kebutuhan serat harian, menjaga kesehatan pencernaan, dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sementara Garcinia melengkapi formulasi sebagai bahan alami yang telah banyak diteliti terkait potensinya dalam mendukung pengelolaan berat badan. 

Dalam bentuk minuman serat yang praktis, Femmy Fyber dapat menjadi pilihan yang mudah dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari. 

"Menjaga tubuh tetap sehat dan berat badan tetap ideal tidak selalu harus dimulai dari perubahan yang besar. Kebiasaan sederhana seperti mencukupi kebutuhan serat setiap hari dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup yang lebih sehat. Kami berharap Femmy Fyber dapat menjadi teman sehari-hari bagi masyarakat yang ingin tetap aktif, menikmati makanan favoritnya dengan lebih bijak, serta merasa nyaman dan percaya diri dengan tubuhnya," tutup Andry. (*/red)

35 Tahun IAPVC Hubungkan Karya Visual, Konservasi, dan Pengalaman Wisata Satwa

By On Agustus 15, 2026

Karya Juara 2 IAPVC 2024 – Prabu Dennaga Susanto. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Berawal dari sebuah kompetisi fotografi satwa pada 1990, International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) merupakan ajang fotografi dan videografi satwa tahunan yang diselenggarakan oleh Taman Safari Indonesia (TSI) sebagai bagian dari komitmennya dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi satwa dan kelestarian alam. 

Selama 35 tahun, IAPVC telah berkembang menjadi ruang yang mempertemukan fotografer, videografer, komunitas, pecinta alam, hingga masyarakat umum dalam satu cerita besar tentang kehidupan satwa. 

Ribuan karya telah merekam keindahan, perilaku, dan keberagaman satwa dari berbagai penjuru dunia. 

Melalui foto dan video, IAPVC mengajak masyarakat untuk mengenal satwa lebih dekat, menumbuhkan empati, serta membangun kepedulian terhadap upaya pelestarian dan konservasi. 

Seiring perjalanannya, IAPVC terus mengembangkan cara dalam menceritakan kehidupan satwa. Pada 2023, IAPVC mengusung tema “Story of the Wild, Capture Through Your Lens”, dilanjutkan “Soul of the Wild” pada 2024 dan “The Picture of Secret Nature” pada 2025. 

Memasuki usia ke-35, IAPVC mengusung tema "From Lens to Legacy" yang menempatkan karya visual bukan hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai warisan kepedulian terhadap satwa bagi generasi berikutnya. 

Perkembangan tersebut turut diiringi meningkatnya partisipasi masyarakat, dengan jumlah peserta bertambah dari 2.998 orang pada 2022 menjadi 9.115 orang pada 2025, sementara jumlah karya meningkat dari 8.789 menjadi 26.291 karya. 

Alexander Zulkarnain, Chief Marketing Officer (CMO) Taman Safari Indonesia, mengatakan bahwa IAPVC tidak hanya menjadi ruang untuk menghasilkan karya visual, tetapi juga sarana untuk membawa isu konservasi lebih dekat dengan masyarakat. 

“Bukan sekadar lomba, ajang ini adalah momentum mengedukasi masyarakat tentang konservasi satwa melalui media yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu foto dan video,” tuturnya. 

Semangat tersebut turut tercermin melalui karya para pemenang IAPVC dalam beberapa edisi terakhir. Pada 2023, Gerdie Hutomo Nurhadi meraih penghargaan utama melalui foto yang mengabadikan perilaku orangutan menyedok air menggunakan daun kering. 

Sementara itu, pada 2025, Adhitiya Wibhawa memenangkan Grand Prize melalui potret Elang Jawa. Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa fotografi satwa tidak hanya mengabadikan momen, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan pesan konservasi. 

Tahun ini, IAPVC kembali mengajak masyarakat untuk terlibat melalui berbagai kategori kompetisi, rangkaian roadshow, serta aktivitas yang mempertemukan peserta dengan satwa dan kawasan konservasi secara langsung. 

Pada 2026, roadshow IAPVC berlangsung di Taman Safari Bogor, Solo Safari, dan Taman Safari Prigen dengan aktivitas yang mencakup kompetisi regional dan keterlibatan komunitas secara langsung. 

Karya Pemenang Utama IAPVC 2025 – Adhitiya Wibhawa. 

IAPVC 2026 juga menghadirkan beragam kategori, mulai dari Wildlife Photo Story, Wildlife Young Creator, Wildlife Short Video Story, hingga Wildlife Roadshow Story Challenge, serta kategori baru Wildlife Journalist Story dan People's Choice Awards. 

Pendaftaran International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 telah dibuka hingga 30 September 2026. 

Informasi mengenai kategori kompetisi, persyaratan peserta, dan mekanisme pengiriman karya dapat diakses melalui bit.ly/JoinIAPVC2026

Tentang Taman Safari Indonesia

Taman Safari Indonesia adalah taman rekreasi bertema dan situs konservasi kelas dunia yang terletak di enam lokasi dan empat resort di seluruh Indonesia. 

Taman ini memiliki lebih dari 9325 hewan dari 409 spesies dan menarik lebih dari enam juta pengunjung setiap tahunnya. 

Sejak tahun 1980, Taman Safari Indonesia telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepaskan ribuan hewan kembali ke alam liar. 

Sebagai hasilnya, Taman Safari Indonesia telah menjadi organisasi konservasi global terkemuka untuk satwa liar endemik Indonesia dan spesies yang terancam punah. 

Taman Safari Indonesia telah meraih empat sertifikasi internasional dan 20 penghargaan nasional atas upayanya dalam bidang konservasi dan rekreasi. 

Perjalanan Taman Safari Indonesia dimulai dengan pembukaan area konservasi satwa liarnya yang pertama, The Great Taman Safari Bogor, di Cisarua, Bogor, pada bulan April 1986. 

Seiring berjalannya waktu, Taman Safari Indonesia memperluas jejaknya dengan mendirikan The Grand Taman Safari Indonesia Prigen di Pasuruan, Jawa Timur, pada bulan Desember 1997. 

Keberhasilan dua area konservasi ini menginspirasi Taman Safari Indonesia untuk menciptakan situs tambahan, termasuk The Amazing Taman Safari Bali, The Funtastic Beach Safari di Batang, Jawa Tengah, Jakarta Aquarium & Safari, Solo Safari, dan yang terbaru, Varuna Bali. 

Taman Safari Indonesia juga mengawasi beberapa bisnis terkait pariwisata, seperti Royal Safari Garden, Safari Resort, Baobab Safari Resort, Mara River Safari Lodge, dan Gerai Souvenir Safari Wonders. 

Visi Taman Safari Indonesia adalah menjadi destinasi konservasi satwa liar berbasis pendidikan dan penelitian serta tujuan wisata. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi www.tamansafari.com

(*/red)

Di Balik Ramainya FJGS 2026, Pengalaman Belanja Dimulai Sebelum Masuk Mal

By On Juli 25, 2026

Secure Parking Indonesia (SPI). 

Secure Parking Indonesia menyoroti bahwa kelancaran mobilitas sejak memasuki kawasan pusat perbelanjaan menjadi bagian penting dari pengalaman berbelanja selama Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026.

JAKARTA, KabarXXI.Com Dengan target transaksi mencapai Rp 16 triliun di 104 pusat perbelanjaan di seluruh Jakarta, Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026, kembali menjadi salah satu momentum belanja terbesar di ibu kota. 

Di tengah tingginya aktivitas tersebut, Secure Parking Indonesia (SPI) menyoroti pentingnya kelancaran mobilitas sejak pengunjung memasuki kawasan, karena pengalaman berbelanja dimulai bahkan sebelum mereka masuk ke mal. 

Selain menawarkan potongan harga hingga 70 persen, rangkaian program seperti All Day Sale, Midnight Sale, dan berbagai aktivasi belanja turut mendorong meningkatnya kunjungan masyarakat ke pusat-pusat perbelanjaan selama musim belanja berlangsung. 

Di hampir seluruh pusat perbelanjaan peserta FJGS yang pengelolaan parkirnya dipercayakan kepada SPI, volume kendaraan selama tiga pekan pertama penyelenggaraan meningkat rata-rata sekitar 6,5 persen dibandingkan periode normal. 

Peningkatan tersebut juga dipengaruhi oleh momentum libur sekolah yang berlangsung pada periode yang sama. 

Besarnya skala aktivitas selama FJGS menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah musim belanja tidak hanya ditentukan oleh daya tarik promosi, tetapi juga oleh kesiapan seluruh ekosistem pendukung dalam mengakomodasi meningkatnya mobilitas masyarakat. 

Pengalaman berbelanja bersama keluarga sudah dimulai ketika kendaraan memasuki kawasan, menemukan ruang parkir, lalu melanjutkan perjalanan menuju pusat perbelanjaan. 

Bagi pengelola kawasan, peningkatan kunjungan selama FJGS bukan hanya berarti bertambahnya jumlah kendaraan yang masuk, tetapi juga berubahnya pola mobilitas. 

Momentum libur sekolah, program promosi, hingga aktivitas keluarga di pusat perbelanjaan membuat periode kedatangan dan kepulangan pengunjung menjadi lebih panjang dan dinamis dibandingkan hari-hari biasa. 

Kondisi tersebut menuntut pengelolaan operasional yang lebih adaptif sepanjang hari, bukan hanya pada jam-jam sibuk tertentu. 

Ketika Pusat Perbelanjaan Menjadi Lebih Sibuk, Ritme Layanan Ikut Berubah

Pada periode seperti FJGS inilah kualitas layanan diuji oleh kemampuan membaca perubahan kondisi di lapangan, melakukan penyesuaian secara cepat, dan menjaga pengalaman pengunjung tetap konsisten. 

Selama periode FJGS, SPI mengoptimalkan sumber daya yang telah tersedia melalui penempatan petugas yang lebih adaptif, khususnya di area pintu masuk dan pintu keluar, disertai peningkatan pemantauan arus kendaraan serta koordinasi yang lebih erat dengan pengelola pusat perbelanjaan. 

Pendekatan tersebut memungkinkan kualitas layanan tetap terjaga meskipun aktivitas kendaraan meningkat, tanpa memerlukan penambahan manpower maupun perubahan jam operasional. 

"Pada periode seperti FJGS, tantangannya bukan sekadar melayani lebih banyak kendaraan, tetapi memastikan mobilitas tetap mengalir ketika pola kedatangan dan kepulangan pengunjung berubah dibandingkan hari-hari biasa. Karena itu, fokus kami adalah membaca kondisi lapangan sedini mungkin sehingga potensi kepadatan dapat diantisipasi sebelum memengaruhi pengalaman pengunjung,” ujar Andiyanto, General Manager Operation SPI. 

Menurut Andiyanto, indikator keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan yang dapat dilayani, tetapi juga dari kemampuan menjaga kelancaran sirkulasi kendaraan, waktu antrean yang tetap terkendali, serta kesiapan tim dalam merespons dinamika yang terjadi di lapangan. 

Pengalaman Berbelanja Tidak Dimulai di Dalam Pusat Perbelanjaan

Di tengah persaingan yang semakin ketat, pusat-pusat perbelanjaan tidak lagi hanya bersaing melalui variasi tenan, besarnya program promosi, atau program aktivasi di dalam kawasan. 

Meski demikian, kemudahan akses, kelancaran memasuki area parkir, hingga proses meninggalkan lokasi setelah berbelanja merupakan bagian dari keseluruhan customer journey yang turut membentuk persepsi pengunjung terhadap sebuah destinasi. 

Karena itu, bagi SPI, pengelolaan parkir tidak hanya dipandang sebagai penyediaan ruang bagi kendaraan, melainkan sebagai layanan yang mendukung pengalaman pelanggan sejak awal hingga akhir kunjungan. 

“Pusat perbelanjaan selama ini banyak berinvestasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik di dalam kawasan. Namun dari sudut pandang pengunjung, pengalaman tersebut sesungguhnya dimulai jauh sebelumnya. Ketika akses menuju kawasan berjalan lancar, mereka memulai kunjungan dengan suasana yang berbeda dibanding ketika harus menghadapi antrean atau hambatan sejak awal. Karena itu, kami melihat pengelolaan parkir sebagai bagian dari customer journey, bukan sekadar layanan pendukung,” kata Queenta Sylvia, Deputy Managing Director SPI. 

Menurut Queenta, semakin tinggi ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan, semakin penting pula seluruh elemen pendukung bekerja secara konsisten untuk memastikan pengalaman pengunjung tetap positif sejak awal hingga akhir kunjungan. 

Lebih dari Sekadar Tempat Memarkir Kendaraan

Menjelang berakhirnya FJGS 2026, masyarakat mungkin akan mengingat berbagai promo yang dimanfaatkan, produk yang berhasil dibeli, atau waktu yang dihabiskan bersama keluarga selama musim belanja berlangsung. 

Namun di balik seluruh pengalaman tersebut, terdapat berbagai layanan yang bekerja agar setiap perjalanan menuju pusat perbelanjaan dapat dimulai dan diakhiri dengan nyaman. 

Hal serupa juga terlihat pada berbagai agenda belanja berskala besar di Jakarta. 

Jakarta Fair Kemayoran 2026, misalnya, mencatatkan transaksi sekitar Rp 8,2 triliun dengan 6,1 juta pengunjung, menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh daya tarik program yang ditawarkan, tetapi juga oleh kesiapan sistem pendukung dalam mengelola mobilitas pengunjung pada skala yang semakin besar. 

Parkir mungkin bukan alasan utama seseorang datang ke sebuah pusat perbelanjaan. 

Namun ketika akses menuju kawasan berjalan lancar, mobilitas kendaraan tetap tertib, dan pengunjung dapat menikmati seluruh rangkaian aktivitas tanpa hambatan berarti, layanan parkir telah menjalankan perannya sebagaimana mestinya. 

Bukan sebagai pusat perhatian, melainkan sebagai bagian dari pengalaman berbelanja yang nyaris tidak terlihat, tetapi selalu dirasakan. 

Tentang Secure Parking Indonesia

Didirikan pada 1992, Secure Parking Indonesia adalah pelopor layanan parkir profesional di Indonesia dengan pengalaman lebih dari tiga dekade. 

Perusahaan mengelola ribuan lokasi di berbagai sektor, termasuk pusat perbelanjaan, bandara, rumah sakit, universitas, dan area perkantoran. 

Melalui inovasi seperti Epsilon Parking System (EPS), eNOS, dan Secure Park, Secure Parking terus menghadirkan layanan berbasis teknologi yang aman, efisien, dan dijalankan oleh manusia berintegritas. 

Smart Mobility. Trusted People. Teknologi yang cerdas, dijalankan oleh manusia berintegritas. (*/red)

Jakarta Fair 2026: 32 Hari, Jutaan Perjalanan, Satu Tantangan Operasional

By On Juli 22, 2026

Arus Bubaran PRJ - Secure Parking Indonesia. 

Di balik salah satu agenda tahunan terbesar di Indonesia, Secure Parking Indonesia memastikan mobilitas kawasan tetap berjalan tertib agar jutaan pengunjung dapat menikmati Jakarta Fair dengan lebih nyaman. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Selama 32 hari, Jakarta Fair Kemayoran (PRJ) 2026 kembali mengubah kawasan JIExpo Kemayoran menjadi salah satu pusat aktivitas terbesar dan terpadat di Indonesia. 

Ribuan pelaku usaha, jutaan pengunjung, pertunjukan hiburan, hingga transaksi ekonomi bernilai triliunan rupiah bertemu dalam satu kawasan yang terus bergerak dari pagi hingga malam hari, menuntut pengelolaan sistem parkir kendaraan yang mumpuni. 

Tahun ini, Jakarta Fair yang berlangsung pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026, berhasil mencatatkan 6,1 juta pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,2 triliun. Lebih dari 2.800 perusahaan turut berpartisipasi dengan menempati sekitar 1.800 stan yang tersebar di berbagai area pameran, menjadikan Jakarta Fair sebagai salah satu pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara. 

Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan besarnya aktivitas ekonomi yang berlangsung di dalam area pameran, tetapi juga tingginya mobilitas masyarakat menuju dan dari kawasan JIExpo Kemayoran sepanjang 32 hari penyelenggaraan. 

Di baliknya, terdapat mobilitas ribuan kendaraan yang terus mengalir setiap hari, membawa pengunjung datang, berpindah, dan kembali meninggalkan kawasan. 

Bagi Secure Parking Indonesia (SPI), menjaga kelancaran mobilitas jutaan pengunjung selama hampir sebulan gelaran yang dulu populer sebagai Pekan Raya Jakarta tersebut merupakan bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraan sebuah event berskala besar. 

Mengelola Mobilitas Sebuah Event Berskala Nasional

Berbeda dengan pusat perbelanjaan maupun gedung perkantoran yang memiliki pola kunjungan relatif konsisten, Jakarta Fair menghadirkan dinamika operasional yang berubah setiap hari. 

Volume kendaraan dipengaruhi oleh hari kerja, akhir pekan, jadwal hiburan, hingga waktu kedatangan dan kepulangan pengunjung yang terus bergeser sepanjang penyelenggaraan acara. 

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, SPI mengoperasikan layanan parkir selama 24 jam yang mencakup tiga zona operasional utama di sisi timur, utara, dan barat kawasan JIExpo Kemayoran. 

Secara keseluruhan, operasional didukung oleh 20 pintu masuk dan 15 pintu keluar untuk kendaraan roda empat, serta 21 pintu masuk dan 8 pintu keluar untuk kendaraan roda dua yang memungkinkan distribusi arus kendaraan berlangsung lebih terarah di berbagai titik akses kawasan. 

Tantangan semakin besar mengingat sejak dua tahun ini diberlakukan larangan parkir di badan jalan di sekitar kawasan JIEXpo, mendorong meningkatnya kebutuhan ruang parkir resmi. 

Pada akhir pekan, ketika aktivitas pengunjung meningkat drastis, SPI menugaskan 293 personel operasional, dibandingkan 237 personel yang disiagakan pada hari kerja (weekdays), untuk memastikan layanan tetap berjalan optimal di seluruh area operasional. 

“Mengelola parkir pada event berskala besar seperti Jakarta Fair bukan hanya soal melayani kendaraan dalam jumlah besar. Tantangan utamanya adalah menjaga agar mobilitas tetap mengalir ketika pola kedatangan dan kepulangan pengunjung terus berubah. Karena itu, setiap titik akses harus terus dipantau sehingga potensi kepadatan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi antrean yang mengganggu kenyamanan pengunjung,” ujar Andiyanto, General Manager Operation SPI. 

Menurut Andiyanto, pengelolaan operasional pada event berskala besar sangat bergantung pada kemampuan tim membaca dinamika di lapangan secara cepat, mengoptimalkan penempatan personel sesuai kondisi aktual, serta menjaga koordinasi antar tim agar setiap perubahan situasi dapat direspons secara tepat. 

Infrastruktur yang Jarang Terlihat, tetapi Menentukan

Ketika membicarakan keberhasilan sebuah event, perhatian publik umumnya tertuju pada jumlah pengunjung, nilai transaksi, ataupun kemeriahan acara. 

Padahal, terdapat berbagai fungsi pendukung yang bekerja secara bersamaan agar seluruh aktivitas tersebut dapat berlangsung dengan tertib. 

Mobilitas merupakan salah satunya. Akses masuk yang lancar, sirkulasi kendaraan yang terkendali, hingga proses keluar kawasan yang tetap tertib menjadi bagian dari pengalaman pengunjung yang sering kali luput dari perhatian. 

Namun ketika salah satu proses tersebut terganggu, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh kawasan. 

Karena itu, bagi SPI, pengelolaan parkir tidak lagi dipandang sekadar sebagai penyediaan ruang kendaraan, melainkan bagian dari infrastruktur operasional yang mendukung kelancaran sebuah event secara keseluruhan. 

“Semakin besar skala sebuah event, semakin penting pula peran infrastruktur pendukung yang bekerja di balik layar. Pengunjung mungkin datang untuk menikmati pameran, konser, atau berbelanja, tetapi seluruh pengalaman tersebut dimulai sejak mereka memasuki kawasan. Ketika mobilitas dapat dikelola dengan baik, seluruh ekosistem acara ikut bekerja lebih efektif,” kata Rustam Rachmat, Managing Director SPI. 

Menurut Rustam, pengelolaan mobilitas kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas penyelenggaraan sebuah kawasan maupun event berskala besar. Bukan hanya untuk memastikan kendaraan dapat ditampung, tetapi juga untuk membantu masyarakat mengakses suatu kawasan dengan lebih aman, tertib, dan nyaman. 

Ketika Sebuah Kawasan Tetap Bergerak

Jakarta Fair menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah event tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi di dalam area pameran, tetapi juga oleh kemampuan seluruh sistem pendukung bekerja secara terpadu. 

Selama 32 hari penyelenggaraan, lebih dari 2.800 peserta pameran, 6,1 juta pengunjung, serta aktivitas yang berlangsung hampir tanpa henti membentuk sebuah ekosistem yang terus bergerak setiap hari. 

Ketika pengunjung dapat datang, menikmati acara, lalu kembali pulang tanpa harus memikirkan bagaimana kendaraan mereka dikelola sejak memasuki hingga meninggalkan kawasan, di situlah pengelolaan mobilitas menjalankan perannya sebagaimana mestinya: tidak menjadi pusat perhatian, tetapi memungkinkan seluruh aktivitas di dalam kawasan berlangsung dengan baik. 

Tentang Secure Parking Indonesia

Didirikan pada 1992, Secure Parking Indonesia adalah pelopor layanan parkir profesional di Indonesia dengan pengalaman lebih dari tiga dekade. 

Perusahaan mengelola ribuan lokasi di berbagai sektor, termasuk pusat perbelanjaan, bandara, rumah sakit, universitas, dan area perkantoran. 

Melalui inovasi seperti Epsilon Parking System (EPS), eNOS, dan Secure Park, Secure Parking terus menghadirkan layanan berbasis teknologi yang aman, efisien, dan dijalankan oleh manusia berintegritas. 

Smart Mobility. Trusted People. Teknologi yang cerdas, dijalankan oleh manusia berintegritas. (*/red)

Darya-Varia dan Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Wound Care Center untuk Tingkatkan Kualitas Perawatan Luka di Indonesia

By On Juni 29, 2026

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk ("Darya-Varia") jalin kerja sama strategis dengan Mayapada Hospital melalui peresmian Wound Care Center di Mayapada Hospital Bandung. 

BANDUNG, KabarXXI.ComPT Darya-Varia Laboratoria Tbk ("Darya-Varia") menjalin kerja sama strategis dengan Mayapada Hospital melalui peresmian Wound Care Center di Mayapada Hospital Bandung. 

Kolaborasi ini merupakan langkah nyata kedua institusi dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perawatan luka yang modern, komprehensif, berpusat pada pasien dan berstandar internasional. 

Kehadiran pusat layanan ini menjawab tantangan perawatan luka kronis dan non-kronis (akut) di Indonesia yang masih memerlukan penanganan lebih terstandar. 

Sebuah studi dari Universitas Bhakti Kencana menunjukkan bahwa 60 persen responden pernah mengalami infeksi pada luka yang dirawat, sementara 75 persen menyatakan membutuhkan pelatihan teknis mengenai perawatan luka yang benar. 

Tantangan ini semakin relevan seiring meningkatnya jumlah pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, yang berisiko mengalami komplikasi luka, serta tingginya kasus luka akut akibat operasi, trauma, dan kecelakaan. 

Menjawab kebutuhan tersebut, Wound Care Center hadir sebagai layanan terpadu untuk penanganan berbagai jenis luka, mulai dari luka diabetes, luka pasca operasi, luka akibat kanker, hingga penanganan bekas luka seperti jaringan parut (keloid), bekas luka menonjol (hipertrofik), dan perubahan warna kulit akibat luka (hiperpigmentasi), serta perawatan luka estetika. 

Didukung tim dokter multidisiplin, layanan ini berfokus pada pencegahan komplikasi serta optimalisasi pemulihan pasien, baik dari aspek fungsi maupun estetika. 

"Kami percaya bahwa setiap pasien berhak mendapatkan akses terhadap perawatan luka yang modern, komprehensif, dan berpusat pada pasien serta berbasis standar medis unggulan. Sebagai Perusahaan yang memiliki visi membantu membangun Indonesia yang lebih sehat, Darya-Varia ingin mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami sangat bangga dapat berkolaborasi dengan Mayapada Hospital Bandung yang memiliki sumber daya, tenaga kesehatan, serta komitmen yang sejalan dengan misi kami," ujar dr. Ian Kloer, Presiden Direktur Darya-Varia. 

Sebagai bagian dari kerja sama ini, Darya-Varia juga menghadirkan berbagai solusi yang mendukung penanganan luka modern, termasuk modern dressing, antibiotik topikal, serta teknologi Negative Pressure Wound Therapy (NPWT) yang membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada berbagai kondisi klinis. 

"Keberhasilan penanganan luka kronis tidak hanya diukur dari kesembuhan dan tertutupnya luka, tetapi juga pada upaya mempertahankan fungsi organ dan mencegah komplikasi, agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan optimal. Karena itu, Mayapada Hospital Bandung menghadirkan Wound Care Center sebagai layanan perawatan luka komprehensif berstandar internasional yang mengedepankan konsep modern wound care melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin, alur klinis (clinical pathway) yang terstruktur, serta dukungan fasilitas dan teknologi modern," ujar dr. Irwan S. Hermawan, MM, Hospital Director Mayapada Hospital Bandung. 

Ia menambahkan, proses perawatan di Wound Care Center juga didukung oleh Wound Care Educator dari tim perawat yang berperan mendampingi pasien secara berkelanjutan, memastikan perawatan berjalan lebih terarah dan terkoordinasi, serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga untuk perawatan luka di rumah guna mencapai hasil klinis yang optimal. 

Dengan dukungan tim dokter multidisiplin, alur klinis yang terstruktur, serta fasilitas dan teknologi modern, Wound Care Center dirancang untuk memberikan layanan perawatan luka yang komprehensif dan berpusat pada pasien.  

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk ("Darya-Varia") jalin kerja sama strategis dengan Mayapada Hospital melalui peresmian Wound Care Center di Mayapada Hospital Bandung. 

Melalui pendekatan yang terintegrasi ini, pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan yang lebih efektif, nyaman, dan konsisten sesuai standar kualitas layanan yang ditetapkan. 

Kolaborasi Darya-Varia dan Mayapada Hospital merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kedua institusi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. 

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap dapat memperluas akses terhadap layanan perawatan luka yang modern dan terstandar, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. 

Sejalan dengan upaya menghadirkan solusi kesehatan yang terintegrasi, komitmen Darya-Varia dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan juga diwujudkan melalui Medical Science Center (MSC), sebuah perpustakaan elektronik yang menyediakan akses ke berbagai jurnal ilmiah internasional dan sumber referensi medis bagi mahasiswa kedokteran, dokter, serta tenaga kesehatan. 

Hingga saat ini, MSC telah hadir di enam rumah sakit pendidikan di Indonesia. Melalui inisiatif ini, Darya-Varia terus mendukung pengembangan pengetahuan dan kompetensi tenaga medis guna meningkatkan kualitas perawatan pasien di Indonesia. 

Tentang Darya-Varia

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (“Darya-Varia” atau “Perusahaan”) adalah perusahaan farmasi yang telah beroperasi sejak tahun 1976. 

Selama 50 tahun, Darya-Varia terus berkontribusi dalam mendukung Indonesia yang lebih sehat dengan menyediakan produk kesehatan berkualitas tinggi di bawah merek-merek yang dipercaya masyarakat Indonesia. 

Darya-Varia memproduksi dan mengembangkan berbagai produk obat resep dan produk kesehatan konsumen berkualitas tinggi di dua fasilitas produksi berstandar internasional yang berlokasi di Gunung Putri dan Citeureup, Bogor. 

Kedua fasilitas ini telah menerapkan Sistem Jaminan Halal dan memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) internasional serta telah tersertifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. 

Tentang Mayapada Healthcare

Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.) (“SRAJ”) merupakan pilar bisnis Mayapada Grup (didirikan oleh Dato’ Sri Prof. DR. Tahir pada tahun 1986) di bidang jasa layanan kesehatan yang mengoperasikan tujuh rumah sakit dengan lebih dari 1.200 beds dengan lebih dari 1.500 tenaga medis profesional. 

Mayapada Hospital telah menerima berbagai akreditasi dan penghargaan serta 11 layanan unggulan ‘Center of Excellence’. 

Tujuh rumah sakit Mayapada Healthcare terdiri dari Mayapada Hospital Tangerang, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Mayapada Hospital Bogor, Mayapada Hospital Kuningan, Mayapada Hospital Surabaya, Mayapada Hospital Bandung, dan Mayapada Hospital Nusantara. 

11 ‘Center of Excellence’ Mayapada Hospital meliputi: Tahir Neuroscience Center, Tahir Uronephrology Center, Cardiovascular Center, Gastrohepatology Center, Oncology Center, Orthopedic Center, Obstetrics & Gynecology Center, Pediatric Center, Internal Medicine and Pulmonology Center, Allergy-Immunology Center, dan Mayapada Autoimmune Center Indonesia sebagai pusat layanan pertama dan satu-satunya di Indonesia. (*/red)

Jobstreet by SEEK Dukung SV UGM Career Days 2026 untuk Perluas Akses Talenta Muda ke Peluang Karir yang Relevan

By On Mei 21, 2026

Jobstreet by SEEK dukung SV UGM Career Days 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com Jobstreet by SEEK mendukung SV UGM Career Days 2026, bursa kerja kampus yang akan berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Gelanggang Inovasi & Kreativitas (GIK), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 

Berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), Jobstreet by SEEK akan membantu menghubungkan peserta dengan lebih dari 30 perusahaan, sekaligus memudahkan proses pencarian dan pelamaran kerja. 

Dukungan ini relevan dengan kebutuhan talenta muda di wilayah DIY dan Jawa Tengah untuk mengakses peluang kerja yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di DI Yogyakarta tercatat 3,18% pada Februari 2025 dan turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Sementara itu, TPT di Jawa Tengah menurun dari 4,33% pada Februari 2025 menjadi 4,24% pada Februari 2026. 

Perkembangan ini menunjukkan tren yang positif, namun juga menegaskan bahwa akses terhadap peluang kerja yang relevan dan proses transisi yang lebih mulus dari pendidikan ke dunia kerja tetap menjadi kebutuhan penting bagi angkatan kerja muda. 

Dalam konteks tersebut, pendidikan vokasi memiliki relevansi yang kuat karena membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja. 

Di wilayah seperti DIY dan Jawa Tengah, yang memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang kuat sekaligus kebutuhan berkelanjutan akan talenta siap kerja, kegiatan bursa kerja menjadi penting sebagai ruang temu langsung antara kandidat dan perusahaan untuk mempercepat pencocokan antara kompetensi dan kebutuhan rekrutmen. 

Country Head Marketing Indonesia, Jobstreet by SEEK, Sawitri mengatakan, Jobstreet by SEEK berupaya menghadirkan pengalaman rekrutmen yang beragam bagi pencari kerja dan perusahaan di Indonesia. 

Menurutnya, SV UGM Career Days 2026 merupakan komitmen Jobstreet by SEEK untuk menghadirkan pengalaman bursa kerja terintegrasi yang mendukung perjalanan karir angkatan kerja muda, termasuk lulusan vokasi. 

'Kegiatan ini sejalan dengan gerakan #NextMillionJobs untuk Indonesia yang kami hadirkan untuk menghadirkan jutaan peluang kerja bagi masyarakat melalui platform yang aman dan terpercaya," ujarnya. 

Sawitri menambahkan, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. 

"Melalui SV UGM Career Days 2026, kami ingin membantu menghadirkan ruang temu yang lebih efektif antara tenaga kerja dan perusahaan, agar proses transisi dari kampus ke dunia kerja dapat berjalan lebih baik," pungkasnya. 

Selama acara berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas yang disiapkan di booth Jobstreet by SEEK, seperti foto profesional gratis, konsultasi karir, hadiah menarik, serta akses ke KarirKu untuk membantu mereka mempersiapkan langkah karir berikutnya dengan lebih percaya diri. 

Jobstreet by SEEK juga akan menghadirkan sesi SEEKTalks bersama konsultan karir profesional guna membantu pencari kerja dalam mempersiapkan perjalanan karirnya. 

Selama dua hari penyelenggaraan, SV UGM Career Days 2026 akan membuka kesempatan bagi para pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perekrut dari berbagai perusahaan dan memperluas jaringan profesional. 

Pengalaman kandidat juga dirancang lebih terintegrasi, mulai dari registrasi, pembuatan akun, melengkapi profil, hingga melamar lowongan melalui QR code yang tersedia di booth perusahaan peserta. 

Peserta yang ingin mengikuti SV UGM Career Days 2026 dapat mendaftar melalui situs resmi Jobstreet by SEEK di https://id.jobstreet.com/id/page/sv-ugm-career-days-2026.

(*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *