Berita Terbaru

HUT Desa Lumpang ke-106 Meriah, Lurah Aing: Jadi Momentum Bangkitkan Gotong Royong!

By On September 06, 2026

BOGOR, KabarXXI.Com – Pemerintah Desa (Pemdes) Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, menggelar rangkaian Hajat Desa Lumpang ke-106 pada Minggu, 06 September 2026. 

Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah sebagai momentum mempererat kekompakan dan membangkitkan semangat gotong royong. 

Salah satu kegiatan utama adalah Jalan Sehat tingkat RW. Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan titik start di Lapangan Sankelux dan finish di Lapangan BUMDes Lumpang. 

Jalan sehat mengusung tema “Kompak, Kreatif, Semangat, Meriah!”. Peserta tampil kreatif dengan kostum unik dan yel-yel kelompok. 

Penilaian dilakukan berdasarkan kostum, jumlah peserta, yel-yel, dan kekompakan. Dengan konsep itu, kegiatan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga hiburan dan sarana mempererat silaturahmi antarwarga. 

Puncak Hajat Desa Lumpang ke-106 dipusatkan di kawasan Perumnas 2 Sentraland atau lebih tepatnya di samping Kantor Kecamatan Parungpanjang. 

Wadah Silaturahmi dan Sinergi

Kepala Desa (Kades) Lumpang, H. M. Rodis Faisal yang akrab disapa Lurah Aing mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. 

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan bisa menghibur masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi bentuk sinergi kami dengan seluruh masyarakat Desa Lumpang. Dengan demikian, ini menjadi kekuatan kami untuk membangun desa,” ujarnya. 

Menurutnya, Hajat Desa bukan hanya perayaan hari jadi, tetapi juga wadah silaturahmi antara Pemdes dan warga. 

“Yang paling penting tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan, sehingga wilayah tetap kondusif, aman dan terkendali,” tegasnya. 

Lurah Aing menjelaskan, Hajat Desa Lumpang sudah menjadi agenda tahunan. Ini merupakan pelaksanaan ke-12 kalinya sebagai upaya mempertahankan tradisi dan memperkuat hubungan pemerintah desa dengan masyarakat. 

Harap Bangkitkan Gotong Royong

Ia berharap, kegiatan ini bisa memicu kembali semangat gotong royong yang mulai memudar. 

“Gotong royong sekarang sudah mulai pelan-pelan berkurang karena ditelan perkembangan zaman. Dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan bisa membangkitkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat,” tuturnya. 

Bagi Pemdes Lumpang, semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan desa. 

Apresiasi Panitia

Ketua Panitia Hajat Desa, Dadi Suardi mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan acara. 

“Terima kasih banyak kepada semua masyarakat yang membantu terselenggaranya kegiatan HUT Desa Lumpang ke-106 tahun,” ucapnya. 

Ia juga menegaskan, Pemdes Lumpang akan terus berkomitmen melayani warga. 

“Desa Lumpang selalu bersinar, dan tetap gemilang,” pungkasnya. 

Hajat Desa Lumpang ke-106 ini diharapkan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi Pemdes dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa Lumpang yang semakin maju, kompak, dan kondusif. (Hari Setiawan)

Sekretaris DPC Taruna Merah Putih Kabupaten Bogor Imbau Warga Hormati Penuh Penyidikan KPK

By On September 03, 2026

BOGOR, KabarXXI.Com -  Sekretaris DPC Taruna Merah Putih Kabupaten Bogor, Kusmawan atau Wawan mengajak seluruh masyarakat agar menghormati sepenuhnya proses penyidikan yang tengah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. 

Menurut Wawan, penyidikan KPK adalah bagian dari penegakan hukum yang wajib didukung, bukan dipolitisasi atau dihalang-halangi oleh opini di ruang publik. 

“Kami minta masyarakat Kabupaten Bogor menghormati penyidikan KPK. Berikan ruang penuh kepada KPK untuk bekerja sesuai hukum dan aturan yang berlaku. Jangan ganggu, jangan tekan, dan jangan menyebarkan narasi yang bisa mengganggu proses hukum,” ujar Wawan, Kamis, 03 September 2026. 

Ia menegaskan, menghormati KPK bukan berarti menghakimi siapa pun. Asas praduga tidak bersalah tetap harus dijunjung tinggi sampai ada putusan berkekuatan hukum tetap. 

“Hormati penyidikan KPK, jaga asas praduga tak bersalah. Dua hal ini harus jalan beriringan. Jangan sampai karena emosi atau informasi setengah-setengah, kita justru membuat gaduh dan mencederai proses hukum itu sendiri,” katanya. 

Wawan juga mengimbau warga untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. 

“Kita tenang, berpikir jernih, dan serahkan sepenuhnya kepada KPK. Lembaga negara itu bekerja berdasarkan bukti dan aturan. Tugas kita sebagai warga adalah mendukung agar hukum ditegakkan,” ujarnya. 

Ia menekankan Kabupaten Bogor harus tetap kondusif selama proses hukum berjalan. Perbedaan informasi tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. 

“Bogor rumah kita bersama. Jaga persatuan. Jangan karena isu hukum lalu kita saling berhadapan,” ucapnya. 

Terkait pelayanan publik, Wawan meminta roda pemerintahan Kabupaten Bogor tetap berjalan normal dan profesional. 

“Proses hukum dan pelayanan masyarakat adalah dua hal berbeda yang harus tetap berjalan proporsional. Program pembangunan dan pelayanan dasar tidak boleh berhenti,” katanya. 

Wawan menutup imbauannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung kerja KPK. 

“Mari kita percayakan sepenuhnya kepada KPK. Kita dukung penyidikan berjalan objektif, transparan, dan tuntas. Ini momentum kita bersama untuk mendorong pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (Hari Setiawan)

Hormati Proses Hukum, Kab Bogor Harus Menatap ke Depan dan Pemikiran yang Positif

By On September 02, 2026

BOGOR, KabaraXXI.Com - Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar terkait proses hukum yang tengah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Bogor. 

Wahyudi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiring oleh opini negatif maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. 

Menurutnya, setiap informasi yang beredar perlu disikapi secara bijak dan tidak langsung dipercaya maupun disebarluaskan sebelum terverifikasi. 

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam menyikapi proses hukum yang sedang berlangsung. 

“Indonesia merupakan negara yang berdasarkan hukum, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945. Supremasi hukum dibangun atas asas praduga tak bersalah sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia. Karena itu, mari kita hormati proses hukum sesuai kaidah-kaidah yang berlaku,” ujar Wahyudi, Rabu, 02 September 2026. 

Menurutnya, proses hukum harus diberikan ruang untuk berjalan secara objektif sesuai dengan ketentuan dan kewenangan masing-masing lembaga penegak hukum. 

“Biarkan KPK menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai tupoksinya. Kita hormati setiap tahapan proses hukum dan tidak mendahului atau mengambil kesimpulan sebelum ada kepastian hukum,” tegasnya. 

Di tengah derasnya informasi yang beredar, Wahyudi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai pihak yang dengan sengaja menciptakan orkestrasi isu demi kepentingan pribadi maupun golongan. 

“Kita juga perlu waspada terhadap anasir-anasir yang dengan sengaja menciptakan orkestrasi isu untuk kepentingan pribadi dan golongannya. Jangan sampai masyarakat justru menjadi objek dari narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan kegaduhan,” katanya. 

Meski demikian, Wahyudi menegaskan bahwa kewaspadaan tersebut bukan berarti masyarakat harus menutup diri terhadap informasi. 

Menurutnya, masyarakat tetap memiliki hak untuk mendapatkan informasi, namun harus mengedepankan fakta, verifikasi, dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Wahyudi berharap situasi Kabupaten Bogor tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang. 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pembangunan yang saat ini tengah berjalan. 

“Mari kita tetap beraktivitas seperti biasa, menjaga kondusivitas wilayah dan berperan serta dalam setiap aspek pembangunan yang saat ini sedang berjalan di Kabupaten Bogor. Jangan sampai informasi yang belum pasti justru mengganggu aktivitas dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya. 

Ia menambahkan, kemajuan Kabupaten Bogor merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. 

“Mari sama-sama mendukung kondusivitas wilayah dan berperan serta dalam setiap aspek pembangunan yang saat ini sedang berjalan di Kabupaten Bogor, demi terwujudnya Bogor Istimewa dan Gemilang,” pungkas Wahyudi. (*/red)

MDS Rijalul Ansor Parungpanjang Gelar Pengajian Putaran ke-200 dalam 11 Tahun

By On Agustus 12, 2026

BOGOR, KabarXXI.Com - Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Parungpanjang memasuki putaran ke-200. Pengajian rutin ini telah digelar secara konsisten selama 11 tahun, sejak 2015 hingga 2026. Puncaknya diperingati pada Senin malam, 10 Agustus 2026. 

Momentum tersebut dirayakan dengan pemotongan tumpeng, istighosah, kajian kitab kuning, sekaligus Haul ke-1 almarhum H. Utsman bin H. Madsira. 

Kegiatan berlangsung di Gedung MWC NU, Kampung Kabasiran RT 02, RW 02, Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). 

Acara turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Camat Parungpanjang Chairuka Judhyanto, Anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Sutoto, Ketua MWC NU Parungpanjang Ust. Ahmad Su’aidi, S.Pd.I, serta jajaran Ansor, Banser, dan jamaah Nahdliyin. 

Bagi para jamaah, putaran ke-200 ini bukan sekadar angka. Ini menjadi bukti konsistensi dalam menjaga tradisi dzikir, sholawat, silaturahmi, dan kajian keislaman selama lebih dari satu dekade. 

Apalagi, dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, hanya Kecamatan Parungpanjang yang mampu menggelar pengajian hingga putaran ke-200. 

Istiqomah 11 Tahun Tanpa Libur

Ketua MDS Rijalul Ansor Parungpanjang, Hari Setiawan, S.I.Kom bersyukur bisa terus istiqomah menggelar pengajian setiap dua minggu sekali, pada Senin malam Selasa. 

"Alhamdulillah bisa terus istiqomah membawa MDS Rijalul Ansor sampai putaran ke-200. Ini sangat sulit dicapai jika tidak ada jiwa militan, keuletan, hingga loyalitas tinggi. Kendala bisa saya lalui. Yang paling utama, saya berterima kasih kepada Allah SWT," ujar Hari dalam sambutannya. 

Ia juga meminta bimbingan para guru dan kyai MDS di Parungpanjang, serta dukungan penuh dari para jamaah agar pengajian dua mingguan ini terus berjalan. 

"Harapan saya para guru dan kyai di MDS Parungpanjang bisa membimbing saya dalam memegang teguh tongkat Nahdliyin untuk kemaslahatan umat," tambahnya. 

Senada, Ketua MDS Kabupaten Bogor Gus Isma menyebut, capaian ini luar biasa dan sangat istimewa. 

"Bagi saya, putaran ke-200 dalam perjalanan 11 tahun tanpa libur bukan waktu yang sebentar dan bukan perjuangan yang mudah dan luar biasa. Angka 200 bukan hanya hitungan, tapi saksi dari ribuan langkah kaki, jutaan kalimat dzikir, dan agungnya sholawat yang tidak pernah padam di Parungpanjang," tutur Gus Isma melalui pesan WhatsApp. 

Gus Isma menambahkan, ini adalah bukti merawat syiar Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyyah. 

"Ini bukti nyata keistiqomahan, dedikasi, dan keikhlasan dalam merawat syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah di bumi Tegar Beriman. Dari 40 kecamatan, hanya Parungpanjang yang sangat aktif sampai titik 2 abad dalam 200 putaran," tambahnya. 

Soroti Kebangsaan dan Sampah

Disamping itu, Camat Parungpanjang, Chairuka Judhyanto menyebut, putaran ke-200 sebagai momentum spesial. Ia mengajak masyarakat tidak melupakan perjuangan para pahlawan bangsa. 

"Perjuangan para pahlawan kita dulu sangat berat. Mari kita kibarkan bendera Merah Putih dan kita doakan para pahlawan kita," katanya. 

Selain semangat kebangsaan, Chairuka juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di Parungpanjang. 

Ia berencana membentuk relawan sampah untuk mendorong keterlibatan masyarakat menjaga kebersihan. 

Menurutnya, masalah sampah tidak cukup diselesaikan pemerintah saja, butuh kesadaran kolektif agar lingkungan tetap terjaga. 

DPRD dan MWC NU: Perlu Kolaborasi

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, H. Sutoto mengapresiasi konsistensi MDS Rijalul Ansor. 

Ia menyebut, ada tiga indikator penting kehidupan masyarakat: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ketiganya harus jadi perhatian bersama. 

"Alhamdulillah, di hari spesial ini saya bisa ikut. Pak Hari tidak pernah bosan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan keagamaan," ujar H. Sutoto. 

Ia menilai, persoalan di Parungpanjang butuh kolaborasi berbagai pihak untuk mencapai hasil maksimal. 

Hal serupa disampaikan Ketua MWC NU Kecamatan Parungpanjang, Ust. Ahmad Su’aidi, S.Pd.i. Ia menegaskan persoalan di wilayah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, TNI, dan Polri. 

"Banyak permasalahan di Parungpanjang. Bukan hanya Camat, Polisi, TNI maupun Anggota Dewan, tetapi para Santri, Ulama hingga Wartawan juga harus turun," tegas Ahmad Su’aidi. 

Haul dan Kajian Kitab Kuning

Rangkaian acara juga diisi Haul ke-1 almarhum H. Utsman bin H. Madsira, orang tua Ust. Ahmad Su’aidi. 

Acara dibuka istighosah yang dipimpin Ust. Ahmad Su’aidi, dilanjutkan pembacaan kitab kuning: 

1. Ust. Wildan Mukholadun membahas Kitab Fathul Mu’in karya Ahmad Zainuddin Al-Fannani tentang ilmu fikih. 

2. K.H. Taju Subki, Lc menyampaikan kajian dari Kitab Qashashul Qur’an 

Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, memperdalam ilmu agama, sekaligus membangun kepedulian sosial. 

200 Kali Berkumpul, 11 Tahun Menjaga Kebaikan

Perjalanan hingga putaran ke-200 membuktikan kegiatan positif bisa bertahan dengan konsistensi, kebersamaan, dan keikhlasan. 

Dari pengajian rutin, lahir ruang diskusi tentang agama, kebangsaan, hingga persoalan sosial seperti lingkungan dan sampah. 

Momentum ini memberi pesan: perubahan tidak harus dimulai dari hal besar. Seribu langkah dimulai dari satu langkah. 200 kali pertemuan lahir dari kesediaan untuk terus berkumpul dalam kebaikan. 

Dengan semangat itu, Ansor, Banser, santri, ulama, dan masyarakat diharapkan tidak hanya jadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian menghadirkan solusi. 

Karena masyarakat yang kuat bukan hanya yang rajin berkumpul, tetapi yang mampu mengubah kebersamaan menjadi gerakan dan kepedulian menjadi tindakan nyata. (Hari Setiawan)

40 DPK KNPI Kabupaten Bogor Resmi Dilantik, Wahyudi Chaniago: Saya Siap Berdarah-darah Demi Menjaga Marwah Organisasi

By On Juli 24, 2026

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago. 

BOGOR, KabarXXI.Com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor resmi melantik 40 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI se-Kabupaten Bogor Periode 2026-2029, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kamis, 23 Juli 2026. 

Pelantikan serentak tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan kaderisasi kepemudaan hingga tingkat kecamatan, dan tepat di hari lahirnya KNPI dan saat ini menginjak usia ke-53 tahun. 

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ketua KONI Kabupaten Bogor, para senior KNPI, unsur organisasi kepemudaan (OKP), Camat, serta tamu undangan lainnya. 

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, dalam sambutannya mengajak seluruh Ketua DPK untuk menjaga kehormatan dan marwah organisasi. 

Ia menegaskan bahwa KNPI harus tetap berdiri teguh menghadapi berbagai dinamika organisasi. 

"Kalaupun harus berdarah-darah, kalaupun harus terjatuh, bahkan harus jungkir balik, saya akan menjadi orang pertama yang mempertahankan organisasi ini sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Wahyudi Chaniago. 

Wahyudi juga menginstruksikan seluruh Ketua DPK KNPI agar membangun sinergi dengan pemerintah Kecamatan dan menjadi garda terdepan dalam mendukung program pembangunan kepemudaan di Kabupaten Bogor. 

Menurutnya, setelah resmi dilantik, seluruh pengurus harus langsung bergerak menjalankan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. 

"KNPI harus menjadi organisasi yang hadir di tengah masyarakat, membangun kolaborasi dengan pemerintah, dan memastikan program kepemudaan benar-benar dirasakan hingga ke tingkat Kecamatan," ujarnya. 

Pelantikan serentak 40 DPK KNPI ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan peran pemuda dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bogor Istimewa. 

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadi Wibhawa, yang juga menjabat sebagai Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kabupaten Bogor berpesan pemuda harus membawa perubahan ke depan. 

"Pemuda adalah anak bungsu bangsa Indonesia dan harus membawa perubahan didepan, sehingga Pemuda saat ini adalah pemimpin masa kini," pungkasnya. (Hari Setiawan)

PK KNPI Cibinong Tegaskan Pemkab Bogor Tidak Salah: Yang Salah Adalah Fitrah!

By On Juli 02, 2026

Ketua PK KNPI Kecamatan Cibinong, Yoga Triana Anshory. 

BOGOR, KabarXXI.Com – Pimpinan Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cibinong angkat bicara merespons polemik dan kritik terkait penyaluran dana hibah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. 

PK KNPI Cibinong dengan tegas menyatakan bahwa langkah yang diambil oleh Pemkab Bogor sudah tepat dan tidak menyalahi aturan. 

Ketua PK KNPI Kecamatan Cibinong, Yoga Triana Anshory menilai bahwa pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan mekanisme perundang-undangan dan pedoman yang berlaku. 

"Pemkab Bogor pastinya sudah melalui tahapan histori, proses verifikasi yang ketat, serta meninjau keabsahan organisasi-organisasi yang terhimpun di dalamnya. Harus diingat bahwa pada dasarnya, Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI merupakan wadah resmi berhimpunnya Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan PK KNPI tingkat kecamatan," ujar Yoga. 

Lebih lanjut, Yoga merespons tajam kritik yang sebelumnya dilayangkan oleh Saudara Fitrah, yang mengklaim dirinya sebagai Ketua Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Bogor. 

Menurut Yoga, pernyataan Fitrah terkesan asal bunyi (asbun) dan keliru dalam menilai keabsahan suatu lembaga pemerintahan maupun kepemudaan karena tidak disertai dengan bukti yang jelas. 

"Kami mempertanyakan, siapa sebenarnya yang dimaksud sebagai KNPI ilegal? Silakan sebutkan namanya secara gamblang ke publik. Seharusnya buktikan dahulu kebenarannya dengan data, baru bisa berstatement bahwa organisasi tersebut ilegal. Jangan asal menuduh tanpa dasar," tegas Yoga. 

Di samping substansi kritik yang dinilai keliru, Yoga juga mempertanyakan kapasitas dan legal standing Fitrah saat melayangkan pernyataan tersebut kepada Pemkab Bogor. 

"Kami juga mempertanyakan kapasitas Saudara Fitrah ini sebagai apa? Sebab yang kami tahu, berdasarkan pernyataan (statement) resmi dari Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor, Saudara Fitrah sudah bukan lagi menjabat sebagai Ketua SAPMA PP. Masa baktinya sudah habis pada tahun 2025 lalu. Jadi, representasi apa yang dia bawa saat melempar kritik tersebut?" pungkas Yoga. 

Melalui pernyataan ini, PK KNPI Kecamatan Cibinong berharap agar publik dan seluruh pemuda di Kabupaten Bogor tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta tetap mendukung langkah-langkah positif Pemkab Bogor dalam membina kepemudaan. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *