![]() |
| Tanaman padi di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami penurunan produksi akibat serangan hama wereng coklat. |
LEBAK, KabarXXI.Com – Sekitar 30 persen tanaman padi di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami penurunan produksi.
Penurunan ini dipicu oleh serangan hama wereng coklat (nilaparvata lugens) atau yang dikenal warga setempat sebagai hama "Ganjur".
Hama ini merusak tanaman dengan cara menghisap cairan batang padi.
Serangan parah wereng coklat menyebabkan tanaman layu, mengering seperti terbakar (hopperburn), serta menularkan virus penyakit berbahaya pada padi.
Berikut adalah panduan ringkas untuk mengenali dan mengendalikan serangan hama wereng coklat:
1. Ciri-Ciri Tanaman Terserang
Fase Awal:
Pertumbuhan padi terhambat, tanaman kerdil, dan daun menguning.
Fase Lanjut:
Banyak serangga kecil di pangkal batang. Daun dan batang coklat, mengering, lalu mati.
Dampak Akhir:
Bulir padi menjadi hampa dan menyebabkan puso (gagal panen total).
2. Gejala "Padi Seperti Terbakar" (Hopperburn)
Kondisi ini terjadi saat populasi wereng di pangkal batang sangat tinggi.
Wereng menghisap cairan tumbuhan secara masif, membuat seluruh rumpun padi mengering seketika dalam waktu singkat.
3. Cara Pengendalian dan Pencegahan
Insektisida Tepat:
Semprotkan insektisida ke pangkal batang padi pada pagi hari (misalnya produk dari syngenta Indonesia atau nufarm).
Tanam Serentak:
Atur jadwal tanam bersamaan untuk memutus siklus hidup dan perpindahan hama.
Pupuk Berimbang:
Kurangi penggunaan pupuk nitrogen (urea) berlebihan karena memicu ledakan populasi wereng.
Penjelasan Pihak Ototritas Pertanian
Koordinator Wilayah (Korwil) Pertanian Kecamatan Malingping, Nandar Nahrudin menjelaskan bahwa hama ini cepat bermigrasi setelah masa panen usai.
"Penanganannya alangkah baiknya mulai dari semai dilakukan pencegahan secara kimiawi. Setelah panen, lakukan pembakaran jerami agar virusnya mati dan tidak menyebar," ujar Nandar, Kamis, 02 Juli 2026.
Menurut Nandar, penurunan produksi sebesar 30 persen tersebut melanda sebagian besar wilayah pertanian subur di Malingping.
"Penurunan produksi saat ini mencapai 30 persen dari total 2.500 hektare luas lahan persawahan di Kecamatan Malingping," tuturnya.
Diketahui, wilayah Kecamatan Malingping saat ini memiliki 85 Kelompok Tani (Poktan) dan 14 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Nandar mengimbau para petani yang menghadapi kendala atau penurunan hasil panen untuk segera melapor.
"Kami terbuka bagi para petani yang memiliki keluhan. Kami berharap para petani tidak segan-segan datang dan berkonsultasi ke kantor Badan Penyuluhan Pertanian (BPP)," pungkasnya. (Cup/Angga)
« Prev Post
Next Post »
