![]() |
| Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. |
BLITAR, KabarXXI.Com - Sejumlah mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Pelaku diduga oknum salah satu dosen.
Salah seseorang mahasiswi yang enggan disebut namanya mengaku menjadi salah satu korban dugaan pelecehan dari oknum dosen tersebut.
Ia menyebut, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat di dalam kelas.
"Iya sempat pernah dipegang-pegang, di dalam kelas. Awalnya biasa saja mungkin tidak sengaja, tapi kok terjadi beberapa kali," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurutnya, oknum dosen tersebut beberapa kali melakukan dugaan pelecehan terhadap mahasiswi yang lain.
Adapun pelecehan itu dilakukan secara verbal dan non-verbal.
"Ya jelas bikin risih. Ada teman saya juga yang dicolek dagunya, pernah juga ngomong tidak pantas tentang teman saya ke saya," ucapnya.
Sementara itu, Ketua PMII Komisariat UNU Blitar, Ahmad Kafiy mengatakan, pihaknya menerima laporan pendampingan korban dugaan pelecehan seksual tersebut.
Menurutnya, ada sekitar lima mahasiswi yang meminta pendampingan.
"Sementara ada lima orang yang lapor meminta pendampingan ke kami, tapi kalau kami menginvestigasi itu lebih dari 10 orang," ujarnya.
Kafiy mengatakan, perlakuan tidak pantas itu tidak hanya terjadi di lingkungan kampus.
Namun, kata dia, ada pula mahasiswi bimbingan oknum dosen tersebut yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual.
"Korbannya seluruh jenjang, bahkan ada modus yang bimbingan skripsi harus di rumah oknum dosen tersebut," ujarnya.
Dia juga mengatakan, kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen itu sempat mencuat namun tidak ada tindaklanjut.
Saat ini, kata dia, dugaan pelecehan seksual itu kembali muncul dengan adanya laporan dari korban.
Mahasiswa meminta agar pihak universitas menindak oknum dosen tersebut. Termasuk memberikan sanksi tegas. Salah satunya yakni mengeluarkan oknum dosen itu.
"Kami minta agar dosen ini tidak hanya dilarang untuk mengajar, tapi dikeluarkan dari kampus. Kami juga masih menunggu hasil keputusan dari pihak kampus," pungkasnya. (*/red)
« Prev Post
Next Post »
