Berita Terbaru

Lima Daerah Masuk Status Siaga, Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Sumbar Waspada Hujan Lebat

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat meninjau lokasi terdampak banjir di Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu, 01 November 2026. 

PADANG, KabarXXI.Com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Sumbar pada 1–10 November 2026. 

Hal tersebut disampaikan menyusul informasi peringatan dini cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian I November 2026. 

Berdasarkan prakiraan tersebut, sejumlah daerah di Sumbar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan daerah aliran sungai. Kondisi cuaca ini perlu menjadi perhatian bersama agar kita dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sejak dini,” kata Mahyeldi kepada wartawan di Padang, Senin, 02 November 2026. 

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan sedang hingga lebat pada periode 1–3 November 2026 diperkirakan terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar. 

Wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut, meliputi Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Pasaman Barat. 

Potensi hujan serupa juga diprakirakan terjadi di Kota Padang dan Kota Pariaman. 

Memasuki periode 4–6 November 2026, potensi hujan sedang hingga lebat masih diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah tersebut, termasuk Kabupaten Solok. 


Sementara itu, pada periode 7–10 November 2026, potensi hujan diperkirakan meluas ke sejumlah daerah lainnya. 

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, yaitu Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, dan ejumlah wilayah perkotaan di Sumbar. 

Selain prakiraan hujan sedang hingga lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk Dasarian I atau periode 1–10 November 2026. 

Berdasarkan informasi tersebut, sebagian besar kabupaten dan kota di Sumbar masuk kategori Waspada dengan potensi curah hujan berkisar 150–200 milimeter per dasarian. 

Adapun lima daerah yang masuk kategori Siaga dengan potensi curah hujan mencapai 200–300 milimeter per dasarian, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, dan Kota Padang. 

"Sementara belum ada daerah yang diperkirakan mengalami potensi curah hujan di atas 300 milimeter atau kategori awas. Kendati demikian kesiapsiagaan tentu perlu terus dilakukan," ujar Mahyeldi. 

Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko ketika menghadapi kondisi cuaca buruk. 

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang, menghindari kawasan rawan longsor ketika hujan lebat, serta segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda potensi bencana,” ucapnya. (*/red)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *