Berita Terbaru

Mahasiswi di Padang Terjepit Tiang Kos-kosan, Dievakuasi Damkar

By On Oktober 29, 2026

Seorang mahasiswi bernama Manda (19) mengalami insiden tak terduga di depan rumah kos-kosannya, Jalan Flores Nomor 17, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumbar, Rabu malam, 28 Oktober 2026. 

PADANG, KabarXXI.Com – Seorang mahasiswi bernama Manda (19) mengalami insiden tak terduga di depan rumah kos-kosannya yang berlokasi di Jalan Flores Nomor 17, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu malam, 28 Oktober 2026. 

Tubuh Manda terjepit di sela-sela tiang penyangga pondok di depan area rumah kos-kosan selama kurang lebih dua jam hingga kondisinya lemas. 

Proses evakuasi akhirnya dilakukan oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang. 

Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana (Kabid Ops dan Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi membenarkan adanya kejadian penanganan darurat (rescue) tersebut. 

"Menurut keterangan saksi, korban sempat berusaha membebaskan diri. Namun, karena posisi kaki yang tersangkut cukup erat dan sudah terjebak sekitar dua jam, korban mulai kelelahan hingga kondisinya lemas," kata Rinaldi kepada wartawan, Kamis, 29 Oktober 2026. 

Peristiwa tersebut bermula ketika Manda hendak duduk di area pondok depan rumah kos-kosanya. 

Tanpa sengaja, kakinya masuk ke sela-sela tiang penyangga pondok tersebut. 

Namun, saat berupaya mengeluarkan kakinya, posisi tubuh korban justru tersangkut dan sulit digerakkan. 

Karena upaya mandiri tidak berhasil dan kondisi Manda kian melemah, salah seorang rekannya, Hajila (19), menghubungi layanan darurat Damkar Kota Padang. 

Laporan darurat tersebut diterima oleh pihak Damkar sekitar pukul 21.45 WIB. 

Menindaklanjuti laporan warga, Dinas Damkar Kota Padang menerjunkan 15 personel dari Peleton C, didukung satu unit armada rescue dan satu unit armada komando ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Menurut Rinaldi, proses evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan cedera pada bagian tubuh maupun kaki korban yang terhimpit. 

"Petugas melakukan peregangan pada sela-sela tiang penyangga secara perlahan. Setelah penanganan kurang lebih 44 menit, korban akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 22.41 WIB," ujar dia. 

Setelah berhasil dibebaskan, Manda yang berada dalam kondisi lemas langsung mendapatkan penanganan medis awal untuk memulihkan staminanya. 

Atas kejadian ini, Rinaldi mengimbau masyarakat Kota Padang untuk tidak ragu memanfaatkan layanan darurat jika menghadapi situasi yang membahayakan jiwa atau membutuhkan penanganan teknis khusus. (*/red)

Niat Tolong Siswi SMP dari Pemerkosaan, Lansia di Lamongan Tewas Dianiaya

By On Oktober 29, 2026

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, saat memberi keterangan kepada awak media. 

LAMONGAN, KabarXXI.Com - Viral di media sosial tentang seorang lanjut usia (Lansia) berinisial R (65), warga Kecamatan Karanggeneng yang meninggal karena dianiaya saat berusaha menolong seorang siswi SMP yang hendak diperkosa. 

Warganet mendesak polisi segera menuntaskan kasus itu dan menangkap terduga pelaku. 

Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah melalui media sosial Threads pada Rabu, 28 Oktober 2026. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan pengunggah, insiden bermula ketika seorang pria berinisial S (34) diduga hendak melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan terhadap seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP. 

Siswi SMP yang diduga keponakan pelaku itu berteriak-teriak meminta tolong. Datang lah R yang berupaya menolong siswi yang merupakan tetangganya itu. 

Korban percobaan pemerkosaan itu berhasil kabur mencari bantuan. Namun, lansia yang sehari-hari berjualan kerupuk rumahan itu justru jadi sasaran penganiayaan. 

Berdasarkan keterangan saksi yang disampaikan dalam informasi yang beredara di media sosial, korban diduga dianiaya secara brutal oleh S. 

Kepalanya dibenturkan ke tembok dan tubuhnya ditusuk menggunakan obeng. 

Akibat penganiayaan itu R sempat menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit selama kurang lebih sepekan. 

Namun, nyawanya tidak tertolong. R dinyatakan meninggal sementara S berhasil kabur dan belum berhasil ditemukan hingga saat ini. 

Kasus ini memicu perhatian publik. Warganet meminta aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menangkap S sebagai terduga pelaku penganiayaan. 

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid membenarkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan terkait peristiwa tersebut. 

Polisi kini melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap terduga pelaku. 

"Nggeh, sudah ada dan sudah kami lakukan proses penyelidikan serta upaya penangkapan terhadap terduga pelaku," ujar Hamzaid kepada wartawan, Rabu, 28 Oktober 2026. 

Hamzaid menyebut, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di lapangan. 

Petugas masih berupaya menemukan dan mengamankan S, yang disebut merupakan tetangga korban. 

"Kami dari Jajaran Polres Lamongan telah menangani kejadian di atas dan telah melakukan serangkaian proses penyelidikan untuk terduga pelaku. Saat ini masih dalam upaya Penangkapan," ujarnya. 

Berdasarkan informasi yang beredar, terduga pelaku dikabarkan berada dalam pengawasan keluarga karena diduga mengalami gangguan kejiwaan. 

Meski demikian, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian itu. (*/red)

Diikuti Tiga OTK Dini Hari: Dua Wanita di Cikande Tancap Gas dan Telepon 110

By On Oktober 25, 2026

Polsek Cikande bergerak cepat (quick response) mendatangi lokasi kejadian (TKP) dan kediaman pelapor, Jumat dini hari, 23 Oktober 2026. 


SERANG, KabarXXI.Com – Keberanian dan ketanggapan ditunjukkan oleh dua orang pemudi di Kecamatan Cikande saat dibayangi potensi kejahatan jalanan pada dini hari. 

Keduanya memilih untuk tidak panik, tetap melaju mencari tempat aman, dan langsung memanfaatkan layanan darurat Call Center 110. 

Mendapat aduan tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cikande, Polres Serang, bergerak cepat (quick response) mendatangi lokasi kejadian (TKP) serta kediaman pelapor, Jumat dini hari, 23 Oktober 2026, sekira pukul 02.10 WIB. 

Langkah siaga ini merupakan komitmen nyata Polsek Cikande dalam memberikan perlindungan nyata serta menghadirkan kepolisian di tengah masyarakat. 

Peristiwa tersebut bermula saat pelapor, TGA (19), bersama rekannya EA (19), sedang berkendara sepeda motor dari arah Cikande Permai menuju rumah kontrakan mereka di Desa Parigi. 

Saat melintas di Jalan Kp. Karamat, korban mendadak diikuti oleh tiga orang pria tak dikenal yang mengendarai dua unit sepeda motor. Para pelaku sempat mepet dan memintanya untuk berhenti. 

Menyadari situasi di jalanan sepi yang membahayakan, korban mengambil keputusan tepat: tidak berhenti, terus memacu kendaraannya hingga sampai di kontrakan yang aman, dan seketika itu juga menekan tombol darurat 110. 

Seketika laporan masuk, Personel Piket SPKT Polsek Cikande dipimpin Aiptu Ardiansyah langsung mendatangi lokasi dan menyambangi tempat tinggal korban untuk memastikan kondisi fisik serta psikologis korban dalam keadaan aman. 

Saat ini, jajaran Polsek Cikande juga tengah melakukan penyelidikan mendalam dan menyisir area sekitar guna mengidentifikasi identitas ketiga pria tak dikenal (OTK) tersebut. 

Kapolsek Cikande, Kompol Rudika Harto Kanajiri mengapresiasi aksi cerdas korban yang langsung menghubungi saluran resmi kepolisian. 

"Keputusan korban untuk tidak berhenti di lokasi sepi dan segera menghubungi Call Center 110 sangat tepat dan patut dicontoh. Begitu laporan masuk, anggota piket SPKT langsung meluncur ke TKP untuk memberikan rasa aman. Saat ini anggota kami juga sedang bergerak melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengidentifikasi ketiga pria tak dikenal tersebut. Ini adalah wujud nyata komitmen Polisi Bersama Masyarakat, di mana setiap aduan darurat warga akan langsung kami respon dengan cepat," tegas Kompol Rudika Harto Kanajiri. 

Kapolsek Cikande mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada jam-jam rawan malam atau dini hari. 

"Kami mengimbau kepada seluruh warga Cikande dan Kibin untuk selalu waspada. Jika merasa diikuti atau melihat potensi gangguan keamanan, jangan ragu memanfaatkan layanan Call Center 110. Layanan ini gratis, bebas pulsa, beroperasi 24 jam, dan terhubung langsung dengan petugas kami yang siap hadir melayani serta melindungi masyarakat," pungkasnya. (*/red)

Motor Vario Milik Achmad Raib Dicuri saat Ditinggal Potong Rambut

By On Oktober 11, 2026

Foto ilustrasi. 

PASURUAN, KabarXXI.Com – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Demikian mungkin peribahasa yang dialami Achmad Yoga Firmansyah. 

Pasalnya, niat untuk memangkas rambut di sebuah barbershop di Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, berujung apes. 

Sepeda motor Honda Vario miliknya yang diparkir di depan tempat cukur, raib digondol maling. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 05 Oktober 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. 

Korban saat itu datang ke Zain's Barbershop di Jalan Ki Hajar Dewantara dengan mengendarai Honda Vario warna hitam tahun 2023 bernopol N 2895 VAI. 

Motor tersebut kemudian diparkir di depan barbershop. Achmad lantas masuk untuk memotong rambut. 

Namun tak berselang lama, kendaraan yang ditinggalkannya sudah tidak berada di lokasi. 

Dalam laporan pengaduan yang dibuat ke SPKT Polres Pasuruan Kota pada Selasa, 06 Oktober 2026, korban menyebut sempat mendengar suara kendaraan dinyalakan. 

Saat keluar dari dalam barbershop untuk mengecek, motor miliknya sudah raib. 

Korban juga sempat melihat sepeda motornya dibawa seseorang ke arah barat sebelum berbelok ke selatan. 

Namun pelaku berhasil melarikan diri sehingga korban kehilangan kendaraannya. 

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta. 

Kasus pencurian dengan pemberatan itu kemudian dilaporkan ke Polres Pasuruan Kota untuk ditindaklanjuti. 

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi membenarkan adanya laporan tersebut. 

Menurutnya, laporan korban telah diterima dan kasusnya masih dalam proses penyelidikan. 

"Benar, ada laporan terkait dugaan pencurian sepeda motor tersebut. Saat ini masih dalam penyelidikan petugas," ujarnya. 

Polisi selanjutnya melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas terduga pelaku, serta menelusuri keberadaan kendaraan yang dicuri. 

Termasuk dengan menggali keterangan saksi dan kemungkinan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. (*/red)

Respon Cepat Polsek Tanara, Anak Hilang yang Viral di Medsos Ditemukan Selamat

By On Oktober 07, 2026

Polsek Tanara berhasil menemukan anak hilang yang viral di medsos. 

SERANG, KabarXXI.Com - Gerak cepat jajaran Polsek Tanara, Polres Serang, kembali membuahkan hasil. 

Seorang anak berinisal NR (15), warga Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya, dan viral di media sosial (medsos) berhasil ditemukan anggota Polsek Tanara dalam kondisi selamat hanya beberapa jam setelah laporan diterima pada Selasa, 07 Oktober 2026. 

Peristiwa ini berawal dari informasi di media sosial Instagram bahwa ada anak gadis berinisal NR (17), warga Kecamatan Tanara, Desa Cibodas  sudah tiga hari tidak pulang. 

Mendapat informasi tersebut, yang Kapolsek Tanara, Iptu Iwan Rudini memerintah Kanit Reskrim Ipda Willly untuk mengecek kebenaran informasi tersebut dan berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk mendatangi rumah orang tua korban. 

Kapolsek Tanara, Iptu Iwan Rudini melalui Kanit Reskrim Ipda Willly membenar adanya anak hilang yang sempat viral di medsos. 

"Benar telah terjadi peristiwa anak hilang yang sempat viral di medsos. Berdasarkan keterangan paman NR, kaburnya anak tersebut disebabkan ada permasalahan di keluarganya, hingga yang bersangkutan kabur dari rumah selama tiga hari sejak Sabtu kemarin," kata Willy. 

Berbekal informasi tersebut, anggota Polsek Tanara bergerak cepat melakukan penyelidikan dan mencari informasi tempat main dan tongkrongan NR, dan sekira pukul 15.30 WIB berhasil ditemukan di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. 

"Berbagai rangkaian penyelidikan. Alhamdulillah tidak kurang 1 x 24 jam, sekura pukul 15.30 WIB, kami berhasil menemukan NR di wilayah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, di rumah keluarga temennya," ujar Willy. 

Rasa syukur dan apresiasi juga disampaikan oleh orang tua NR, yang mengaku lega setelah anaknya berhasil ditemukan dalam waktu singkat. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Tanara yang sudah membantu mencari anak saya. Alhamdulillah, dalam waktu singkat, anak saya langsung ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya. 

Kapolsek Tanara, Iptu Iwan Rudini menyampaikan, keberhasilan ini merupakan bentuk respon cepat kepolisian yang bersinergi dengan masyarakat. 

“Laporan dari masyarakat langsung kami tindaklanjuti secara cepat. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam kasus yang menyangkut keselamatan anak,” pungkasnya. (*/red)

Viral Wanita Asal Banten Histeris di Jalan Raya Waru Sidoarjo, Sempat Halangi Kendaraan

By On Oktober 07, 2026

Tangkapan layar video saat petugas Satlantas Polresta Sidoarjo menenangkan seorang wanita yang menangis histeris di bahu Jalan Raya Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Selasa, 06 Oktober 2026. 

SIDOARJO, KabarXXI.Com - Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang wanita menangis histeris di tengah jalan Raya Waru, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). 

Wanita berusia sekitar 20 tahunan itu diketahui berasal dari Pandeglang, Banten. 

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 05 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. 

Kanit Patroli (Turjawali) Satlantas Polresta Sidoarjo, Iptu Celvin Ferdinando Samosir mengatakan, petugas awalnya mendapat laporan dari warga terkait keberadaan seorang wanita di tengah Jalan Raya Waru. 

"Wanita itu berdiri di tengah jalan seperti menghalang-halangi pengendara roda dua maupun roda empat," ujar Celvin kepada wartawan, Selasa, 06 Oktober 2026. 

Petugas kemudian mendekati wanita tersebut secara perlahan. Polisi membujuknya agar menepi ke bahu jalan. Namun setelah berada di tepi jalan, wanita itu masih menangis histeris. 

Saat diajak berkomunikasi, wanita tersebut mengaku berasal dari Pandeglang, Banten. Namun dia tidak bersedia menyebutkan identitasnya. 

"Kami tanyai namanya siapa juga tidak mau menyebutkan, seperti depresi berat," kata Celvin. 

Petugas kemudian tidak memaksanya untuk berbicara lebih jauh. Polisi memberikan waktu kepada wanita tersebut untuk menenangkan diri. Petugas juga memberinya minum. 

Sekitar lima menit kemudian, kondisi wanita tersebut mulai lebih tenang. Dia kemudian meminta diantar ke masjid terdekat dengan alasan hendak menghubungi keluarganya. 

"Karena takut menyinggung dan membuat wanita tersebut bergerak semakin ekstrem akhirnya petugas memberikan waktu untuk menenangkan diri sekaligus memberinya minum," ujar Celvin. 

Polisi selanjutnya mengantarkan wanita tersebut ke Masjid Besar Al Hidayah, Gedangan.

"Kami hanya menuruti permintaannya yaitu minta diantar Masjid terdekat," ujarnya. 

Sementara itu, penjaga masjid, Galang mengatakan, wanita tersebut tiba dalam kondisi masih terlihat ketakutan. Karena khawatir kondisinya kembali tidak terkendali, dia memilih tidak banyak mengajaknya berbicara. 

"Wanita tersebut tampak ketakutan. Saya gak sempat ajak ngobrol takut, nekat lagi," ujar Galang. 

Sekitar pukul 09.00 WIB, kerabat wanita tersebut dari Surabaya datang menjemput menggunakan sepeda motor. 

"Kerabatnya dari Surabaya nyusul naik motor menjemput," pungkasnya. (*/red)

Amankan Kipas Angin hingga Elpiji 50 Kg, Polisi Masih Dalami Penyebab Ledakan Ruko di Surabaya

By On Oktober 07, 2026

Kondisi ruko di kawasan Pertokoan San Antonio, Pakuwon City Surabaya, Jatim, ditutup pagar seng usai terjadi ledakan, Selasa, 06 Oktober 2026. 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan di RM Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). 

Barang bukti itu ditemukan setelah tim gabungan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Kepala Seksi (Kasi) Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukris Tri Hartanto mengatakan, olah TKP dilakukan oleh tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Siident Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident Satreskrim Polrestabes Surabaya, dan Bidlabfor Polda Jatim. 

"Tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya dari Siident Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Bidlabfor Polda Jatim telah melaksanakan olah TKP dugaan terjadinya ledakan di ruko tepatnya pertokoan San Antonio, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya," ujar Sukris kepada wartawan, Selasa, 06 Oktober 2026. 

Menurut Sukris, dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan ledakan. 

Barang bukti tersebut, kata dia, masih dalam proses pemeriksaan oleh Bidlabfor Polda Jatim. 

"Barang bukti sementara yang ditemukan adalah tabung gas elpiji volume 50 kilogram, kemudian ada beberapa kompor gas satu tungku dan beberapa yang lain," ujarnya. 

Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan satu tabung gas dari lokasi. 

Selain itu, polisi juga mengambil selang LPG yang berada di RM Nasi Tempong Sri Dewi. 

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya aktivitas memasak saat ledakan terjadi, Sukris belum dapat memberikan kesimpulan. Pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan analisis terhadap temuan di lokasi. 

"Nanti dianalisa dulu oleh tim dari Bidlabfor Polda Jatim dan nanti akan disampaikan lebih lanjut perkembangannya oleh tim penyidik," ujarnya. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *