Berita Terbaru

Aksi Brutal DC di Serang, Dua Personel Brimob Polda Banten Jadi Korban Pembacokan

By On Juni 03, 2026

Personel Satbrimob Polda Banten jadi korban pembacokan dalam insiden yang melibatkan sejumlah Debt Collector (DC).  

SERANG, KabarXXI.Com Dua personel Satbrimob Polda Banten menjadi korban pembacokan dalam insiden yang melibatkan sejumlah Debt Collector (DC) di Jalan Raya Serang–Cilegon Km 3,5, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Selasa, 02 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. 

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan kepolisian, peristiwa bermula dari upaya penarikan kendaraan milik salah satu personel Satbrimob Polda Banten. 

Situasi kemudian memicu cekcok dan adu argumen antara kedua belah pihak hingga berujung keributan di lokasi kejadian. 

Dalam laporan Kepolisian disebutkan, salah seorang dari kelompok DC yang disebut berasal dari kelompok Ambon diduga mengambil kapak dari mobil Toyota Fortuner berwarna hitam yang berada di lokasi. 

Tak lama kemudian terjadi aksi pembacokan yang mengakibatkan dua anggota Satbrimob Polda Banten mengalami luka serius. 

Korban pertama, Bripda M. Fajar Dwi, mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan. Saat ini, korban menjalani perawatan di IGD Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten. 

Sementara korban kedua, Bripda Ahmad Yani, mengalami pendarahan pada bagian hidung dan kaki serta bahu kiri. Korban kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang. 

Dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan personel Satbrimob Polda Banten. 

Pasca kejadian, sekitar 30 personel Satbrimob Polda Banten langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok DC yang melarikan diri menggunakan dua unit mobil Toyota Fortuner berwarna hitam. 

Berdasarkan laporan awal, kendaraan tersebut sempat bergerak ke arah Kota Serang sebelum berputar balik menuju kawasan depan Mako Grup 1 Kopassus. 

Dalam perkembangan terbaru, aparat telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan tersebut, yakni Fhilip Ndarman dan Yulianus Silvester Bedanaen. 

Keduanya saat ini berada dalam penanganan kepolisian dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP). 

Perkara tersebut kini ditangani Tim Resmob Polda Banten yang masih melakukan pendalaman guna mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. 

Selain itu, personel Satbrimob Polda Banten juga melakukan penyisiran di sejumlah wilayah Kota Serang untuk mencari pihak lain yang diduga terlibat dan melarikan diri setelah kejadian. 

Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan dan pengembangan kasus masih terus berlangsung. (*/red)

Pedagang Cilok di Cikupa Ditemukan Tewas Dalam Kontrakan, Diduga Korban Pembunuhan

By On Juni 02, 2026

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendatangi TKP penemuan mayat pria, di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa, 02 Juni 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.ComKapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat pria di sebuah kontrakan di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa petang, 02 Juni 2026. 

Di kontrakan tersebut, seorang pria berinisial R yang sehari-hari berjualan cilok ditemukan meninggal. Saat mengecek TKP, nampak bekas darah di lantai. 

"Kami melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini," kata Indra Waspada. 

Dia menjelaskan, korban terindikasi meninggal karena pembunuhan. Oleh karena itu, petugas langsung bergerak memeriksa saksi, barang bukti, termasuk menyisir sekitar lokasi guna mendapatkan bukti petunjuk. 

"Terkait korban, kami masih menunggu hasil autopsi," ujarnya. 

Indra Waspada juga mengatakan, korban baru sekitar 10 hari tinggal di kontrakan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, korban diketahui tinggal berdua bersaama rekannya. 

"Penyelidikan masih terus kami lakukan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap," pungkasnya. (Reno)

Momentum Hari Lahir Pancasila, Ketua Karang Taruna Pasirbuyut Dorong Pemuda Jadi Motor Penggerak Desa

By On Juni 01, 2026

SERANG, KabarXXI.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 menjadi pemantik semangat bagi Karang Taruna Desa Pasirbuyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, untuk terus menelurkan karya nyata. Di bawah komando Nana Suryana, organisasi kepemudaan ini berkomitmen mentransformasikan nilai-nilai ideologi negara ke dalam aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat.

​Nana Suryana menegaskan, momentum bersejarah ini tidak boleh terjebak dalam seremonial belaka. Bagi dia, Pancasila harus dihidupkan lewat gerakan konkret di tingkat akar rumput, salah satunya melalui optimalisasi potensi pemuda desa.

​"Pancasila adalah perekat kita semua. Melalui wadah Karang Taruna, kami ingin menghidupkan kembali roh gotong royong dan kepedulian sosial yang mulai tergerus zaman," ujar Nana, Minggu (1/6/2026).

​Menghadapi era globalisasi dan lompatan teknologi, Nana mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan kompas moral dan jati dirinya. Karang Taruna Pasirbuyut sendiri aktif memfasilitasi berbagai kegiatan positif, mulai dari olahraga hingga peningkatan keterampilan, guna mencetak kader pemimpin yang berintegritas.

​Dalam kesempatan tersebut, Nana juga menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila kepada seluruh elemen bangsa.

​"Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari kita jadikan lima sila sebagai koridor dalam bertindak demi merajut tatanan sosial yang harmonis dan sejahtera. Masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda yang kreatif dan berkarakter," pungkasnya.

Dari Dalam KRL: Ketika Helm dan Celana Ditukar Menjadi Gadget Impian

By On Mei 31, 2026



Oleh Redaksi Kabarxxi.com

Perjalanan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) pada Sabtu siang itu semula terasa biasa saja. Suara pintu kereta yang membuka dan menutup, penumpang yang silih berganti naik turun, serta deretan wajah yang sibuk menatap layar ponsel menjadi pemandangan yang lazim ditemui.

Namun di tengah perjalanan, redaksi mendapat teman ngobrol yang menarik. Seorang pelajar asal Rangkasbitung yang baru saja pulang dari Jakarta dengan wajah sumringah. Bukan karena baru menerima rapor atau memenangkan lomba, melainkan karena berhasil mendapatkan gadget yang selama ini menjadi impiannya.

Cerita yang ia sampaikan terdengar sederhana, tetapi menyimpan gambaran besar tentang bagaimana cara bertransaksi dan pola ekonomi masyarakat telah berubah begitu cepat.

Ia bercerita baru saja melakukan transaksi COD di kawasan Stasiun Tanah Abang. Yang membuat cerita itu menarik bukan sekadar lokasi transaksinya, melainkan barang yang ia gunakan untuk "membayar". Selain sejumlah uang, ia rela menukar helm dan celana kesayangannya demi mendapatkan perangkat yang telah lama diincarnya.

Dahulu, transaksi identik dengan uang tunai. Jika ingin membeli sesuatu, seseorang harus memiliki uang sesuai harga barang yang diinginkan. Namun kini, batas-batas itu semakin kabur. Di era marketplace, media sosial, dan komunitas digital, transaksi tidak lagi melulu soal uang. Barang ditukar dengan barang, hobi ditukar dengan nilai, bahkan kepercayaan sering kali menjadi modal utama dalam sebuah kesepakatan.

Fenomena barter modern seperti ini semakin sering terjadi. Anak muda hari ini memiliki cara tersendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka kreatif mencari jalan keluar ketika kondisi keuangan tidak memungkinkan. Barang yang sudah tidak terlalu digunakan dapat berubah menjadi alat tukar yang bernilai.

Di satu sisi, kondisi ini menunjukkan betapa ekonomi pasar telah bergeser jauh dari pola konvensional. Teknologi telah mempertemukan penjual dan pembeli, bahkan orang-orang yang ingin saling bertukar kebutuhan tanpa harus melibatkan transaksi uang secara penuh.

Namun di balik cerita helm dan celana yang ditukar dengan gadget, ada pelajaran yang lebih besar.

Setiap orang memiliki impian. Ada yang ingin memiliki rumah, kendaraan, pendidikan yang lebih tinggi, atau sekadar gadget yang sudah lama diincar. Perbedaannya terletak pada seberapa besar seseorang bersedia berjuang untuk mewujudkannya.

Pelajar yang ditemui redaksi itu mungkin tidak memiliki banyak uang. Tetapi ia memiliki kemauan. Ia berani menempuh perjalanan puluhan kilometer dari Rangkasbitung ke Jakarta, berani melepaskan barang-barang yang ia sukai, dan berani mencari jalan agar keinginannya bisa terwujud.

Tentu saja, pesan positifnya bukan berarti seseorang boleh melakukan apa saja tanpa batas demi mendapatkan keinginannya. Yang dimaksud adalah keberanian untuk berusaha, berkorban, dan mencari solusi secara jujur serta bertanggung jawab.

Karena pada akhirnya, hampir semua pencapaian lahir dari pengorbanan. Tidak ada mimpi yang datang begitu saja tanpa usaha.

Ketika kereta terus melaju meninggalkan Jakarta menuju Rangkasbitung, pelajar itu sesekali menatap gadget barunya dengan senyum yang sulit disembunyikan. Mungkin bagi sebagian orang itu hanya sebuah perangkat elektronik biasa. Namun bagi dirinya, benda itu adalah simbol dari sebuah perjuangan.

Dan dari dalam gerbong KRL yang penuh penumpang itulah, redaksi kembali diingatkan bahwa perubahan zaman tidak hanya mengubah cara manusia bertransaksi, tetapi juga mengubah cara mereka mengejar impian. *(red) *

Jip Wisata Kecelakaan di Bromo Tewaskan Wisatawan, Diduga Rem Blong

By On Mei 29, 2026

Kecelakaan jip wisata di Gunung Bromo. 

PASURUAN, KabarXXI.Com - Polres Pasuruan berhasil mengidentifikasi korban kecelakaan tunggal yang menimpa jip wisata di jalur turunan ekstrem Gunung Bromo, pada Jumat, 29 Mei 2026. 

Dua korban tewas, yakni Muhammad Sonif (53) warga Tumpang, Kabupaten Malang (Sopir), dan Yulanda Wahyu Anggraeni (27), warga Pakis, Kabupaten Malang (penumpang). 

"Sopir meninggal di TKP, sedangkan korban YWA meninggal saat menuju ke Puskesmas Sukapura, Kabupaten Probolinggo," ujar Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, Jumat, 29 Mei 2026. 

Saat jip menabrak tebing, kedua korban itu terlempar dari mobil. 

Korban Yulanda terhempas keluar dan ditemukan di bawah rem depan jip. Sedangkan sopir terlempar keluar setelah pintu jip terlepas. 

Selanjutnya, korban yang mengalami luka-luka, yakni Serda Fardan Rasid (24), anggota TNI AU Kesatuan Depohar 30 Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Zaimah Hani (56) warga Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Futri Nadira Nofasari (25), mahasiswa asal Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. 

"Untuk ketiga korban luka saat ini telah mendapatkan perawatan medis," imbuhnya. 

Untuk kelancaran lalu lintas, bangkai jip hardtop yang menutup separuh badan jalan dievakuasi. 

Dengan pengawalan warga setempat dan kepolisian, sejumlah sopir jip menarik bangkai jip tersebut dengan hati-hati. 

"Jip hardtop sudah berhasil dievakuasi, jalan menuju lautan pasir sudah kembali normal," ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, sebuah jip wisata yang membawa rombongan wisatawan dilaporkan menabrak tebing hingga terbalik di kawasan Gunung Bromo. 

Diduga, jip tersebut mengalami gangguan pada sistem rem. Jalur tersebut terkenal ekstrem, turunan tajam dan berkelok seperti huruf S. (*/red)

360 Hektare Sawah di Cihara Lebak Terancam Gagal Tanam, Saluran Irigasi Jebol Akibat Longsor

By On Mei 26, 2026

Saluran irigasi yang ambruk di Ruas Kampung Cikadu - Cingagoler, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Tingginya intensitas hujan menyebabkan saluran irigasi di Ruas Kampung Cikadu - Cingagoler, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, jebol akibat longsor pada Minggu, 24 Mei 2026. 

Kerusakan infrastruktur ini mengancam keberlangsungan sektor pertanian setempat. 

Longsoran dilaporkan merusak sekitar 30 meter dinding irigasi yang menjadi sumber pengairan utama bagi ratusan hektare lahan pertanian warga. 

"Kejadian longsor terjadi saat hujan deras hari Minggu kemarin, mengakibatkan sepanjang bangunan irigasi longsor. Kami berharap ada penanganan cepat dari pemerintah terkait," ujar Febi, warga sekitar, Selasa, 26 Mei 2026. 

Febi menambahkan, warga dan petani saat ini merasa sangat cemas. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, pasokan air ke area persawahan akan terputus total. 

"Yang dikhawatirkan, kalau irigasi itu tidak segera diperbaiki, semua penggarap sawah sekitar 360 hektare akan mengalami gagal tanam," pungkasnya. (Cup) 

Akses Jalan Cibeber Lumpuh Total Akibat Longsor, Tokoh Baksel Abah Jalu Kecam Aktivitas Tambang Ilegal

By On Mei 25, 2026

Badan jalan yang tertutup matrial lomgsor di Blok Sopal, Desa Sukamulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu longsor besar di Blok Sopal, dekat Kampung Dengkleng, Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Desa Sukamulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, pada Minggu sore, 24 Mei 2026. 

Material longsor berupa tanah, batu, dan pohon rimba menutup seluruh badan jalan hingga menyebabkan akses transportasi lumpuh total. 

Akibat kejadian ini, sejumlah guru yang hendak mengajar di SDN Sukamulya dan Kampung Cirotan Tonggoh terpaksa memutar balik dan batal bertugas karena jalan tidak dapat dilalui. 

WS, salah satu Kepala Sekolah di Cirotan Tonggoh mengonfirmasi bahwa longsor kali ini sangat dahsyat. 

Ia mengeluhkan kondisi Blok Sopal yang kerap menjadi langganan longsor dan berharap pemerintah segera turun tangan. 

"Entah karena apa di Blok Sopal sering terjadi longsor. Itu urusan pemerintah terkait yang di atas. Kami hanya masyarakat kecil yang butuh sarana transportasi yang nyaman dan aman," ujar WS. 

Sorotan Tajam Terhadap Penambang Ilegal

Seringnya longsor di wilayah Blok Sopal memicu reaksi keras dan kecaman dari aktivis sekaligus tokoh masyarakat Banten Selatan (Baksel), Abah Jalu. 

Menurutnya, bencana ini tidak murni karena faktor alam, melainkan diduga kuat akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau gurandil yang merusak lingkungan. 

"Kita geram kepada oknum pegawai TNGHS yang diduga selama ini tutup mata dengan kegiatan PETI yang menambang di atas badan jalan. Begitu juga dengan para gurandil yang bersikap arogan dan menambang sembarangan," tegas Abah Jalu. 

Ia juga menyoroti sikap beberapa penambang di media sosial Facebook yang terkesan menantang awak media. 

Demi kepentingan umum, Abah Jalu berkomitmen untuk menelusuri pemilik akun tersebut dan melaporkan aktivitas tambang ilegal ini ke pihak berwajib. 

"Saya berharap kepada petugas TNGHS di Resort Panggarangan dan sekitarnya untuk bertindak tegas. Utamakan kepentingan umum agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya. 

DPUPR Lebak Terjunkan Alat Berat

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriyandi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan alat berat untuk membersihkan jalan. 

"Kita sudah menyiapkan alat berat untuk mengevakuasi material longsor, dan sekarang alat beratnya lagi di perjalanan," kata H. Dade kepada media ini melalui telpon WhastApp. (US/Tim/Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *