Berita Terbaru

EJ Sport Dukung BTN Jakarta International Marathon 2026 sebagai Official Sports Nutrition & 10K Presenting Partner

By On Mei 02, 2026

Sebagai 10K Presenting Partner, EJ Sport hadir di setiap jersey peserta BTN Jakim 2026 kategori 10K (Foto: Dok EJ Sport). 

JAKARTA, KabarXXI.Com EJ Sport, sports nutrition dari Kalbe Consumer Health yang dirancang untuk mendukung performa pelari, resmi berkolaborasi dengan BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 sebagai Official Sports Nutrition & 10K Presenting Partner.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali berkolaborasi bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar BTN JAKIM 2026 sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Ajang lari bersertifikasi Elite Label dari World Athletics ini akan digelar selama dua hari pada 13–14 Juni 2026 dan menghadirkan lebih dari 40 ribu peserta, termasuk hampir 1.000 pelari internasional dari 46 negara. Antusiasme tinggi ini semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism berstandar dunia.

Group Head of Marketing & Media Activation Kalbe Consumer Health, Arwin Nugraha Hutasoit menyampaikan, partisipasi EJ Sport dalam BTN JAKIM 2026 merupakan bentuk komitmen brand dalam menjadi bagian dari penguatan ekosistem olahraga berstandar global.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari BTN JAKIM 2026 yang telah mengantongi sertifikasi World Athletics Label Road Race. Melalui dukungan lebih dari 100.000 produk sports nutrition, kami ingin memastikan setiap pelari mendapatkan asupan nutrisi yang optimal untuk menyelesaikan lomba dengan performa terbaik,” ujarnya.

Sebagai Official Sports Nutrition, EJ Sport akan mendukung kebutuhan nutrisi para pelari melalui distribusi lebih dari 100 ribu produk. EJ Sport akan membantu memastikan pelari tetap terjaga performanya dari start hingga garis finish.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, BTN JAKIM terus menunjukkan perkembangan signifikan dari tahun ke tahun, baik dari sisi skala maupun kualitas penyelenggaraan.

“Melalui BTN Jakarta International Marathon, Jakarta tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi lari, tetapi juga menghadirkan pengalaman berlari yang memperkenalkan ikon kota serta budaya lokal kepada para peserta. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat Jakarta sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” ujarnya.

Penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 juga menghadirkan sejumlah pembaruan, termasuk pelaksanaan selama dua hari serta penambahan kategori lomba menjadi empat, yakni Marathon, Half Marathon, 10K, dan 5K.

Langkah ini diambil untuk membuka partisipasi yang lebih luas sekaligus memberikan pengalaman berlari yang lebih optimal bagi seluruh peserta.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menambahkan, dukungan terhadap BTN JAKIM merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendorong gaya hidup sehat masyarakat.

“BTN melihat olahraga sebagai investasi kualitas hidup. Melalui BTN JAKIM, kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyeluruh bagi peserta, sekaligus mendukung ekosistem sport tourism yang terus berkembang di Jakarta,” jelasnya.

Dengan status sebagai ajang lari bersertifikasi World Athletics Label Road Race, BTN JAKIM 2026 tidak hanya meningkatkan kredibilitas penyelenggaraan, tetapi juga memperkuat daya tarik Jakarta di mata pelari internasional.

Kehadiran berbagai mitra strategis, termasuk EJ Sport, menjadi bagian penting dalam memastikan standar pengalaman lomba tetap terjaga. Sebagai brand yang fokus pada kebutuhan pelari, EJ Sport melihat ajang ini sebagai momentum untuk semakin mendekatkan produk dengan pelaku olahraga yang jumlahnya terus berkembang di Indonesia.

EJ Sport dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nutrisi praktis bagi pelari, dengan kombinasi maltodextrin dan dextrose yang mudah diserap tubuh saat aktivitas intens. Kandungan L-Carnitine dan Vitamin B Complex turut mendukung metabolisme nutrisi selama berlari, sementara kemasan sachet yang ringkas memudahkan konsumsi di tengah lomba. EJ Sport hadir dalam varian rasa orange dan banana yang disesuaikan dengan preferensi pelari.

“Keikutsertaan kami di BTN JAKIM 2026 bukan hanya tentang dukungan produk, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa menjadi bagian dari perjalanan para pelari dalam mencapai garis finish mereka. Kami berharap EJ Sport dapat terus menjadi partner terpercaya bagi pelari, baik di level nasional maupun internasional,” tutup Arwin. (*/red)

8.389 PHK dalam Tiga Bulan: Saatnya Indonesia Membicarakan Kembali soal Perlindungan Keluarga

By On Mei 02, 2026

Kemas Achmad Yani Aziz. 

Gelombang pemutusan hubungan kerja yang melanda awal 2026 mengingatkan kembali rapuhnya pondasi finansial banyak rumah tangga Indonesia. Praktisi senior industri keuangan Kemas Achmad Yani Aziz menilai situasi ini menuntut perubahan cara pandang masyarakat terhadap proteksi diri dan keluarga.

JAKARTA, KabarXXI.Com Sebanyak 8.389 pekerja Indonesia kehilangan pekerjaan hanya dalam rentang 1 Januari hingga 8 April 2026. Angka yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi paling terdampak — sebanyak 1.721 pekerja atau 20,51 persen dari total nasional. Kalimantan Selatan menyusul dengan 1.071 pekerja, lalu Kalimantan Timur 915 pekerja, Banten 707 pekerja, dan Jawa Timur 649 pekerja.

Bagi praktisi senior industri keuangan Kemas Achmad Yani Aziz, deretan angka tersebut bukan sekadar statistik bulanan. Ia adalah peringatan bahwa pondasi finansial banyak keluarga Indonesia tengah diuji oleh tekanan yang datang dari berbagai arah sekaligus.

“Angka 8.389 itu bukan sekadar statistik PHK. Ia adalah 8.389 keluarga yang mungkin tidak punya cadangan tiga bulan, tidak punya proteksi kesehatan, dan tidak punya rencana darurat. Ketika satu pencari nafkah jatuh, seluruh keluarga ikut jatuh,” ujar Komisaris PT Best Pialang Asuransi Proteksi tersebut, Selasa, 29 April 2026.

Eksekutif yang telah berkecimpung di industri asuransi nasional selama lebih dari satu setengah dekade ini menyebut, situasi yang dihadapi rumah tangga Indonesia saat ini berbeda dari krisis-krisis sebelumnya.

Tekanannya datang dari tiga arah secara bersamaan: ketegangan global yang menahan investasi asing, daya beli yang menurun karena kenaikan biaya hidup tidak diimbangi kenaikan upah, dan otomatisasi yang menggantikan tenaga kerja manusia.

Tekanan dari Tiga Arah Sekaligus

Tekanan eksternal terlihat jelas dari laporan Global Market Labor 2026 yang dirilis LinkedIn pada Januari 2026. Tingkat rekrutmen global diperkirakan masih 20 persen di bawah level sebelum pandemi Covid-19, dengan perpindahan pekerjaan jatuh ke titik terendah dalam satu dekade.

Di Indonesia, sektor manufaktur mencatat kontraksi rekrutmen hingga minus 27 persen, akomodasi dan jasa makanan minus 17 persen, sementara ritel minus 13 persen.

Tekanan struktural muncul dari kesenjangan upah dan produktivitas. Survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang dirilis awal 2026 mencatat dalam sepuluh tahun terakhir upah rata-rata di Indonesia naik 7 hingga 8 persen per tahun, sementara produktivitas hanya tumbuh 1,5 hingga 2 persen. Kesenjangan ini mendorong perusahaan melakukan efisiensi, terutama melalui otomatisasi.

Kemas menilai tiga tekanan ini tidak bisa dilawan oleh keluarga secara individu. Yang bisa dilakukan, kata dia, adalah memastikan rumah tangga memiliki bantalan ketika salah satu tekanan tersebut menghantam.

“Ketika ekonomi tumbuh lambat, daya tahan keluarga ikut menipis. Tabungan yang biasanya cukup untuk tiga bulan, sekarang habis dalam dua bulan. Dalam kondisi seperti ini, satu kejadian buruk — sakit, kecelakaan, kebakaran, atau kehilangan pekerjaan — bisa menggulingkan sebuah keluarga dari kelas menengah ke garis kemiskinan dalam hitungan minggu,” tuturnya.

Akar Persoalan: Penetrasi Asuransi yang Rendah

Salah satu indikator yang paling menggambarkan rapuhnya pondasi finansial keluarga Indonesia adalah rendahnya tingkat penetrasi asuransi. Data Otoritas Jasa Keuangan per Februari 2026 menunjukkan total premi asuransi jiwa hanya tumbuh 0,12 persen secara tahunan, mencapai Rp 32,39 triliun.

Pertumbuhan yang nyaris stagnan ini, menurut OJK, mengindikasikan industri asuransi nasional belum berhasil menjangkau lapisan masyarakat yang justru paling membutuhkan perlindungan.

Tingkat penetrasi asuransi Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto masih berada di kisaran 2 hingga 3 persen, jauh di bawah Malaysia dan Thailand yang sudah menyentuh 5 persen. Hanya sekitar tiga dari sepuluh penduduk Indonesia yang memiliki perlindungan asuransi di luar BPJS Kesehatan.

Kemas menilai, akar persoalannya bukan terletak pada produk asuransi itu sendiri, melainkan pada cara industri dan masyarakat berkomunikasi selama ini.

“Indonesia tidak kekurangan calon nasabah. Indonesia kekurangan saluran yang dipercaya. Banyak orang ingin melindungi keluarganya, tetapi mereka tidak tahu harus bertanya kepada siapa, takut ditipu, atau bingung membaca kontrak yang penuh istilah asing. Itu masalah komunikasi, bukan masalah produk,” katanya.

Ia menggambarkan situasi yang umum terjadi: seorang ayah ingin membeli proteksi kesehatan untuk anaknya, tetapi setelah bertemu agen, ia justru bingung karena diajak bicara tentang investasi, premi tunggal, dan istilah-istilah yang asing. Akhirnya keputusan ditunda, dan ketika anak benar-benar sakit dengan biaya rumah sakit puluhan juta, keluarga itu harus meminjam atau menjual aset.

Konsekuensi dari ketidaktersediaan proteksi yang memadai, kata Kemas, terlihat dari maraknya jeratan pinjaman online ilegal yang menimpa puluhan ribu rumah tangga.

“Banyak keluarga jatuh ke pinjaman online ilegal bukan karena mereka serakah. Mereka jatuh karena tidak punya pilihan ketika anak tiba-tiba sakit, ketika motor dicuri, ketika atap rumah ambruk. Kalau ada proteksi yang sederhana dan terjangkau, separuh dari kasus pinjol ilegal mungkin tidak akan pernah terjadi,” ujarnya.

Tiga Hal Mendesak untuk Setiap Keluarga

Ditanya tentang langkah praktis yang dapat dilakukan keluarga Indonesia di tengah situasi ini, Kemas memberikan tiga prinsip yang menurutnya berlaku untuk siapa saja, dari karyawan dengan upah minimum hingga pemilik usaha menengah.

Pertama, pastikan dana darurat sebelum berbicara tentang investasi. Kemas menyarankan setiap keluarga memiliki tabungan setara tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin di rekening yang mudah diakses. Tanpa fondasi ini, seluruh rencana keuangan lain rentan runtuh.

Kedua, lindungi pencari nafkah lebih dulu sebelum melindungi aset.

“Banyak keluarga membeli asuransi kendaraan sebelum membeli proteksi jiwa untuk pencari nafkahnya. Kendaraan bisa diganti, pencari nafkah tidak. Ini prioritas yang sering terbalik di Indonesia,” katanya.

Ketiga, pahami bahwa asuransi adalah biaya, bukan investasi. Pesan ini, kata dia, harus diulang berkali-kali. Banyak masalah di masa lalu — termasuk kasus-kasus gagal bayar yang sempat mengguncang industri — bermula dari kesalahpahaman ini.

“Asuransi adalah ongkos tidur nyenyak. Anda membayar premi, dan sebagai gantinya Anda tahu bahwa kalau besok terjadi sesuatu, keluarga Anda tidak akan terjun bebas. Itu nilainya. Bukan janji untung, bukan janji kaya — hanya janji bahwa Anda tidak sendiri ketika hal terburuk terjadi,” ujar lulusan Magister Hukum Universitas Krisnadwipayana ini.

Pekerjaan Rumah Industri dan Pemerintah

Kemas mengakui pekerjaan rumah tidak hanya ada di sisi masyarakat. Industri asuransi Indonesia, kata dia, harus melakukan introspeksi besar-besaran. Bahasa kontrak harus disederhanakan, proses klaim harus dipercepat, dan tenaga pemasaran harus dilatih untuk mendengarkan kebutuhan calon nasabah, bukan sekadar mengejar target penjualan.

Pemerintah dan regulator, lanjutnya, juga punya peran strategis. Pendidikan tentang pengelolaan keuangan keluarga harus masuk lebih dalam ke kurikulum sekolah dan program pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa program doktoral Manajemen Bisnis Universitas Negeri Jakarta angkatan pertama dengan spesialisasi industri asuransi ini menyebut ketahanan keluarga adalah bagian tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.

Mengakhiri perbincangan, Kemas mengingatkan bahwa data-data ekonomi yang dirilis berbagai lembaga sepanjang kuartal pertama 2026 sebaiknya tidak dibaca sebagai sekadar laporan.

“Kita tidak bisa mengontrol perang di Eropa, tidak bisa mengontrol harga komoditas dunia, tidak bisa mengontrol kebijakan negara lain. Tetapi kita bisa mengontrol satu hal: apakah keluarga kita siap menghadapi yang tidak terduga. Itu satu-satunya kemewahan yang masih terjangkau di tahun yang serba tidak pasti seperti sekarang,” pungkasnya. (*/red)

Delegasi Maritim dan Teknologi Estonia Dorong Kemitraan Strategis di Indonesia

By On Mei 02, 2026

Dari kiri ke kanan: Kristjan Truu - Estonia Deputy Secretary General on Maritime Affairs and Water Resources;  Kuldar Leis - Estonia Minister of Infrastructure;  Veikko Kala - Duta Besar Estonia untuk Singapura, Indonesia, dan ASEAN. 

JAKARTA, KabarXXI.Com Melanjutkan momentum dari misi media sebelumnya, delegasi bisnis maritim dan teknologi dari Estonia akan mengunjungi Jakarta pada 27–28 April 2026 untuk memperkuat kerja sama bilateral dan membuka peluang baru di sektor maritim, logistik, dan inovasi digital.

Delegasi ini terdiri atas berbagai perusahaan dan institusi terkemuka Estonia, antara lain 5.0 Robotics, Cybernetica, Insta Globe Engineering, SRC Estonia, Port of Tallinn, Tallinn University of Technology, Varcus Solutions, Dipperfox, dan MindChip. Secara kolektif, mereka mencerminkan kekuatan Estonia dalam teknologi maritim, infrastruktur digital, rekayasa, dan inovasi.

Cybernetica membawa pengalaman luas dalam keamanan siber maritim, pengawasan pantai, dan sistem manajemen lalu lintas kapal, dengan lebih dari 20 tahun kehadiran operasional di Indonesia.

Sebagai tonggak penting selama kunjungan tersebut, Cybernetica menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT MultiIntegra Technology Group untuk menjajaki kolaborasi lebih lanjut dalam infrastruktur digital maritim dan keamanan siber.

MindChip memamerkan teknologi kapal otonom bertenaga AI-nya, yang memungkinkan operasi maritim yang lebih cerdas dan aman, sementara Insta Globe Engineering dan SRC Group memberikan keahlian dalam retrofit kapal, elektrifikasi, dan solusi bahan bakar alternatif untuk mendukung dekarbonisasi.

Dari perspektif pelabuhan dan logistik, Port of Tallin menawarkan pengalaman langsung dalam operasi pelabuhan cerdas, sistem digital, dan optimasi infrastruktur. Kemampuan inovasi dan penelitian diwakili oleh Marine Technology Competence Centre (MARTE) di bawah Tallinn University of Technology, yang berfokus pada teknologi maritim terapan dan sistem otonom.

Melengkapi hal tersebut adalah 5.0 Robotics, yang mengkhususkan diri dalam otomatisasi robot dan manufaktur sesuai permintaan untuk rantai pasokan yang tangguh; Varcus Solutions, yang menyediakan sistem navigasi dan keselamatan berbasis AI untuk lingkungan maritim yang kompleks; dan Dipperfox, yang menampilkan alat rekayasa canggih untuk pembersihan lahan dan pengembangan infrastruktur yang efisien.

Sepanjang kunjungan, delegasi terlibat dalam serangkaian pertemuan tingkat tinggi antar pemerintah (G2G) dan antar bisnis (B2B), termasuk diskusi dengan pemangku kepentingan utama Indonesia seperti Pelindo, Pertamina, Pelni, Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA), dan perwakilan dari KADIN. Pertemuan-pertemuan ini berfokus pada penjajakan peluang kolaborasi dalam manajemen pelabuhan, logistik cerdas, keselamatan maritim, dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan.

Selama kunjungan, delegasi akan melakukan serangkaian pertemuan tingkat tinggi, baik government-to-government (G2G) maupun business-to-business (B2B), dengan berbagai pemangku kepentingan utama di Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi di bidang pengelolaan pelabuhan, logistik cerdas, keamanan siber, dan pengembangan maritim berkelanjutan.

Salah satu agenda utama adalah Indonesia Estonia Maritime Business Forum pada 28 April 2026, yang menghadirkan lebih dari 100 peserta dari kalangan pemerintah, industri, dan akademisi. Forum ini menjadi wadah untuk dialog, presentasi perusahaan, serta penjajakan kerja sama, termasuk penandatanganan kesepakatan antara pihak Estonia dan Indonesia.

Minister of Infrastructure, Kuldar Leis menekankan pentingnya forum ini secara strategis: “Estonia Maritime Delegation Forum dirancang sebagai jembatan antara sektor swasta kedua negara. Dengan mempertemukan perwakilan pemerintah dan pelaku industri, kami membuka peluang kolaborasi yang nyata. Penguatan keterlibatan business-to-business (B2B) sangat penting agar inovasi, pertukaran pengetahuan, dan investasi dapat mengalir antara kedua negara, serta memberikan manfaat ekonomi bersama.”

Sebagai negara yang memosisikan diri sebagai pintu gerbang menuju keunggulan maritim, Estonia menawarkan ekosistem maritim yang berkelanjutan, inovatif, dan aman. Negara ini mendukung berbagai ide bisnis ambisius melalui solusi yang dirancang sesuai kebutuhan.

Industri maritim Estonia dikenal memiliki kapabilitas teknologi yang maju, infrastruktur digital yang kuat, serta komitmen terhadap keberlanjutan, didukung oleh ekosistem kolaboratif dan lingkungan bisnis yang kondusif bagi kemitraan internasional.

Dengan fokus pada transformasi digital, keberlanjutan, dan perdagangan bilateral, forum ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan hubungan Estonia–Indonesia melalui dialog yang terstruktur dan berorientasi pada aksi nyata. Area utama yang menjadi fokus meliputi transformasi digital, teknologi hijau, inovasi maritim, solusi smart city, pendidikan, dan e-governance.

Seiring kedua negara mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi, inovasi, dan inisiatif pembangunan berkelanjutan, Estonia–Indonesia CEO Business Forum menjadi platform penting untuk menerjemahkan kepentingan bersama menjadi kemitraan jangka panjang yang konkret di berbagai sektor.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Estonia untuk mendukung ambisi maritim Indonesia melalui solusi inovatif, digital, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan Estonia untuk memperluas ekspansi di Asia Tenggara. (*/red)

Indonesia Lirik Inovasi Digital Estonia Jelang Misi Bisnis di Jakarta

By On Mei 02, 2026

Johanna-Kadri Kuusk, Digital Transformation Adviser, e-Estonia Briefing Centre / Ivo Panasjuk. 

JAKARTA, KabarXXI.ComPemerintah Estonia dan perusahaan teknologi terkemuka menyatakan minat kuat untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam modernisasi teknologi maritim serta percepatan transisi hijau.

Inisiatif ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat kerja sama bilateral guna mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan emisi, dan merespons tren industri global.

Estonia dikenal luas sebagai salah satu negara dengan masyarakat digital paling maju di Eropa, serta menjadi rumah bagi berbagai perusahaan teknologi dan ekosistem inovasi terdepan.

Hampir seluruh layanan publik di negara ini dapat diakses secara online selama 24/7, menunjukkan bagaimana tata kelola digital mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan akses secara signifikan.

Pusat dari sistem ini adalah e-Estonia Briefing Centre, yang menampilkan bagaimana Estonia berhasil membangun infrastruktur digital yang terintegrasi dan berorientasi pada warga.

Ekosistem ini didukung oleh X-Road, sebuah lapisan pertukaran data yang aman yang menghubungkan platform pemerintah dan sektor swasta. Dengan memungkinkan pertukaran data secara real-time dan terpercaya, X-Road mendukung berbagai layanan, termasuk program e-Residency Estonia—sebuah inisiatif yang telah menarik lebih dari 200 pengusaha Indonesia untuk mendirikan dan mengelola perusahaan berbasis Uni Eropa secara jarak jauh.

Deputy Foreign Minister, Mariin Ratnik menekankan besarnya potensi kerja sama Indonesia–Estonia yang belum tergarap, khususnya dalam inovasi digital, perdagangan, dan investasi.

Ia juga menyoroti pentingnya Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement yang akan datang, yang dinilai dapat secara signifikan memperluas peluang perdagangan melalui penurunan tarif serta peningkatan akses pasar antara Indonesia dan Uni Eropa.

“Perjanjian perdagangan bebas seperti IEU-CEPA semakin penting dalam lanskap global saat ini. Perjanjian ini membuka peluang yang lebih luas bagi kedua pihak dan menjadi fondasi kuat untuk kolaborasi ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

Mendorong Inovasi Maritim dan Transisi Hijau

Berangkat dari fondasi digital yang kuat, Estonia juga mengembangkan kapabilitasnya ke bidang inovasi maritim, di mana digitalisasi dan keberlanjutan telah terintegrasi dalam operasional pelabuhan dan sistem logistik.

Sebagai salah satu pusat berkembang untuk teknologi maritim di Eropa, Estonia memanfaatkan keahliannya untuk menghadirkan solusi yang menjawab tantangan efisiensi sekaligus mendukung pergeseran global menuju operasional yang lebih ramah lingkungan.

Di Port of Tallinn (Muuga Port), solusi “Smart Port 4.0” seperti manajemen lalu lintas otomatis dan check-in digital telah membantu mengurangi kemacetan serta memperlancar arus barang.

Inovasi ini memberikan insight praktis bagi pelabuhan besar di Indonesia, termasuk Tanjung Priok, yang menghadapi tantangan serupa dalam skala dan efisiensi.

Melengkapi hal tersebut, ShoreLink mendorong dekarbonisasi melalui teknologi listrik dari darat ke kapal (shore-to-ship), memungkinkan kapal mengurangi emisi saat bersandar.

Di saat yang sama, Cybernetica memiliki keahlian mendalam dalam sistem pengawasan dan komunikasi yang aman, dengan teknologi yang telah diterapkan di lebih dari 60 instalasi pelabuhan di Indonesia.

Secara keseluruhan, solusi-solusi ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi Estonia tidak hanya mendorong inovasi di Eropa, tetapi juga menawarkan aplikasi nyata yang dapat diadopsi untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia dan mempercepat target keberlanjutan sektor maritim.

Inovasi-inovasi ini memperlihatkan bagaimana Estonia menjadi semacam “laboratorium nyata” untuk solusi digital dan hijau yang dapat diadaptasi ke sektor maritim Indonesia.

Deputy Secretary General on Maritime Affairs and Water Resources, Kristjan Truu menegaskan kesiapan Estonia untuk berbagi keahlian dengan Indonesia.

“Momentum transisi hijau dan digital bersifat global. Estonia siap berbagi pengalaman dalam implementasi green shipping corridors dan solusi digital yang aman, yang relevan baik di kawasan Baltik maupun di kepulauan Indonesia,” ujar Truu.

Delegasi Bisnis Maritim dan Teknologi Estonia Akan Kunjungi Jakarta

Melanjutkan momentum dari misi media ini, delegasi bisnis maritim dan teknologi dari Estonia akan mengunjungi Jakarta pada 27–28 April 2026. Delegasi ini akan menghadirkan berbagai perusahaan dan institusi kunci, termasuk: 5.0 Robotics, Cybernetica, Insta Globe Engineering, SRC Group, Port of Tallinn, Marine Technology Competence Centre (MARTE) di bawah Tallinn University of Technology, Varcus Solutions, Dipperfox, dan MindChip.

Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kemitraan konkret dalam digitalisasi pelabuhan, keberlanjutan maritim, serta modernisasi infrastruktur guna mendukung ambisi Indonesia dalam meningkatkan efisiensi dan mencapai target net-zero di sektor maritim.

Seiring Estonia memperluas keterlibatannya di Asia Tenggara, Indonesia muncul sebagai mitra strategis utama. Dengan kekuatan yang saling melengkapi, Estonia dalam inovasi digital dan Indonesia dalam skala serta potensi pasar, kolaborasi ini membuka peluang besar untuk pertumbuhan bersama dalam ekonomi digital dan maritim. (*/red)

AWI Banyuwangi Resmi Terbentuk, Indra Terpilih sebagai Ketua

By On Mei 01, 2026

BANYUWANGI, KabarXXI.Com Rapat pembentukan struktur organisasi Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) resmi digelar pada Kamis, 1 Mei 2026, bertempat di kediaman Indra yang berlokasi di Jalan Sayu Wiwit No. 30, Kampung Melayu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota dan berlangsung dalam suasana santai namun tetap penuh keseriusan.

Dalam rapat ini, agenda utama adalah pembentukan kepengurusan inti yang meliputi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB).

Proses musyawarah berjalan lancar tanpa hambatan berarti, hingga akhirnya berhasil menyepakati susunan kepengurusan secara mufakat.

Adapun hasil rapat menetapkan:

1. Indra sebagai Ketua

2. Buang Hadi Sucipto sebagai Sekretaris

3. Idham Holid sebagai Bendahara

Selain pembentukan struktur organisasi, rapat juga membahas arah gerak AWI ke depan melalui penyusunan visi dan misi.

AWI berkomitmen untuk menjadi wadah bagi para wartawan dalam meningkatkan profesionalisme, menjaga independensi pers, serta memperkuat solidaritas antarjurnalis di daerah.

Visi yang diusung adalah menjadikan AWI sebagai organisasi wartawan yang kredibel, berintegritas, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.

Sementara itu, misinya meliputi peningkatan kualitas sumber daya wartawan, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Dengan terbentuknya kepengurusan ini, diharapkan AWI dapat segera menjalankan program kerja yang telah dirancang serta memberikan dampak positif bagi dunia jurnalistik, khususnya di Banyuwangi. (*/red)

Petugas Rutan Kelas IIB Serang Gagalkan Penyelundupan 720 Butir Obat Terlarang

By On Mei 01, 2026

Petugas Rutan Kelas IIB Serang berhasil menggagalkan penyelundupan obat terlarang jenis Antimo sebanyak 720 butir. 

SERANG, KabarXXI.Com - Petugas penggeledahan barang dan makanan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan obat terlarang jenis Antimo sebanyak 720 butir ke dalam lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang, Kamis, 30 April 2026, sekitar pukul 14.15 WIB. 

Kepala Pengamanan Rutan, Faiz Ghozi mengatakan, kejadian bermula ketika seorang pengunjung datang untuk menjenguk salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pengunjung tersebut telah mengikuti seluruh prosedur kunjungan yang berlaku, termasuk proses pemeriksaan barang dan makanan. 

"Namun, setelah menyelesaikan pemeriksaan awal dan kembali dari ruang loker serta pendaftaran, petugas mencurigai gerak-gerik yang bersangkutan saat hendak memasuki pintu P2U," ungkapnya. 

Atas dasar kecurigaan tersebut, kata Faiz, petugas memanggil kembali pengunjung untuk dilakukan pemeriksaan ulang terhadap barang bawaannya.

"Dari hasil pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan obat jenis Antimo sebanyak 720 butir yang disembunyikan di dalam barang bawaan pengunjung," ujarnya. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Serang, Rangga Permata mengarahkan untuk melakukan pendalaman dan meminta keterangan dari pengunjung serta WBP terkait. 

Rangga Permata mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, diperoleh informasi bahwa obat tersebut sengaja dibawa atas permintaan WBP untuk diselundupkan dan diperjualbelikan di dalam kamar hunian. 

"Kami berikan sanksi untuk warga binaan dan pengunjung tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. WBP tersebut akan kami tindak tegas untuk memberikan hukuman disiplin. Untuk pengunjungnya akan kami berikan larangan mengunjungi WBP tersebut selama ada di Rutan," kata Karutan. 

Pihak Rutan Kelas IIB Serang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan serta memperketat pemeriksaan guna mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan Rutan. (*/red)

Eks Kepala KSOP Terima Setoran dari Samin Tan, Loloskan Kapal Batu Bara

By On April 25, 2026

Kejagung menggelar konferensi pers kasus dugaan korupsi penyimpangan izin usaha pertambangan PT AKT, Kamis malam, 23 April 2026. 


JAKARTA, KabarXXI.Com - Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil mengungkap peran Eks Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Rangga Ilung, berinisial HS, dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan izin usaha pertambangan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT). 

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, HS menjadi salah satu dari tiga tersangka baru yang ditetapkan dalam pengembangan perkara. 

"Pada intinya, tersangka HS selaku Kepala KSOP Rangga Ilung memberikan surat persetujuan berlayar kepada PT MCM dan perusahaan lainnya. Padahal tersangka HS mengetahui bahwa dokumen lalu lintas kapal yang memuat batu bara tersebut adalah milik AKT yang dijual menggunakan dokumen yang tidak benar," ujar Syarief saat Konferensi Pers, di Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis malam, 23 April 2026. 

Menurut Syarief, batu bara yang diangkut berasal dari PT AKT, tetapi dijual menggunakan dokumen milik perusahaan lain. 

Tak hanya itu, HS juga diduga menerima uang bulanan secara ilegal dari perusahaan yang terafiliasi dengan Samin Tan selaku beneficial owner PT AKT. 

Penerimaan uang tersebut diduga membuat HS tidak menjalankan kewajibannya untuk memeriksa laporan hasil verifikasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai syarat penerbitan surat perintah berlayar. 

Padahal, izin tambang PT AKT telah diterminasi sejak 2017, sehingga aktivitas pertambangan dan distribusi batu bara seharusnya tidak lagi berlangsung. 

“Sehingga pada saat itu, karena seperti yang kita ketahui bahwa izin tambang PT AKT itu sudah diterminasi pada tahun 2017. Sehingga selama itu tidak ada lagi pengawasan dari tempat lain, yang ada di situ adalah KSOP," tutur Syarief. 

Dengan tidak dilakukannya pengawasan secara benar, aktivitas pengangkutan batu bara dari tambang yang izinnya telah dicabut tetap dapat berjalan. 

Selain HS, penyidik juga menetapkan dua tersangka lain, yakni BJW selaku Direktur PT AKT dan HZM selaku General Manager PT OOWL Indonesia. Ketiganya diduga bekerja sama dalam meloloskan hasil tambang ilegal melalui penggunaan dokumen yang tidak sesuai dan manipulasi laporan verifikasi. 

Saat ini, para tersangka telah ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cipinang. 

"Bahwa para tersangka tersebut disangka melanggar Pasal 603 dan subsidair 604 (UU Tipikor), sama seperti yang lain," kata Syarief. 

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara korupsi yang menjerat Samin Tan. 

Dalam proses penyidikan, tim Jampidsus juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah kantor KSOP di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita berbagai dokumen pelayaran serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi tersebut. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *