Berita Terbaru

Warga Bayah Desak Normalisasi Pendangkalan Sungai Cidikit, Khawatir Sawah dan Pemukiman Tenggelam

By On Juli 01, 2026

Sejumlah warga Desa Bayah Barat saat menyisir bantaran sungai Cidikit, Rabu, 01 Juli 2026. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Sejumlah warga Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, turun langsung ke bantaran Sungai Cidikit, Rabu, 01 Juli 2026. 

Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan keresahan mereka terkait kondisi sungai yang keruh dan mengalami pendangkalan parah. 

Aksi yang dipimpin oleh Ketua RW setempat ini merupakan bentuk protes dari para pemilik sawah di sepanjang area bantaran sungai. 

Warga sengaja merekam kondisi lapangan melalui video dengan harapan mendapatkan respons cepat dari pihak perusahaan dan instansi terkait. 

Dalam rekaman tersebut, warga mendesak agar pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut bertanggung jawab untuk mengembalikan fungsi sungai seperti semula, baik dari segi kebersihan air maupun kedalaman sungai. 

"Kami selaku warga terdampak meminta kepada pihak perusahaan agar Sungai Cidikit kembali jernih dan normal," ujar Ketua RW 05 sekaligus Tokoh Masyarakat Kampung Bayah Satu, Empud Saripudin, di lokasi kegiatan, Rabu, 01 Juli 2026. 

Warga menuntut adanya pengerukan atau normalisasi segera terhadap material batu kerikil yang menyumbat aliran sungai. Jika dibiarkan, tumpukan material tersebut akan menyumbat total arus air. 

"Pendangkalan Sungai Cidikit ini harus segera dikeruk. Jika tidak, saat banjir datang, air sungai akan meluap dan meratakan pemukiman serta persawahan. Pemukiman bisa habis, sawah juga habis," tegas Empud. 

Warga berharap pihak manajemen perusahaan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak segera turun tangan melakukan tindakan nyata sebelum bencana banjir melanda kawasan tersebut. (Tim/Red)

Me Gacor CBR FC Raih Juara Turnamen Sepak Bola Jaro Cup Sawarna 2026

By On Juni 30, 2026

Me Gacor CBR FC Raih Juara Turnamen Sepak Bola Jaro Cup Sawarna 2026. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Tim kesebelasan Me Gacor CBR FC sukses meraih juara pertama dalam laga Grand Final turnamen sepak bola Jaro Cup Desa Sawarna. 

Pertandingan sengit tersebut berlangsung di lapangan sepak bola Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Senin (29/06/2026) kemarin. 

Acara tahunan ini berjalan sukses, aman, dan meriah. 

Pada laga puncak tersebut, Me Gacor CBR FC berhadapan dengan tim kuat MGS Marga Saluyu. 

Pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1. 

Laga kemudian dilanjutkan melalui drama adu penalti, yang akhirnya dimenangkan oleh Me Gacor CBR FC dengan skor tipis 5-4. 

Pemilik klub Me Gacor CBR FC, Dedi Vistasio—yang akrab disapa Om Joy—bersama sang istri, Bunda Rose, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen Jaro Cup Sawarna ini. 

"Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi pribadi saya dan istri. Dalam pertandingan di grand final turnamen Event Jaro Cup Sawarna kemarin, tim kami bisa meraih juara," ujar Om Joy saat diwawancarai pada Selasa (30/06/2026). 

Om Joy menambahkan bahwa turnamen ini merupakan ajang yang sangat bergengsi. Kedua tim bahkan mendatangkan para pemain bintang yang sudah malang-melintang di dunia turnamen antarkampung (tarkam). 

"Ini ajang bergengsi bagi Me Gacor CBR FC yang mampu meredam permainan MGS Marga Saluyu. Kemenangan ini tentunya menjadi kado yang sangat luar biasa bagi saya untuk bisa memberikan piala juara satu ini kepada istri tercinta," pungkasnya. (Cup/Uday)

Aktivis Lebak Selatan Minta Pemerintah dan APH Bijak Sikapi Tambang Rakyat

By On Juni 28, 2026

Aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi meminta Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bersikap lebih bijak terhadap para penambang rakyat, khususnya di sektor batu bara, pasir, dan emas. 

Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit serta angka pengangguran yang kian meningkat. 

Pernyataan tersebut disampaikan Deni guna menanggapi banyaknya keluhan yang ia terima langsung dari arus bawah. 

Mulai dari para penambang, kuli bongkar muat (loading), hingga pedagang kecil yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut. 

"Akhir-akhir ini saya sering mendapatkan banyak keluhan dari warga yang sehari-harinya bergelut di pertambangan rakyat. Untuk itu, mohon kiranya pemerintah dan APH bersedia mendengar jeritan serta penderitaan rakyat kecil," ujar Deni, Minggu, 28 Juni 2026. 

Deni menambahkan, salah satu keluhan terbaru yang kerap ia dengar adalah terkait aturan pemindahan stockpile batu bara ke lokasi baru yang telah ditentukan oleh pihak berwenang. 

Menurutnya, aturan tersebut menyulitkan warga di lapangan. Selain jarak lokasi baru yang dinilai terlalu jauh, kapasitas tampungnya pun sangat terbatas. 

Oleh karena itu, ia berharap ada solusi yang lebih berpihak pada keberlangsungan hidup masyarakat kecil. 

Deni menegaskan, pada dasarnya warga selalu taat hukum dan mendukung program kerja pemerintah. Persoalannya, selain tempatnya jauh, kapasitasnya juga terbatas. 

"Saya sangat berharap ada kebijakan yang bijak. Sesungguhnya rakyat kecil itu patuh dan pastinya selalu mendukung program-program pemerintah," pungkas Deni. (Tim/Red)

Aktivis Desak DLH Lebak Buka Hasil Uji Lab Sampel Sungai Cidikit

By On Juni 28, 2026

Ade Purna Kridiana "Ade PK". 

LEBAK, KabarXXI.Com – Aktivis Lingkungan Lebak Selatan, Ade Purna Kridiana yang akrab disapa Ade PK, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak untuk segera mempublikasikan hasil uji laboratorium. 

Langkah ini mendesak dilakukan setelah DLH melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan pengambilan sampel air di Sungai Cidikit hampir sepekan yang lalu. 

Menurut Ade PK, transparansi hasil laboratorium sangat penting untuk menghindari tudingan sepihak dari warga terhadap beberapa perusahaan di sekitar sungai. Publikasi resmi dinilai mampu meredam spekulasi negatif di tengah masyarakat. 

"Saya meminta kepada DLH Kabupaten Lebak agar segera mempublikasikan hasil laboratorium dari pengambilan sampel yang dilakukan pada Selasa, 23 Juni 2026 lalu," ujar Ade PK saat memberikan keterangan kepada media, Minggu, 28 Juni 2025. 

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi ini akan melindungi semua pihak dari isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

DLH Lebak saat melakukan pengambilan sampel Sungai Kali Cidikit, Selasa, 23 Juni 2026. 

"Jangan sampai ada asumsi liar dari pihak tertentu, baik dari masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan (stakeholder)," tambahnya. 

Selain masalah pencemaran, Ade juga mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi Sungai Cidikit. 

Menurutnya, sungai tersebut saat ini mengalami pendangkalan yang cukup parah, terutama di wilayah hilir. 

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kabupaten Lebak, Erik Kusuma menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium saat ini belum keluar karena masih dalam lini masa pemeriksaan resmi. 

"Belum ada info terbaru, mudah-mudahan minggu ini. Semuanya masih berproses, karena prosedur pengujiannya memakan waktu sekitar dua minggu," jelas Erik saat dikonfirmasi. (Tim/Red) 

Sungai Cidikit Keruh dan Dangkal, Anggota DPRD Banten Desak Evaluasi Metode Tambang

By On Juni 24, 2026

Anggota DPRD Provinsi Banten, Ade Rahmat S.T dari Komisi IV Fraksi Partani NasDem. 

LEBAK, KabarXXI.Com – Anggota DPRD Provinsi Banten, Ade Rahmat Hidayat, S.T., angkat bicara menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi aliran Sungai Cidikit di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. 

Sungai tersebut saat ini mengalami pendangkalan serius dan kondisi air yang sangat keruh. 

Pernyataan ini disampaikan oleh legislator dari Fraksi Partai NasDem tersebut usai melaksanakan agenda Reses Masa Persidangan ke-III di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Rabu, 24 Juni 2026. 

Soroti Metode Tambang Terbuka 

Ade Rahmat menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kondisi yang menimpa warga. 

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Banten ini, dampak lingkungan akan terus terjadi selama aktivitas pertambangan di hulu Sungai Cidikit masih menggunakan metode tambang terbuka (open pit). 

"Saya kira selama di area sekitar hulu Sungai Cidikit ada kegiatan pertambangan dengan metode open pit, maka persoalan dampak lingkungan ini akan selalu ada," ujar Rahmat kepada awak media. 

Ia menambahkan bahwa dirinya bersama jajaran anggota dewan lainnya sudah pernah meninjau langsung ke lokasi hilir dan hulu sungai untuk melihat aktivitas tersebut. 

"Faktanya, saat kami turun ke lapangan, salah satu perusahaan di sana memang menerapkan metode open pit atau tambang terbuka," ungkapnya. 

Dorong Alih Teknologi ke Underground Mining 

Rahmat menjelaskan, perbedaan karakteristik limbah pertambangan. 

Menurutnya, pihak perusahaan semestinya mulai beralih menggunakan metode tambang bawah tanah (underground mining). 

"Kita harus bisa membedakan dampak pertambangan emas dan komoditas lain seperti pasir atau batu. Kalau pertambangan emas, dipastikan menyisakan jutaan kubik material sisa galian. Berbeda dengan pasir atau batu yang seluruh materialnya bisa langsung diangkut," tutur legislator yang dikenal dekat dengan masyarakat ini. 

Normalisasi Hanya Solusi Sementara

Merespons tuntutan warga yang mendesak adanya normalisasi sungai, Rahmat menilai langkah tersebut merupakan solusi jangka pendek. 

"Pengerukan atau normalisasi itu sifatnya hanya penanggulangan sementara. Solusi jangka panjangnya, saya berharap ke depan metode tambang diubah menjadi underground. Di sisi lain, pihak terkait juga wajib melakukan normalisasi sungai secara rutin," pungkasnya. (Tim/Red)

Kondisi Sungai Cidikit Memperihatinkan, Warga Bayah Desak Normalisasi

By On Juni 24, 2026

Kondisi Sungai Kali Cidikit di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak. 

LEBAK, KabarXXI.Com – Warga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi aliran Sungai Cidikit. 

Kondisi sungai saat ini mengalami pendangkalan hebat dan berair keruh, sehingga mengancam hajat hidup masyarakat setempat. 

Tuntutan tersebut disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Kampung Bayah 1 sekaligus ketua RW 05 Desa Bayah Barat, Empud Saripudin. 

Menurutnya, Sungai Cidikit merupakan sumber air bersih utama bagi pelanggan PDAM dan warga di sepanjang bantaran sungai. 

"Mewakili warga, saya meminta pihak terkait turun langsung ke lapangan untuk menampung aspirasi dan mencari solusi konkret," ujar Empud, Rabu, 24 Juni 2026. 

Selain krisis air bersih, Empud menyoroti tiga dampak buruk jika normalisasi ditunda, yaitu: 

Gagal Panen 

Pasokan air ke sawah warga terganggu dan mengancam produktivitas pangan. 

Abrasi Permukiman 

Pendangkalan memicu pengikisan tanah yang mengancam rumah serta pesawahan warga dan infrastruktur. 

Pendangkalan Total 

Aliran sungai terancam rata dengan tanah akibat tumpukan lumpur, kerikil, dan batu dari hulu. 

Sebagai langkah awal, warga berkomitmen melakukan aksi swadaya untuk mencari penyebab utama kerusakan lingkungan ini. 

"Dalam waktu dekat, kami akan menyisir aliran Sungai Cidikit dari hilir hingga ke hulu," pungkas Empud. (Tim/Red)

Sungai Cidikit Keruh dan Dangkal, Warga Bayah Minta Pihak Terkait Turun Tangan dan Dialog Terbuka

By On Juni 24, 2026

Kondisi Sungai Cidikit yang bertemu dengan Sungai Cimadur di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah.
 
LEBAK, KabarXXI.Com – Warga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mendesak pihak terkait untuk segera turun ke lapangan guna menyerap aspirasi dan mencari solusi atas kondisi aliran Sungai Cidikit yang kini keruh dan dangkal. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Kampung Bayah 1 sekaligus Ketua RW 05 Desa Bayah Barat, Empud Saripudin. 

Menurutnya, Sungai Cidikit merupakan sumber bahan baku air bersih utama bagi pelanggan PDAM dan warga di wilayah Kecamatan Bayah. 

“Saya mewakili warga meminta kepada pihak terkait, jika memang keruhnya dan dangkalnya aliran sungai tersebut ada penyebabnya akibat aktivitas tertentu, agar bisa dipulihkan kembali seperti dulu saat airnya sangat bening dan tidak ada kedangkalan,” ujar Empud melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu, 24 Juni 2026. 

Tuntut Dialog Terbuka

Empud Saripudin menegaskan agar pihak pemerintah maupun instansi terkait datang dan berdialog langsung dengan warga yang terdampak. 

Menurutnya, diskusi yang hanya melibatkan sebagian kelompok masyarakat tidak akan menyelesaikan masalah. 

“Percuma hanya datang diskusi dengan sebagian kelompok masyarakat. Jujur, saya selaku Ketua RW juga berharap ada undangan resmi untuk membahas perihal ini,” tegasnya. (Tim/Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *