Berita Terbaru

Presiden Prabowo ke Miangas, Janji Rawat Bandara yang Diresmikan Jokowi

By On Mei 11, 2026

Presiden Prabowo Subianto di Miangas. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Presiden Prabowo Subianto berjanji akan merawat Bandara Miangas yang diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). 

Diketahui, Jokowi meresmikan Bandara Miangas pada 19 Oktober 2016 lalu. 

"Pak Jokowi resmikan bandara ya, saya nanti akan perbaiki atau melihara supaya lebih bagus lagi," ujar Prabowo saat mengunjungi warga di Miangas, Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu, 09 Mei 2026. 

Prabowo juga memastikan seluruh Puskesmas di Miangas dan di seluruh Indonesia akan diperbaiki. 

"Kita perbaiki semua puskesmas di Indonesia, segera," ujarnya. 

Dia juga menyoroti kondisi bangunan sekolah di Miangas. Menurutnya, pemerintah akan melakukan renovasi seluruh Indonesia dalam rentang waktu 2-3 tahun ke depan. 

Prabowo juga berjanji akan memberikan bantuan kepada nelayan berupa kapal dan akan membangun desa nelayan di Miangas. Bantuan akan diberikan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

"Hari ini kita beri bantuan, 1 kapal berapa besarnya 15 gross ton besar juga itu, luar biasa itu, awak kapalnya berapa? 15 GT tapi juga rencana beliau (Menteri KKP) akan kita bangun desa nelayan khusus kapan mulai? Tahun ini? Dari bulan depan sudah mulai ya pembangunan, awas saya akan check lagi nanti,” ujarnya. (*/red)

Polisi Sita Uang Rp 1,9 Miliar hingga 53 Juta Dong Vietnam dari Markas Judol di Hayam Wuruk

By On Mei 11, 2026

Bareskrim Polri membongkar praktik judi online yang beroperasi di sebuah kantor di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, Sabtu, 09 Mei 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Tm gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus Judi Online (Judol) yang melibatkan 321 Warga Negara Asing (WNA), di gedung kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar). 

Hasil penggeledahan, Polisi menyita berbagai mata uang asing, mulai dari rupiah hingga dolar. 

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan, jumlah uang rupiah yang disita mencapai 1,9 miliar. 

"Untuk nominal uang sebenarnya sudah ada, untuk uang rupiah juga ada. Ini berbagai macam mata uang. Nanti perinciannya nanti mungkin akan kita sampaikan lebih lanjut," kata Wira kepada wartawan saat Jumpa Pres di lokasi penangkapan, kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar), pada Sabtu, 09 Mei 2026. 

Kemudian, kata Wira, uang dolar yang disita mencapai 10.210, namun belum diketahui negara asal dolar tersebut. Selain rupiah dan dolar, pihaknya juga menyita 53,82 juta Dong. 

"Tapi yang pasti uang rupiah ini diperkirakan sekitar 1,9 sekian miliar yang ada. Kemudian pecahan uang, ada uang Vietnam 53,82 juta, kemudian pecahan dolar itu sebanyak 10.210, itu dari pecahan uang yang berhasil kami sita," ujar Wira. 

Diketahui sebelumnya, pelaku yang diamankan polisi sebanyak 321 WNA terdiri dari 57 WNA Tiongkok atau China, 228 WNA Vietnam, 11 WNA Laos, 13 WNA Myanmar, 3 WNA Malaysia, 5 WNA Thailand, 3 WNA Kamboja. Mereka ditangkap tangan saat melakukan judi online. 

"Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online," ujar Wira. 

Dalam penindakan ini, pihaknya menemukan aktivitas judi online yang terstruktur, memanfaatkan sarana elektronik lintas negara, dan dijalankan secara digital. 

Berbagai barang bukti turut diamankan, di antaranya, brankas, paspor, handphone, laptop, PC komputer, serta uang tunai dari berbagai negara. (*/red)

Polri Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Diamankan

By On Mei 11, 2026

Bareskrim Polri membongkar praktik judi online yang beroperasi di sebuah kantor di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, Sabtu, 09 Mei 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil mengungkap praktik judi online yang beroperasi di sebuah kantor di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, Sabtu, 09 Mei 2026. 

Dalam penggerebekan tersebut, Polisi menangkap 321 Warga Negara Asing (WNA). 

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan, aktivitas tersebut merupakan jaringan judi online internasional yang dijalankan secara terorganisir. 

"Dari para pelaku yang berhasil kita amankan jumlahnya mencapai 321 orang,” kata Wira kepada wartawan saat Konferensi Pers, di Hayam Wuruk Plaza Tower, Sabtu, 09 Mei 2026. 

Menurut Wira, mayoritas pelaku berasal dari Vietnam dengan jumlah 228 orang. 

Selain itu, kata Wira, pihaknya juga mengamankan 57 warga negara China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, tiga warga Kamboja, dan tiga warga Malaysia. 

Wira menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah WNA di gedung tersebut. 

Saat dilakukan penggerebekan, kata Wira, para pelaku disebut tertangkap tangan tengah menjalankan operasional judi online. 

"Kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online,” ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Wira, penyidik menemukan sedikitnya 75 situs atau domain yang diduga digunakan untuk aktivitas perjudian daring. 

“Dari hasil pemeriksaan penyidik menemukan 75 domain dan website yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian online,” kata Wira. 

Saat ini, kata Wira, pihaknya masih mendalami jaringan dan aliran dana dari praktik judi online internasional tersebut. (*/red)

Balada Sepatu di Negeri Noni Belanda

By On Mei 11, 2026

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. 

Oleh: Ari Junaedi 

Kisah sepasang alas kaki memang tidak mengenal teritorial. Entah di Iran atau di Kalimantan Timur. Yang membedakan hanyalah alur cerita dan realitasnya. 

Cerita kesedihan di Iran ujungnya bahagia. Sementara di Kalimantan Timur, berawal dari kesedihan berakhir kematian. 

Kisah nestapa dari Iran yang dimaksud, saya nukilkan dari film berjudul "Children of Heaven" (1997), karya klasik sutradara Majid Majidi. 

Film ini berkisah tentang Ali dan Zahra, kakak-beradik dari keluarga miskin yang terpaksa harus bergantian memakai satu pasang sepatu. 

Sang kakak yang bernama Ali teledor menghilangkan sepatu sekolah milik Zahra. 

Takut berterus terang pada orang tua yang miskin, Ali dan Zahra terpaksa harus berbagi satu pasang sepatu yang sama. 

Zahra memakainya pagi hari, lalu berlari memberikan sepatu itu ke Ali yang sekolah siang hari. 

Sepatu yang diestafetkan akhirnya harus berhenti di saat Ali berhasil menjuarai lomba lari marathon. 

Hanya saja, Ali bersedih karena juara pertama lomba bukan mendapat hadiah sepatu, tetapi pelesiran. 

Sementara di Samarinda, Kalimantan Timur, seorang pelajar Kelas XI SMKN 4 bernama Mandala Rizky Syahputra (16) menjadi sorotan setelah kisah kehidupannya yang miskin terungkap ke publik. 

Mandala yang berasal dari keluarga kurang mampu meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026), setelah mengalami komplikasi Kesehatan yang diduga bermula dari kondisi kakinya yang membengkak (Kompas.com, 7 Mei 2026). 

Menurut penuturan Ibunya Mandala yang bernama Ratnasari, anaknya terpaksa memakai sepatu berukuran 40, meski ukuran kakinya yang sebenarnya 44. 

Untuk menahan rasa sakit, Mandala harus mengganjal kakinya dengan pembungkus buah warna pink. 

Sebelum kematiannya, Mandala tengah mengikuti kerja magang – sebagai prasyarat pra kerja lapangan - di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. 

Selama kerja magang, Mandala lebih banyak berdiri sehingga rasa sakit di kakinya semakin sulit ditahan. 


Rasa sakitnya menyebar hingga ke semua bagian tubuh. Infeksi pada kakinya semakin parah hingga memengaruhi kondisi fisiknya secara keseluruhan. 

Pihak sekolah rutin membantu kehidupan Mandala, mulai dari perlengkapan sekolah, biaya kehidupan hingga pengobatan. 

Kendala tunggakan BPJS yang dialami keluarga Mandala juga sudah diselesaikan secara swadaya oleh pihak sekolah. 

Hanya saja persoalan administrasi kependudukan yang membuat Mandala kesulitan mengakses fasilitas kesehatan secara gratis. 

Sepatu adalah Marwah Pelajar Kaltim

Kematian Mandala yang diduga komplikasi kesehatan akut akibat memaksakan memakai sepatu “kekecilan” menjadi tamparan bagi kita semua. 

Ukuran kepantasan kemanusian yang beradab di negara yang menjunjung tinggi Pancasila patut dipertanyakan. 

Keluarga Mandala yang kerap mendapat bantuan dari pihak sekolah, andai saja tanggap dengan memprioritaskan untuk membeli sepatu bagi Mandala, tentu akhir cerita bisa lain. 

Pihak sekolah dan teman-teman Mandala pun tidak kurang perhatiannya. Hanya saja lingkungan tempat tinggal Mandala menjadi titik krusial ketika persoalan administrasi menjadi faktor penyulit ketika fungsi BPJS diaktifkan. 

Lokasi sekolah Mandala di SMKN 4 di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Sungai Pinang sebetulnya hanya berjarak 1,8 kilometer dengan Rumah Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang sohor dengan julukan Lamin Etam di Jalan Gajah Mada di Samarinda. 

Nama Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud beserta kerabatnya, kini tengah mendapat sorotan publik. 

Warga di seluruh pelosok Nusantara geram dengan tingkah pola Kepala Daerah yang dipilih oleh rakyat Kalimantan Timur tersebut. 

Di saat Pemerintah Pusat tengah mencanangkan penghematan di semua lini pengeluaran anggaran alias efisiensi, yang terjadi di Kalimantan Timur justru sebaliknya. 

Untuk pengadaan mobil dinas Kaltim-1 tembus hingga angka Rp 8,5 miliar lebih. Padahal, kendaraan dinas RI-1 yang berjulukan Maung di kisaran Rp 1 miliar saja. 

Anggaran untuk penataan ruang kerja Gubernur mencapai Rp 8,2 miliar. Belum lagi renovasi rumah jabatan Lamin Etam dan pengadaan berbagai fasilitas sebanyak 35 item seperti mebel, tempat tidur, peralatan dapur, akuarium air laut hingga kursi pijat dengan total tembus di angka Rp 12 miliar. 

Ada pula anggaran renovasi Rumah Jabatan Wakil Gubernur mencapai Rp 4,9 miliar (Niaga Asia.com, 14 April 2026). 

Jika ingin melihat lebih detail alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kalimantan Timur tahun anggaran 2005-2026, memang terkesan tidak mengenal efisiensi. 

Kesan “aji mumpung” begitu kental terasa. Bayangkan ada pengadaan dua kursi pijat untuk Gubernur dan Wakil Gubernur senilai Rp 125 juta dan biaya laundry sebesar Rp 450 juta. 

Kasus menghamburkan APBD tidak terlepas dari peran anggota Dewan di DPRD Kalimantan Timur yang abai meloloskan begitu saja tanpa ada keberatan, bahkan revisi atau pencoretan di APBD yang telah diketok Dewan. 

Sangat miris jika melihat Kalimantan Timur adalah provinsi dengan APBD terbesar ke lima di tahun 2025 setelah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

Dengan APBD tahun 2025 sebesar Rp 20,6 triliun, seharusnya kasus kematian warga miskin seperti Mandala tidak boleh terjadi. 

Dari data Badan Pusat Statistik, di antara jumlah penduduk Kalimantan Timur di 2025 mencapai 4,26 juta jiwa, ternyata masih terdapat 199.710 warganya tergolong miskin. 

Dengan angka kemiskinan mencapai 5,71 persen dari total populasi penduduk Kalimantan Timur, harusnya Dana Bagi Hasil Migas dan Batubara menjadi berkah untuk warganya, bukan saja untuk elite-elite pemerintahan dan Dewan. 

Dengan rancangan APBD untuk postur 2026 yang menurun karena pemangkasan dari pusat, maka fokus APBD semestinya ditujukan untuk pengentasan kemiskinan, stimulus usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang membuka peluang pembukaan lapangan kerja dan perbaikan infrastruktur dengan pola padat karya. 

Rentetan ketidakpuasan warga Kalimantan Timur yang akhirnya bermuara dengan aksi unjuk rasa mahahasiswa di Samarinda adalah cerminan kekritisan warga terhadap pola kepemimpinan kepala daerah yang tamak. 

Setelah negeri ini mendapat pelajaran berharga dari dampak negatif kehadiran politik dinasti di Banten, kini keprihatinan beralih ke Kalimantan Timur. 

Bayangkan semua posisi kunci politik “dikangkangi” keluarga Gubernur. Istri sang Gubernur adalah anggota DPR-RI, Sarifah Suraidah. 

Publik lebih mengenal tampilan busana mewahnya dan aksi sosialnya yang kerap diunggah di media sosial ketimbang menyampaikan aspirasi rakyat Kalimantan Timur di ruang parlemen Senayan. 

Busana dan asesoris yang dikenakan Sarifah saat menyapa warga atau belanja memang lebih pantas untuk ajang fashion show di catwalk. Netizen di media sosial menyebutnya Noni Belanda. 

Sebetulnya, urusan busana adalah hak privat masing-masing individu. Hanya saja ukuran kepantasan kadang dilupakan banyak orang. 

Apakah pantas seorang istri Kepala Daerah mengenakan busana mewah di saat warganya masih kebingungan mencari pekerjaan atau frustasi karena upah yang diperolehnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari? 

Kakak kandung Gubernur yang bernama Hassanudin Mas’ud adalah Ketua DPRD Kalimantan periode 2024 – 2029. 

Kakak yang lain, Syahria Mas’ud tercatat sebagai anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur yang juga calon kuat Ketua KONI di provinsi yang sama. 

Kakak yang lainnya, Rahmad Mas’ud kebetulan menjadi Walikota Balikpapan. 

Adik Gubernur bernama Abdul Gafur Mas’ud, yang sempat menjabat Bupati Penajam Paser Utara, mengalami nasib sial karena terkena Operasi Tangkap Tangan oleh KPK.

Sebelum diberhentikan karena protes dari berbagai kalangan, Hijrah Mas’ud, adik Gubernur Rudi Mas’ud adalah Wakil Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). 

Hijrah begitu dipercaya sang kakak untuk berbagai urusan penting. Bahkan, Rudy memberi kepercayaan Hijrah untuk mandat yang tidak bisa diwakilkan. Padahal, Wakil Gubernur masih sehat dan mampu bekerja. 

Guliran hak angket yang kini mulai disuarakan berbagai Fraksi di DPRD Kalimantan Timur diharapkan bisa mengkhiri polemik penyalahgunaan kekuasaan oleh Kepala Daerah. 

Persetujuan 21 anggota Dewan dari enam Fraksi, di antaranya PDIP, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PKB, PKS, PPP dan PAN seharusnya bisa berjalan mulus walau ada penolakan dari Fraksi Golkar, partai asal Rudi Mas’ud. 

Mengingat Golkar menjadi kekuatan dominan dengan 9 kursi di DPRD Kalimantan Timur, tetapi jumlah gabungan pengusul hak angket mencapai 52 kursi, tentunya usulan hak angket bisa berjalan mulus andai tidak “masuk angin”. 

Jawaban Gubernur Rudy Mas’ud bahwa besarnya anggaran pembelian dan renovasi aneka fasiltas Kepala Daerah untuk menjaga marwah Kalimantan Timur adalah anomali pola pikir. 

Di saat ada warganya mati karena alas sepatu yang tidak layak, pantaskah ada seorang Gubernur yang begitu kelelahan bekerja hingga butuh kursi pijat seharga ratusan pasang sepatu? 

Andai saja anggaran untuk kursi pijat seharga Rp 125 juta dibelanjakan sepatu seharga Rp 300.000, maka tentunya akan didapatkan 417 pasang sepatu. 

"Pemimpin harus merasakan apa yang dialami rakyatnya. Jika rakyatnya menderita, ia harus menjadi orang pertama yang merasakannya." - Umar bin Khattab. 

Penulis adalah Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama. 

Sumber: kompas.com

Dua Kapal Tanker Iran yang Coba Langgar Blokade Ditembaki Jet Tempur AS

By On Mei 11, 2026

Ilustrasi Jet Tempur AS. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Jet tempur milik Amerika Serikat (AS) dikerahkan dan melepas tembakan untuk melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran, pada Jumat, 08 Mei 2026, waktu setempat. 

Washington menyebut, kedua kapal tanker Iran itu berusaha melanggar blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran. 

Dilansir AFP, Sabtu, 09 Mei 2026, AS sejauh telah menghentikan secara paksa empat kapal, yang menurut mereka mencoba melanggar blokade laut di sekitar Selat Hormuz, yang diberlakukan sejak 13 April lalu. 

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS telah melumpuhkan kapal M/T Sea Star III dan M/T Sevda dengan "menembakkan amunisi presisi ke cerobong asap mereka, mencegah kapal-kapal yang tidak patuh tersebut memasuki Iran". 

CENTCOM menyertakan rekaman video yang menunjukkan momen serangan terhadap kedua kapal tersebut. 

Pada Rabu, 06 Mei 2026, waktu setempat, sebuah jet tempur AS jenis F/A-18 melumpuhkan sebuah kapal berbendera Iran lainnya, yang bernama M/T Hasna, dengan menembakkan peluru meriam 20 mm ke kemudi kapal tersebut. 

Sebelum itu, atau pada 19 April lalu, insiden lainnya melibat sebuah kapal berbendera Iran lainnya, M/V Touska, yang dituduh melanggar blokade dan mengabaikan peringatan yang diberikan kapal perusak militer AS. 

Kapal-kapal perang AS, pada saat itu, memerintahkan para awak kapal tersebut untuk mengevakuasi ruang mesin, yang kemudian dihantam beberapa kali dengan senjata lima inci, yang melumpuhkan kapal tersebut. 

Iran secara efektif menutup jalur perairan vital Selat Homuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas, setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar pada 28 Februari lalu. 

Washington merespons dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Teheran, dalam upaya menekan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. (*/red)

Polisi Grebek Arena Judi Sabung Ayam di Jayanti, Dua Orang dan 28 Unit Motor Diamankan

By On Mei 10, 2026

Polresta Tangerang menggerebek arena judi sabung ayam di Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu, 10 Mei 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.Com - Petugas kepolisian Polresta Tangerang menggerebek arena judi sabung ayam di Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu, 10 Mei 2026. 

Penggerebekan dipimipin langsung oleh Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 

"Kami mendapat informasi adanya aktivitas judi sabung ayam. Kami langsung bergerak melakukan penggerebekan," ujarnya. 

Dia menjelaskan, dari penggerebekan itu diamankan dua orang yang diduga terlibat dalam judi sabung ayam. Kemudian 13 ekor ayam aduan, enam sarung ayam, jam dinding, buku rekapan, kandang, dan 28 unit sepeda motor. 

"Untuk selanjutnya tempat atau lapak sabung telah dilakukan pembongkaran dan sudah dipolice line," kata Indra Waspada. 

Indra Waspada menegaskan, pihaknya akan terus memberantas praktik judi termasuk sabung ayam serta akan melakukan penegakkan hukum. 

Dia juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi praktik judi tersebut. 

"Apabila masyarakat mengetahui aktivitas judi atau praktik meresahkan lainnya, segera laporkan, akan kami tindaklanjuti," pungkasnya. (Reno)

Polisi Bongkar Bisnis BBM Subsidi Ilegal Usai Insiden Solar Tumpah di Bancara, Lima Orang Ditangkap

By On Mei 10, 2026

Tumpahan solar menyebabkan sejumlah pengendara motor terjatuh, di jalur Arosbaya-Bancara, Kabupaten Bangkalan, Jatim. 

BANGKALAN, KabarXXI.ComPolisi akhirnya membongkar praktik penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi lintas daerah, usai insiden tumpahan solar yang menyebabkan sejumlah pengendara motor terjatuh di jalur Arosbaya-Bancara, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (Jatim). 

Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari laporan masyarakat pada Sabtu malam, 03 Mei 2026, terkait jalan licin akibat tumpahan diduga solar di kawasan Bancaran. 

"Pada hari Sabtu, sekitar pukul 22.00 WIB, ada laporan dari masyarakat terkait adanya tumpahan diduga solar di wilayah Banjaran yang mengakibatkan sejumlah pengendara motor terjatuh,” ujar AKBP Wibowo kepada wartawan, Kamis, 07 Mei 2026. 

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan sebuah truk bak kayu yang telah dimodifikasi dengan tangki penampung BBM di bagian dalam. 

Dari pemeriksaan awal, kebocoran terjadi pada bagian kran tangki sehingga solar tumpah sepanjang jalur yang dilalui kendaraan tersebut. 

"Dari hasil penyelidikan ditemukan kendaraan truk yang dimodifikasi dengan tangki bermuatan solar. Pada bagian kran atau penutupnya mengalami kerusakan sehingga solar tumpah ke jalan,” ujarnya. 

Bahkan, dari hasil pengembangan, polisi menemukan sebuah lokasi penimbunan BBM di wilayah Pamekasan. 

Kemudian, penyidik pun kembali menemukan gudang lain di Kecamatan Krian, Sidoarjo, yang diduga menjadi lokasi penampungan dan distribusi solar subsidi ilegal. 

"Kemudian dari hasil pengembangan, kami menemukan lokasi penimbunan di Pamekasan dan satu lokasi lagi di wilayah Krian, Sidoarjo,” ujarnya. 

Wibowo menjelaskan, para pelaku diduga menjalankan praktik penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM jenis solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor tertentu sesuai penugasan pemerintah. 

"Modus operandi para tersangka adalah melakukan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM jenis solar subsidi yang kemudian dijual kembali,” pungkasnya. 

Dalam pengungkapan tersebut, pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit truk Isuzu modifikasi dengan tangki kapasitas 8.000 liter, dua unit truk tangki besar, tujuh tandon penyimpanan solar, mesin alkon, flow meter, selang, hingga perlengkapan distribusi BBM lainnya. 

Sebanyak lima tersangka turut diamankan dengan peran berbeda-beda. RS (39) diketahui sebagai sopir pengangkut solar dari Pamekasan menuju gudang di Krian. S (66) bertugas sebagai kernet. Sementara PK (26) diduga sebagai pemilik usaha solar ilegal tersebut. 

Selain itu, AF (33) berperan mencatat keluar masuk barang dan membuat administrasi surat jalan, sedangkan AK (40) diduga sebagai penyedia truk modifikasi sekaligus pengaman jalur distribusi BBM ilegal. 

"Kami mengamankan lima tersangka dengan peran masing-masing dalam distribusi BBM solar ilegal ini,” kata Wibowo. 

Para tersangka kini dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 

Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM subsidi ilegal yang lebih luas. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *