Tujuh Kali Melakukan Kejahatan, Resedivis Ini Akhirnya Dibekuk Polisi

Diposting oleh On Tuesday, May 14, 2019


TANGGAMUS, KabarXXI.Com – Ahmad Sobari (25), warga Pekon Sri Melati, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) jambret untuk kedua kalinya menghuni sel tahanan.

Pasalnya, residivis dalam perkara Curanmor tahun 2016 tersebut kembali ditangkap aparat Kepolisian Polsek Wonosobo, Polres Tanggamus.

Walaupun penangkapan cukup sederhana dan tanpa perlawanan, namun penyelidikan yang dilakukan petugas cukup melelahkan. Pasalnya, tersangka tergolong licin saat hendak ditangkap.

Atas penangkapan tersebut, petugas juga sangat bersyukur sebab seperti pepatah, “Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui". Begitu pula dengan penangkapan Ahmad Sobari, 6 kejahatan tersangka, baik Jambret maupun pencurian lain dapat terungkap sekaligus.

Kini pria pengangguran itu telah meringkuk di tahanan Polsek Wonosobo. Ke depannya selain akan berlebaran di dalam sel, pemuda bertato di lengan dan kaki kirinya itu kembali terancam hukuman 9 tahun penjara.

Seperti dikatakan Kapolsek Wonosobo, Iptu Amin Rusbahadi, tersangka merupakan resedivis Curanmor 2016, berhasil ditangkap setelah petugas menyelidiki laporan pelajar SMP bernama Jaya (14), warga Dusun Siring Betik, Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, tanggal 22 April 2019 lalu.

Berdasarkan penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, tersangka dapat terindentifikasi, dikuatkan barang bukti handphone Samsung Galaxy milik korban yang berhasil diamankan dari tangannya.

"Tersangka berhasil kami tangkap saat berada di rumahnya pada Senin, 13 Mei 2019, sekitar pukul 21.00 Wib," kata Iptu Amin Rusbahadi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto dalam keterangannya, Selasa, 14 Mei 2019.

Iptu Amin Rusbahadi menjelaskan, dalam melancarkan kejahatan terhadap korban Jaya, tersangka dengan cara mengambil secara paksa handphone korban dengan menodongkan senjata tajam ke arah tubuh korban.

"Akibatnya, selain kehilangan handphone, korban yang bertubuh kecil tersebut juga mengalami trauma yang mendalam, bahkan sempat tidak mau lagi sekolah akibat ketakutan," jelasnya.

Menurut Kapolsek, berdasarkan pengembangan dan pengakuan tersangka, diketahui 6 kejahatan lain, baik itu jambret maupun pencurian dengan pemberatan (Curat).

"Hasil pengembangan, total 7 kasus terungkap, dan diakui oleh tersangka dengan barang bukti yang diamankan 2 handphone dan 1 sepeda motor," ujarnya.

Ditambahkan Iptu Amin Rusbahadi, atas kejahatannya itu, tersangka dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Sementara, dalam penuturannya, tersangka mengakui semua perbuatan, namun hasil kejahatan tersebut hanya dipergunakan untuk membeli Narkoba dan rokok.

"Ya semuanya dari jambret sama ngambil motor juga. Uangnya saya pakai untuk beli sabu dan rokok," kata bujangan bertubuh kecil tersebut.

Namun setelah kedua kali tertangkap, pemuda beratato di lengan kanan dan kakinya itu mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya.

"Mau insaf pak, saya menyesal," ucapnya sambil menunduk.

Untuk diketahui, dari catatan Polsek Wonosobo, aksi 6 kejahatan lain yang juga diakui oleh tersangka di wilayah hukum Polsek Wonosobo yakni terhadap korban Ahmad Yani sesuai Laporan Polisi tanggal 7 April 2019 di Pekon Sri Melati, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, dengan kerugian 1 unit Hp Lenovo warna Hitam dan BB berhasil diamankan.

Kemudian, terhadap korban Angger Yoga Saputra sesuai kejadian tanggal 4 Mei 2019 di Pekon Banjar Negara, Kecamatan Wonosobo, kerugian berupa 1 unit Oppo A37F, barang korban masih dalam penyelidikan.

Selanjutnya, korban Waluyo kejadian bulan 2 Mei 2019 pukul 02.00 Wib di Pekon Banjar Negoro, Wonosobo, kerugian 1 sepeda motor Suzuki Smash, barang bukti berhasil diamankan.

Lalu, terhadap korban Suhairi, kejadian 4 Mei 2019 di Pekon Banjarsari, Wonosobo, kerugian 2 unit Hp yakni Hp Samsung dan Xiomi, barang bukti masih dalam pencarian.

Selanjutnya, korban Purnama kejadian sekitar bulan Mei 2019 di Pekon Sri Melati, Wonosobo, kerugian berupa 1 unit Hp Xiaomi Note 5 Warna Hitam, barang bukti dalam proses pencarian.

Terakhir, korban Riyadi kejadian awal Mei 2019 di Pasar Pangkul Pekon Sri Melati, Wonosobo, kerugian berupa 1 unit Hp Xiomi Redmi 4A, barang bukti dalam tahap pencarian. (Hasbuna)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »