Proyek Drainase Pasar Sore - Kadu Kacapi Dinilai Tidak Transparan

Diposting oleh On Friday, May 17, 2019


SERANG, KabarXXI.Com – Pekerjaan pemeliharaan saluran drainese jalan Pasar Sore - Kadu Kacapi di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, tidak dilengkapi papan informasi atau papan proyek.

Ketidaktransparanan pembangunan drainase itu diduga sengaja dilakukan oleh pihak pelaksana proyek dan diduga ada kongkalingkong dengan bagian pelaksana dari Dinas PUPR. 

Pasalnya, saat pelaksana dari PT. STAR MURI INDONESIA yang mengaku Direkturnya hendak dikonfirmasi justru dihalangi oleh Sujai, Pelaksana Teknis dari Dinas DPUPR Kabupaten Serang, bahkan Sujai emosi.

"Bapa ini kan sudah konfirmasi ke saya, masa mau konfirmasi lagi ke dia (Direktur-red), dia itu disuruh bapaknya cuma mengawasi matrial, dia itu anaknya, bukan direkturnya," ujarnya kepada KabarXXI.Com, Kamis, 16 Mei 2019, di lokasi.

Salah satu warga setempat saat dikonfirmasi mengatakan, proyek drainase itu sudah kurang lebih dua minggu yang lalu dikerjakan, dari awal tidak ada papan proyek yang menerangkan tentang pekerjaan apa dan sumber dananya dari mana berapa anggaranya

“Tidak diketahui pekerjaan proyek drainase itu berapa panjang volume dan anggarannya pak. Soalnya dari awal pembongkaran hingga pekerjaan juga tidak terpasang papan informasinya," ujarnya.



Diketahui, saat wartawan mencari tau di mana papan informasi itu berada, akhirnya ditunjukan oleh Mandor Ade. Ternyata papan informasi tersebut dilipat di motor tidak dipasangkan.

Diketahui, proyek tersebut menelan anggaran Rp.449.999.640.00 yang bersumber dari APBD DAU Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2019 dengan Nomor Kontrak 620/15KP-PK.2370245/SPK/SAL.DRNS.PSR-K.KCP/PPK-BM/DPUPR/2019.

Dengan ketidak transparannya pelaksana proyek tersebut, sehingga hal itu membuat Sekretaris Jenderal (Sekjend) Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Banten Pancanegara (LSM ABP), Nurhasan mengatakan dengan tegas, ada apa dengan pelaksana teknis dari dinas dan Direktur PT tersebut.

“Seharusnya pihak dinas memantau dan menjadi mitra kontrol sosial agar pekerjaan tersebut berjalan dengan sesuai yang ada di RAB dan Spek bukan malah seolah-olah membela kontraktor,” ujar Nurhasan.

"Ada apa ini pihak dinas, kok malah emosi kepada wartawan yang hendak dikonfirmasi, kan itu hak wartawan buat mempertanyakan dan mempublikasikan program pemerintah ke masyarakat," pungkasnya lagi.

Nurhasan menambahkan, bahwa itu proyek pemerintah, proyek yang didanai oleh anggaran pemerintah, seharusnya papan proyek itu sangat penting untuk disampaikan ke masyarakat. 

“Inikan uang rakyat, harus transparanlah dengan masyarakat. Tapi justru proyek drainase itu malah sengaja tidak dipasang papan proyek. Sebenarnya pihak pelaksana wajib menerangkan pekerjaannya melalui papan proyek. Itu kan ada di Rencana Anggaran Belanja (RAB) untuk item anggaran papan proyek. Maka dari itu pihak pelaksana wajib memasang. Apa dari dinas tidak menegur ke kontraktor itu? Nampaknya sengaja disembunyikan supaya masyarakat tidak bisa mengetahui jumlah anggaran,” tambahnya. (Anas)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »