Polsek Tangerang Amankan Delapan Pemuda Pelaku Tawuran di Depan Transmart Cikokol

Diposting oleh On Tuesday, May 14, 2019


TANGERANG, KabarXXI.Com – Tawuran kelompok pemuda sering terjadi saat menjelang sahur pada bulan suci Ramadhan 1440H/2019 di wilayah hukum Polsek Tangerang Polres Metro Tangerang Kota. Aparat meminta peran orang tua untuk lebih mengkontrol dan mengawasi kegiatan anak remajanya, apalagi jelang tengah malam (waktu sahur-red).

Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono mengatakan, bahwa tempat-tempat di wilayah hukum Polsek Tangerang sering dijadikan lokasi tawuran meliputi Jembatan Merah Kampung Babakan, Cikokol, Jalan MH. Thamrin, Kebon Nanas, Jalan Benteng Betawi, Tanah Tinggi. 

Para kelompok pemuda melakukan aksi tawuran dengan cara membuat janji melalui media sosial Facebook, Instagram, dan WeChat. 

Menurut Kapolsek Ewo Samono, pihaknya telah membentuk tiga kelompok tim, masing-masing tim dipimpin seorang Perwira yang ditempatkan di titik rawan tawuran, dan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan bisa mengendalikan situasi.

Selain itu, pihaknya juga memerintahkan Unit Reskrim melakukan penyelidikkan terhadap kelompok-kelompok pemuda tersebut

Pada Minggu, 12 Mei 2019, sekira pukul 02.00 Wib, didapat informasi akan adanya aksi tawuran di Jembatan Merah, Babakan. Karena di lokasi tersebut sudah ditempatkan beberapa anggota Kepolisian, baik yang berpakaian dinas maupun berpakaian preman, diduga aksinya bocor, sehingga para pemuda yang rata-rata menggunakan sepeda motor berboncengan kurang lebih sebanyak 20 unit motor, berkonvoi berkeliling di Kota Tangerang. 

Menjelang sahur, aksi tawuran pecah di depan Transmart Cikokol, Tangerang. Dari aksi tersebut tertangkap 1 orang pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit atas nama Galang Agustiansyah (21).

Terhadap dirinya akan diproses hukum agar jera sesuai Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No.12  Tahun 1951 tentang sajam, dan saat tawuran juga berhasil ditangkap sebanyak 8 pemuda, antara lain berinisial R (22), RA (20), ARN (21), MSM (22), AS (22), RM (19), MI (19), dan WD (20).

Terhadap pelaku tawuran yang tidak membawa senjata tajam dilakukan pembinaan oleh Unit Binmas, namun sebagai efek jera tetap dilakukan penangkapan selama 1 x 24 jam dan kepada keluarganya diberikan penjelasan serta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya yang diketahui RT, RW dan Lurah setempat.

Bagi yang masih sekolah harus diketahui Kepala Sekolahnya, untuk yang kedapatan membawa senjata tajam tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.

Upaya pencegahan terus dilakukan petugas Kepolisian Polsek Tangerang Polres Metro Tangerang Kota. Bahkan aparat di lapangan juga mendapatkan perlawanan saat melakukan upaya penghentian aksi tawuran tersebut.

"Saat melakukan penangkapan, anggota saya sempat mendapatkan perlawanan dari pemuda yang tawuran dengan cara mengayunkan celurit ke anggota saya namun dapat dihindari. Selain itu, anggota saya ada juga yang terkena pukulan bambu di kepalanya," ujar Kapolsek.

Kapolsek menyarankan kepada warga yang memiliki anak muda untuk tidak ikut-ikutan tawuran, balapan liar, konvoi motor serta disarankan tidak nongkrong-nongkrong hingga dini hari, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku membawa senjata tajam, serta mendalami apa motif dari tawuran tersebut," pungkasnya. (Widya)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »