Aliansi Serikat Pekerja di Kabupaten Serang Tolak Aksi People Power

Diposting oleh On Thursday, May 16, 2019


SERANG, KabarXXI.Com – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) 1973 Kabupaten Serang, Banten, serta sejumlah Aliansi Pekerja di Kabupaten Serang, Banten, menilai ajakan aksi people power meresahkan masyarakat. 

Ajakan aksi tersebut banyak diserukan dan tersebar melalui sejumlah media sosial menjelang diumumkannya hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU RI pada 22 Mei mendatang.

Sejumlah Aliansi Serikat Pekerja di Kabupaten Serang secara tegas, menolak aksi people power.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan tindakan kurang tepat, dan menyerahkan semua hasil tahapan Pemilu kepada yang berwenang yakni KPU. 


Aliansi Serikat Pekerja mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Serang, Banten, untuk saling menjaga ketertiban dan kenyamanan, terlebih pada bulan suci Ramadhan ini.

"Mari kita percayakan hasil Pemilu 2019 kepada petugas penyelenggara Pemilu atau KPU. Bila tidak puas, silahkan menyelesaikan permasalahan sesuai aturan yang berlaku," tutur Wakil Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) 1973 Kab. Serang, Heri, ketika ditemui di Sekretariat KSPSI 1973 Kab. Serang di PT. Shinta Woo Sung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, Rabu, 15 Mei 2019.

Imbauan senada juga datang dari Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSPKEP) Kab. Serang, Argo Priyo Sujatmiko.

Menurutnya, people power ini berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.


Argo mengajak teman-teman buruh maupun Serikat Buruh khususnya di Kabupaten Serang, Banten, untuk tidak terpancing terhadap ajakan yang bisa mengancam keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila ini. 

“Mari kita jaga kerukunan demi keutuhan NKRI dan yang berlandaskan Pancasila,” ujar Argo.

Sementara itu, Ketua Forum Serikat Pekerja Cikande Kopo dan Jawilan (Forum Cikoja) Kab. Serang, A. Rizal Peni juga memberi pernyataan penolakan adanya gerakan people power. 

Ia menjelaskan, gerakan tersebut bisa memecah kesatuan antar umat beragama. 

“Saya khawatir dengan gerakan itu (people power), kesatuan dan persatuan akan terpecah,” ujarnya. (rls/red)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »