SMAN 1 Kota Agung Tanggamus Diduga Lakukan Pungli Sampai Jutaan Rupiah

Diposting oleh On Friday, March 29, 2019


TANGGAMUS, KabarXXI.Com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) kepada siswa dan siswinya.

Sekolah yang dipimpin oleh Ruslan ini diduga telah memungut biaya sebesar Rp 3.930.000 per siswa untuk Kelas X, Kelas Xll sebesar Rp 1.680.000, dan Kelas Xll sebesar Rp 1.680.000 per siswa dengan sebutan sumbangan. Sistem pembayaran yang diberlakukan dalam pemungutan ini melalui Bank BRI.

"Kami dari orangtua murid sangat menyayangkan adanya sumbangan yang diberlakukan di SMAN 1 Kota Agung. Sumbangan itu dipatok sebesar Rp 3.930.000," ujar salah seorang orangtua murid yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media.

Sejumlah orangtua murid pun meminta kepada instansi terkait untuk segera menanggapi terkait sumbangan yang terjadi di SMAN 1 Kota Agung.

“Kami selaku orangtua murid merasa sangat terbebani dengan pungutan dana yang begitu besar bagi kami. Masalahnya sumbangan yang dimaksud ini terkesan diwajibkan oleh pihak sekolah kepada kami untuk segera melunasi dana tersebut," ungkapnya.

"Kami juga kurang setuju tentang pernyataan Pak Ruslan yang menyatakan dana ini diperuntukan membayar Guru Honor. Masalahnya kenapa mesti dibebankan kepada kami selaku orangtua murid untuk membayar Guru Honor SMAN 1 Kota Agung," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Agung, Ruslan membenarkan pihaknya telah melakukan pungutan kepada siswa. Namun, kata Ruslan, pungutan tersebut sudah melalui hasil kesepakatan dari Komite dan orangtua murid.

"Dana tersebut kita alokasikan ke Peningkatan Mutu, Kegiatan Ekstra Kurikuler Siswa, OSIS, Kegiatan Pramuka dan yang paling besar itu untuk Guru Honor," terang Ruslan.

Untuk diketahui, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah bukan untuk mewajibkan penarikan dana dari orang tua siswa.

Aturan ini dibuat untuk semakin memperjelas peran Komite Sekolah. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk mengenai penggalangan dana pendidikan. (Hasbuna)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »